Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda
Bersyukur


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu. Aluna mendapat kabar perkembangan Kamal dari Mama Lia dan Dwi. Walau Kamal sudah menjadi mantan tapi Aluna tetap menganggapnya sebagai keluarga.


Aluna berdoa semoga Kamal hanya demam biasa dan semoga Kamal segera sembuh dan benar - benar bertaubat.


Sore ini Aluna mendapat telepon dari Dwi.


"Assalamu'alaikum Tante" ucap Aluna setelah menerima panggilan telepon dari Dwi.


"Wa'alaikumsalam Lun" sahut Dwi.


"Ya Tante ada apa? Apa ada kabar terbaru tentang Mas Kamal?" tanya Aluna penasaran.


"Iya Lun, Tante mau kasih tau kamu. Tante baru aja dapat kabar dari Dimas. Dimas baru saja cek hasil pemeriksaan Kamal. Katanya Kamal bersih dan dia hanya demam biasa" jawab Dwi.


"Alhamdulillah ya Allah. Padahal udah mikir yang buruk - buruk Tante mengingat gimana kedekatan Mas Kamal dengan Gerry" ujar Aluna.


"Kata Dimas bisa jadi kondisi tubuh Kamal lebih kuat dan mungkin Kamal bermain bersih dan aman. Kalau Gerry bisa jadi pasangannya bukan Kamal saja" ungkap Dwi.


"Iya ya Tante. Tapi yang jelas syukur banget hasilnya begitu. Mama Lila dan Papa Regi pasti senang banget mendengarnya" ujar Aluna


"Iya mereka sangat senang sekali. Kondisi Kamal juga semakin membaik. Besok dia akan dikembalikan ke Penjara" sambut Dwi.


Aluna menarik nafas lega.


"Semoga kali ini Mas Kamal benar - benar mendapatkan pelajaran yang sangat berarti dalam hidupnya sehingga dia sadar dan kembali ke Fitrahnya" Doa Aluna.


"Aamiin, semoga doa kamu dikabulkan ya Lun" Sahut Dwi.


"Apa Mas Kamal boleh di jenguk Tante?" tanya Aluna.


"Boleh, kamu mau jenguk? Apa Malik kasih izin?" tanya Dwi terkejut.


"Malah dia yang ajak aku dari kemarin Tante tapi aku yang masih khawatir dan nunggu hasil Mas Kamal keluar. Aku kan lagi hamil jadi harus jaga kesehatan juga. Kalau Tante bilang kondisi Mas Kamal semakin baik, aku jadi lebih berani untuk menjenguknya" jawab Aluna.


"Iya Deh kasihan Kamal. Sepertinya dia memang harus mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman - temannya Lun. Untuk memperkuat psikisnya sehingga dia bisa berubah dan bertobat" ujar Dwi.


"Iya Tante biar dia merasa tidak dibenci dan dijauhi keluarga dan teman - temannya" sambut Aluna.

__ADS_1


"Ya sudah kamu datang sama Malik ya dan hibur Kamal" pesan Dwi.


"Iya Tente. Udah dulu ya, maaf telepon nya aku tutup. Assalamu'alaikum" sapa Aluna


"Wa'alaikumsalam" jawab Dwi.


Aluna keluar dari kamarnya dan menghampiri Malik dan Said diluar sedang mencuci mobilnya.


"Mas barusan aku dapat telepon dari Tante Dwi. Katanya Mas Kamal bersih. Tante Dwi dapat kabar dari Mas Dimas. Sebentar lagi Mas Kamal akan kembali Penjara" ungkap Aluna.


"Alhamdulillah kalau Mas Kamal tidak tertular. Kalau begitu kita bisa jenguk dia ke Penjara. Orang seperti Mas Kamal itu harus diberi banyak dukungan dari orang - orang terdekat jangan dijauhi agar dia benar - benar kembali ke kodratnya" pesan Malik.


"Iya Mas. Kapan kita jenguk dia ke Rumah Sakit?" tanya Aluna.


"Ya terserah kamu yank" jawab Malik.


"Nanti malam aja ya Mas, sekalian aku mau makan di luar" jawab Aluna.


Aluna melirik Said.


"Kamu mau ikut?" tanya Aluna pada adiknya.


"Nggak deh Mbak, lebih baik aku makan sendiri" tolak Said.


Malik tersenyum tipis dia tau kalau adik iparnya itu menghindar karena kebiasaan Aluna setelah dia hamil.


"Ya sudah kamu siap - siap yank. Habis shalat Maghrib kita langsung pergi" ujar Malik.


"Iya Mas" jawab Aluna.


*****


Malamnya Aluna dan Malik sudah berada di Rumah Sakit dan sedang berjalan menuju ruangan Kamal. Ruangan Kamal adalah ruangan khusus mengingat Kamal adalah seorang narapidana.


Aluna dan Malik masuk ke dalam ruangan. Kamal yang sudah semakin baik kesehatannya kini sedang duduk usai makan malam.


Dia melihat Aluna dan Malik datang. Kamal langsung duduk dengan sigap. Sebenarnya dia sangat malu kepada Malik dan Aluna. Khususnya Aluna yang pernah menjadi istrinya.

__ADS_1


"Ka.. kalian datang?" ucap Kamal malu.


"Iya Mas" jawab Malik.


Aluna memberikan buah tangan untuk Kamal.


"Ini Mas ada sedikit buah tangan semoga Mas Kamal suka" ucap Aluna.


"Terimakasih Luna" jawab Malik sambil menyambut bungkusan yang Aluna berikan.


Kamal melirik perut Aluna yang semakin besar dan sudah kelihatan hamil.


"Bagaimana kehamilan kamu, apa kamu dan anak kamu sehat?" tanya Kamal perhatian.


"Alhamdulillah sehat Mas. Mas juga cepetan sehatnya ya" balas Aluna.


"Kalian pasti sudah dengar kabar Gerry" ucap Kamal akhirnya.


"Sudah Mas" jawab Malik.


"Kali ini Allah memang benar - benar menyelamatkan aku dan memberikan aku kesempatan untuk benar - benar bertaubat. Aku tak henti - hentinya mengucap bersyukur atas hasil pemeriksaanku" ungkap Kamal.


Malik tersenyum tulus lalu menepuk lembut bahu Kamal.


"Selama Mas Kamal punya niat yang kuat. InsyaAllah Allah akan kasih jalan Mas. Tapi pasti di dalamnya akan ada hambatan dan rintangan. Makanya butuh keteguhan hati" pesan Malik.


"Iya aku tau, aku pasti akan menghadapi itu semua. InsyaAllah akan aku hadapi semuanya. Tolong doakan aku ya" pinta Kamal.


"Kami selalu mendoakan Mas kok. Ingat aja Mama Lila Mas, semoga itu bisa menjadi kekuatan Mas di saat Mas merasa lemah" pesan Aluna.


"Iya Lun, Papa dan Mama adalah kekuatanku saat ini. Makasih ya kalian sudah mau datang dan menjengukku ke sini" ujar Kamal.


Malik membalasnya dengan senyuman.


"Kita kan sudah seperti keluarga Mas, sebaiknya kita saling mendoakan saudara kita" balas Malik.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2