Kisah Istri Yang Terluka

Kisah Istri Yang Terluka
Dua Orang Yang Berbahaya


__ADS_3

"Mas, ada dua orang, mereka lagi butuh pekerjaan banget, kasihan anak mereka sakit-sakitan, mereka perlu biaya buat menyambung hidup dan biaya buat berobat si anak. Boleh gak kalau kita ada pembantu lagi dirumah sama sopir pribadi buat aku?"


"Boleh sayang. Aku nggak masalah membayar mereka, asal kamu senang. Aku mampu kok."


Suara percakapan Damar dan Yaya terdengar dari halaman samping rumah, dekat kamar. Yaya tengah membicarakan soal dua orang yang sedang butuh banget pekerjaan itu, dan Damar menerima mereka.


Yaya tersenyum senang karena bisa membantu dua orang kesusahan itu, meski senyuman itu cuma sementara saja, Yaya masih sedih karena ternyata suaminya berselingkuh dengan Miho. Air mata itu mengalir sendu di wajahnya. Ketika memikirkan suaminya yang telah berkhianat dengan teman terbaiknya.


Aku langsung saja mengabari Elma, bahwa mereka berdua bisa bekerja mulai esok hari. Betapa gembiranya mereka saat aku memberi tahu kabar itu. Aku akan memberi mereka waktu pekerjaan sampai sore saja, karena Elma juga harus menjaga anaknya di kontrakan, sedangkan Arif bekerja sampai pukul sembilan malam. Dia harus ontime jika sewaktu-waktu aku memerlukan jasanya.


Malam ini, aku melihat-lihat lagi story teman-teman aku di WA. Tumben Miho tidak memposting story, biasanya hampir tiap malam dia update status via story. Apa dia sekarang sedang merasa panas dengan keberanian aku kemarin? Atau mungkin dia lagi sibuk kali ya? Tapi aku lihat sekarang dia sedang online kok.


Ah itu tidak penting, yang penting sekarang adalah, aku akan menyindirnya lagi. Aku mengirim foto animasi dua perempuan yang saling bersahabat, aku bubuhi caption, dia pernah membantuku mengusut orang ketiga, tapi sekarang jadi seperti orang yang diusut juga, alias orang ketiga baru dalam rumah tangga tersebut. Ternyata sama aja ya!


Beberapa menit kemudian, Miho melihat chat aku. Aku terkejut karena Miho langsung mengirim pesan singkat kepadaku.


"Kamu semakin nantangin aku ya!"


Aku langsung membalas


"Buat apa aku takut sama wanita munafik seperti kamu!"


Apakah Miho akan membalas pesanku lagi? Ternyata tidak. Miho hanya membacanya saja.


***


Di Jepang, Miho sedang tertawa terbahak-bahak di dalam kamar hotelnya.


"Silahkan aja kamu sepuasnya sindir aku, tunggu aja saatnya kamu akan menangis-nangis, karena rumah tangga kamu hancur dan kamu akan segera menjadi janda, hahaha."


***

__ADS_1


Yaya bangkit dari ranjangnya, lalu dia menatap sedih keluar jendela. Yaya berbicara didalam hatinya. Berbicara tentang seperti apa kehidupannya sekarang. Hanya kesedihan yang memberi warna, kesedihan yang ia alami dan suatu ketakutan yang ia takuti.


Yaya menatap satu daun yang terjatuh kebawah. Yaya ikuti kemana daun itu jatuh. Seperti itulah dirinya, jika suatu saat, dirinya kalah saing dan akan bercerai dengan Damar. Statusnya akan berubah jadi janda. Sedangkan menjadi janda itu terkadang dianggap rendah oleh sebagian orang.


Janda sering di cap murahan dan suka mengganggu rumah tangga orang lain. Padahal Yaya tidak akan mau seperti itu. Belum lagi nasib anak kedunya kalau sudah lahir nanti. Entah gimana kalau anaknya hidup tanpa figur dari ayah kandungnya nanti.


"Nggak Yaya, kamu ga boleh sedih terus! Kamu gak boleh lemah! Melakukan hal yang menyenangkan adalah suatu keharusan yang harus kamu lakukan sekarang. Berhenti berpikir hal yang bikin kamu sedih." ucapku, menyemangati diri aku sendiri.


Lalu aku kembali membuka laptop dan menonton serial asing.


***


Keesokan paginya, terdengar suara ketukan orang didepan rumah. Aku bergegas membuka pintu dan aku bisa menebak siapa yang datang. Ya, mereka adalah Arif dan Elma.


"Selamat pagi nyonya?" sapa mereka berdua ramah. Membuat mood aku jadi bagus lagi.


"Pagi. Mari masuk kedalam."


Mereka mengikutiku.


"Baik, kita akan bekerja dengan profesional dan kita akan berusaha, tidak akan mengecewakanmu nyonya. " jawab Arif.


"Oke, selamat bekerja." ucapku seraya berjalan ke taman samping. Aku ingin menggunting kuku aku yang sudah panjang sembari membaca novel di Noveltoon kesukaan aku. Aku ingin menikmati pagi ini dengan indah dan seru. Siang nanti, aku akan menghadiri acara arisan bulanan di rumah Imelda, salah satu temanku.


Siang yang aku tunggu akhirnya menyapaku. Aku berdandan dan berpakaian anggun. Kali ini aku tidak perlu repot menyetir lagi, sudah ada Arif.


Tapi aku, merasa nggak nyaman dengan cara dia membawa mobil. Rada ugal-ugalan, aku jadi berpikir, sebenarnya dia bisa nyetir nggak sih?


"Arif, jangan ugal-ugalan dong. Aku takut terjadi sesuatu yang nggak aku inginkan. Kamu bisa nyetir kan?"


"Maaf bu, iya saya bisa nyetir. Saya kan dulu pernah bekerja menjadi sopir selama dua tahun dulu, kerja di pabrik. Tapi pabrik itu sudah tutup bu jadi saya udah jarang nyetir lagi. Ibu tenang aja ya? Semua akan baik-baik saja."

__ADS_1


"Yaudah jangan ugal-ugalan lagi."


"Iya, maaf bu."


Aku sampai berkeringat karena cemas. Dari kaca spion terlihat wajah cemasku.


Sementara itu Arif diam-diam tengah tersenyum licik, Arif sengaja membuat Yaya jadi panik seperti itu dengan membawa mobil dengan cara ugal-ugalan.


Dirumah, Elma habis menyapu dan mengepel lantai. Elma melempar mopel dan ember kedalam kamar mandi. Tugasnya sudah selesai namun wajahnya cemberut terus. Seperti tidak niat bekerja di rumah ini.


Elma membuka kulkas lalu mengambil banyak makanan dan camilan kesukaan Yaya.


"Laper banget!'


Dua botol minuman segar juga dia ambil. Elma seperti tidak sopan, mengambil isi kulkas majikan secara seenaknya saja. Bi Surti yang melihat itu bergegas menegur Elma.


"Hei pembantu baru! Kamu yang sopan dong. Balikin lagi itu makanan kesukaan nyonya."


"Yeeh, emang kenapa? Aku kan kerja disini, jadi aku boleh dong kalau mau makan dan minum disini?"


"Tapi nggak gitu caranya wong edan! Balikin lagi!"


Elma melotot ke bi Surti lalu menaruh kembali makanan-makanan yang dia ambil kedalam kulkas, namun Elma tidak menata kembali dengan rapi.


"Yang rapi Elma!"


Elma membanting pintu kulkas lalu melangkah cepat ke depan bi Surti. Elma dengan tega mendorong bi Surti sampai bi Surti terjatuh ke lantai.


"Lu jangan sok ya babu tua! Jangan mentang-mentang lu babu senior lu jadi seenaknya aja ngatur gue! Kalau lu nggak suka lebih baik diam! Udah tua masih banyak gaya lo! Cuih!" marah Elma seraya berkacak pinggang.


Bi Surti tidak menyangka kalau pembantu baru itu ternyata orang jahat. Bi Surti hanya bisa menangis, pinggulnya terasa pegal lalu perlahan bangkit.

__ADS_1


"Sana balik ke dapur nenek tua! Awas aja kalau lu berani ngadu, gue patahin tulang-tulang lu yang udah rapuh itu!" ancam Elma kasar.


Bersambung...


__ADS_2