
Gladys masih di rumah sakit menjaga dan merawat Tristan.mungkin Kelan tak kan bisa lagi dia seperti itu.
air mata di wajahnya selalu membasahi pipi nya.
"beb.. please kasih tau siapa dia"
"aku tidak tau bo siapa dia alamat dan kerja apa bo"
"gimana bisa kamu mau menikah dengan pria yang kamu kenal aja engga"
"entahlah lah aku sendiri juga gak tau bo.."
Tris semakin sedih mendengar tapi dia juga gak bisa untuk melepaskan keyakinan nya.
"mungkin sudah takdirnya aku menikah dengan cara begini bo"
"aku akan bisa rela jika aku tau seperti apa pria itu "
"apa yang harus aku jawab aku sendiri juga tidak tahu bo "
Mereka diam membisu dan saling berpegangan tangan dengan erat. kecewa mungkin yang di rasakan gladys dan Tris.
Tristan hanya perlu di rawa t di iGd kekurangan cairan besuk pagi juga sudah bisa pulang.
"kamu gak pulang beb"
"engga aku akan tunggu kamu di sini sampai besuk"
"nanti kamu capek beb"
"lebih baik aku cape dari pada liat kamu sakit"
Mendengar ucapan gladys Tris sangat sedih betapa dia tak kan bisa bersama nya lagi.
gladys wa Tyas
__ADS_1
"Yas gw nginep soalnya Tris masuk ke rumah sakit"
Tyas membaca ya" iyaa dys mudhan cepat sembuh ya"
Nizar tak bisa berhenti memikirkan gladys setelah dia melihat gladys menangis di kantin
"kamu kenapa dysss" gumam Nizar
saat sedang termenung mama masuk
"mama kenapa kesini "
"masa di ke kamar anak mama gak boleh"
"bukan begitu mah.. tumben aja "
"iya nanti tanggal tanggal 17 besok kosongin jadwal yaa..."
"kenapa mah"
"astaghfirullah Nizar lupa mah iyaa Emang .mau ada acara ?
"ada donk surprise pokok nya"
Ternyata orang tua Nizar mengubah tanggal pertunangan mereka tepat di hari ulang tahun nya.dia mengundang rekan kerja juga.orang tua gladys setuju saja.karena ini kan acara orang tua Nizar.
Pagi ini Tristan sudah boleh pulang gladys pun mengantar pulang ke apartemen nya.
"udah bo..aku aja yang bawa mobil nya kamu masih lemah".
"iya beb"
sesampainya di sana gladys pun menyiapkan makanan dan obat Tris.
dengan telaten dia mengurusi Tristan
__ADS_1
"kapan kamu akan tunangan?"
"aku tidak tau bo kapan pasti nya semua di atur "
"jadi kita benar benar berakhir beb?"
gladys tidak menjawab yaa hanya diam saja
"aku harus ketemu siapa dia beb"
"untuk apa bo"
"aku ingin tau apa dia orang baik .."
"cukup bo aku pun tak kenal dia seperti apa sudah lah jangan sakiti diri kamu lagi bo"
"aku gak rela kamu dengan orang lain.."
"aku sendiri pun sudah pasrah akan takdir aku aku percaya jodoh maut dan rezeki sudah di gariskan Oleh Nya."
"kamu sudah menyerah untuk cinta kita?"
"mau sekuat apa pun kita bertahan kalau kita tak jodoh tak kan pernah bersama bo"
"apa kah pria itu aditya?"
"bukan ..dia orang lain yang bahkan aku tidak mengenal nya"
"aku hanya tau dia bernama Fandy itu saja "
"Fandy siapa ?"
"aku enggak tak bo.."
"aku akan caru tau siapa dia nanti"
__ADS_1
mendengar ucapan Tris gladys Hanya diam saja sungguh ia pun tak ingin menikah dengan pria itu sesungguhnya.