Kisah Istri Yang Terluka

Kisah Istri Yang Terluka
Shock Terapi Untuk Pelakor Sialan


__ADS_3

Miho mengamati sekeliling, memang banyak mobil, jadi dirinya tidak bisa mengetahui yang sudah melempar telur busuk itu siapa, kecuali kalau Miho mengecek satu persatu mobil milik penghuni apartemen disini.


Miho mengecek satu persatu dibalik mobil, ingin menemukan pelakunya. Kalau ketemu akan langsung dia hajar. Sudah enam mobil Miho periksa, tiba-tiba tomat busuk datang. Tepat mengenai wajahnya. Sekarang wajah cantiknya jadi belepotan sama tomat busuk.


"Argh! Sialan! Keluar kamu! Jangan jadi pengecut! Hadapi aku kalau punya nyali!" teriak Miho sembari membersihkan noda busuk itu.


Tiba-tiba, Miho melihat seorang ibu-ibu muda datang. Dia sedang melangkah menuju mobilnya sembari memakan sebuah tomat.


"Pasti dia pelakunya!"


Tanpa basa basi Miho langsung berjalan cepat kearah ibu itu. Miho menarik tangannya lalu menampar wajahnya.


"PLAAAK!"


Ibu-ibu itu kaget karena tiba-tiba langsung mendapatkan tamparan dari perempuan yang tak ia kenal.


"Apa-apaan ini? Kenapa kamu menampar saya? Apa salah saya?" tanya ibu-ibu itu heran.


"Udah deh, gausah banyak bacot! Kamu kan, yang lempar tomat busuk ke wajah saya barusan!"


Ibu muda itu tidak mengerti dengan apa yang Miho bilang, karena memang dirinya sama sekali tidak pernah mengganggu Miho.


"Dari luar penampilan kamu terlihat anggun. Kamu wanita karir kan? Tapi kelakuan kamu nggak lebih daripada perempuan yang suka berburuk sangka dan terlihat tidak berkelas. Maaf saya orang sibuk, saya nggak mau buang-buang waktu hanya untuk menganggu orang lain." jawab ibu itu lalu masuk kedalam mobilnya.


"Heh tapi kamu lagi pegang tomat loh! Siapa lagi kalau bukan kamu!" teriak Miho sembari menggedor pintu mobil. Ibu itu melajukan mobilnya dengan cepat sampai Miho yang sedang memegang pintu mobil sedikit terseret dan jatuh keatas lantai.


"Ah! Dasar ibu-ibu gila! Tunggu pembalasanku ya!" teriak Miho ditengah tempat parkir.


Tiba-tiba setelah tadi terkena lemparan tomat dan telur busuk, sekarang Miho terkena lemparan kertas yang membulat setelah diremas-remas.


"Siapa sih!"


Miho mengambil kertas tersebut lalu membuka isinya. Ternyata ada sebuah kecoa yang merayap keluar dari dalam bulatan kertas itu.

__ADS_1


"Aaaaaa!" jerit Miho panik.


Kecoa itu malah masuk kedalam baju Miho. Miho semakin panik dan merasa geli. Miho berusaha mengambil kecoa yang berkeliaran didalam pakaiannya, kemudian Miho mendapatkannya dan melempar ke sembarang arah.


"Bener-bener sinting orang yang meneror aku pagi ini! Siapa sih dia? Apa jangan-jangan aku lagi diteror sama psikopat ya?" batin Miho penuh tanya.


Ternyata ada tulisan di dalam bulatan kertas itu. Miho kemudian membacanya. Itu adalah sebuah clue tentang siapa pelaku yang meneror Miho pada pagi ini.


"Aku ada di pihak istri yang tersakiti." Miho membaca tulisan itu.


Sudah dia duga. Pasti ini ada hubungannya dengan skandal perselingkuhannya bersama Damar. Setelah itu, Miho kembali lagi kedalam apartemennya, untuk berganti pakaian dan kembali melanjutkan aktifitasnya ke kantor.


***


Disisi lain, dirumah mama Sera, Yaya sedang menikmati teh hijau hangat didepan rumah. Sembari menghirup segarnya aroma udara di pagi hari, Yaya melihat kupu-kupu yang sedang beterbangan di sekitar bunga. Yaya tersenyum lega. Setidaknya pagi ini dirinya merasa lebih nyaman daripada semalam.


Yaya juga tidak menyalakan sama sekali ponselnya. Yaya tidak ingin diganggu dan pasti Damar akan mencarinya.


Kamu telah menggoremenggores luka di hatiku.


Kamu juga sudah membuat patah ranting kehidupanku.


Penyesalan terbesar yang pernah ku alami adalah menikah dengan orang seperti kamu.


Sekarang luka ini, entah sampai kapan akan sembuh.


Mama datang menghampiri aku. Dia langsung memelukku.


"Maafin mama kalau selama ini, mama belum bisa jadi mama yang kamu mau. Sifat barbar mama masih sulit buat mama hilangkan. Sifat ini sudah mendarah daging sejak mama masih kecil. Sedangkan mama adalah mantan preman. Beruntung kamu menuruni sifat dari ayah kamu. Yang tegar dan penyabar. Semoga kedepannya, mama dan kamu akan menjadi lebih baik lagi." lirih mama.


Aku mengangguk sembari tersenyum. Air mata lagi-lagi mengalir di wajahku. Entah sudah berapa liter air mata yang aku keluarkan sejak tahu kalau mas Damar itu mengkhianati aku.


***

__ADS_1


Didalam bar, Damar terbangun dari pingsannya, di dalam sebuah kamar beraroma wine. Dia masih di dalam bar dan disampingnya sudah tidak ada siapa-siapa.


"Aku over minum semalam." ucap Damar sembari memegang perutnya yang terasa mual.


Rasa mual ia rasakan efek dari kebanyakan mabuk semalam. Damar berlari ke toilet buat muntah. Setelah itu dia pulang. Sesampainya di rumah, Damar menghirup aroma masakan yang dari aromanya saja tercium enak.


"Pasti Yaya sedang buatin aku sarapan. Aku mau berdamai kembali sama dia setelah semalam aku telah menampar wajahnya dan membuat hatinya terluka. Yaya, istriku?" panggil Damar.


Ternyata yang Damar lihat di dapur adalah si Elma yang sedang sibuk memasak nasi goreng. Karena rasa masakan Elma yang masih kurang, Damar mendadak jadi gak selera untuk sarapan.


"Eh tuan Damar sudah pulang, mari sarapan pagi tuan? Saya sedang bikinin tuan Damar nasi goreng." ucap Elma sambil berjalan kedepan Damar.


Sepertinya Elma terlihat menyukai Damar. Terlihat dari tatapan matanya.


"Nggak deh, saya masih kenyang. Saya mau mandi aja habis itu kerja. Oh iya, istri saya ada dimana?"


"Nyonya Yaya pergi semalam, gatau kemana. Sepertinya dia mau pergi lama tuan. Dia bawa koper."


Sudah diduga, pasti Yaya akan pergi setelah mendapatkan kekerasan fisik semalam. Dan bisa ditebak, pasti Yaya pulang ke rumah ibunya. Setelah mandi nanti Damar akan pergi kesana, memaksa Yaya buat pulang kesini.


***


Miho turun dari mobil mewah. Sekarang dia berani datang ke kantor terang-terangan memakai kendaraan mewah pembelian Damar. Toh semua orang juga sudah tahu kalau dirinya itu adalah selingkuhan Damar. Buat apa ditutup-tutupi lagi.


Sampai di kantor, Miho kini memakai setelan pakaian berwarna biru hitam. Miho melangkah didepan kantor dan dia langsung dihadang oleh pegawai wanita lain yang membencinya.


"Kalian mau ngapain sih? Mau menghakimi aku? Urusan aku sama mas Damar dan istrinya, bukan sama kalian! Mending kalian urus diri kalian masing-masing! Kalian pikir, kalian merasa lebih baik dari aku?" ucap Miho kesal.


"Bukan gitu, tapi setidaknya kita bukan pelakor seperti kamu. Dan dibelakang kita ada seseorang yang mau memberi kamu shock terapi pagi ini!" jawab salah satu dari mereka.


Sepertinya ada seseorang yang sedang bersembunyi di belakang kumpulan teman wanita Miho. Siapakah dia? Miho bergegas mengecek ke belakang mereka dan ternyata, dia adalah...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2