
Aluna dan Malik berangkat ke kantor dengan keadaan Aluna yang masih ngambek karena tidak di tinggalin ayam goreng tadi malam yang mereka beli di Mc. D.
Padahal Malik dan Said sudah kompakan meminta maaf kepada Aluna tapi Aluna belum mau memaafkan mereka.
"Udah donk yank, kamu mau marah pada Mas sampai kapan?" tanya Malik.
Aluna hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Malik.
"Sekarang kamu mau apa? aku akan menebus kesalahan aku pada kamu?" tanya Malik lagi.
Mata Aluna kembali berkaca - kaca. Malik memperhatikan semua itu sehingga dia tidak berani melanjutkan ucapannya karena takut Aluna jadi semakin kencang menangis.
Untung mereka sekarang rumah sampai di kantor. Aluna segera turun dari mobil dan pergi berlalu meninggalkan Malik.
"Ya Tuhan besarnya kesalahanku pada istriku sehingga dia tidak mau memaafkanku" gumam Malik.
Malik menarik nafas panjang dan pasrah pada apa yang telah terjadi. Karena kembali ke masa yang lalu tidaklah mungkin. Seandainya dia tau ayam goreng tadi malam itu sangat berarti bagi istrinya pasti sudah dia sisihkan di kamarnya.
"Mudah - mudahan anakku gak ileran" doa Malik dalam hati.
Malik turun dari mobilnya dan berjalan menuju gedung kantornya yang bersebelahan dengan gedung kantor Aluna.
Siang harinya Malik sengaja membeli beberapa potong ayam goreng lengkap dengan nasi dan minuman lalu membawanya ke kantor Aluna.
"Lho Lik tumben kamu ke sini?" tanya Pak Baskoro.
"Iya Pak, Aluna ngambek tadi malam minta ayam goreng tapi setelah di beli dia malah tidur. Ayamnya aku makan eh paginya nangis karena kecarian ayam goreng sampai sekarang masih ngambek. Makanya aku beli ayam goreng lagi untuk kita makan sama - sama. Yuk Pak" sambut Malik.
"Kamu yang sabar Lik, wanita hamil itu emang begitu. Suka yang aneh - aneh dan gampang banget ngambek" nasehat Pak Baskoro.
"Iya Pak. Yuk Pak kita makan bareng, siapa tau Aluna jadi semangat" ajak Malik.
"Boleh juga tuh" sambut Pak Baskoro.
Dua pria itu berjalan menuju ruangan Aluna dan Gadis. Begitu mereka sampai di ruangan Aluna langsung disambut ceria oleh Aluna.
"Lho Mas kok tumben ke sini?" tanya Aluna seperti tidak ada masalah sebelumnya.
Malik merasa heran dengan sikap istrinya itu. Tapi setelah itu dia mengerti dengan apa yang terjadi pada Aluna.
"Mas datang ke sini mau ajak kalian makan siang bareng. Nih Mas udah beli ayam goreng yang banyak. Yuk kita makan siang bareng" jawab Malik.
"Waaaah pasti enak banget ini, yuk Dis" ajak Aluna.
Malik tersenyum lega, kini istrinya sudah gak ngambek lagi. Pak Baskoro mengedipkan matanya kepada Malik pertanda bahwa dia juga turut senang dengan sikap Aluna.
Mereka makan bersama di ruangan kerja Aluna dan Gadis. Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel Aluna. Aluna berjalan ke meja kerjanya untuk mengambil ponselnya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Tante" ucap Aluna.
Malik melirik istrinya.
"Apa? Alhamdulillah ya Allah.. Iya Tante nanti setelah pulang kerja Aluna akan pergi ke Rumah Sakit sama Mas Malik" lanjut Aluna.
"Iya.. iya.. kita ketemu di sana aja ya Tante. Assalamu'alaikum" tutup Aluna akhirnya.
"Siapa Al?" tanya Malik.
"Tante Dwi Mas. Kata Tante Dwi Mama Lila sudah sadar" jawab Aluna.
"Alhamdulillah... " sahut Malik, Gadis dan Pak Baskoro.
"Nanti pulang kerja kita ke Rumah Sakit ya Mas jenguk Mama Lila" pinta Aluna.
"Iya" jawab Malik.
Sore harinya sepulang kerja Aluna dan Malik segera berangkat menuju Rumah Sakit Umum. Mereka berjalan menuju ruangan ICU tempat Lila di rawat. Ternyata disana sudah datang Renol, Dwi dan Bu Maysaroh Mamanya Aluna.
Aluna dan Malik langsung mencium tangan Pak Regi dan yang lainnya.
"Alhamdulillah ya Pa, Mama sudah sadar" ucap Aluna.
"Iya, Mama kamu dari tadi tanyain kamu terus. Katanya dia mau bicara sama kamu dan Malik" sahut Regi
"Boleh, barusan kami juga dari dalam Lun" sambut Dwi.
"Kenapa Mama masih di ruangan ICU, Mama kan sudah sadar?" tanya Aluna.
"Nunggu keadaan Mama kamu stabil Lun, setelah itu baru dokter pindahin Lila ke kamar rawat inap biasa" jawab Regi.
"Oh begitu" sambut Aluna.
"Udah sana kamu masuk dulu gih, Mbak Lila udah nungguin kamu dari tadi" perintah Dwi.
"Iya Tante" balas Aluna.
Aluna dan segera bersiap untuk memakai perlengkapan masuk ke ruangan ICU. Mereka memakai pakaian khusus, cuci tangan dan memakai masker.
Lalu keduanya masuk dan berjalan menuju tempat tidur Lila. Lila tampak sedang berdzikir di atas tempat tidurnya.
"Assalamu'alaikum Ma" sapa Aluna.
"Wa'... alaikum.. salam" jawab Lila terbata - bata.
"Aaaa... lunaaa" panggil Lila.
__ADS_1
"Mamaaaa" sambut Aluna dan langsung memeluk mantan mertuanya.
Lila langsung menangis saat Aluna memeluknya.
"Ma.. aafkaaan Ka... maaaal" ucap Lila mulai menangis.
"Ma... jangan menangis. Sudah.. sudah.. semua sudah selesai. Kami sudah memaafkan Mas Kamal kok" jawab Aluna.
Aluna tidak ingin menambah beban pikiran Lila lagi sehingga dia kembali sakit. Lagi pula Kamal sudah diproses secara hukum biarlah dia menjalani hukumannya.
"Ma.. ma sa.. ngat ma.. lu kepa.. da ka.. mu Naaaaak" ucapnya lemah.
"Sudah Ma, lebih baik Mama tenang dan fokus sembuh dulu ya. Masih panjang kok waktu kita untuk ngobrol lagi tapi setelah Mama sembuh. Jangan pikirkan yang lain dulu. Mama harus sembuh seperti dulu" hibur Aluna.
"Ma.. na.. sua.. mi.. ka.. mu..?" tanya Lila.
"Itu Ma" jawab Aluna sambil menunjuk Malik diseberang tempat tidur.
"Lila membalikkan pandangannya ke arah Malik.
" Tante" sapa Malik ramah.
Malik langsung meraih tangan Lila dan menciumnya dengan penuh hormat. Lila kembali menangis.
"Ma.. af kan.. Ka.. mal.. ya Naaaak" ucap Lila.
Malik tersenyum mencoba menenangkan Lila.
"Saya sudah memaafkan Mas Kamal Tante. Mas Kamal sudah meminta maaf langsung kepada saya. Dia berjanji kepada Om Regi untuk berubah. Dia sangat menyesali perbuatannya dan merasa bersalah pada Tante. Bahkan Mas Kamal sampai menangis mengingat Tante" Malik bercerita tentang keadaan Kamal saat di kantor polisi.
"Oh ya Allaaaah... tun.. tun.. lah a.. nak ham.. ba.. ke ja.. lan.. yang be.. nar.. Am.. pu.. ni.. se.. mua.. do.. sa.. yang te.. lah dia per.. bu.. at" ucap Lila.
"Aamiin.. " sahut Malik dan Aluna.
"Mama jangan nangis lagi ya.. Mama harus sembuh dan tunggu Mas Kamal keluar dari Rumah Sakit" ujar Aluna.
Lila menganggukkan kepalanya dengan lemah.
"I.. ya.. Lu.. na.. Ma.. ma.. a.. kan.. sem.. buh.. Ma.. ma mau me.. li.. hat Ka.. mal" sahut Lila.
"Iya nanti kalau Mama sudah kelua dari Rumah Sakit Mama bisa kok jenguk Mas Kamal" balas Aluna.
Alhamdulillah ya Allah KAU masih kasih kesempatan Mama Lila untuk sadar dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Semoga Mas Kamal benar - benar berubah dan taubat nasuha. Semoga dia menyadari kesalahan dan dosanya dan tawakkal untuk berubah menjadi pria yang lebih baik lagi, pria soleh. Doa Aluna dalam hati.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG