Kisah Istri Yang Terluka

Kisah Istri Yang Terluka
Terbongkar Sudah


__ADS_3

"Oh, lebih baik saya matikan saja telepon ini, daripada saya mendengar ocehan yang ga jelas, keluar dari mulut perempuan berbisa seperti kamu! Berhenti mengganggu rumah tangga saya, jauhi kita!"


"Tidak akan semudah itu istri sah munafik. Mas Damar terlalu mahal untuk aku lepas begitu saja. Terima kenyataan aja kalau kamu selama ini kalah saing sama aku!"


"Kalah saing dari segi apa? Dari segi kecantikan? Maaf ya, tapi aku jauh lebih mengutamakan sikap dibanding fisik. Aku sama kamu, jelas lebih bersaing aku dari segi sifat. Aku jelas ga pernah merusak rumah tangga orang lain, menghancurkan pernikahan sakral mereka. Betapa besar dosa orang yang sudah merusak rumah tangga orang lain!"


Percakapan mereka semakin memanas. Tidak ada yang mau saling mengalah satu sama lain. Dari kejauhan Damar mendengar istrinya sedang marah-marah di telepon.


"Yaya, sedang memarahi siapa?"


Miho semakin ngegas sama Yaya. Rasa irinya karena melihat Yaya diajak liburan ke pulau mahal, membuat Miho semakin beringas menyerang Yaya habis-habisan.


"Kamu itu gak jauh beda sama mama kamu. Buah gak jauh jatuh dari pohonnya. Kamu tahu, kemarin mama kamu hampir menjadi seorang pembunuh!"


"Jaga mulut kamu ya, kenapa kamu memfitnah mama aku?"


Damar langsung merampas ponsel yang dipegang oleh Yaya. Damar mematikan panggilan itu.


"Jauhi dia. Jangan pernah berhubungan lagi dengan perempuan iblis itu. Aku sekarang sangat membencinya. Kalau perlu, blokir saja nomornya."


"Dia bilang dia hamil anak kamu mas. Apa itu benar?" tanya Yaya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Lambat laun, kalau berbohong pasti akan terbongkar. Damar pun menjawab kalau apa yang dibilang oleh Miho itu benar. Damar mengangguk dengan wajah bersalah.


"Iya, dia hamil anak aku."

__ADS_1


Emosi Yaya jadi tak terkendali lagi, tamparan keras pun mendarat di wajah Damar. Damar memegang wajahnya yang terasa sakit.


"Sudah aku duga pasti kamu akan melakukan ini Yaya, kamu bebas memukulku."


"Momen liburan kita udah kacau mas! Ga ada gunanya keluarin uang yang banyak kalau aku malah sakit hati di tempat ini. Semua pemandangan indah ini, berubah menjadi lebih buruk dari tempat pembuangan sampah, gara-gara KELAKUAN BEJAT KAMU SAMA WANITA ITU MAS!" teriak Miho kencang lalu mendorong bagian dada Damar.


Miho menangis kencang, aura kesedihan muncul di wajah sendunya. Air bening membasahi, luka menghampiri lagi. Damar hanya bisa diam dan pasrah melihat istrinya marah.


"Berjuta kali kamu berjanji, berjuta kali juga kamu ingkari. Lalu apa arti dari semua ini. Buat apa aku kembali sama kamu kalau begini ceritanya. Aku pikir, ini akan jadi yang terakhir, terakhir kalinya kamu sakitin hati aku mas! Jahat kamu mas, kamu jahat! Aku benci kamu!" teriak Miho semakin kencang. Ada beberapa turis yang melihatnya dengan bingung. Pasangan yang kemarin bahagia itu sekarang bertengkar.


Yaya tersungkur, bersimpuh dengan letih diatas tanah. Yaya menggenggam pasir putih basah, lalu ia oles-oleskan ke bagian wajahnya. Yaya seperti orang gila, gila melihat kelakuan suami dan selingkuhannya.


"Yaya hentikan! Kamu jangan bertingkah seperti itu." ucap Damar sembari melangkah meraih pundak Yaya. Tapi Yaya menepis tangan Damar.


"Jangan sentuh, aku!" ucap Yaya seraya menunjuk wajah Damar dengan tatapan sangat marah. Yaya melihat kearah lain, tepatnya kearah turis-turis lain yang sedang mengamati mereka.


"Apa kamu mau melihat aku menenggelamkan diri aku sendiri di laut itu mas? Kamu tahu betapa hancurnya aku! Rasanya, aku lebih baik mati saja daripada hidup dengan laki-laki jahat seperti kamu! Oke, biar kamu bisa bersatu dengan pelakor kesayanganmu itu!" amarah Yaya semakin memuncak. Damar semakin bingung dalam menghadapi kemarahan istrinya. Namun sejatinya Damar tidak pernah menyesal pernah bermain api dengan wanita lain.


"Tidak akan ada bunuh diri. Kamu tenangkan diri kamu dulu ya. Mas, akan kembali sampai emosi kamu reda. Silahkan luapkan amarah kamu sepuas hati kamu. Mas, pergi." ucap Damar memilih untuk membiarkan istrinya dalam kekalutan yang menyiksa.


Yaya menggenggam kedua tangannya lalu berteriak kencang sembari menangis. Kenapa harus seperti ini pernikahanku, oh Tuhan. Ini bukan pernikahan yang aku inginkan. Kenapa hidup aku hancur? Apa yang aku harapkan dan bangun dengan semangat cinta, seketika berubah menjadi kenyataan pahit yang menyiksa jiwa dan raga.


Aku pikir aku akan bahagia dan lupa setelah berlibur ke tempat dengan biaya liburan seharga satu rumah mewah ini tapi ternyata, kesedihan itu bertambah nyata.


"Mamaaaa, aku membutuhkanmu." lanjutku sedih. Aku menangis sesenggukan, hanya dengan ditemani suara gemuruh ombak saja. Ombak seolah teman lukaku pada saat ini. Seorang pelayan datang menghampiriku, dia membawakanku air kelapa muda untuk aku minum. Dia peduli dan tahu aku sedang sedih.

__ADS_1


Tapi aku malas makan atau minum apapun. Aku mengacuhkan pelayan itu lalu pergi ke tempat lain. Bukan ke penginapan melainkan ke belakang pulau. Aku ingin menyendiri sejenak, menenangkan diri lagi dengan hujan luka yang baru ini. Aku duduk diatas sebuah batu karang. Aku mengusap perutku.


Aku teringat dengan Viona yang sibuk dengan sekolahnya di luar negeri. Aku mempertahankan rumah tangga ini demi Viona dan juga calon adiknya. Meski hati aku sakit rasanya. Mas Damar telah berdosa kepadaku. Lagi dan lagi, luka menyelimuti tubuhku.


Nyiur pantai menerpa rambutku, berkibar ditelan heningnya samudera. Aku menarik nafas dalam, mataku kering dan merah, terlalu sering menangis dan teriris.


Disisi lain di Jakarta, Miho sedang murka membanting-banting perabotan di kamar apartemennya. Miho teriak-teriak seperti orang yang sedang kerasukan.


"Argh! Kalau aku yang kesana pasti hidupku akan semakin luar biasa! Tapi kenapa wanita munafik itu yang beruntung sih! Cih, dasar Yaya munafik!" kata Miho kemudian membanting vas bunga hingga pecah.


Baru kali ini Miho merasa kalah dari istri sah, hingga tadi dirinya nekat menyerang secara terang-terangan lewat ponsel. Selama ini Miho merasa selalu menang, ga pernah kalah, apalagi gagal.


*


*


*


"Elma, bikin mamanya Yaya yang gila itu menderita."


"Siap bos, tapi..."


"Sore ini tiga puluh juta rupiah langsung mendarat di ATM kamu."


"Ah siap, kalau gini jadi makin semangat saya."

__ADS_1


Miho kembali menyuruh dua kacungnya untuk melakukan perbuatan jahat atas titahnya! Mama Sera dalam bahaya!


Bersambung...


__ADS_2