Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda
Kabar Gembira


__ADS_3

Aluna terbangun dari tidurnya.


"Lun pesan Pak Baskoro tadi kamu sebaiknya pulang aja. Kasihan kamu lemes gitu karena muntah tadi" ujar Gadis.


"Iya Dis, badanku kok gak enak banget ya. Capek dan ngantuk berat" sambut Aluna.


Aluna bang kita dari tidurnya dan berjalan ke meja kerjanya. Dia meraih ponselnya untuk kabari Malik.


Aluna


Mas kamu masih diluar?


Malik


Iya sayang, ada apa?


Aluna


Aku pulang duluan ya, badanku gak enak banget. Tadi makan siang di kantin sama Gadis, sampai ruangan aku muntah.


Malik


Kalau gitu aku balik sekarang ke kantor


Aluna


Gak usah Mas, gak enak sama Pak Sofyan.


Malik


Tidak apa dia pasti ngerti kok.


Aluna


Ya sudah kalau begitu aku tunggu.


Aluna segera merapikan meja kerjanya lalu meraih tas kantornya.


"Dis aku pulang duluan ya. Maaf jadi gak enak sama kamu. Udah datang telat, pulangnya malah duluan" ucap Aluna.


"Tidak apa Lun, ini kan karena kamu ada keperluan makanya datang telat. Dan kamu pulang cepat juga karena kamu sakit. Biasanya kan kamu gak seperti itu" sambut Gadis.


Aluna berdiri dan hendak berhalan keluar ruangan.


"Eh iya aku sampai lupa. Tadi pesan Pak Baskoro pulang ke rumah singgah dulu ke Apotek beli alat tes kehamilan. Mungkin Pak Baskoro menduga kalau kamu lagi hamil" ujar Gadis.


Aluna terdiam sesaat. Pernikahan dia sama Malik memang baru tiga minggu tapi datang bulannya sudah berlalu lima minggu. Itu artinya dia sudah telat seminggu.


Aluna duduk kembali ke sofa.


"Ya Allah" gumam Aluna.


"Ada apa Lun?" tanya Gadis khawatir.


"Aku memang udah telat datang bulan seminggu. Aku gak nyangka kalau aku hamil, aku kan baru tiga minggu menikah dengan Mas Malik. Bisa - bisanya Pak Baskoro yang tebak kalau aku hamil" ujar Aluna malu.


"Pak Baskoro kan lebih berpengalaman. Dia sudah berulang kali lihat istrinya hamil. Mungkin ciri - cirinya sama dengan kamu. Kalau aku kan emang belum menikah jadi aku benar - benar mikir kalau kamu lagi masuk angin" jawab Gadis.


Gadis menghampiri Aluna lalu menepuk bahu Aluna.


"Ya sudah buruan pulang, singgah ke Apotek beli alat tes kehamilan. Semoga kamu emang benar-benar hamil biar kami dapat ponakan" ucap Gadis.

__ADS_1


"Do'ain ya Dis, pasti Mas Malik dan Mama sangat senang mendengarnya. Apalagi Mama juga sedang ada di sini" sahut Aluna.


Aluna berdiri dan berjalan menuju keluar.


"Aku pulang ya, assalamu'alaikum" pamit Aluna.


"Wa'alaikumsalam" jawab Gadis.


Gadis turun ke lantai dasar dan menunggu Malik datang. Tak lama kemudian mobil Malik sudah tiba di parkiran. Aluna segera masuk ke dalamnya.


Malik melanjutkan perjalanan menuju rumah.


"Singgah ke Apotek ya Mas" pinta Aluna.


"Apa gak mau ke dokter aja sekalian biar kamu diperiksa?" tanya Malik.


"Nggak usah Mas, InsyaAllah aku gak apa - apa" jawab Aluna.


"Baiklah kalau itu mau kamu" ujar Malik.


Malik menghentikan mobil di depan Apotek besar yang mereka lalui di jalan. Aluna turun dan membeli beberapa alat tes kehamilan.


Dalam hati Aluna berdoa semoga benar dia memang sedang hamil. Setelah selesai Aluna kembali ke mobil. Dia sengaja menyimpan alat tes kehamilan di dalam tas nya agar Malik tidak melihatnya.


Aluna ingin memberikan kejutan besok pagi pada suami dan keluarganya, seandainya berita gembira itu memang benar adanya.


Sampai di rumah Aluna segera berbaring, sedangkan Malik kembali ke kantor karena dia masih ada pekerjaan dengan Pak Sofyan atasannya.


Sore harinya Mama Aluna pulang dari Rumah Sakit diantara Dwi dan Renol. Bu Maysaroh membawa empat bungkus mie rebus untuk makanan mereka di rumah.


"Lho kamu di rumah Lun, kok cepat pulangnya?" tanya Bu Maysaroh terkejut.


"Iya Ma, aku lagi gak enak badan jadi tadi siang diantar Mas Malik pulang ke rumah" jawab Aluna.


Mungkin dia mengira Aluna sakit karena banyak pikiran. Sebab beberapa hari ini keluarga mereka sedang dilanda masalah besar, kasus Kamal menjebak Malik dan Lila operasi di Rumah Sakit tadi pagi.


"Iya Ma" sahut Aluna.


"Nih Mama ada bawa mie rebus, kata Renol mie rebus ini enak. Mereka sering beli di tempat ini" ungkap Maysaroh.


"Wah ketepatan banget Ma, aku memang sedang laper banget" sambut Aluna.


Aluna segera mengambil piring dan membuka satu bungkus mie rebus yang dibawa Mamanya. Aluna segera menyantap makanan itu hingga habis.


"Benar - benar lapar ya kamu" komentar Bu Maysaroh melihat Aluna sudah selesai makan.


"Iya Ma, tadi siang aku muntah di kantor. Makanya aku laper banget" jawab Aluna.


Tiba - tiba Aluna kembali merasa mual dan dia segera berjalan menuju kamar mandi.


"Lho Lun kamu kenapa?" tanya Bu Maysaroh heran.


"Ueeeek.... ueeeeek... " Aluna kembali mengeluarkan semua isi perutnya setelah dia makan.


Hingga semua keluar dan dia lemas kembali. Aluna terduduk di atas kursi meja makan.


"Ya Allah perutku rasanya gak enak banget" ujar Aluna.


Bu Maysaroh memperhatikan gerak gerik putrinya.


"Bulan ini kamu sudah datang bulan?" tanya Bu Maysaroh penasaran.

__ADS_1


Perasaannya sebagai seorang wanita yang pernah hamil mengatakan kalau putrinya saat ini bukanlah sakit karena selera makannya sangat besar. Sebentar saja semua makanan tadi sudah habis disantap Aluna.


Aluna menggelengkan kepalanya lemah.


"Belum Ma. Aku sudah telat seminggu" Jawab Aluna.


"Pasti kamu hamil Lun" ujar Bu Maysaroh.


"Tadi atasanku di kantor juga berkata seperti itu padahal dia seorang laki-laki" sambut Aluna.


"Ya mungkin atasan kamu itu sudah berpengalaman dari istrinya" sahut Bu Maysaroh.


"Kamu sudah beli alat tes kehamilan?" tanya Bu Maysaroh.


"Sudah Ma tadi waktu di jalan mau pulang. Tapi besok baru mau di tes" jawab Aluna.


"Ngapain nunggu besok, sekarang aja" ujar Bu Maysaroh.


"Katanya lebih efektif kalau air seni saat pagi hari Ma" jawab Aluna.


"Kalau kamu memang hamil pasti langsung kelihatan. Sekarang teknologi sudah semakin canggih Lun. Udah sana balik ke kamar mandi dan periksa" perintah Bu Maysaroh.


"Iya.. iya Ma" sambut Aluna.


Aluna pergi ke kamarnya dan mengambil alat tes kehamilan dari tas kerjanya. Lalu dia pergi ke kamar mandi. Bu Maysaroh mengikutinya dari belakang dan menunggu di luar kamar mandi dengan tidak sabar.


Beberapa menit kemudian Aluna keluar dengan wajah yang sulit di tebak.


"Gimana Lun?" tanya Bu Maysaroh penasaran.


"Ini Ma" jawab Aluna sambil memberikan alat tes kehamilan pada Mamanya.


Bu Maysaroh langsung melihat alat tes kehamilan itu dan melihat tanda garis dua.


"Alhamdulillah Lun, sebentar lagi kamu akan jadi orang tua. Mama juga akan jadi seorang nenek" ucap Bu Maysaroh sambil memeluk putrinya penuh bahagia.


"Alhamdulillah ya Allah.. Iya Ma, do'ain semoga Aluna dan calon bayinya sehat ya Ma" sahut Aluna.


"Iya sayang" balas Bu Maysaroh.


Tiba - tiba Malik masuk ke dalam kamarnya dan Aluna. Dia heran melihat istri dan mertuanya saling berpelukan.


"Ada apa? Mengapa Mama dan Aluna berpelukan? Apakah ada berita duka atau sebaliknya?" tanya Malik penasaran.


Aluna dan Bu Maysaroh tersenyum melihat Malik datang. Bu Maysaroh memberikan alat tes kehamilan kepada Aluna.


"Kasih tau suami kamu" ujar Bu Maysaroh.


Aluna menghampiri Malik lalu menunjukkan alat tes kehamilan kepadw Malik. Malik bingung melihat benda tersebut karena dia tidak tau apa artinya.


"Apa ini?" tanya Malik bingung.


"Ini alat tes kehamilan Mas" jawab Aluna sambil tersenyum misterius.


"Dan hasilnya?" tanya Malik tak sabar.


"Dan hasilnya... aku hamil" jawab Aluna tersenyum lebar.


"Alhamdulillah... makasih ya Allah. Makasih sayang" Malik langsung memeluk Aluna penuh bahagia.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2