
Saat Regi hendak pergi dari Kantor Polisi terlihat berpengaruh pada perubahan wajah Kamal.
"Maafkan Kamal Pa" ucap Kamal.
Air mata Kamal jatuh perlahan. Langkah Pak Regi terhenti saat mendengar suara putranya. Regi berdiri membelakangi Kamal. Kamal memeluk tubuh Papanya dari belakang.
"Kamal benar - benar minta maaf. Kamal sangat menyesal sudah membuat Papa dan Mama bersedih" ujar Kamal.
Air mata Regi semakin deras mengalir. Dulu saat menemukan Kamal dan Gerry di kamar rumah dinas Perkebunan. Kamal tidak meminta maaf seperti ini. Dia hanya diam dan manut dengan semua yang Regi dan Lila putuskan.
Kamal mau berhenti dari perkebunan, masuk rehabilitasi dan membuka usaha barunya. Tapi ternyata diam - diam dia tetap menjalin hubungan terlarang bersama Gerry.
Sikap Kamal yang seperti ini apakah itu artinya dia memang benar - benar merasa bersalah? Regi tidak mau terlalu berharap.
"Kamal akan terima semua keputusan hukum. Semua akan Kamal jalani. Doakan Kamal ya Pa berubah jadi pribadi yang lebih baik lagi. Kamal ingin berubah Pa, Kamal taubat. Bilang sama Mama tunggu Kamal, Kamal akan jadi anak yang berbakti" ucap Kamal.
"Tadi bukankah kamu janji kita akan jalani semuanya bersama - sama?" potong Gerry.
Sontak Regi balik badan dan menatap wajah Gerry dengan tatapan marah.
"Kamu jangan pengaruhi anakku. Udah saatnya kalian benar - benar berpisah. Hubungan ini terlarang secara agama dan hukum negara ini" ancam Regi.
"Sudahlah Ger, aku tidak mau kehilangan Mama dan Papaku. Hanya aku satu - satunya anak mereka" balas Kamal.
Malik, Said dan Renol terkejut mendengar pembicaraan mereka. Said bahkan sampai menggeleng - gelengkan kepalanya dan merinding melihat kisah cinta dua pria itu.
Dulu Malik dan Aluna saja yang ditentang cintanya oleh keluarga gak sampai ngotot seperti itu. Ini mereka berdua berjuang banget untuk mendapatkan restu.
__ADS_1
Apa mereka tidak berpikir kalau jalan hidup mereka sudah salah? Said tidak habis pikir apa yang dipikirkan Kamal hingga dia bisa menjalani hidup seperti ini.
"Dengar ya, di hadapan Bapak Polisi ini saya tegaskan kepada kamu. Kalau sampai kamu mencoba mendekati putraku lagi aku akan menuntut kamu dengan segenap kekuatanku. Anakku sudah ingin berhenti dan menjauhi kamu, jangan kamu pengaruhi lagi dia" ancam Regi lagi.
Gerry terdiam, sebenarnya dia ingin melawan tapi dia sadar posisinya saat ini sangat lemah. Apalah saat ini dia sedang ada di kantor polisi dan di hadapan para penegak hukum.
"Tolong pisahkan sel mereka Pak. Kalau mereka tetap berada di dalam sel yang sama mereka akan terus melakukan dosa. Pasti ada yang tidak terima dan berusaha untuk membujuk lainnya. Pasti tidak akan pernah selesai" pinta Regi.
"Baik Pak, Gerry sebaiknya kamu diam saja dan jangan berkata apapun" perintah Polisi.
"Papa pulang dulu Nak, jangan kecewakan Papa dan Mama kali ini. Ini kesempatan kami terakhir. Mama kamu sedang berjuang antara hidup dan mati. Kalau operasi Mama besok berhasil, Papa akan sampaikan pesan kamu ini. Dia pasti akan sangat senang sekali" ucap Pak Regi sambil terisak dan kembali memeluk Kamal.
"Berubahlah Nak, kamu satu - satunya harapan kami untuk menjadi penolong kami di akhirat. Papa sangat berharap kamu kembali ke kodratmu dan jalani kehidupan normal kembali punya keturunan dan hidup lebih baik" sambung Regi.
"Iya Pak" jawab Kamal sambil terisak.
"Maafkan aku Malik, aku mengaku salah. Kemarin aku tidak terima karena merasa Aluna sudah mempermalukan aku. Saat mendengar Aluna akan menikah dengan mantan pacarnya yaitu kamu aku merasa Aluna adalah wanita munafik. Ternyata saat menikah denganku diam - diam kalian masih berhubungan. Kalian bahagia sedangkan aku masuk pusat rehabilitasi" ungkap Kamal.
"Aku dan Aluna tidak menjalin hubungan saat Aluna berstatus jadi istri Mas Kamal. Aluna bukan wanita seperti itu Mas. Dia menjaga nama baik Mas dan menutup rapat rahasia rumah tangganya dulu. Aku baru mengetahuinya setelah kami menikah" sambut Malik.
"Iya aku percaya, aku mengaku salah. Aku bersalah pada kalian terlebih kepada kedua orang tuaku. Aku sangat - sangat menyesal dan ingin berubah" ujar Kamal.
"Setiap manusia berhak untuk mendapat kesempatan kedua. Jika Mas benar - benar ingin berubah InsyaAllah Allah akan kasih jalan. Tapi semua tidak segampang itu Mas, pasti akan sangat berat. Butuh keteguhan dan kekuatan hati. Jauhi segala hal yang bisa menarik Mas kembali ke jalan yang salah itu. Tutup semua celah dan kesempatan yang sama. Fokus dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Takut atas hukuman berat yang akan Allah berikan bagi para manusia yang mengkhianati kodratnya sejak lahir. Ingat kisah kaum sodom Mas" pesan Malik.
"Iya aku tau. Aku akan kembali berusaha dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tolong doa semuanya" sambut Kamal.
Regi menepuk bahu Kamal.
__ADS_1
"Papa harus kembali ke Rumah Sakit Nak. Kasihan Mama kamu. Kamu yang baik di sini ya dan terus berdoa semoga operasi Mama kamu berhasil besok" ucap Regi.
"Iya Pa, sampaikan salamku pada Mama ya Pa. Katakan aku sangat sayang pada Mama, maafkan aku sudah menyakiti dan mengecewakan perasaan Mama. Aku sangat menyesal" ungkap Kamal.
"Iya Nak, salam kamu pasti akan Papa sampaikan" sambut Regi.
Regi pergi meninggalkan Kantor Polisi dan kembali ke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit Regi segera mengganti pakaiannya dengan pakaian khusus untuk masuk ke ruang ICU.
Kini Regi sudah berada di depan istrinya yang masih tak sadarkan diri.
"Ma, Papa baru saja bertemu dengan Kamal. Dia memeluk Papa dan menangis Ma. Sepertinya apa yang terjadi dengan putra kita kali ini sangat membuatnya terpukul. Apalah dia mendengar kabar Mama. Dia meminta maaf kepada kita dan titip salam untuk Mama. Dia meminta Mama untuk menunggunya menjalankan hukumannya. Mama harus kuat dan semangat agar kita bisa berkumpul kembali. Semoga anak kita benar - benar bisa kembali ke jalan yang benar ya Ma" ucap Regi sambil menangis.
Dibelainya lembut tangan istrinya yang dingin dan pucat itu.
"Jangan tinggalkan Papa sendiri Ma. Papa masih membutuhkan Mama. Mama harus kuat, Papa akan melakukan usaha terbaik agar Mama bisa sembuh. Nanti kita akan pergi ke kampung setelah Kamal keluar dari penjara. Lebih baik kita hidup disana jauh dari kehidupan dan hiruk pikuk Ibukota. Mungkin bisa mendukung hidup yang lebih baik bagi Kamal" lanjut Regi sambil terisak.
"Mudah - mudahan dikampung Kamal menemukan jodohnya. Kita mendapatkan cucu - cucu yang lucu - lucu. Bahagia banget kan Ma.. Kamu harus kuat ya Ma, jangan tinggalkan Papa" sambung Regi.
Pria itu tampak sangat rapuh saat ini tapi dia tidak akan putus asa. Regi akan melakukan yang terbaik untuk keluarganya. Dia akan fokus menyembuhkan istrinya dan juga memantau perkembangan putranya di penjara.
Setelah Kamal keluar dari penjara dia sudah merencanakan kehidupan baru untuk keluarga mereka. Semua sudah Regi pikirkan dengan baik.
Ya Allah selamatkanlah keluarga kami dari api neraka. Bimbing kami untuk keluar dari semua masalah ini. Jadikan kami insan - insan yang kuat dan tawakkal. Semoga Kamal tetap istiqomah pada niat baiknya tadi. Doa Regi dalam hati.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG