
*Tristan tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini Gladys sangat sulit untuk di di ajak bertemu.
"beb...kamu kapan libur "?
Gladys membalas " belum ada libur karena harus gantikan jadwal dr jaga " bls Gladys.
Gladys bingung harus gimana apa harus menjauhi Tris tapi rasanya tidak sanggup.
setiap x di bahas kaya waktu itu dia selalu bilang "jalani saja dulu beb" itu lah jawabannya Tris berikan tiap x Gladys bertanya.
Gladys tau betul Tris orang yang taat dia selalu rajin ibadah ke Gereja.
setiap hari Minggu pun jarang pergi karena Tris harus ibadah.karena Gladys jenuh dia wa di grup "friends"
Gladys " teman . gw butuh kalian ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
Vivi" kenapa cin..
Gladys" kalau kalian tidak sibuk bisa kah kita ngopi sebentar ?"
Vivi" jam berapa?
Tyas" di mana?"
Gladys" jam 19.00 di Starbucks yang biasa ya
dini"gw nanti meluncur kesana bareng Tyas
jam sudah . menunjukkan jam 19.00 Gladys sudah di sana dan memesan kopi.ternyata di sana ada dr Nizar sedang ngopi sendirian seperti biasanya jika sedang suntuk.
tanpa sengaja dia melihat Gladys duduk sendirian .di pojok dan muka yang gak seperti biasanya.
__ADS_1
gak lama kemudian Vivi dan dini Tyas datang
mereka memesan minuman.
"jadi kenapa Lo suruh kita kesini"tanya Vivi
"mama papa gw udah tau kalau Tris bukan muslim " jwb gladys lemas
"terus mereka
marah?" tanya Tyas
"Tyas gak sah pake nanya sudah pasti " teriak dini.
"sekarang gw lagi coba untuk jarang ketemu ma tris tapi sulit dan* menyakitkan" ucp Gladys.
"Lo harus tegas ma hubungan kalian mau di bawa kemana " timpal dini
"dys dua tabun kelamaan ... seharusnya satu tahun juga dah lama" timpal Vivi
"bener dys satu tahun sudah cukup untuk berfikir "timpal dini
"orang tua Lo baik masih beri waktu coba bokap gw udah suruh putus gw"timpal Tyas.
Tanpa mereka sadari sedari tadi dr Nizar mendengar kan percakapan mereka.
Nizar seperti mendapat kan udara segar dari pegunungan dia merasa ada harapan kembali untuk meraih Gladys.
"aku kak menunggu satu tahun lagi dys" batin Nizar berkata.
Gladys merasa lebih baik setelah masalah nya di ceritakan kepada sahabat nya.
__ADS_1
Gladys berfikir waktu dua tahun terlalu lama maka dia putuskan kan memberi waktu satu untuk Tris memikirkan semua nya.
Gladys tidak ingin mengecewakan kedua orang yang sudah susah payah membesar kan nya
"makasih yaa teman sudah mau datang kemari dengerin gw cerita " ucp gladys
"itulah gunanya sahabat " timpal Vivi
"bagaimana pun juga orang tua lebih dari segalanya dys " ucp dini
"tumben Lo bener Din" ucp Tyas
"dari dulu gw bener Yas " timpal dini
"kalau dalam waktu satu tahun gak da kepasti an juga Lo coba buka hati Lo buat orang lain" ucpa Vivi
" setuju " di barengi dini dan Tyas.
" gw jadi penasaran pria seperti kalau nanti Lo di jodohin Ama bokap Lo " ledek Vivi
"hahahah yang pasti anak pak ustad" sambung dini
"kalian mah rese" timpal Gladys.
Mereka tertawa semalam tertawa terbahak-bahak .
ada pesan dari Tris
"beb lagi apa ?" wa dari tris.
namun di abaikan dahulu Karena dia sedang asyik ngobrol dan ngopi bareng sahabat nya.
__ADS_1