
Malik memasangkan cincin pernikahan mereka ke jari manis tangan kanan Aluna. Cincin tersebut sekaligus menjadi mahar pernikahan mereka. Aluna mencium tangan Aluna dengan takjim.
"Ayo donk Mas Malik jangan malu - malu, sekarang sudah sah menjadi istri. Di kecup kening istrinya mesra agar bisa kita abadikan" ucap Pembawa Acara.
Malik dan Aluna tersenyum malu - malu. Malik segera meletakkan tangannya di kapala Aluna dan membacakan doa pernikahan untuk mereka setelah itu baru Malik mengecup mesra kening Aluna.
Sontak semua yang menyaksikan kejadian itu bertepuk tangan bahagia.
"Silahkan di tanda tangani surat nikahnya" ucap Kadi Nikah.
Malik dan Aluna kemudian menandatangani surat nikah mereka. Lalu dilanjutkan oleh Kadi Nikah membacakan doa pernikahan untuk kedua mempelai.
Setelah semua prosesi pernikahan selesai Malik dan Aluna dipersilahkan untuk langsung duduk di atas pelaminan yang sudah dirancang team WO sejak beberapa hari yang lalu.
Rona bahagia terpancar dari kedua mempelai. Malik terus menggenggam tangan Aluna dengan erat dan rasanya tidak akan melepasnya lagi
Satu persatu keluarga berdatangan mengucapkan selamat untuk mereka berdua.
"Selamat ya Naaak akhirnya kalian bersatu kembali dalam ikatan pernikahan. Jadilah imam yang baik untuk Aluna, bimbing dia menjadi istri yang solehah. Pergauli dia dengan baik dan bahagiakan dia. Mama mohon, jangan pernah kamu sakiti Aluna" pinta Bu Maysaroh sambil menangis haru melepas Aluna kejenjang pernikahannya yang kedua.
Bayang - bayang masa lalu masih teringat jelas dalam ingatan Bu Maysaroh dan dia tidak ingin putrinya tersakiti kembali.
"Iya Ma, aku berjanji akan membahagiakan Aluna" sambut Malik.
Bu Maysaroh memeluk erat menantunya sambil menangis bahagia. Baru setelah itu dia menghampiri Aluna.
"Jadi istri solehah ya sayang, kali ini kamu harus bahagia. Lupakan masa lalu yang kelam dan sambut masa depan yang baru. Barakallah... semoga Allah melimpahkan kebahagian dalam rumah tangga kalian" ujar Bu Maysaroh.
"Aamiin.. Makasih Ma" jawab Aluna dengan tangisan haru.
"Mas aku titip Kak Luna, tolong bahagiakan dia dan jangan pernah sakiti dia. Sudah panjang perjalanan yang kalian lalui, aku harap Mas dan Kak Luna bahagia" ucap Said.
"Iya Said, Mas janji akan membahagiakan Aluna dengan seluruh hidup Mas. Terimakasih" sambut Malik.
Malik dan Said juga saling berpelukan. Lanjut Bu Abraham yang berjalan di belakang Said.
"Selamat ya Nak, semoga kamu bahagia begitu juga dengan Luna. Ibu yakin Bapak disana juga sangat bahagia menyaksikan pernikahan kamu hari ini. Jadilah suami yang bertanggung jawab pada istri dan keluarga kamu" ucap Bu Abraham dengan haru.
"Makasih Bu" Malik langsung memeluk erat tubuh Ibunya.
"Terimakasih Ibu selalu ada dalam perjalanan hidupku. Ibu selalu mendukung apa yang aku inginkan dan tidak pernah sekalipun melarangku. Makasih atas kasih sayang dan kesabaran yang Ibu berikan kepadaku. Maafkan aku yang banyak membuat Ibu kecewa dan menangis" sambung Malik.
Bu Abraham menyeka air matanya.
"Kamu tetap menjadi putra kebanggan Ibu Nak, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan Ibu. Setelah selama ini akhirnya kesabaran dan penantian kamu membuahkan hasil. Jaga rumah tangga kamu ini agar tetap utuh dan langgeng hingga akhir hayat kalian" sahut Bu Abraham.
__ADS_1
"Iya Bu" jawab Malik.
Setelah keluarga inti selesai bergantian keluarga besar dan para sahabat yang yang mengucapkan selamat.
"Selamat ya Mas Malik akhirnya kalian bisa bersatu" ucap Farah.
"Babang Malik selamat ya, awas nanti malam jangan terkejut" potong Melisa.
Sontak Gadis langsung mencubit pinggang Melisa tanpa sadar.
"Aww.. aww.. maaf Dis mulutnya offside" ucap Melisa.
Malik hanya tersenyum melihat tingkah Melisa.
"Selamat ya Malik semoga kalian bahagia" ucap Bian dengan tulus.
"Terimakasih Mas" jawab Malik.
"Lun selamat, akhirnya kamu menikah dengan cinta kamu" ucap Bian.
"Terimakasih Mas, semoga Mas Bian segera menyusul ya" balas Aluna.
"Ah belum ada calon Lun, soalnya aku baru saja ditinggal nikah" canda Bian.
"Disampingnya ada tuh yang masih jomblo" Aluna melirik ke arah Mutia.
Setelah akad nikah selesai dan seluruh keluarga selesai mengucapkan salam. Aluna dan Malik naik ke kamar pengantin untuk bersiap - siap menjalani resepsi pernikahan mereka.
Kini keduanya sudah berada di kamar pengantin. Aluna sempat bersikap gugup dan jantungnya berdetak kencang. Dulu waktu menikah dengan Kamal Aluna lupa apa yang dia rasakan karena saat itu hatinya seperti mati dan hanya pasrah menjalani hidupnya.
Aluna duduk diatas tempat tidur sambil menggengam kedua tangannya. Malik menghampirinya dan duduk di sampingnya dengan senyuman penuh arti.
"Aku lega sekali akhirnya kita sudah sah menjadi suami istri. Apakah kamu bahagia?" tanya Malik.
Aluna menganggukkan kepalanya.
"Ya aku bahagia Mas" jawab Aluna.
Sontak Malik terkejut mendengar Aluna sudah mengganti panggilannya.
"Bisa kamu ulang lagi" pinta Malik.
"Aku bahagia menikah dengan kamu Mas Maliiiik" ulang Aluna.
Malik langsung memeluk erat tubuh Aluna dan matanya kembali berkaca - kaca. Perjuangan sembilan tahun akhirnya berakhir indah. Dan disinilah mereka saat ini menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas kebahagiaan yang KAU berikan pada kami hari ini. Bimbinglah rumah tangga kami ini agar selalu berada di jalanMU. Terimakasih sayang, terimakasih karena kamu sudah menjadi istriku" ucap Malik lembut.
"Harusnya aku yang mengatakan itu Mas. Terimakasih kamu sudah dengan sabar mau menungguku" sahut Aluna.
Tiba - tiba pintu kamar mereka terbuka karena beberapa kali suara ketukan tidak mereka dengar.
"Ehm... mesra - mesranya nanti malam aja Mas. Sebentar lagi MUA nya datang dan kalian harus berganti pakaian" ucap Mutia.
"Ah kamu Mut mengganggu saja" balas Malik.
"Aku tau apa yang ada di pikiran kalian tapi ini belum saatnya. Kalian harus makan dulu, setelah itu shalat dan berganti pakaian" ujar Mutia.
Dengan berat Malik melepaskan pelukannya. Aluna dan Malik kemudian makan siang bersama. Makan siang pertama mereka setelah sah menjadi pasangan suami istri.
Tepat jam satu siang mereka sudah turun kembali ke ballroom hotel untuk acara selanjutnya. Para tamu undangan sudah banyak berdatangan dan mengucapkan selamat kepada mereka. Hari ini mereka banyak mendapatkan doa dan ucapan selamat dari semua tamu undangan.
Tiba - tiba perhatian Aluna terhenti melihat siapa yang datang menghampiri mereka. Kamal bersama kedua orang tuanya kini sudah berada di hadapan mereka.
"Selamat ya Lun, Malik atas pernikahan kalian" ucap Kamal.
"Terimakasih Mas" jawab Aluna.
"Mas kenalkan ini Mas Kamal" ucap Aluna kepada Malik.
Sontak Malik menatap wajah Kamal dan seketika mereka saling tatap. Malik merasa memang ada yang lain dengan tatapan Kamal. Apakah Kamal masih mencintai istrinya? Makanya kemarin kedua orang tuanya ingin melamar Aluna kembali
Tapi Malik bisa bernafas lega karena dia sudah berhasil mengikat Aluna dalam ikatan pernikahan. Masa lalu adalah masa lalu biarlah semua berlalu. Kini masa depan Aluna adalah dirinya.
"Salam kenal Mas, saya Malik" sambut Malik.
"Kamal, selamat atas pernikahan kalian" ujar Kamal.
"Selamat ya Lun atas pernikahan kalian. Walau kamu sudah menikah lagi tapi hubungan kita jangan putus ya. Kamu sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri" ucap Lila sedih dan kecewa.
"Iya Ma, terimakasih sudah datang ya Ma. Semoga Mama sehat terus" balas Aluna.
Aluna berpelukan dengan Lila.
"Semoga kalian bahagia" ujar Regi.
"Terimakasih Pa" sambut Aluna.
Kamal dan keluarganya akhirnya selesai memberikan selamat kepada Aluna dan Malik.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG