
Dalam perjalanan menuju bandara.
"Mas?"
"Hm."
Aku mulai membuka pembicaraan dengan mas Damar.
"Makasih ya mas udah sempatkan waktu buat berlibur bersama ke Eropa?"
"Sama-sama sayang."
Mas Damar memasukan ponselnya kedalam koper kemudian dia, memegang rambutku, membelaiku dengan lembut.
"Yaya, uang masih bisa dicari lagi. Tapi kenangan berlibur itu akan menjadi momen yang tak akan terlupakan? Jadi buat apa kita merasa sedih terus sayang?"
Aku mengangguk sembari tersenyum. Aku mau menghargai apa yang telah diberikan oleh mas Damar ini, liburan ke tempat yang tidak semua orang bisa mendapatkannya atau mendatanginya dengan mudah.
"Persiapkan kamera terbaik kita, kita akan mengabadikan banyak momen disana."
"Iya mas."
Hingga akhirnya satu hari kemudian pesawat yang kita tumpangi mendarat di
HEL Bandara Internasional Helsinki.
__ADS_1
Aku dan mas Damar keluar dari dalam pesawat dengan perasaan lega. Aku membuka kacamataku, warna hitam dan rasanya benar-benar seperti seorang nyonya sultan. Padahal dulu aku hanya seorang waitress cafe biasa yang kemudian dipersunting oleh seorang laki-laki mapan bernama Damar ini.
Mas Damar menggandeng tanganku, aku bahagia dengan ini semua, tapi entah mengapa rasanya kedua mataku ingin mengeluarkan cadangan airnya kembali. Aku bahagia karena aku terharu bisa menjejakkan kaki aku di negara ini.
Aku memutuskan untuk berlari cepat ke depan. Sikap anehku membuat mas Damar terkejut dan ia langsung mengejarku. Mas Damar berhasil meraih tanganku, dia berteriak dengan ekspresi marah juga cemas.
"Kemana! Ini tempat asing!"
Aku kembali memakai kacamata hitam ini, menyembunyikan tetesan air yang semakin deras membasahi wajah.
"Kenapa kamu malah sedih lagi sayang? Come on, bentar lagi kita cari hotel berbintang? Mama kamu pasti marah kalau tahu, bukannya senang kamu malah nangis seperti ini."
"Aku bahagia dengan semua ini tapi ketika aku ingat pengkhianatan yang udah pernah kamu lakukan, entah kenapa hatiku rasanya masih sakit mas."
Mas Damar bersimpuh di kakiku. Dia juga ikut menangis.
"Izinkan mas memperbaiki semuanya, sebelum semua itu terlambat. Mas mohon, berikan kesempatan lagi? Jangan pernah ungkit lagi hal itu." lirih mas Damar benar-benar mengiba.
Aku lihat kearah lain, beberapa orang asing menonton kearah kita. Mereka tidak tahu permasalahan kita tapi mereka tetap mengamati. Hatiku kembali bergelora menyuarakan untuk segera mengakhiri kesedihan ini.
Kemudian, aku berusaha untuk selalu tegar. Aku mengangguk, berusaha untuk tidak mengingatnya lagi. Juga persoalan orang jahat misterius yang udah menculik aku kemarin, aku mau melupakannya sejenak selama berlibur di negara ini.
"Mari kita nikmati liburan kita mas," ajakku seraya tersenyum. Aku buang aura kesedihan itu. Yang hanya bisa membuat aku stress dengan itu semua. Menikmati liburan ini, jangan pernah ingat kesedihan yang telah terjadi, belajar untuk menghadapi semuanya dengan penuh kesabaran. Yaya, kamu pasti bisa!
***
__ADS_1
Dua hari kemudian di Indonesia, tepatnya di dalam sebuah ruangan kantor, Miho sedang membanting-banting pulpen dengan iseng. Bingung karena Damar belum datang ke kantor selama 4 hari lebih tanpa memberinya kabar. Biasanya, Damar selalu memberi kabar kalau dia belum datang. Apalagi ini sudah 4 hari tanpa kabar.
"Sekarang udah 4 hari dan mas Damar belum datang juga ke kantor. Dasar presdir yang kurang disiplin! Aku takut karena kelalaian kamu itu, kamu akan diganti dan kamu pun akan kehilangan pekerjaan kamu mas!" batin Miho bersuara.
Karena tak kunjung mendapatkan kabar dari Damar bahwa dirinya sedang ada dimana, Miho mencoba menghubungi Damar. Tapi HP Damar sedang tidak aktif. Hal itu tentu saja membuat Miho bertambah bete sehingga untuk melanjutkan pekerjaannya saja terasa malas. Tanpa Damar dikantor, seperti ada yang kurang buat Miho.
Bulan ini, adalah minggu-minggu terakhir ia bekerja. Sebelum memutuskan untuk resign selamanya dari kantor ini. Tempat ia bertemu dengan sang cinta terlarang.
Sore harinya, sebentar lagi matahari senja akan mulai menyapa, melambaikan cahaya tentram kepada manusia. Miho sedang makan es krim di kantin kantor. Kantin kantor juga menyedikan es krim bagi para pembeli disana. Miho iseng-iseng membuka aplikasi Whatsapp karena sedari tadi, HP Damar tidak aktif terus.
Miho melihat story teman-teman Whatsappnya bahasan mereka rata-rata gak jauh dari hal yang berbau perselingkuhan. Miho sangat gerah melihat itu semua, tak terkecuali story terbaru dari Yaya. Miho mengintipnya, Yaya sedang selfie bareng Damar di sebuah tempat yang sangat indah.
"Sialan! Ternyata mas Damar lagi liburan bareng Yaya! Pantes HPnya gak aktif terus!"
Miho penasaran mereka lagi dimana. Tempat indah itu diberitahu lewat caption Yaya, bahwa mereka sedang berlibur di salah satu tempat paling indah di Finlandia.
Setelah setahun lalu Damar bekerja full selama 12 bulan tahun ini Damar diberikan oleh perusahaan tempat ia bekerja untuk mengambil cuti tahunan selama dua minggu.
Caption Yaya "come to the dream place. this is my dream. need a lot of money to achieve it. thank you husband"
Rasa terimakasihnya untuk Damar karena mimpinya sudah terwujud.
Miho mendelik iri melihat kemesraan sepasang suami istri itu.
"Aku paling benci kalau melihat Yaya bahagia seperti ini! Awas aja kamu Yaya, kamu akan tahu apa yang sebenarnya terjadi!"
__ADS_1
Bersambung.