
Arif dan Elma sedang berbicara empat mata di paviliun rumah Damar.
"Sebaiknya kita cari cara supaya si Surti itu bisa segera terdepak dari rumah ini. Kita coba bikin fitnah, yang akan membuat nama dia menjadi jelek." usul Arif, lalu mulai menyeruput kembali kopinya.
Elma senyum-senyum licik seraya menatap kesamping, setelah itu, Elma kembali lagi kedalam rumah. Elma berjalan perlahan, mengendap-endap masuk kedalam kamar Yaya. Ternyata didalam sedang tidak ada orang. Elma memastikan apakah di ruangan ini ada kamera CCTV atau tidak. Saat dicari sepertinya aman. Tidak ia lihat ada kamera CCTV.
Elma berdiri didepan lemari pakaian, mencoba membukanya dan ternyata terkunci. Elma agak kesal tapi Elma tidak kehilangan akal, dia menggunakan sebuah benda yang bisa digunakan untuk membuka lemari itu dan akhirnya, lemari pakaian Yaya bisa terbuka.
Elma mengubek-ubek isi lemari Yaya lalu dia menemukan sebuah kotak perhiasan. Elma membuka kotak itu, matanya berubah menjadi hijau saat melihat isinya. Elma ingin memiliki semua itu, apakah dia bisa memiliki semua perhiasan-perhiasan mahal ini?
Sebelum pergi, Elma mencoba memakai beberapa cincin dan gelang milik majikannya itu. Elma merasa senang bisa memakai perhiasan itu meski cuma sekejap mata. Lalu Elma mengambil beberapa.
Elma menggunakan cara licik itu dan akan membuat nama bi Surti menjadi jelek. Elma akan menaruh beberapa perhiasan milik Yaya di kamar bi Surti nanti dan alhasil, jika Yaya melihat itu pasti bi Surti akan dilaporkan ke polisi atau yang paling ringan adalah bi Surti akan kehilangan pekerjaannya disini.
"Yes! Berhasil! Elma gituloh! Cerdas! Sekarang, aku harus segera keluar dari sini." ucap Elma pelan sembari celingukan kesana kemari.
Elma berjalan mengendap-endap, membuka pintu kamar Yaya lagi lalu menutupnya dengan perlahan. Elma melihat ke berbagai arah, takut ada orang yang melihat rencana liciknya. Elma melangkah kearah kamar bi Surti. Sebuah kamar kecil di area belakang rumah.
Saat mencoba membuka pintunya, ternyata bi Surti belum menguncinya. Lalu Elma masuk kedalam dan dia melihat bi Surti yang tengah istirahat sebentar untuk rebahan tidur siang.
"Dasar kebo!" bisik Elma sembari melangkah pelan.
Sepertinya bi Surti kelelahan, tapi bi Surti punya jam beker jadul yang ia letakkan diatas meja kecil disamping kasur agar dirinya tidak kelamaan tidur dan segera kembali bekerja.
"Aku taruh disini aja lah, dibawah sprei." batin Elma berkata.
Setelah menaruh beberapa gelang dan cincin itu, Elma kembali berjalan mengendap-endap keluar dari dalam kamar. Singkat waktu, malam pun tiba. Bi Surti sedang sibuk memasak di dapur seperti biasa, mempersiapkan makan malam untuk Damar dan Yaya.
__ADS_1
Bi Surti merasa sangat bersemangat dan senang karena besok adalah tanggal satu, tanggal dimana dia akan segera mendapatkan gaji bulanan. Apalagi cucunya di kampung lagi pengin banget punya sepeda baru buat berangkat ke sekolah.
BI Surti ingin membelikan sepeda baru. Bi Surti sedih kalau tahu cucunya jalan kaki terus. Dia adalah tulang punggung keluarga, bi Surti punya dua cucu yang harus ia tanggung biaya ekonominya setelah kematian kedua orang tua mereka karena kecelakaan.
Sementara Yaya masih menunggu suaminya pulang didepan rumah. Yaya masih bersikap seolah dia belum tahu perselingkuhan suaminya dengan Miho. Yaya menunggu Damar pulang sembari bermain ponsel. Malam ini Yaya mau memberikan sindiran baru lagi untuk si pelakor.
"Cieee, mungkin sekarang ada yang lagi dinner mesra bareng suami orang nih. " ketik Yaya di chat terbarunya untuk Miho.
Tidak menunggu lama, Miho langsung melihat chatnya. Yaya merasa senang. Tapi tak berselang lama, Miho juga membalas pesan Yaya.
"Kalau gak nyindir gatel kali ya? Jujur paling benci sama orang yang tukang sindir sih. Kalau anda punya nyali mendingan anda temui saya langsung! Emang dasar mental tempe ya gitu deh." balas Miho ketus.
Yaya yang membaca balasan chat dari Miho itu langsung merasa kesal juga. Pelakor itu sekarang berani membalasnya! Emang dasar pelakor jahat, Yaya tidak mau kalah, Yaya membuat lagi story baru.
"Eh, santai aja dong si mbaknya, kalau lagi kepanasan saya siapin air, saya siapin seember, buat siram situ, hehehe. Tapi air bekas cucian aja deh. Karena orang kayak situ pantes buat mendapatkannya, ups."
***
Gulita telah datang kembali menyapa sekumpulan pekerja-pekerja hebat yang masih memperjuangkan rezekinya. Ada lelaki yang masih sibuk melayani pembeli, ada pula penjual makanan kaki lima yang belum selesai menjajakan dagangannya.
Ada juga guru yang masih mengajar di sekolah. Ada juga dokter yang masih sibuk menangani pasien. Rezeki tidak akan didapat kecuali dengan suatu usaha. Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang senantiasa mau berusaha.
Orang yang ingin merubah nasibnya jadi lebih baik. Tidak hanya dengan sekedar pasrah saja dan berdoa saja. Karena suatu hal akan sulit terwujud tanpa usaha yang keras.
Malam ini aku dan mas Damar tengah makan malam seperti biasa. Tapi yang berbeda adalah mas Damar tampak makin lengket denganku setelah aku selalu merias penampilanku menjadi lebih menarik. Sepertinya aku mulai berhasil dalam meluluhkan hati suamiku sendiri.
"Sayang, bentar lagi kita liburan ke Norwrgia loh. Kamu udah siap kan sayang?"
__ADS_1
"Tentu saja siap dong mas."
"Bagus kalau gitu."
"Mas, nanti kita update keseruan liburan kita di Norwegia via sosial media kita ya?"
"Nggak deh sayang. Kita abadikan saja lewat foto dan video saja tapi tidak untuk konsumsi publik."
"Kenapa gitu mas?"
Sebenarnya Damar tidak mau Miho kembali iri ketika dirinya ternyata mengajak Yaya liburan ke Eropa.
"Bukannya Norwegia adalah salah satu destinasi wisata impian kita?Kita kesana cuma sekali seumur hidup sebaiknya kita dokumentasikan liburan kita di sosmed juga sebagai kenang-kenangan mas. Bukan untuk pamer kok mas?"
"Yaudah kalau gitu sayang, mas setuju."
"Horay!"
Aku yakin pelakor itu akan kepanasan jika melihat unggahan-unggahan mesraku dan mas Damar saat berlibur ke Norwegia nanti.
***
Aku masuk kedalam kamar duluan. Soal rencana mempertanyakan cincinku yang hilang aku akan menundanya dulu hingga waktu yang tepat. Aku belum mau mempermasalahkan hal itu. Saat ini aku mau fokus memenangkan hati mas Damar saja.
Aku sangat penasaran gimana reaksi Miho jika ia melihat aku tengah berlibur mesra bareng mas Damar di Norwegia nanti?
Bersambung...
__ADS_1