Kisah Istri Yang Terluka

Kisah Istri Yang Terluka
Penahanan dan Perceraian


__ADS_3

"Gara-gara kamu suamiku jadi dipenjara!" marah Miho sembari menampar Yaya dengan penuh kebencian.


Anjar tidak terima melihat Miho berani menampar sahabatnya yang terluka itu. Terluka karena kejahatan Damar dan Miho.


PLAAAAK


Anjar membalas tamparan Miho kemudian Anjar menjambak rambut Miho dengan penuh kekesalan.


"Kamu makan suami kamu yang udah dipenjara itu! Dia pantas untuk dipenjara karena dia udah berani melakukan kekerasan kepada Yaya!" ucap Anjar lantang.


"Terus gimana nasib calon bayi yang sedang aku kandung ini jika suamiku dipenjara hah! Kalian berdua wanita munafik, cuih!" sahut Miho bengis kemudian meludah ke wajah Anjar.


Karena kesal wajahnya diludahi, Anjar kembali menampar Miho namun Yaya bergegas menghentikan Anjar agar Anjar tidak bernasib sama seperti Damar yang dilaporkan ke polisi atas kasus penganiayaan.


"Hentikan Anjar. Setelah ini aku akan segera bercerai dengan laki-laki bajingan itu. Biarkan dia bersama dengan wanita jahat itu. Mereka adalah pasangan yang serasi. Sama-sama jahat dan sama-sama tukang fitnah, paket komplit lah pokoknya. Sebaiknya sekarang kita pergi dari kantor ini." ajak Yaya sembari merangkul tangan Anjar.


Anjar mengelap ludah di wajahnya menggunakan sapu tangan kemudian mereka berdua pun melangkah pergi dari depan kantor.


"Awas kalian berdua! Kalian berdua akan tahu akibatnya karena kalian sudah berani menantang perempuan kuat seperti aku, Miho Misaki!" ancam Miho dari belakang mereka seraya menatap bengis bak seorang psikopat.


"Silahkan saja! Aku gak pernah takut sama iblis wanita seperti kamu Miho!" sahut Yaya berani.


Yaya berpas-pasan dengan Martin yang mulai bekerja di hari pertamanya.


"Sambel terasi ngapain kamu ada disini?" tanya Yaya.


"Hari ini adalah hari pertama aku kerja disini. Yaya, suami kamu kenapa ditangkap polisi?"


"Dia pantas mendapatkan itu. Waktu di taman Seruni mas Damar melakukan KDRT yang cukup parah kepadaku. Beberapa hari kemudian aku melaporkan kepada polisi dan aku meminta polisi untuk menangkapnya pada hari ini."


"Dia memang pantas mendapatkan itu Yaya. Mulai sekarang jangan lagi bertahan dengan laki-laki seperti dia?"

__ADS_1


"Tidak lagi Martin. Aku udah fix ngajuin gugatan cerai. Tidak akan ada kesempatan lagi untuk dia. Kalau gitu aku mau ke rumah sakit ya, jagain mama aku?"


"Titip salam buat mama kamu ya?"


"Iya sambel terasi."


Martin tersenyum senang karena peluangnya buat menikah dengan Yaya setelah perceraian nanti akan terbuka lebar. Martin berjanji akan menjadi suami yang baik untuk Yaya.


***


Proses perceraian Yaya dan Damar berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. 4 bulan kemudian ketika kandungan Yaya sudah semakin membesar Yaya resmi bercerai dengan Damar. Yaya menemui Damar di penjara.


"Mulai sekarang sudah tidak ada lagi ikatan apa-apa diantara kita. Aku bisa hidup mandiri tanpa kamu mas. Aku bisa membesarkan Viona, anak kedua aku kalau udah lahir nanti dengan kerja kerasku sendiri."


Damar tersenyum sinis


"Gara-gara kamu, aku dipenjara selama lima tahun kedepan. Kamu puas melihat kehancuran aku sekarang?"


"Kamu yang memulai duluan mas. Ini adalah balasan yang setimpal untuk kamu!"


"Silahkan saja mas. Tapi aku akan selalu berdoa semoga Allah akan selalu melindungi aku. Aku gak pernah takut sama kamu mas! Silahkan saja sekarang kamu mendekam dan merasakan penderitaan kamu di penjara ini. Tapi aku juga selalu berdoa semoga kamu bisa kembali ke jalan yang benar."


Yaya mengambil tasnya kemudian Yaya pun pergi dari penjara itu. Yaya merasa semakin lega setelah bercerai dari Damar.


"Hari ini aku mau masak sup daging kelinci kesukaan ibu ah. Aku mau beli daging kelinci dulu di pasar aneka macam daging." ucap seorang perempuan dibawah lindungan payung pelangi. Dia sedang melangkah di tengah jalan. Disekelilingnya tetesan air hujan turun membasahi bumi manusia.


Dibalik payung itu ada Yaya yang sedang menghitung uang di dompet. Uangnya cukup banyak, itu adalah hasil dari penjualan butik yang akhir-akhir ini cukup ramai.


"Senang banget deh rasanya bisa nerusin bisnis mama. Semoga kedepannya bisa makin maju ditangan aku." harapku sembari tersenyum riang.


Tiba-tiba, ada dua orang bertopeng yang keluar dari balik semak-semak di pinggir jalan. Dua orang bertopeng itu menghampiri aku. Mereka ingin sesuatu dariku.

__ADS_1


"Kalian siapa dan mau apa!"


"Gausah banyak bacot, segera serahin isi dompet lu!"


Seperti kejahatan yang jamak terjadi di jalanan, mereka pasti begal atau perampok.


"Kalian tega ngerampok wanita hamil sepertiku? Apa kalian tidak punya hati nurani sama sekali? Uang ini, mau aku pakai buat biaya pengobatan ibu aku yang kena stroke dan juga makan sehari-hari. Mending kalian pergi saja sana sebelum aku telpon polisi!" ucapku berani.


Tapi yang namanya perampok, mereka gak pernah peduli siapa korbannya. Salah satu dari mereka malah menondongkan pisau ke perutku.


"Lu mau pisau ini nembus bayi lu didalam hah? Serahin!"


"Jahat! Apa artinya uang ini dibanding nyawa bayiku. Yaudah, aku serahin semuanya."


Aku mengerahkan semua uang-uang itu kepada perampok hingga tak tersisa sepeserpun. Tidak apalah yang penting aku dan bayiku, itu jauh lebih bermakna. Lalu perampok itu pun pergi membawa uangku. Aku menunduk sedih kemudian mencari tempat untuk duduk dan berteduh sebentar.


Ada tempat duduk yang di design dengan atap hitam kecil di pinggir jalan, sofanya cukup nyaman dan empuk. Ini adalah tempat duduk untuk umum, ukuran sofanya panjang.


Aku melamun sembari menatap rintik-rintik hujan yang turun. Gagal memasak sup kelinci untuk mamaku di rumah sakit. Betapa cobaan sering menyapaku saat ini, aku yakin akan ada kebahagiaan yang menanti. Tidak mungkin selamanya orang yang dijahati akan terus menderita, tidak, itu sama sekali tidak mungkin.


Aku berusaha untuk tetap tersenyum dikala hujan sendu seperti sekarang ini. Dari kejauhan ada seorang wanita yang tengah tertawa terbahak-bahak. Dia adalah si jahat Miho. Ternyata dua perampok tadi suruhan Miho.


"Kerja kalian bagus, uang dia yang gak seberapa itu buat kalian aja, anggap aja sebagai bonus. Dan ini lima juta bayaran buat kalian."


"Makasih bos, senang bekerjasama dengan lo. kontak kita kalau ada yang perlu kita lakukan lagi?"


Miho mengedipkan salah satu matanya kemudian mengusir dua perampok itu untuk segera pergi dari dekatnya. Miho terus tertawa puas, terbahak-bahak dibawah pohon.


"Kamu selamanya akan hidup dibawah hitamnya kesengsaraan Yaya. Gara-gara kamu mas Damar dipenjara. Kamu akan terus menangis dan menangis. Hingga kamu menyerah akan semua itu dan membuat bunuh diri sebagai solusi atas masalah-masalah dan penderitaan yang kamu rasain, haha." batin Miho kejam.


Tapi tiba-tiba sebuah petir menyambar dahan pohon hingga tak sengaja Miho tertimpa dahan pohon yang jatuh menibannya. Untung ukuran dahan itu ga terlalu besar, tapi kaki Miho jadi lumayan sakit tertimpa dahan pohon itu.

__ADS_1


"Aw! Kaki aku!" rintih Miho merasa nyeri di kakinya.


Bersambung...


__ADS_2