
Apakah kali ini Arif dan Elma akan gagal lagi? Atau justru mereka malah berhasil. Sementara itu di Finlandia, Yaya masih menyendiri di belakang pulau tepat sampai malam tiba. Yaya belum makan dan minum sama sekali hingga beberapa penjaga dikerahkan oleh sang pengawas resort untuk mencari keberadaan Yaya.
Damar sendiri tidak merasa terlalu cemas, Damar yakin Yaya tidak mungkin nekat bunuh diri. Damar yakin dia masih berada di pulau mewah ini. Tapi Damar juga ikutan pergi mencari keberadaan istri yang disakitinya itu. Istri yang terluka itu.
Rasanya aku masih betah disini. Bersahabat dengan ombak pantai dan kepiting-kepiting mungil ini. Di samping kaki Yaya, banyak sekali kepiting-kepiting kecil yang sedang berjalan-jalan, memberikan hiburan alam tersendiri untuk Yaya.
Yaya tersenyum kecil. Emosinya sudah cukup mereda. Yaya melihat sekeliling, senja mulai menyapa. Suasana mulai berubah menjadi remang-remang. Hampir setengah hari Yaya duduk disitu. Yaya malas kembali ke penginapan satu kamar dengan Damar. Meski fasilitas yang disediakan luar biasa mewah. Lusa mereka sudah kembali ke Indonesia.
"Yaya, Yaya," panggil Damar dan beberapa keamanan pulau.
Yaya mendengar suara orang-orang yang mencarinya. Yaya bingung harus berbuat apa. Rasanya malas sekali melihat wajah Damar. Namun ide cemerlang muncul begitu cepat. Yaya pura-pura pingsan saja dibawah bebatuan. Sontak, saat semua orang melihat Yaya pingsan, mereka bergegas berlari menghampiri Yaya yang tengah bersandiwara itu.
"Yaya, kamu kenapa? Bangun sayang?" ucap Damar khawatir.
Tanpa menunggu lama Damar bergegas membopong istrinya yang tengah hamil itu ke penginapan.
*
*
*
"Kenapa sih masakan kamu selalu saja begini! Buang-buang bahan masakan aja. Kamu tahu kan harga belanjaan di pasar lagi pada naik semua!" maki mama Sera kepada Elma. Mood dinner udah hancur lebur.
"Coba sekali-sekali kamu cicipin rasa masakan kamu! Pasti kamu muntah setelah menyicipinya!"
"Maaf nyonya, saya memang sedang berusaha belajar memasak. Tolong jangan marahin saya terus nyonya?"
"Cicipin cepat!" amarah mama Sera kembali meledak. Rasanya Elma ingin mencekik mama Sera saat ini juga, tapi dirinya harus tahan sampai misinya usai.
"Dasar nenek lampir gila!" geram Elma di dalam batinnya.
Mama Sera mengambil telor goreng yang dibuat oleh Elma, dengan cepat mama Sera memasukkan telor goreng itu kedalam mulut Elma dengan paksaan yang kasar.
__ADS_1
"Tuh rasain! Enak gak!" bentak mama Elma sampai telinga Elma terasa penging.
Elma hanya bisa menggeleng pasrah.
"Dasar gak becus kamu! Gausah kamu bikin masakan lagi. Sebentar lagi juru masuk terbaru akan segera datang ke rumah dan dia dipastikan jago masak. Yaudahlah, saya mau pesan makanan online aja. Nanti kamu panggil saya kalau drivernya udah datang."
"Baik nyonya." jawab Elma seraya melepeh telor goreng asin itu di tapak tangannya.
Setiap hari bertemu dengan wanita segalak mama Sera, rasanya Elma ingin cepat-cepat menyelesaikan misi yang diperintahkan oleh Miho. Malam ini, misi kejam yang sudah ia rencanakan dengan Arif harus berjalan dengan lancar.
*
*
*
Malam telah tiba. Hujan turun dengan begitu lebatnya. Mama Sera mengamati keadaan luar lewat jendela kaca di kamarnya. Benar-benar sepi dan mencekam. Hanya ada dirinya dan seorang satpam penjaga yang sedang berdiam diri didalam ruangannya. Arif dan Elma malam ini pulang ke kontrakannya.
Sembari menatap gemericik air dan petir yang menyambar di angkasa, mama Sera teringat dengan Yaya yang sedang liburan di luar negeri. Mama Sera berharap semoga anaknya sedang berlibur dengan nyaman, bukan kesedihan yang terus menerpa anaknya.
Ponsel itu terletak diatas kasur, mama Sera mulai melakukan panggilan video dengan Viona dan Viona tidak perlu menunggu lama untuk mengangkatnya.
"Halo, sayangnya oma. Lagi apa disana cantik?"
Mama Sera terlihat sumringah melihat cucu cantiknya yang bibirnya sedang belepotan makan cokelat. Mama Sera lanjut tertawa kecil.
"Ini lagi makan coklat oma."
"Duh kok belepotan, jadi makin nambah gemesin deh cucu kesayangan omah. Gimana belajarnya nak disana, susah?"
"Nggak oma. Aku sekarang udah makin mahir dalam ngomong Inggris loh."
"Ya ampun, oma bangga banget punya cucu sepintar kamu. Keren sayang!"
__ADS_1
"Viona juga bangga punya oma sebaik oma. Aku sayang banget sama kamu oma."
Tiba-tiba Viona tampak terkejut melihat sesuatu yang melintas dibalik jendela kaca kamar mama Sera barusan. Yang Viona lihat barusan adalah orang dengan berpakaian serba hitam. Viona langsung menceritakan hal itu kepada omanya.
"Oma, Viona lihat ada sesuatu yang lewat di dekat jendela kaca itu barusan!"
Mama Sera langsung berbalik badan, tidak ia lihat ada apa-apa disana. Mama Sera kembali menatap layar HP.
"Nggak ada apa-apa sayang. Memang sih disini lagi hujan petir. Mungkin satpam atau bayangan pohon. Yaudah, oma tutup dulu ya video callnya?"
"Hati-hati ya oma, Viona agak serem lihat sesuatu yang lewat itu."
"Mungkin cuma perasaan kamu aja sayang, kamu kebanyakan nonton film horor. Ok sayang, see you, besok video call lagi ya cantik?"
Mama Sera menutup video call dengan Viona cucu kesayangannya. Mama Sera tidak ingin membuat Viona khawatir karena sesuatu yang ia lihat barusan. Mama Sera penasaran apa mungkin itu adalah satpam penjaga?
"Pak satpam?" panggil mama Sera dari dalam. Mama Sera membuka pintu kamarnya, melangkah dengan perlahan keluar dari dalam kamar. Mama Sera memindai keadaan sekitar. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba berubah menjadi tidak enak. Mama Sera menatap kearah tangga, seperti ada sesuatu yang mengerikan akan turun dari tangga dan muncul namun ternyata itu hanya kekhawatirannya saja.
Mama Sera berjalan ke pintu depan. Mengecek apakah Elma sudah menguncinya tadi atau belum. Ternyata pintu sudah terkunci. Namun mama Sera penasaran dengan apa yang tadi dilihat oleh Viona. Maka dari itu mama Sera nekat membuka pintu depan dan akan mengelilingi rumah.
"Mantan preman kok penakut, itu bukan gua banget." ucap mama Sera kepada dirinya sendiri.
Mama Sera mengitari rumah yang besar itu. Lampu-lampu gantung saling bergoyang terkena angin.
"Gak ada siapa-siapa, sepertinya cucuku salah lihat barusan."
Sekelebat bayangan hitam melintas disudut rumah. Bayangan itu melangkah kearah belakang.
"Siapa itu! Pak satpam ya?"
Dengan langkah yang mengendap-endap, mama Sera melangkah menuju area belakang rumah. Setelah sampai di pojokan, mama Sera sedikit mengintip ke area belakang rumah. Dengan bantuan cahaya lampu gantung berwarna kuning keemasan, mama Sera bisa melihat apa saja yang ada disana. Tidak ada apa-apa.
"Siapa sih itu, maling apa bukan ya? Mendingan aku telepon polisi aja deh biar tenang."
__ADS_1
Saat mama Sera berbalik badan, ternyata orang misterius itu sudah berdiri dengan mengejutkan di belakangnya.
Bersambung...