
Setelah selesai makan Kamal dan Malik memutuskan untuk berpisah di restoran. Masing - masing kembali ke kantornya. Kamal balik ke perusahaannya sedangkan Malik kembali ke kantornya.
Malik melaporkan hasil surveynya kepada atasannya dan memberikan beberapa data dan daftar harga.
"Bagaimana Lik?" tanya atasan Malik.
"Kualitas barangnya sama Pak tapi Perusahaan ini berani memberikan harga yang lumayan lebih murah" jawab Malik.
Malik terkenal seorang pria dengan pribadi yang jujur. Sehingga apa yang Malik laporkan dengan cepat dipercayai oleh atasannya
"Kalau kamu sudah oke saya sih setuju saja" ujar pria yang ada di hadapan Malik.
"Baik kalau begitu Pak, nanti akan saya sampaikan kepada pemilik perusahaan" ujar Malik.
"Oke" jawab pria itu.
"Kalau begitu saya pamit ke ruangan saya dulu Pak" ujar Malik
Malik kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya. Sore harinya begitu jam kerja selesai Malik segera turun dan menunggu Aluna di dalam mobilnya. Tak lama kemudian Aluna juga sampai dan masuk ke dalam mobil.
"Kita langsung pulang atau mau singgah kemana lagi?" tanya Malik dengan lembut
"Langsung pulang aja ya Mas. Aku mau masak sesuatu udah pengen dari kemarin" jawab Aluna.
Malik langsung melirik istrinya.
"Apakah sudah ada tanda - tandanya?" tanya Malik.
"Tanda apa?" tanya Aluna bingung.
"Tiba - tiba kamu menginginkan sesuatu, kata orang itu tanda - tanda hamil" jawab Malik.
"Maaas kita nikahnya baru dua minggu lebih. Gak kecepatan itu?" tanya Aluna.
"Ya siapa tau aja kamu hamil dan tanda - tandanya udah duluan terlihat" sambut Malik.
"Aku belum telat datang bulan Mas. Masih ada satu minggu lagi" ujar Aluna..
"Wah kalau begitu aku harus rapel setiap malam. Takut puasa seminggu" ujar Malik dengan senyuman nakal.
"Iiiih Mas Maliiik" ucap Auna malu - malu.
"Hahaha kamu malu - malu seperti ini aku jadi semakin gemas dan tak sabar menunggu malam. Jangan terlalu capek masak ya. Aku mau menyantap kamu nanti malam" goda Malik.
"Mas Maliiiiik" panggil Aluna dengan wajah memerah.
"Ya sayang, kenapa? udah gak tahan?" Goda Malik lagi.
__ADS_1
"Maaas udah ah" protes Aluna tetap dengan malu - malu.
Malik tertawa lebar rasanya puas sekali sudah berhasil menggoda istrinya. Akhirnya mereka sampai di rumah dan ternyata Said belum pulang.
"Tumben Said belum pulang" ujar Malik.
"Eh iya tadi Said kabarin aku katanya dia ada tugas dan malam ini mau nginap di rumah temannya" jawab Aluna.
"Waaah Said emang adik ipar terbaik tau banget kalau Kakak dan Kakak iparnya mau bercocok tanam malam ini. Yank kalau Said gak di rumah kita bisa lebih berekspresi dengan berbagai kreasi malam ini" samber Malik sambil . memeluk Aluna dari belakang.
"Maaas" ucap Aluna.
"Kenapa sayang? mau sekarang?" goda Malik.
"Udah mau maghrib Mas, belum mandi lagi. Udah ah mandi dulu terus siap - siap ke Mesjid shalat maghrib. Aku mau masak sebentar. Nanti kamu pulang dari Mesjid kita udah bisa makan malam" jawab Aluna.
"Okey aku sih gak masalah. Malah tambah semangat. Masak yang enak ya sayang, bila perlu yang banyak gizi dan penambah stamina biar kita olahraganya lama" sambut Malik.
"Mas Malik tambah mesum iiiih" ujar Aluna.
"Hahaha mungkin tadi menu makan siang sama Mas Kamal mengandung vitamin itu yank. Aku kok jadi tambah semangat lihat kamu" jawab Malik.
"Ada - ada aja. Udah sana mandi biar aku siapin baju ganti kamu" perintah Aluna sambil mendorong tubuh suaminya masuk ke dalam kamar.
Malik membuka baju dinasnya lalu meraih handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Aluna mulai menyiapkan pakaian suaminya lalu segera berjalan menuju dapur mengeluarkan semua bahan - bahan makanan.
Aluna sudah pengen masak sayur asem beberapa hari ini tapi baru hari ini keinginannya itu tidak bisa terbendung lagi. Dia juga masak sambel ayam untuk menu makan malam mereka berdua.
"Udah selesai masaknya?" tanya Malik.
"Sedikit lagi Mas. Mas udah mau pergi ke Mesjid?" tanya Aluna.
"Iya sebentar lagi adzan" jawab Malik.
"Ya sudah cepetan pulangnya ya biar kita langsung makan malam. Aku udah laper" pinta Aluna.
"Oke sayangku" ujar Malik sambil mengecup lembut pipi Aluna.
Blush... pipi Aluna semakin memerah.
"Aku pergi istri solehahku. Assalamu'alaikum" pamit Malik.
"Wa'alaikumsalam" jawab Aluna dengan senyuman manisnya.
Malik segera keluar dari rumah dan pergi ke Mesjid yang ada di dalam komplek perumahan mereka. Sedangkan Aluna segera menyelesaikan masakan makan malam mereka.
Setelah itu Aluna segera berjalan ke kamarnya untuk mandi dan shalat maghrib. Menunggu Malik pulang dari Mesjid Aluna menyempatkan diri untuk mengaji.
__ADS_1
Malik sampai di rumah, sayup - sayup dia mendengar alunan merdu Aluna sedang mengaji. Malik tersenyum penuh bahagia karena lagi - lagi mimpinya jadi kenyataan setiap harinya setelah menikah dengan Aluna.
Dulu suara Aluna mengaji selalu datang dalam mimpi Malik. Sekarang setiap hari Malik bisa menikmatinya langsung. Hatinya sangat tenang dan damai.
Malik masuk ke dalam kamar bertepatan dengan Aluna selesai mengaji.
"Udah lama Mas pulangnya?" tanya Aluna.
"Baru kok" jawab Malik.
Aluna mencium tangan Malik dengan takjim. Malik membalasnya dengan mengecup kening Aluna.
"Makan yuk Mas" ajak Aluna.
"Ayok" jawab Malik.
Mereka segera berjalan menuju dapur dan duduk di meja makan berdua. Terkadang suasana intim hanya berdua seperti ini memang sangat dibutuhkan. Mungkin karena itu Said pura - pura membuat alasan agar menginap di rumah temannya.
Aluna melayani Malik dengan baik. Dia mengambilkan makanan ke piring Said. Saat Aluna hendak mengambil makanan untuk dirinya sendiri Malik menahan tangan Aluna.
"Sini biar aku suapin" ujar Malik.
Aluna menghentikan aktivitasnya. Saatnya menikmati suasana dimana suaminya sedang memanjakan dirinya. Aluna menunggu Malik menyuapkan makanan untuknya.
Malam ini makan malam mereka terasa sangat romantis. Walau sederhana dengan masakan rumah dan makannya hanya di rumah saja. Hal ini tidak mengurangi keromantisan malam ini.
Usai makan malam Aluna segera membersihkan piring kotor. Malik memutuskan shalat isya di rumah berjamaah dengan istrinya.
Setelah selesai mencuci piring, Malik dan Aluna segera melaksanakan shalat Isya berjamaah. Baru setelah itu mereka duduk santai di atas tempat tidur sambil ngobrol.
"Tadi makan siang di mana Mas?" tanya Aluna.
"Di restoran temannya Mas Kamal. Tempatnya bagus yank dan makanannya juga enak. Kapan - kapan aku ajak kamu makan di sana ya" jawab Malik.
"Boleh juga tuh Mas" sambut Aluna.
Malik merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya. Malik memulai aktivitas malam mereka. Walau sudah lebih dua minggu menikah Aluna masih terlihat malu - malu membuat Malik semakin gemas melihat wajah istrinya.
"Jangan lupa baca doa dulu Mas" ucap Aluna disela - sela aktivitas mereka.
Malik tersenyum sangat manis sambil menatap lembut wajah istrinya.
"Tentu saja sayang, kan kita pengen dapat anak yang soleh dan solehah jadi caranya gak boleh salah" sambut Malik.
Kemudian Malik membacakan doa untuk olahraga malam mereka dan diikuti oleh Aluna. Semoga apa yang mereka lakukan saat ini dapat menghasilkan keturunan yang diridhoi Allah. Aamiin.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG