Kisah Kasih Anak Santri

Kisah Kasih Anak Santri
Bab 33- Gio Tertangkap


__ADS_3

Yusuf tidak henti-hentinya mencari bukti atas tuduhan fitnah yang menyudutkan Hawa. Yusuf pun mendatangi sebuah caffe, tempat di mana bertemu mereka.


Di caffe itu Yusuf mencari bukti CCTV. Mungkin hanya dirinya yang terpikirkan CCTV di dalam caffe tetapi tidak dengan GIO. Sehingga bukti rekaman pun Yusuf dapatkan.


Dalam rekaman itu Hawa memang datang bersama kedua temannya. Sherly dan Mira. Lalu mereka bergabung bersama Gio yang sudah berada dalam caffe dalam waktu yang cukup lama.


Hawa, terlihat risih bahkan Hawa tidak menyentuh tangan saat Gio mengulurkan nya untuk bersalaman. Dalam bukti itu sudah jelas jika Hawa, mencoba menjaga diri dari fitnah.


Lalu mereka duduk di bangku yang sama. Hanya saja, kedua teman Hawa pergi meninggalkan Hawa. Dan saat Hawa akan beranjak tiba-tiba tangan Gio menahan tangannya. Hawa langsung melepaskan tangan itu.


Namun, Gio tidak terima sehingga dengan lancangnya Gio mendekat ingin memeluk Hawa, walau dalam rekaman itu terlihat jelas Hawa menghindar.


Bukti CCTV itu tidak hanya di jadikan bukti atas pencemaran nama baik adiknya. Tapi bukti itupun Yusuf sebarkan ke internet agar semua orang tahu jika itu adalah fitnah.


"Semua sudah beres Suf," ujar temannya yang ahli dalam bidang teknologi.


"Terimakasih kamu telah membantu ku. Tapi aku ingin kamu membantu ku lagi. Gio sudah ku laporkan pada polisi dan akan segera di tangkap. Aku ingin kamu merekam detik-detik itu dan menyebar luaskannya ke seluruh media."


"Oke, itu urusan gampang. Apa kamu perlu seorang jurnalis? Untuk menulis sebuah artikel yang bertentangan dengan Gio, dan nama baik Hawa adik lo kembali baik."


"Terserah kamu. Yang penting nama baik adik ku dan pesantren Annur kembali baik."


"Siap. Aku akan mengurus semuanya bahkan Gio akan mengakui kesalahannya nanti." Perkataan temannya itu membuat Yusuf lega, dan Gio pun di tangkap.


Namun, hal buruk kembali terjadi. Di saat masalah Hawa hampir selesai, Yusuf mendapatkan kabar buruk dari saudaranya. Jika sang ibu jatuh sakit dan berada di rumah sakit saat ini.


Tentu saja Yusuf kaget, hingga ia langsung pulang ke rumahnya akan tetapi tidak menemukan Hawa di sana.


Yusuf segera menghubungi Hawa untuk menanyakan keberadaannya.


"Hawa kamu di mana?"


" …. "


"Cepat pulang. Mama masuk rumah sakit."


" …. "


"Nanti jelaskannya sekarang kamu pulang cepat!"


Itulah akhir dari pembicaraan mereka. Yusuf, langsung pergi menuju kamarnya mengemas semua pakaiannya. Begitupun dengan pakaian Hawa.


Barang itu ia bawa menuju mobil. Tidak berselang lama Hawa pun datang, mereka segera masuk ke dalam mobil lalu pergi.


Yusuf kini sedang panik memikirkan keadaan sang ibu. Tidak peduli lagi pada kabar Gio sekarang. Mungkin sudah tidak memikirkannya lagi.

__ADS_1


Marwah yang jatuh sakit setelah kepergiaan suaminya. Di tambah kabar buruk tentang Hawa membuatnya semakin terpikiran. Hingga entah apa yang terjadi pada Marwah sampai di bawa ke rumah sakit.


*****


Kabar Gio masuk penjara sudah di publishkan. Bahkan seluruh media kini tengah ramai membicarakan itu. Tidak sedikit dari mereka merasa menyesal dan ada juga tetap menyalahkan.


Pihak pondok merasa lega, dan bersyukur akhirnya nama pondok mereka kembali di kenal baik. Kabar itupun sudah sampai pada Adam. Seseorang memberitahukan Adam atas berita itu.


Dalam hati Adam merasa bersyukur karena Hawa tidak seburuk yang dia kira. Tetapi Adam juga dilema akankah Hawa memaafkan dirinya.


"Adam."


"Iya Ummi?"


"Kamu memikirkan apa lagi? Seharusnya kita bersyukur masalah pondok sudah selesai dan Aby sudah membaik. Lalu apa yang kamu pikirkan lagi?"


"Adam hanya … apa mungkin Hawa dan Yusuf akan memaafkan kita Ummi? Kiya sudah tidak percaya pada mereka dan membuat mereka pergi."


"Itu bukan salah mu. Kita di tuntut oleh para wali santri. Mereka menginginkan kita mengeluarkan Hawa, kita tidak berbuat apa-apa karena saat itu semua menyalahkan Hawa."


"Ummi benar. Semoga saja mereka mau memaafkan kita."


"Aamiin."


"Lo Aby sudah bangun? Mau makan atau minum By?"


"Enggak usah Ummi Aby belum lapar. Aby hanya bosan tinggal di sini ingin segera pulang.


" Sabar ya By, jika Dokter sudah mengizinkan kita juga pasti pulang." Kiyai Abdullah hanya mengangguk.


"Adam?" panggilnya Adam pun mendekat.


"Iya Aby?"


"Duduklah sini dekat Aby dan Ummi. Aby mau bertanya tentang lamaran itu, kamu belum mengatakan siapa yang sudah melamar mu untuk adiknya? Aby ingin tahu sekarang."


"Iya, Ummi juga ingin tahu."


Adam terdiam sejenak. Akhirnya Adam pun mengatakannya. Mungkin sudah tidak pantas di rahasiakan lagi.


"Orang itu yang pernah datang ke rumah kita sore hari. Mengantarkan adik nya," ungkap Adam. Namun, malah membuat Aby dan Umminya bingung.


"Siapa Dam? Tamu Aby 'kan banyak. Sebut saja namanya jangan berputar-putar Aby jadi pusing."


"Beliau adalah Yusuf."

__ADS_1


"Nak, Yusuf? Kakaknya Hawa?" Ummi bertanya lagi untuk meyakinkan. Adam menjawab dengan anggukan.


Ada rasa terkejut dan tak percaya pada diri Ummi dan Kiyai. Yusuf anak dari sahabatnya telah melamar putranya untuk sang adik.


Ada rasa senang juga takut. Takut jika kejadian lalu terulang lagi. Saat Adam menolak perjodohannya dengan Asma.


"Lalu apa tanggapan mu Adam? Apa kamu sudah melakukan sholat istikhoroh?"


"Sudah Aby."


"Apa petunjuknya?"


"Adam sudah mengulangnya hingga 5 kali. Petunjuk yang keluar tetap sam dan satu. Hawa selalu muncul dalam mimpi ku. Dan nama iti yang selalu terukir dan jelas dalam mimpi."


"Jika kamu sudah memutuskan, Aby dan Ummi mendukung mu apapun itu keputusannya. Jika kamu sudah yakin setelah sembuh mari kita mengkhitbah Hawa."


"Tapi Adam belum tahu, apa Hawa tahu tentang perjodohan ini."


"Insya Allah, dia akan terima. Sebaikny kita adakan pertemuan dengan Yusuf."


"Iya By."


*****


"Yusuf, Hawa!"


"Tante!"


Hawa dan Yusuf berlari pada seorang wanita yang sudah memanggilnya. Wanita itu adalah adik dari ibunya.


"Tante bagaimana keadaan Mama? Apa yang terjadi?"


"Duduklah." Mereka semua duduk di atas kursi besi. Hawa dan Yusuf sudah siap mendengarkan perkataan Tantenya.


"Kak Marwah, melihat kabar tentang Hawa. Tentang video itu. Bahkan kak Marwah mengetahui bahwa Hawa di usir dari pesantren, itu yang membuat kondisinya semakin drop."


"Itu semua fitnah dan tidak benar. Namun, karena sebuah pengakuan palsu membuat Hawa di sudutkan. Tapi sekarang semua sudah kembali membaik, pelakunya pun sudah di tangkap."


"Syukurlah," ucap tanda syukur tantenya ucapkan.


"Semua karena Hawa, Mama jadi seperti ini," gumamnya yang melihat Marwah terbaring di ruang ICU.


"Jangan salahkan dirimu. Lebih baik kita doakan untuk kesembuhan Mama."


"Iya, kak. Cepat sembuh Mama."

__ADS_1


__ADS_2