
"Yaudah, mama pulang dulu ke rumah mama ya nak? Mungkin suami kamu itu sedang kecapekan. Kan dia habis tugas seminggu di Jepang. Kamu pijitin dia manjakan dia ya nak? Kalian jangan ribut hanya karena dia sikapnya kurang welcome sama ma mama."
"Iya ma, aku antar mama sampai depan rumah ya?"
"Iya sayang."
Aku mengantar mama sampai ke depan rumah, setelah mobil mama melaju pergi, aku kembali kedalam kamar. Aku lihat suami aku sedang tengkurap sembari bermain game di HP dia. Aku duduk di sampingnya. Aku ingin menanyakan soal cincin aku yang hilang, tapi mama barusan bilang mungkin mas Damar masih capek. Jadi aku harus pandai dalam menjaga moodnya. Aku tunda dulu perkara itu.
"Mas mau aku pijitin gak? Atau aku masakin kamu makanan kesukaan kamu?"
"Masakin makanan kesukaan aku aja deh, nasi goreng rempah daging ayam."
"Baik mas, untung selalu stok persediaan daging ayam, aku masakin kamu dulu ya sayang?"
"Hm."
Aku segera pergi menuju ruang makan, aku membuka kulkas dan aku akan segera menyiapkan masakan kesukaan suami aku. Selesai menyiapkan nasi goreng ini, aku langsung mengantarnya ke kamar. Tapi aku berhenti sejenak di depan pintu karena aku mendengar mas Damar sedang tertawa kecil di dalam. Sambil bilang "besok ya sayang."
Aku yakin pasti mas Damar sedang telponan sama si pelakor sialan itu. Aku langsung membuka pintu kamar seketika dan mas Damar seperti orang yang sangat kaget saat aku tiba-tiba saja masuk dan membuka pintu kamar dengan cepat.
"Astaga sayang! Masuk kamar tapi ngagetin!"
"Nggak ah mas, kamunya aja yang kagetan padahal aku biasa aja deh. Ini mas nasi gorengnya udah siap. Kamu jangan kebanyakan main HP terus deh ayo makan malam dulu?"
"Ok sayang."
Mas Damar langsung menyantap makanan yang aku buat. Keyakinan aku kalau mas Damar selingkuh lagi memang bukan dugaan melainkan kenyataan setelah Miho membuka topeng dia sendiri.
"Mas, Miho udah pulang ke Indonesia belum? Atau dia masih mengurus keluarganya yang sakit di Jepang?"
"Setahu mas sih besok Miho udah mulai kerja lagi. Memangnya kenapa sayang?"
"Nggak apa-apa mas aku cuma tanya saja kok."
Besok aku akan pergi ke kantor. Aku akan temui Miho langsung. Aku belum mau bilang apa-apa sekarang. Aku belum ingin mas Damar tahu kalau sebenarnya aku sudah tahu mas Damar berselingkuh dengan Miho. Aku ingin bersaing dengan pelakor sialan itu.
***
Keesokan paginya, aku sedang menuruni anak tangga, aku melangkah menuruni anak tangga dengan perasaan yang sangat kacau. Aku membayangkan jika aku dan anakku akan hidup tanpa mas Damar nanti, karena kesalahan dia kepadaku yang tak akan aku maafkan lagi.
Mas Damar sudah duduk santai di meja makan.
__ADS_1
"Sayang, ayo sarapan?" panggil mas Damar.
"Iya mas Damar." jawabku lembut.
Pagi ini aku tampil secantik mungkin. Aku memakai bando putih dan merias wajahku menjadi lebih menarik. Mas Damar terlihat cukup terpukau karena biasanya aku jarang merias penampilanku.
"Pagi ini kamu terlihat menarik sayang?"
"Ah biasa saja mas. Emang biasanya aku gak kelihatan menarik ya?"
"Oh nggak sayang, biasanya selalu menarik tapi pagi ini jauh lebih menarik." kata mas Damar seraya bangkit dari duduknya.
Kemudian mas Damar mendekati wajahku. Dia ingin ******* bibirku dan kami berciuman bibir selama beberapa saat. Yes! Aku akan terus berusaha memenangkan perhatian suamiku! Akan ku buat kamu bertekuk lutut kepadaku mas dan kamu akan meninggalkan pelakor itu!
Suasana rumah tangga kami masih seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa. Suatu badai yang membuat bangunan rumah tangga kami retak dan hancur. Akan ku bertahan dengan sekuat tenagaku.
"Aku ke taman rumah dulu ya mas? Aku mau melihat bunga-bunga aku." jawabku.
Aku melangkah ke taman. Kunikmati udara segar di pagi ini. Udara pagi sangat menyegarkan dan sejuk. Nyaman sekali rasanya. Aku menghirup embun manis yang menempel pada dedaunan pohon. Terdengar suara perempuan bernyanyi, tapi suaranya agak fals, dia adalah Elma yang membawa gembor berisi air buat menyiram tanaman.
Aku duduk di kursi taman. Aku bener-bener ingin melakukan pertemuan dengan Miho siang ini di kantor. Tapi tiba-tiba Martin telpon. Takut ada yang mikir macam-macam. Lalu aku membuka ponselku dan aku mulai chat dia.
Eh dengan mengesalkannya dia malah telpon aku lagi! Langsung saja aku reject.
"Ah masa? Di gomaps gua lihat lu lagi boker di toilet."
"Sambel terasi gue ulek juga lu! Ada apa Martin!"
"Siang ini ketemu yuk dirumah mama lu aja ya?"
"Gak ah! Siang ini gue mau pergi ke kantor buat ketemu sama si pelakor itu!"
"Mau ngapain lu? Pokoknya lu dateng ke rumah mama lu siang ini!"
"Iya beres tapi janji abis ini jangan ketemuan lagi! Gua otw kesana abis ketemu si pelakor oke? ."
"Iya beb!"
Nyebelin banget sih si Martin pakai ngetik beb segala.
"Aaaaaaa!"
__ADS_1
Aku berteriak kaget. Ada ulat bulu besar yang terjatuh di pundak aku. Pasti karena ini aku bisa gatel-gatel nih! Karena kaget sampai gak sengaja aku melempar HP aku sampai jatuh kebawah Elma. Elma mengambil HP aku dan sepertinya dia membaca isinya.
"Elma, balikin!" teriakku sembari menghempas ulat bulu ini.
Aku segera mengambil HP aku dari tangan Elma. Apa barusan dia membaca chatku dengan Martin? Kalau iya, semoga dia tidak menuduhku yang macam-macam. Karena memang faktanya aku ga berbuat macam-macam dengan Martin.
"Maafin saya nyonya, saya hanya membantu nyonya mengambil HPnya. "
"Yaudah, kamu lanjutin lagi nyiram bunganya. Aku mau mandi dulu karena pasti badanku bakal gatel nih akibat ulat bulu!"
Aku segera pergi ke kamar mandi. Tanpa sepengetahuan Yaya, Elma tengah tersenyum licik. Ternyata tadi yang melemparkan ulat bulu ke pundak Yaya diam-diam adalah Elma.
Alhasil sekarang area pundak Yaya menjadi bentol-bentol, bahkan menjalar hingga telinga dan pipi. Mas Damar sampai kaget dibuatnya, melihat bentol-bentol besar akibat efek bulu ulat tersebut.
"Pakai minyak angin sayang, biar perlahan bisa hilang bentol-bentolnya. Kamu ini hati-hati dong kalau lagi ditaman?"
"Aku udah hati-hati kok mas. Aku lagi duduk di kursi eh tiba-tiba ada ulat bulu besar yang jatuh ke pundak aku. Tapi aneh sih, diatasku kan ga ada pohon, tapi kenapa bisa ada ulat bulu yang jatuh ya? Masa iya sih ulat bulu bisa lompat jauh?" bingungku sembari menggaruk kulit yang semakin perih dan gatal.
Aku terus menggaruk kulitku yang gatal tapi mas Damar melarang aku buat menggaruknya. Malah mas Damar mengajak aku pergi ke dokter buat mengobati gatal akibat serangga ini. Dia takut aku alergi. Nanti dokter pasti akan kasih obat pereda nyeri atau gatal.
Aku mau saja daripada rasa gatal ini terlalu lama menyerangku kenyamananku. Lalu aku pergi ke rumah sakit terdekat naik mobil bareng mas Damar. Rasa gatal ini semakin membuatku tidak nyaman. Bahkan bentol-bentol yang ada dikulitku ini sudah menyebar hingga bagian hidung. Pasti ini karena salah aku yang terus menggaruknya. Udah gak karuan banget kulit wajahku.
Diam-diam Elma tadi memfoto dari jarak yang cukup jauh kondisi wajah dan leher Yaya, agar tidak sampai ketahuan Yaya kalau diam-diam Elma memfotonya.
Elma mengirim bukti foto Yaya yang bentol-bentol itu kepada Miho. Miho yang sedang mandi busa tertawa girang saat membuka foto itu.
"Wajah dan leher istri sah sok cantik itu jadi mengerikan seperti ini? Kerja bagus Elma! Hahahaha, rasain kamu wahai istri sah sialan! Lagian ngajak perang sih kemarin pakai nyindir-nyindir segala di WA. Kamu belum tahu siapa Miho? Berurusan denganku sama saja kamu cari mati Yaya! Hahaha."
Lalu Miho mengetik sesuatu.
"Kerja bagus Elma. Bonus akan mendarat siang ini di rekening kamu." balas Miho senang.
"Makasih banyak bos, senang bekerjasama denganmu." balas Elma bahagia.
Miho terus tertawa puas seraya bermain air didalam bathtub, sampai-sampai karena saking senangnya Miho tidak fokus hingga cipratan air busa dalam jumlah yang lumayan masuk kedalam mulutnya dan tertelan. Rasanya pahit dan itu berisiko akan membuatnya menjadi sakit perut.
"Uhuk huk huk, arghh busa sialan!" kesal Miho sambil batuk-batuk.
Elma memikirkan soal chat Yaya tadi dengan pria bernama Martin. Elma jadi punya pikiran, apa diam-diam Yaya punya hubungan dengan laki-laki lain? Tapi yang tadi Elma baca mereka berdua bakal janjian ketemuan di rumah mama Sera.
Mama Sera yang Elma tahu adalah ibu kandungnya Yaya. Elma jadi ingin menyelidikinya. Bisa jadi ini akan menjadi berita baru yang besar dan panas! Yang bisa ia manfaatkan dan bisa jadi senjatanya buat bikin Yaya bertambah menderita!!!
__ADS_1
"Aku harus ikuti si Yaya nanti. Kalau dia pergi ketemuan sama laki-laki yang bernama Martin itu, bisa jadi mereka mau berselingkuh? Aaaaah bakalan bombastis ini, uhuy!" batin Elma dengan tampang penasaran.
Bersambung...