
Pagi dini hari Aluna bersama Malik dan Said sampai di rumah keluarga Aluna. Akhirnya Malik yang menyetir mobil dari awal sampai akhir. Mungkin karena keasikan ngobrol bersama Aluna sepanjang jalan membuat Malik tidak merasa capek atau ngantuk.
Aluna dan yang lainnya turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah orang tuanya. Aluna dan Said sepakat untuk tidak mengabari keluarganya tentang kepulangan mereka.
Aluna mengetuk pintu rumah orang tuanya sedangkan Malik dan Said menurunkan barang - barang dan tas pakaian mereka dari mobil.
Alangkah terkejutnya Bu Maysaroh saat melihat siapa yang datang sepagi ini.
"Luna, kamu pulang kok gak kabari Mama dulu?" Tanya Bu Maysaroh.
"Sengaja Ma biar jadi kejutan kata Said" Jawab Aluna dengan senyum bahagia.
Aluna langsung memeluk erat tubuh Mamanya.
"Kamu pulang sama Said juga? Mana dia?" Tanya Bu Maysaroh.
"Tuh lagi nurunin barang dari mobil" Jawab Aluna.
"Mobil? Kalian naik mobil dari Kota? Mobil siapa? Kamu beli mobil?" Tanya Bu Maysaroh terkejut.
Aluna tertawa mendengar pertanyaan Mamanya itu.
"Nggak Ma, kami datang sama seseorang" Jawab Aluna dengan senyuman penuh arti membuat Bu Maysaroh jadi penasaran.
"Siapa?" Tanya Bu Maysaroh sambil mencoba melihat kebelakang Aluna.
Tapi Aluna menarik tubuh Mamanya untuk masuk ke dalam rumah.
"Sudah kita tunggu aja mereka di dalam ya" Jawab Aluna.
Aluna masuk bersama Mamanya. Tak lama kemudian Said masuk bersama Malik.
"Ayo masuk Mas. Assalamu'alaikum Mamaaaa" Ucap Said dengan nada ceria.
"Wa'alaikumsalaaaaa... am" Jawab Bu Maysaroh terbata - bata karena melihat siapa pria yang masuk bersama Said.
Said langsung memeluk tubuh Mamanya tapi perhatian Bu Maysaroh tidak lagi kepada Said. Bu Maysaroh menatap tidak percaya kearah Malik.
"Assalamu'alaikum Bu" Sapa Malik dengan sangat santun dan sopan.
Bu Maysaroh tidak menjawab salam Malik karena bingung.
"Dijawab donk Ma. Jawab salam itu wajib lho hukumnya" Ujar Said.
"Wa'alaikumsalam" Jawab Bu Maysaroh bingung apakah jawaban dia benar.
__ADS_1
Malik langsung meraih tangan Bu Maysaroh dan menciumnya dengan takjim. Bu Maysaroh masih diam membisu dan bingung apa yang harus dia lakukan dengan pria yang sudah dia kenal sejak dulu.
Pria yang dicintai Aluna tapi terlarang. Ya dia sangat melarang Aluna untuk berhubungan dengan pria ini. Tapi mengapa Aluna pulang bersamanya.
Apa yang terjadi dengan mereka? Apa yang terjadi saat ini sungguh membuat Bu Maysaroh bingung.
"Tamunya gak di persilahkan duduk Ma" Ucap Said samb tersenyum.
"Eh iya, silahkan duduk" Ucap Bu Maysaroh.
Bu Maysaroh melirik ke arah Aluna dan memberi kode untuk mengikutinya ke belakang. Malik sangat mengerti apa yang sedang terjadi saat ini karena sebelumnya Aluna dan Said sudah cerita kalau mereka belum mengatakan apapun pada Mama mereka.
Saat Bu Maysaroh dan Aluna hendak ke belakang terdengar suara adzan subuh dari Mesjid.
"Mas kita shalat ke Mesjid yuk" Ajak Said.
"Ayo Said" Jawab Malik.
Sontak Bu Maysaroh menghentikan langkahnya mendengar pembicaraan Said dan Malik. Bu Maysaroh melirik Aluna dan dibalas Aluna dengan senyuman
"Bu, Kak kami shalat subuh di Mesjid dulu ya" Ujar Said.
Bu Maysaroh membalikkan tubuhnya menatap Said penuh tanya dan Said juga membalasnya dengan senyuman.
"Permisi Bu" Ujar Malik.
"Ada apa ini Luna?" Tanya Bu Maysaroh.
"Sebaiknya kita shalat subuh dulu ya Ma. Nanti baru kita bicarakan semuanya bersama Malik dan Said Setelah mereka pulang dari Mesjid" Jawab Aluna.
Bu Maysaroh menarik nafas panjang dan mencoba bersabar.
"Baiklah kita shalat subuh dulu" Ucap Bu Maysaroh.
Aluna masuk ke kamarnya begitu juga dengan Bu Maysaroh. Tak lama kemudian Said dan Malik sudah kembali ke rumah usai shalat Mesjid.
Aluna setelah shalat di Mesjid langsung ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk mereka. Bu Maysaroh keluar dari kamar bersama Lula adiknya Aluna yang paling kecil.
"Bu duduk dulu yuk" Ajak Aluna yang sudah menunggu Mamanya di ruang keluarga bersama Said dan Malik. Bu Maysaroh kemudian berjalan dan ikut bergabung dengan mereka.
"Lula kamu bersiap berangkat sekolah ya" Ujar Aluna pada Lula.
"Iya Kak" Jawab Lula setelah mencium tangan Aluna dan Said. Tak ketinggalan Malik juga.
Setelah itu Lula kembali ke kamar untuk bersiap - siap sekolah. Kini tinggal Aluna, Said, Malik dan Bu Maysaroh yang duduk di ruangan keluarga.
__ADS_1
"Ma Malik sudah menjadi muallaf tiga tahun yang lalu" Ungkap Aluna.
Sontak Bu Maysaroh terkejut mendengar ucapan Aluna. Beliau menatap wajah Malik dan di balas dengan senyuman dengah penuh rasa hormat dari Malik.
"Dan aku sekarang satu kantor sama Malik" Sambung Aluna.
"Ada pun maksud kedatangan Malik ke sini adalah" Lanjut Aluna.
"Al.. Kalau selanjutnya biar aku saja yang menjelaskannya kepada Ibu" Potong Malik.
Aluna terdiam, Bu Maysaroh menatap Malik menunggu apa yang akan Malik katakan. Entah mengapa sejak melihat Malik datang bersama dua anaknya perasaan Bu Maysaroh mengatakan ada sesuatu yang telah kembali antara Aluna dan Malik.
Malik menarik nafas panjang lalu mulai mengutarakan niat hatinya datang ke rumah keluarga Aluna.
"Kedatangan saya ke sini bersama Aluna adalah ingin melamar Aluna dan meminta restu Ibu untuk menikah dengan Aluna" Ungkap Malik.
Bu Maysaroh terkejut mendengar ucapan Malik. Lalu menatap Aluna.
"Mengapa kamu tidak pernah cerita kepada Mama?" Tanya Bu Maysaroh.
"Semua berjalan begitu singkat Ma" Jawab Aluna.
"Singkat? Kamu pindah ke Kota sudah setahun Luna. Apakah satu tahun itu begitu singkat bagi kamu?" Tanya Bu Maysaroh.
"Aku baru tahu kalau satu kantor dengan Malik setelah beberapa bulan bekerja. Karena kami tidak satu gedung Ma kantornya. Lalu beberapa bulan kemudian baru aku tau kalau Malik sudah muallaf. Tapi saat itu aku dan Malik belum berteman kembali. Setelah itu Malik di kenalkan atasanku dengan teman dekatku di kantor dan mereka menjalani ta'aruf sedangkan aku jalan bersama Mas Bian. Mas Bian melamar aku dan aku menerimanya. Hingga kemarin malam aku dan Mas Bian berjanji untuk bertemu dengan kedua orang tuanya tapi ternyata di sana Mas Bian dan teman - temanku rupanya sudah bekerja sama dengan Malik untuk melamarku. Mas Bian memilih mundur dan aku akhirnya menerima lamaran Malik" Jawab Aluna sambil menundukkan wajahnya.
Bu Maysaroh bisa mengerti apa yang saat ini sedang di rasakan putrinya.
"Tapi Nak Malik, apa Nak Malik sudah tahu status Aluna saat ini?" Tanya Bu Maysaroh.
Malik tersenyum tipis lalu menganggukan kepalanya.
"Tau Bu" Jawab Malik.
"Lantas bagaimana dengan keluarga Nak Malik?" Tanya Bu Maysaroh khawatir.
"Bapak saya sudah meninggal. Kalau Ibu saya, alhamdulillah saya sudah cerita sama beliau bahkan beliau tau hari ini saya ada di sini dalam rangka meminta restu Ibu. Dan Ibu saya juga sudah merestui niat baik kami, saya dan Aluna" Jawab Malik santun.
Bu Maysaroh menarik nafas panjang.
"Kalau Ibu sih yang penting Aluna bahagia. Dulu Ibu tidak merestui hubungan kalian karena perbedaan agama. Selain itu sebenarnya Ibu tidak keberatan dengan Nak Malik. Kini Nak Malik sudah memeluk agama Islam tidak ada lagi halangan kalian untuk bersama. Asal kalian bahagia dan keluarga Nak Malik mau terima Ibu restui" Jawab Mama Aluna.
"Alhamdulillah" Sambut Aluna, Malik dan Said berbarengan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG