Kisah Kasih Anak Santri

Kisah Kasih Anak Santri
Bab 79


__ADS_3

Langkah Yusuf begitu cepat hingga meninggalkan meeting-Nya. Terlihat kecemasan pada wajahnya. Sesampainya di ruangan Yusuf melihat Asma terbaring di atas sofa. Ririn setia menunggu berada di samping istri bosnya, ada kekhawatiran pada dirinya takut jika Yusuf marah karena Ririn tidak bisa menjaga istrinya.


"Asma! Apa yang terjadi padanya?"


"Maaf Pak, saya kurang tahu. Tapi tadi saat jalan-jalan Bu Asma bilang sedikit pusing, saat saya akan mengambilkan minum tiba-tiba Bu Asma jatuh pingsan." Yusuf semakin khawatir mendengar hal itu.


"Apa kamu sudah menghubungi dokter?"


"Sudah Pak," jawab Ririn dengan anggukan.


"Sekarang kamu pergi ke ruang meeting gantikan saya."


"Baik Pak." Ririn pun pergi meninggalkan Yusuf dan Asma. Dokter pun datang memeriksa keadaan Asma.


"Bagaimana Dok? Kenapa dengan istri saya?"


"Sebaiknya anda bawa istri anda ke dokter kandungan. Ada kemungkinan istri anda sedang hamil."


"Hamil Dok?"


"Iya. Ini saya kasih vitamin saja. Jangan lupa periksakan ke dokter kandungan." Yusuf hanya mengangguk. Yusuf masih menunggu Asma tersadar.


Mata Asma mulai mengerjap. Ditatap sekeliling ruangan yang tampak asing. Yusuf, duduk di sampingnya tidak menyadari jika istrinya itu sudah tersadar. Karena Yusuf sibuk mencari informasi tentang kehamilan di internet.


"Mas?" panggil Asma membuat Yusuf segera menoleh.


"Jangan dulu bangun." Tahan Yusuf saat Asma hendak bangun dari tidurnya.


"Apa masih pusing?" tanya Yusuf setelah membangunkan Asma. Asma hanya menggeleng. "Tidak terlalu Mas. Aku pengen pulang Mas."


"Iya, kita pulang sekarang. Tapi sebelum itu kita ke rumah sakit dulu."


"Untuk apa Mas?" Asma merasa heran karena dirinya tidak sakit sama sekali.


"Kata Dokter, ada kemungkinan kamu sedang isi." Katanya seraya menyentuh perut Asma.


"Maksudnya hamil Mas?" Yusuf mengangguk ia berharap ucapan Dokter itu benar.


"Tapi ... kemarin Asma baru saja selesai haid Mas. Apa mungkin hamil?"


"Entahlah. Itu sebabnya kita ke Dokter kandungan sekarang."


"Tapi Mas sudah selesai kerja?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa ada Ririn yang gantikan." Yusuf pun menuntun Asma keluar dari perusahaannya. Memasuki mobil lalu pergi menuju rumah sakit.


****


"Bagaimana Dok? Apa benar istri saya hamil?" tanya Yusuf pada Dokter.


"Sebentar ya kita tunggu Mba Asma nya keluar dari kamar mandi. Kita lihat hasil tespack nya."


Tidak berselang lama Asma pun keluar dari kamar mandi diikuti seorang perawat yang membawa hasil tespacknya. Dokter itu pun bertanya pada asistennya hasil tes urin yang Asma lakukan. Dan hasilnya positif garis dua. Tentu saja itu menjadi kabar bahagia bagi Yusuf setelah lama menunggu kehadiran buah hati.


Asma memang masih muda, tidak terlalu menginginkan kehamilan secepat itu. Namun, Asma mengerti jika suaminya sudah dewasa dan pasti mengharapkan kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka. Asma juga ikut bahagia dan bersyukur atas anugrah yang Allah berikan.


"Dari hasil tespack alhamdulilah positif garis dua artinya Mba Asma hamil. Sekarang saya akan cek kandungannya melalui USG mari Mba Asma."


"Dokter sebentar. Ada yang ingin saya tanyakan."


"Iya?"


"Kemarin baru saja saya selesai haid apa mungkin saya hamil?"


"Nanti saya jelaskan. Sekarang kita USG dulu ya Mbak." Asma pun mengikuti Dokter, tidur di atas ranjang. Dokter itu pun mulai menggerakkan alat USG pada perutnya yang sudah diberikan gel.


Bayangan-bayangan janin mulai terlihat pada layar monitor. Mungkin bagi Asma dan Yusuf tidak tahu gambar apa itu? Karena tidak terlalu jelas. Tapi tidak bagi seorang Dokter yang jelas tahu hingga menjelaskan pergerakkan, detak jantung, dan keadaan janinnya di dalam apa sehat atau tidak.


"Benar sehat Dok? Tidak ada masalah apapun?" Asma masih takut karena tidak pernah menyangka jika dirinya hamil. Padahal selama satu bulan mengalami menstruasi.


"Mari Mba, saya jelaskan di sana." Asma kembali ke meja Dokter. Tidak sabar mendengarkan penjelasan atas pertanyaannya tadi.


"Haid saat hamil menurut medis itu tidak bisa terjadi. Mungkin yang Mbak Asma alami perdarahan yang normal terjadi di trimester pertama. Tapi tidak semua ibu hamil mengalaminya. Apa darah haidnya banyak atau gimana?"


"Sedikit-sedikit sih Dok. Hanya bercak merah saja."


"Itu flek berarti. Tidak perlu cemas yang penting Mbak Asma harus bed rest. Jangan terlalu lelah dan jangan terlalu stres pikiran harus rileks. Untuk Pak Yusuf sendiri harus jaga istrinya memberikan perhatian yang cukup. Karena kondisi janin itu berbeda-beda ada yang kuat dan ada yang lemah."


"Terimakasih Dok. Insya Allah saya akan jaga istri saya."


"Ini saya kasih vitamin dan asam folat tolong di minum setiap hari dan habiskan ya."


"Iya Dok."


"Bulan depan jangan lupa datang lagi untuk kontrol."


"Terima kasih Dok."

__ADS_1


"Sama-sama."


Asma dan Yusuf pun pulang ke rumah. Kehamilan Asma juga menjadi kabar baik bagi Marwah. Marwah senang sebentar lagi dia akan punya cucu dari putri dan putranya. Kabar bahagia itu tentu ia beritahukan pada semua keluarga termasuk Hawa dan Adam.


****


Kehamilan Asma berbeda dengan kehamilan Hawa. Dari awal kehamilan sudah menunjukkan tanda-tanda jika kandungannya sangat lemah. Bahkan rasa mual dan pusing tidak bisa ia tahan.


Hampir setiap waktu Asma memuntahkan isi dalam perutnya. Setiap kali setelah makan akan dimuntahkan kembali. Hingga Marwah pun menatap sedih pada menantunya itu.


"Asma, sini biar Mama bantu pijitin. Kita pakai minyak angin ya."


Baru saja Marwah membuka tutup minyak angin berwarna hijau. Mulut Asma sudah mulai hoek ... Hoek. Asma langsung menutup hidung dan mulutnya itu dengan tangan.


"Ma, maaf. Asma gak suka wanginya."


"Aduh, kok parah banget ya. Dikasih makan di muntahin, mau dibalur minyak angin malah mual. Bingung Mama."


Marwah bingung harus melakukan apa lagi. Hingga dirinya menghubungi Yusuf untuk membawa dokter kandungan ke rumahnya.


"Gimana Dok?"


"Sebaiknya Asma memang harus istirahat total atau bed rest. Tidak boleh bangun dari tempat tidur apalagi mengerjakan pekerjaan yang berat-berat."


"Saya tidak pernah memperkerjakan menantu saya Dok." Marwah tersinggung karena dia tidak pernah meminta Asma untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Mungkin memang keadaan Asma yang sangat lemah.


"Jika tidak masuk satu suap makanan pun lebih baik Asma di bawa ke rumah sakit dan di rawat." Saran dari Dokter. Namun, Asma menolak untuk di rawat ia ingin tetap di rumah. Hingga Dokter pun memberikan infusan padanya. Setidaknya perut tidak terisi badan masih bisa bertenaga. Setelah selesai Dokter pun pamit pulang.


"Apa semua wanita hamil seperti ini Ma?"


"Tidak, wanita hamil itu berbeda-beda. Sabar saja hamil muda memang seperti ini. Paling sampai nanti usia kandungan menginjak 4 bulan."


Yusuf terus menatap Asma yang terbaring lemah. Jika seperti ini ia merasa kasihan. Baru saja mengandung anaknya sudah menderita apalagi saat melahirkan. Sungguh sangat tidak berperasaan bagi pria yang masih bisa menyakiti hati isteri nya.


"Maafkan Mas ya," ucapnya lalu mengecup dengan lembut kening Asma. Yusuf berpikir untuk tidak meninggalkan Asma sama sekali. Dan Yusuf memutuskan untuk bekerja di rumah tidak akan pergi ke kantor selama Asma masih dalam keadaan bed rest. Mungkin Yusuf pun harus bisa menahan hasratnya karena tidak tega jika meminta jatah dalam keadaan Asma lemah seperti itu.


Yusuf butuh kesabaran penuh.


...----------------...


Siapa yang pernah ngalamin ngidam kaya Asma? Tapi beruntung ya Asma memiliki Yusuf yang begitu sabar dan sayang. Masya Allah suami idaman banget ya 🤗.


Like, vote, suscribe, dan komentarnya jangan lupa 😉

__ADS_1


__ADS_2