
Tempat wisata yang indah di Finlandia benar-benar memuaskan dahaga liburanku. Aku mengambil beberapa foto lewat ponsel untuk dijadikan sebagai kenangan. Dan rencananya nanti aku akan mencetak foto ini di sebuah album kenangan liburan.
Aku berdiri dibawah pohon dengan latar laut biru yang indah. Beberapa turis asing yang ramah menyapaku. Aku membalas sapaan mereka dengan senyuman yang ramah. Mas Damar memotret aku menggunakan sebuah kamera yang mahal.
Aku mengambil berbagai gaya. Tidak lupa aku membagikan momen bahagiaku ke sosial media, terutama story WA kesukaannku. Hampir semua teman-temanku berdecak kagum juga menunjukkan rasa iri mereka dengan balasan story.
"Yaya, kamu perempuan paling beruntung."
"Yaya, seandainya aku di posisi kamu, aku rela diselingkuhi asal bisa tiap bulan liburan mewah."
"Yaya, tarik aku kesana beib!"
Aku ngakak membaca balasan mereka. Kenapa mereka gaje banget sih ya ampun. Aku membalas chat mereka satu-satu. Tak berselang lama mas Damar datang membawa sebuah makanan dan minuman yang aku sebelumnya belum pernah mencobanya. Mas Damar terlihat seksi tanpa mengenakan kaos.
"Sayang, nikmatilah makan ini."
"Baik mas."
Mas Damar membawa juga topi bundar berwarna putih lalu dia memakaikan topi putih itu di kepalaku. Mas Damar benar-benar memanjakan aku di tempat ini. Seandainya noda perselingkuhan itu tidak pernah kamu lakukan mas, pasti jejak kesedihan yang aku alami selama ini nggak akan pernah terjadi.
Tapi aku akan melupakan itu semua jika kamu terus menunjukan itikad baik kamu kepadaku. Disisi lain, Miho dengan amarahnya nekat mendatangi rumah Damar. Dimana mama Sera sedang asyik ngopi cantik sembari membaca majalah fashion di taman depan rumah. Miho sedang mencak-mencak marah di depan pagar.
"Woy! Keluar! Keluar!"
"Siapa sih itu yang berisik di depan!" ucap mama Sera mulai emosi.
Mama Sera membanting majalah itu keatas meja lalu bergegas nyamperin wanita yang sedang murka di depan pagar. Mama Sera berbicara dari balik pagar.
"Mau apa kesini dasar pelakor terkutuk!"
"Aku gak terima lihat mas Damarku liburan bareng anak kamu ke Eropa! Heh asal kamu tahu yang ibu-ibu galak rempong, istri kamu tuh biasanya habisin uang suaminya saja! Orang seperti dia itu mending diceraikan saja dasar matre!"
Mama Sera jelas tidak terima anaknya dibilang seperti itu. Tangannya bergerak menggengam pagar.
__ADS_1
"Pergi kamu dari sini! Saya sedang malas ladenin orang yang mengganggu kehidupan keluarga saya! Saya takut darah tinggi saya kumat!"
"Alah bodo amat! Saya ga peduli mau kamu mati jantungan sekalipun! Saya mau masuk kedalam, saya mau acak-acak rumah kalian!"
"Udah sinting kamu ya! Kenapa kamu, sinting karena udah dibuang sama Damar ke tong sampah? Terima nasibmu pelakor!"
Dari luar, Miho dengan keberaniannya yang diselimuti amarah langsung memukul bibir mama Sera menggunakan genggaman tangannya. Mama Sera langsung merintih memegang bibirnya yang berdarah.
"Pelakor sialan berani kamu ya sama saya!"
Mama Sera tidak terima, semakin marah lalu membuka pintu pagar. Mama Sera keluar saling berhadapan dengan perempuan berponi itu. Mama Sera menjambak rambut Miho, mereka berdua saling jambak-jambakan di depan pagar. Arif yang sedang tidur siang jadi terbangun mendengar suara keributan dua wanita yang sedang bentrok didepan rumah.
"Hoaaaam, siapa sih yang lagi ribut berisik banget?"
tanya Arif sembari menguap.
Arif membuka pintu paviliun sembari mengucek kedua matanya. Arif melihat dengan seksama dua orang wanita yang sedang ribut jambak-jambakan di depan pagar rumah mewah Damar.
Bukannya melerai, Arif malah menonton aksi keributan antara dua wanita itu. Arif malah berteriak kencang memanggil Elma. Elma yang sedang sibuk mengangkat jemuran bergegas menghampiri Arif.
"Itu orang yang kamu maksud lagi jambak-jambakan sama nenek lampir."
Elma melihat kearah pagar rumah, ternyata benar ada Miho disitu. Miho sedang kewalahan menghadapi kebrutalan mama Sera. Mama Sera meski usianya tak semuda dirinya, tapi tenaganya nggak kalah kuat. Maklum, mantan preman!
"Hahahahaha! Hiburan siang-siang nih! Mas ambilin jus dong. Siang-siang, panas-panas gini, minum jus seger, sambil nonton orang berantem di depan sana, hahahaha."
"Iya Elma, tunggu bentar ya."
"Ah sakit! Dasar ibu-ibu gila!"
"Kamu tuh pelakor gila! Kamu pikir saya takut, gak ya!"
Mama Sera menampar Miho, Miho juga membalas tamparan mama Sera. Miho dan mama Sera melanjutkan aksi keributan itu.
__ADS_1
"Saya adalah garda terdepan untuk anak saya!"
"Dan saya ga akan pernah biarkan orang seperti anda hidup dengan tenang dasar ibu-ibu gila!"
Sedangkan Elma dan Arif malah sibuk nonton sembari duduk diatas teras rumah. Seraya ngemil kue kacang.
"Seru banget ya mas, hiburan siang-siang."
"Iya Elma." ucap mereka berdua sembari membuka toples berisi kue kacang.
Mama Sera yang tidak tahu Miho sedang hamil, mama Sera tidak sengaja mendorong Miho sampai Miho terjatuh diatas aspal. Kepalanya kejedot aspal hingga Miho pun pingsan.
Sontak saja mama Sera menjadi panik saat melihat seorang wanita yang barusan menyerangnya sekarang terkapar tak berdaya.
"Aduuh, kenapa ini pelakor?"
Mama Sera menepuk-nepuk wajah Miho tapi Miho tidak kunjung bangun. Yang ada didalam pikiran mama Sera adalah takut jika tiba-tiba Miho menusuknya menggunakan benda tajam. Takut Miho hanya sedang bersandiwara pingsan saja.
"Bangun kamu! Ini pasti trik kamu untuk mencelakai saya kan!" ucap mama Sera dengan nada tinggi. Tapi Miho juga tak kunjung bangun. Karena hal itu mama Sera jadi yakin kalau Miho memang pingsan beneran.
"Ternyata pingsan sungguhan. Arif, Elma!" teriak mama Sera nyaring.
Sontak saja Arif yang sedang nikmat makan kue kacang jadi tersedak karena panggilan kencang itu.
"Buruan mas mak Lampir manggil kita!" ujar Elma terburu-buru.
Elma berlari duluan kepada mama Sera sedangkan Arif masih minum untuk melegakan tenggorokannya.
"Kenapa nyonya?"
"Panggil ambulance! Pelakor ini pingsan!"
"Loh, bukannya barusan nyonya menjambak dan menamparnya?"
__ADS_1
"Tahu darimana kamu! Kok gak melerai!"
Bersambung...