Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda
Kabar Buruk


__ADS_3

Seminggu kemudian.


"Lun, Kamal masuk Rumah Sakit" ucap Dwi lewat panggilan telepon.


"Innalillahi.. sakit apa Tante?" tanya Aluna terkejut dan khawatir.


Sebenarnya bukan Kamal yang di khawatirkan Aluna tapi dia langsung terbayang wajah mantan mertuanya yang sudah tua dan sakit - sakitan.


Kamal adalah putra satu - satunya. Banyak harapan mereka untuk Kamal. Kalau Kamal sakit Aluna takut Lila akan sakit kembali.


"Katanya demam tinggi sehingga di bawa ke Rumah Sakit. Mbak Lila dan Mas Regi takut Kamal tertular penyakitnya Gerry" ungkap Dwi.


"Mudah - mudahan hanya sakit demam biasa saja ya Tante" ujar Aluna.


"Iya semoga begitu adanya. Tapi Tante ngeri membayangkan kalau Kamal juga tertular. Ya Allah jauhkan dari keturunan kita punya penyakit seperti itu. Semoga Kamal benar - benar berubah" sambut Dwi.


"Aamiin.. " sahut Aluna.


"Ya sudah ya Lun, Tante cuma mau kasih kabar itu pada kamu" ujar Dwi.


"Iya Tante" balas Aluna.


Telepon terputus, Aluna menarik nafas panjang. Dia sendiri juga merasa ngeri mendengar penyakit yang di derita Gerry. Dan jika Kamal tertular rasanya Aluna tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi dengan Dwi.


Ya Allah berilah hidayahMU kepada Mas Kamal dan beri dia kesempatan untuk berubah ya Allah. Semoga dia sehat dan baik - baik saja. Aamiin...

__ADS_1


Tiba - tiba Malik masuk ke kamar mereka.


"Yank lihat ini" ujar Malik menghampiri Aluna.


"Apaan Mas?" tanya Aluna penasaran.


Malik menyerahkan ponselnya kepada Aluna dan Aluna membaca apa yang diperlihatkan Aluna.


"Innalillahi wainnalillahi rojiun" ucap Aluna.


Aluna membaca berita melalui ponsel. Berita pagi hari ini yang isinya, seorang narapidana berinisial G di Lapas Damai telah meninggal karena HIV. Narapidana tersebut menghembuskan nafas terakhir di RS. Umum setelah mendapatkan perawatan intensif selama dua minggu. Narapidana akan dipulangkan ke Kota kelahirannya yaitu Kota A.


Aluna duduk di pinggir tempat tidur.


"Ya Allah Maaas... Gimana nasib Mas Kamal? Barusan Tante Dwi hubungi aku katanya Mas Kamal dilarikan ke Rumah Sakit karena sakit demam tinggi" ucap Aluna.


"Semoga Mas Kamal tidak tertular. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Mas Kamal dan memberikannya hidayah" ucap Malik.


"Aamiin" sambut Aluna.


"Ya sudah yuk kita pergi ke kantor" ajak Malik.


"Iya Mas" sahut Aluna.


Aluna meraih tas kerjanya lalu berjalan keluar kamar bersama Malik. Perut Aluna sudah semakin besar. Kini dia sudah semakin kelihatan sedang hamil.

__ADS_1


Mereka berangkat menuju kantor pemerintah tempat mereka bekerja. Berita kematian Gerry ternyata sudah diketahui oleh Gadis dan Pak Baskoro.


Mereka juga penasaran dengan kabar Kamal. Aluna akhirnya menceritakan keadaan Kamal saat ini. Pak Baskoro dan Gadis ikut berdoa semoga Kamal tidak tertular dan cepat pulih.


Tiba - tiba ponsel Aluna bergetar. Ada panggilan masuk, Aluna sengaja memasang mode silent saat bekerja.


Aluna segera mengangkat panggilan tersebut dengan dada berdebar. Karena Lila sang mantan mertua yang sedang menghubunginya. Entah mengapa Aluna merasa takut akan mendapat kabar buruk.


"Assalamu'alaikum Ma" sapa Aluna dengan suara lemah lembut.


"Wa.. 'alaikumsalam. Lun Kamaaaal" jawab Lila disertai isak tangis.


"Ya Ma, ada apa dengan Mas Kamal?" tanya Aluna dengan rasa takut.


"Kamal masuk Rumah Sakit. Dia sakit demam panas" ungkap Lila


"Terus gimana keadaan Mas Kamal Ma?" tanya Aluna.


"Masih dalam pemeriksaan. Tolong bantu doa ya Lun" jawab Dwi.


"Semoga Mas Kamal segera puluh ya Ma" doa Aluna.


"Aamiin... " sahut Lila.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2