
Malik dan Aluna saling berpelukan usai menunaikan tugas mereka dimalam pertama. Malik mengecup lembut kening Aluna.
"Apa aku boleh tau mengapa kamu masih suci? Bukankah kamu sudah pernah menikah?" tanya Malik yang sudah dari tadi menahan rasa penasarannya.
Aluna mempererat pelukannya pada tubuh Malik. Kini lengan kanan Malik menjadi bantal dibawah kepala Aluna.
"Aku menikah dengan Mas Kamal hanya diatas kertas Mas. Begitu kami sampai di Kota A, Mas Kamal mengontrakkan sebuah rumah untukku. Dia tinggal di rumah dinas perkebunan. Aku diabaikan dan ditinggalkan sendiri. Kami hanya beberapa kali tidur dalam satu kamar karena situasi yang mengharuskan seperti itu tapi Mas Kamal tidak pernah menyentuhku. Dia mengaku tidak bisa mencintaiku karena sudah mencintai orang lain" jawab Aluna.
"Lalu mengapa dia mau di jodohkan dengan kamu?" tanya Malik penasaran.
"Itu karena desakan Mamanya dan dia butuh status pernikahan" sambut Aluna.
"Status pernikahan, aneh" sahut Malik.
"Penyakit datang bulanku semakin parah. Pada saat itu ketepatan Mama dan mantan mertuaku datang. Mereka membawa aku ke dokter dan mereka mengetahui kenyataan sebenarnya. Aku tidak ingin melanjutkan pernikahan seperti itu" ungkap Aluna.
"Kemudian aku bersama Mama dan kedua orang tua Mas Kamal berkunjung ke rumah dinas dia di perkebunan untuk membicarakan tentang perceraian. Tapi apa yang kami dapati, Mas Kamal sedang tidur tanpa busana dengan seorang pria" lanjut Aluna.
Malik menatap wajah Aluna dengan tatapan tak percaya.
"Dia.... " ujar Malik.
"Yah, dia penyuka sesama Mas. Dia mengakuinya dan sudah menjalani kehidupan seperti itu sejak dia kuliah" sambut Aluna.
"Gila" ujar Malik.
"Keputusanku semakin bulat untuk bercerai lalu aku menjalani operasi miom. Sejak itu aku tidak merasakan nyeri haid lagi" ungkap Aluna.
"Berarti aku benar - benar beruntung ya menikah dengan kamu. Kalau begitu mengapa dulu kamu tidak berkata terus terang kepadaku? Kamu malah malu dengan status janda kamu?" tanya Malik.
"Aku harus cerita Mas kepada semua orang aibnya Mas Kamal? Nggak kan? Lagian apa kamu mau percaya aku masih suci? Apa coba yang kamu penilaian kamu padaku kalau aku berkata seperti itu pada kamu. Malik aku janda perawan, begitu?" tanya Aluna.
"Lagian aku sengaja menyimpan rahasia ini dan menjadikannya hadiah terindah bagi suami tercinta" lanjut Aluna.
"Siapa aja yang tau kalau kamu masih suci?" tanya Malik.
"Teman - teman" jawab Aluna.
"Mas Bian juga?" tanya Malik.
"Nggak, Mas Bian tidak tau. Aku melarang Mutia, Budi dan Randi untuk memberitahunya" balas Aluna.
Malik menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Untung saja kamu tidak jadi menikah dengannya dan menerima lamaranku" potong Malik.
"Itu yang namanya garis jodoh Mas. Sekuat apapun kita coba seperti dulu kalau belum saatnya kita berjodoh pasti akan berpisah. Tapi kalau memang jodoh pasti ada saja jalannya untuk bertemu kembali dan bersatu" ujar Aluna.
"Pantas tadi saat di acara pesta pernikahan kita, aku merasa mantan suami kamu sangat aneh menatapku. Aku kira dia cemburu padaku karena menikah dengan kamu dan menggagalkan rencana dia untuk melamar kamu kembali menjadi istrinya" ungkap Malik.
"Maksud Mas, Mas Kamal naksir sama Mas" tanya Aluna.
"Yaaah siapa tau" jawab Malik.
Sontak Aluna mencubit pinggang Malik.
"GR kamu Mas" sahut Aluna.
"Hahaha... tapi setelah dengan cerita dia dari kamu aku jadi merinding. Iiiih amit - amit deh" lanjut Malik.
"Dia sudah bertaubat Mas, makanya Papa dan Mamanya ingin melamar aku lagi. Mas Kamal sudah direhabilitasi agar sembuh dari penyakitnya itu" jawab Aluna.
Malik mempererat pelukannya.
"Jadi kamu hanya milikku seorang ya" ujar Malik.
"Ya pertama dan insyaallah yang terakhir Mas" jawab Aluna.
"Aamiin" balas Aluna.
"Terimakasih ya sayang, kamu udah beri aku kejutan yang sangat luar biasa malam ini" ucap Malik.
Aluna tersenyum penuh bahagia. Kini dia sudah sepenuhnya milik Malik. Malik kembali mengecup lembut puncak kepala Aluna.
"Sekarang kita tidur ya sayang, besok kita lanjut perjalanan panjang kita di sini" ujar Malik.
Malik dan Aluna akhirnya tidur sambil berpelukan. Esok paginya mereka mandi bersama dan juga shalat subuh bersama.
Kebahagiaan Malik kini rasanya sangat sempurna. Sambil menikmati matahari terbit mereka duduk di balkon samb berpelukan usai shalat subuh.
Aluna kembali tertidur dalam pelukan Malik. Malik tersenyum menyaksikan wajah tenang Aluna yang sedang tidur dengan nyenyak. Hati Malik rasanya tenang sekali menikmati pagi hari seperti ini.
Sekitar jam tujuh pagi Malik membangunkan Aluna dengan penuh kelembutan.
"Yaaaank... sayaaaang.. bangun yuk. Kita siap - siap sarapan lalu setelah itu kita jalan di kota ini" ajak Malik.
Aluna membuka matanya.
__ADS_1
"Ya Allah, udah jam berapa Mas? Aku tertidur ya?" tanya Aluna.
Malik tersenyum menatap wajah istrinya.
Kruucuk.. krucuuuk...
Terdengar suara perut Malik sedang berdendang. Malik tersenyum lebar.
"Aku udah lapar" ungkap Malik.
"Ya Allah.. maaf Mas maaf aku ketiduran" ucap Aluna merasa bersalah.
"Tidak apa, aku tidak marah. Kamu kecapean kemarin seharian di acara kita terus perjalanan panjang ke sini lanjut malam panjang kita. Kamu harus istirahat dengan cukup karena malam - malam panjang kita bukan hanya tadi malam sayang. Nanti malam, besok malam dan malam - malam selanjutnya akan selalu menjadi malam yang panjang untuk kita" goda Malik.
Sontak wajah Aluna memerah karena malu mendengar perkataan Malik. Masih jelas dalam ingatan Aluna bagaimana tadi malam mereka melewati malam panjang yang penuh kejutan dan sangat romantis.
"Aku harus banyak menanam benih agar segera panen. Bisa jadi kan sembilan bulan lagi kita sudah bertiga" lanjut Malik.
Aluna langsung menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Malik.
Krucuk.. krucuuuk...
Suara perut Malik terdengar lagi.
"Mas yuk langsung makan. Kasihan suami aku udah kelaparan" ajak Aluna segera.
Aluna dan Malik bersiap - siap turun ke restoran hotel lanjut kemudian keliling pulau Dewata untuk memulai honeymoon mereka berdua.
Sambil bergandengan tangan Malik dan Aluna keluar dari hotel dan mulai berjalan menyusuri pantai Kuta. Hari itu langit sangat cerah, secerah hati Aluna dan Malik.
Dunia serasa milik mereka berdua, mereka berjalan dengan santai menikmati indahnya pemandangan tepi pantai. Mereka singgah di tempat penjual kelapa muda sambil menikmati es jeruk kelapa muda.
Rasanya sangat segar sekali di tenggorokan. Malik memakai kaca mata hitam membuat wajahnya terlihat semakin tampan. Sedangkan Aluna memakai topi lebar menutupi jilbab dan wajahnya dari sinar matahari.
Keduanya memakai baju kaos berwarna hitam dengan tulisan Kuta Bali. Mereka terlihat sangat serasi sekali. Yang satu tampan dan satunya lagi cantik.
Kebahagiaan yang sempurna untuk saat ini. Menikmati manisnya bulan madu tanpa ada gangguan dari mana pun. Kebahagiaan saat ini semoga tidak berlalu dengan cepat dan berlanjut untuk masa depan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1