
Mutia mengirim pesan kepada Aluna dan Gadis. Dia mengajak dua sahabatnya itu untuk bertemu pulang kerja karena dia mau meminta saran teman - temannya atas lamaran Bian.
Mutia
Sahabat solehaku pulang kerja aku jemput ke kantor kalian ya. Aku pengen curhat, penting.
@Aluna buruan kamu minta izin Malik ya 😍
Gadis
Curhat penting apa nih Mut?
Aluna
Paling - paling mau cerita kalau dia dan Mas Bian mau menikah.
Gadis
Serius Mut? 😱
Mutia
Gak seru kalau kasih bocoran sekarang. Nanti aja deh saat kita udah ketemu. Siap - siap ya nanti sore aku jemput.
Gadis
Oke
Aluna
Baiklah, aku akan minta izin Masku dulu.
Gadis menatap Aluna.
"Lun gimana kemarin? Jadi pas pulang mampir ke Apotek?" tanya Gadis.
"Jadi Disebut" jawab Aluna.
"Trus kamu udah tes?" tanya Gadis penasaran.
Aluna tersenyum penuh rahasia.
"Iiiih kok malah senyum - senyum? Pasti udah kan? Kamu hamil?" tanya Gadis tak sabar.
"Alhamdulillah iya dan tadi malam kami langsung periksa ke Dokter kandungan. Alhamdulillah kandungan aku baik - baik saja" jawab Aluna.
"Waaah pasti kalah nih berita penting yang akan Mutia kabarkan nanti sore" sahut Gadis gembira.
Pak Baskoro lewat dari ruangan Aluna dan Gadis.
"Lho Al udah masuk kamu? Kalau masih gak enak badan jangan dipaksain" sapa Pak Baskoro.
__ADS_1
"Udah mendingan kok Pak, tadi malam udah ke Dokter" jawab Aluna.
"Gimana hasilnya? Positif?" tanya Pak Baskoro dengan senyuman teduh penuh kebapakan.
"Iya Pak alhamdulillah" jawab Aluna.
"Alhamdulillah selamat ya, sebentar lagi kamu dan Malik akan menjadi orang tua" ucap Pak Baskoro.
"Terimakasih ya Pak" balas Aluna.
"Ya sudah yang santai aja kerjanya jangan di paksain. Saya mengerti kok, istri saya dulu jauh lebih parah dari kamu. Sampai harus bolak balik di opname" ungkap Pak Baskoro.
"Pantas Bapak terlihat sangat berpengalaman dalam mengenali ciri - ciri wanita hamil" potong Gadis.
"Yah begitulah kira - kira. Hapal kaji karena diulang. Ya sudah selamat kerja ya" ujar Pak Baskoro.
Aluna dan Gadis tersenyum penuh homat kepada atasan mereka. Kedua wanita itu mulai bekerja.
Sore harinya Mutia sudah menunggu Aluna dan Gadis di parkir kantor pemerintahan. Aluna sudah izin pada Malik, mau ngumpul bareng Mutia dan Gadis.
Aluna dan Gadis masuk ke dalam mobil Mutia dan mobil mulai melaju menunu Cafe favorit mereka. Kini ketiga sahabat itu sudah duduk manis di salah satu meja favorit mereka.
"Ada berita penting apa Mut makanya kamu kumpulkan kami di sini?" tanya Aluna.
Mutia menarik nafas panjang.
"Pak Bian melamar aku tadi malam" ungkap Mutia.
"Belum, justru karena kalian sapa. Kamu juga kok curiga banget kalau kami punya hubungan rahasia. Kemarin aku numpang Pak Bian pulang, dia ngajak singgah makan dulu ya udah kami mampir ke restoran. Sebelum kamu sapa, kami masih ngobrol biasa" jawab Mutia.
"Jadi gimana ceritanya Mas Bian lamar kamu?" tanya Gadis.
"Ya gitu deh. Tiba - tiba aja dia bilang mau ajak aku nikah tapi dengan satu syarat" jawab Mutia.
"Syarat? Ngelamar seorang gadis kok pakai syarat, aneh?" tanya Gadis penasaran.
"Syaratnya aku mau pakai jilbab" ungkap Mutia.
"Bagus donk, itu artinya Mas Bian benar - benar serius pada kamu. Terus, kamu jawab apa?" tanya Aluna penasaran.
"Aku minta waktu, ini benar - benar tiba - tiba. Aku belum ada rasa pada Pak Bian. Begitu juga dia. Pak Bian hanya bilang yang penting kita punya visi misi pernikahan yang sama dan janji tidak akan ada perpisahan walau nanti akan banyak melewati rintangan yang berat" jawab Mutia.
"Itu lamaran yang sangat romantis lho Mut" ujar Gadis.
"Romantis apaaan. Wong Pak Bian bilangnya dadakan. Mungkin karena Aluna nyindir kami seperti sedang ketangkep basah sedang kencan. Sekalian aja diterusin, gitu kesannya" sambut Mutia.
"Ya nggak juga sih Mut. Tapi apa yang diungkapkan Mas Bian itu memang benar. Selama kalian berdua adalah dua orang yang benar - benar sehat berada dalam satu pernikahan sesungguhnya bukan bohongan seperti pernikahan pertamaku. Ya sebisa mungkin jangan ada kata perpisahan" pesan Aluna.
"Tinggal kamu mulai belajar untuk memakai jilbab. Itu kan memang wajib untuk seorang muslimah" sambut Gadis.
"Iya tapi aku belum siap" jawab Mutia dengan wajah bingung.
__ADS_1
"Kamu mau sampai kapan kamu bisa siap Mut? Ada pria yang baik ajak kamu menjalani hidup untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah kamu malah bimbang. Kamu mau pilih pria seperti apa lagi. Mas Bian itu udah baik, soleh, mapan dan bertanggung jawab. Kurang apa lagi kamu?" tanya Mutia.
"Aku juga punya satu syarat sama Mas Bian" ujar Mutia.
"Apaan?" tanya Gadis.
"Aku tidak suka hubungan jarak jauh. Nanti kalau Pak Bian pindah tugas lagi aku gimana?" tanya Mutia.
"Ya ikut lah kemana suami bawa kamu. Itu udah tugas seorang istri. Kamu mau suami kamu di gondol wanita lain, nggak kan? zaman sekarang susah cari pria seperti Mas Bian" potong Aluna.
"Buktinya kamu tolak dia" ujar Mutia.
"Ih ni anak dinasehati malah balik menyudutkan. Kamu juga tau kan siapa yang aku cintai. Tapi pada saat itu aku juga sangat berat memilih antara Mas Malik dan Mas Bian. Benar cintaku hanya Mas Malik tapi aku tidak tega menyakiti perasaan pria sebaik Mas Bian" ungkap Aluna.
Mutia menempelkan wajahnya di atas meja. Dia tampak sedang kebingungan.
"Udah kalau kamu bingung shalat istikharah aja" pesan Gadis.
"Minta petunjuk dari Allah. Kalau memang Mas Bian itu jodoh kamu pasti Allah akan satukan kalian dalam ikatan pernikahan yang suci. Kalau dia bukan jodoh kamu, Allah juga akan tunjukkan baik atas buruknya hal itu" sambut Aluna.
Mutia menarik nafas panjang.
"Dari tadi belum pesan makanan, aku udah laper nih" ucap Aluna.
"Kasihan debaynya ya" sahut Gadis.
Sontak Mutia teringat perkataan Aluna tadi malam.
"Ah iya aku mau tanya dari tadi. Ucapan kamu tadi malam sukses banget buat aku penasaran. Kamu emang beneran hamil?" tanya Mutia.
Aluna tersenyum penuh bahagia.
"Iya donk, aku hamil anaknya Mas Malik" jawab Aluna.
"Waaah selamat ya Al, sebentar lagi akan jadi seorang Mama" ujar Mutia sambil memeluk Aluna.
"Terimakasih Mut, do'ain lancar sampai hari H ya" pinta Aluna.
"Aamiin... aku akan do'ain kamu kok" sambut Mutia.
Tiga Sahabat itu akhirnya mengakhiri obrolan mereka sambil menikmati sore itu dengan cemilan manis.
.
.
BERSAMBUNG
Hai guys.. maaf aku belum menyapa kalian.
Selamat menempuh ibadah puasa ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Minal Aidin Walfaidzin.
__ADS_1