Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda
Kemeriahan Pesta


__ADS_3

Pesta berlangsung dengan meriah. Satu persatu teman - teman kantor Aluna dan Malik mengucapkan selamat. Pak Baskoro dan Pak Raja menghampiri Aluna dan Malik bersama - sama.


"Barakallah Malik, Aluna. Semoga rumah tangga kalian samawa" ucap Pak Baskoro.


"Terimakasih Pak" jawab Malik dan Aluna.


"Semoga rumah tangga kalian penuh dengan limpahan keberkahan dari Allah" ujar Pak Raja.


"Terimakasih Pak" sahut Aluna.


Setelah Pak Raja dan Pak Baskoro beserta istri berlalu, muncul Mira dan Danar.


"Selamat ya Luuuun. Semoga kamu bahagia. Pantas kamu gak bisa move on ternyata Malik tampan banget. Eh aku tadi ketemu Kamal dan sepertinya dia sudah berubah" ucap Mira.


"Makasih ya Mbak. Aamiin.. semoga aja Mas Kamal benar - benar berubah" jawab Aluna.


"Mas kenalin ini tetangga sekaligus sahabat aku dulu di kota A" ujar Aluna kepada Malik.


Malik tersenyum ramah.


"Malik, salam kenal. Terimakasih sudah menjadi sahabat istri saya selama di Kota A" ucap Malik dengan ramah.


"Sama - sama, kalau nanti jalan - jalan ke Kota kami jangan lupa mampir ke rumah" jawab Danar.


"Silahkan Mas Danar, Mbak Mira di nikmati pestanya. Ayo makan makanan khas kota kami" ujar Aluna.


"Iya.. " sahut Mira.


Malik dan Aluna tampak sangat antusias menjabat tangan semua tamu undangan dan sangat bahagia mendapatkan ucapan selamat dan doa - doa dari semua tamu undangan.


Hingga jam setengah lima sore kedua mempelai pamit undur diri lebih dulu walau pesta masih berlangsung hingga jam lima sore.


Aluna dan Malik bersiap - siap untuk berangkat menuju Bandara dan terbang ke Bali untuk bulan madu.


"Selamat jalan - jalan ya, semoga sukses bulan madunya" teriak Mutia.


"Selamat honeymoon, semoga bahagia" sambut Gadis.


"Selamat unboxing dan sukses buka segelnya Maliiik" teriak Randi saat Malik dan Aluna sudah naik ke dalam mobil.


"Apaan sih Ran begituan ngomongnya" ujar Bian yang bingung dengan kata - kata Randi.


"Lho emang benar Pak, Malik kan mau buka segel nanti malam" jawab Randi.


"Buka segel gimana orang Aluna sudaaaah... " ujar Bian berhenti seketika dan tidak melanjutkan kata - katanya.


"Bapak belum tau ya, apa kami lupa cerita. Aluna itu masih suci Pak, masih pera.. tiiiiiiiit.... sensor" ungkap Budi.


"Lho kok bisa?" tanya Bian terkejut.


"Mantan suaminya dulu gak perkasa, mereka menikah hanya diatas kertas gak pernah tinggal seatap" jawab Randi.

__ADS_1


"Serius kamu?" tanya Bian terkejut.


"Ya serius donk Pak, masak bercanda" jawab Budi.


"Kenapa Pak, menyesal gak dapat Aluna?" tanya Randi.


"Iya" jawab Bian jujur.


"Hahaha udah terlambat Pak, Aluna udah jadi istri Malik. Lagian kan Bapak sendiri yang memilih mundur agar Aluna bahagia. Bapak kan lihat sendiri gimana bahagianya mereka berdua sampai keduanya menangis haru begitu selesai akad nikah" ujar Randi.


"Iya juga sih" jawab Bian.


"Karena itu juga Pak saya mundur, kasihan lihat Aluna hidupnya sedih banget dulu, disia - siain mantan suami. Di tinggal sendiri di kota orang sampai hampir dua tahun pernikahannya" potong Gadis.


Bian terdiam mendengar semua cerita teman - temannya.


"Jadi cuma saya sendiri aja nih yang belum tau ceritanya?" tanya Bian.


"Saya dan Farah juga baru tau Pak" jawab Melisa.


"Aluna itu tertutup Pak tentang pernikahannya dulu. Dia gak mau buka aib rumah tangganya dulu juga suaminya. Dia meminta kami merahasiakan semuanya" ujar Mutia.


Bian diam mendengar penjelasan Mutia.


"Sudahlah yang penting mereka kini sudah bahagia" ucap Bian.


Malik dan Aluna sudah sampai di Bandara sekitar jam setengah enam sore, mereka langsung masuk ke dalam ruang tunggu Bandara. Sekitar jam enam sore mereka sudah diatas pesawat.


Pesawat sudah lepas landas. Malik terus menggenggam tangan Aluna dan tak ingin rasanya melepaskannya.


"Aku juga merasa ini mimpi, sudah menjadi istri kamu dan berada disamping kamu seperti ini" sambut Aluna.


Aluna mencubit tangan Malik.


"Aaaaw sakit yank" protes Malik.


"Sakit kan? berarti gak mimpi, ini kenyataan" ujar Aluna sambil tersenyum nakal.


"Nakal kamu ya" sambut Malik sambil mengecup lembut pipi Aluna.


Sontak tubuh Aluna jadi tegang karena Malik bersikap lembut dan romantis seperti ini. Mana di atas pesawat lagi, Aluna kan jadi malu dan pipinya merah merona.


Memang mereka sudah pacaran selama enam tahun tapi dulu hanya sebatas pegangan tangan. Selebihnya mereka tidak pernah melakukan diluar batas.


Walau Aluna saat itu belum memakai jilbab tapi Aluna tau mana batasan yang harus di jaga dan itu sudah menjadi prinsip Aluna.


"Kenapa wajah kamu merah begitu? kamu malu?" tanya Malik sambil tersenyum menggoda.


Aluna hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Iya banyak orang dan aku malu. Mereka kan tidak tau kalau aku ini istri kamu" jawab Aluna sambil berbisik.

__ADS_1


"Kalau mereka menatap kita dengan tatapan curiga langsung aja kita tunjukin cincin nikah kita, bila perlu surat nikah sekalian" ujar Malik.


Aluna tertawa kecil, dia lucu melihat tingkah Malik yang begitu lembut. Ini benar - benar pernikahan nyata dan impian Aluna selama ini. Apalagi akhirnya dia menikah dengan pria yang sangat Aluna cintai.


Mereka tiba di Hotel sekitar jam sebelas malam. Tapi suasana di Bali tidak menunjukkan hari sudah larut. Kota Bali tetap tampak ramai dan terang benderang.


Mereka menginap di Hotel yang dekat dengan pantai Kuta. Bahkan view balkonnya langsung ke arah pantai Kuta. Sesampainya di kamar pengantin, mereka disambut dengan suasana dan sajian makan malam romantis.


Malik sebenarnya merasa heran sedari tadi wajah Aluna tampak merah merona dan gugup. Sebenarnya untuk ukuran seorang janda bisa dibilang Aluna lebih berpengalaman dalam hal seperti ini.


Tapi mungkin Aluna gugup karena akhirnya mereka menikah. Aluna menikah dengan pria yang dia cintai. Seperti itulah pemikiran Malik.


"Kita makan dulu ya baru bersih - bersih. Aku udah laper sekali" pinta Aluna.


"Iya sayang, apapun akan aku lakukan demi kamu" sambut Malik dengan senyuman manis.


Mereka langsung menikmati hidangan makan malam yang masih tersaji hangat. Dengan suasana romantis dikamar ini rasanya cinta mereka semakin membara.


Usai makan keduanya membersihkan tubuh dan berganti pakaian. Setelah itu keduanya shalat Maghrib dan Isya jamak dan berjamaah.


Usai shalat fardhu baru mereka lanjutkan shalat sunnah dua rakaat sebagai tanda syukur dan ritual pengantin baru sebelum melakukan malam pertama mereka.


Malam ini Aluna terlihat cantik sekali menggunakan baju tidur model kimono dimana di dalamnya Aluna memakai lingerie sexy untuk memberikan pelayanan terbaik bagi suaminya di malam pertama mereka.


Aluna juga memesan susu hangat segelas. Sebelum mereka tidur Aluna menyuguhkannya untuk Malik.


"Diminum Mas, tapi tolong sisakan untukku sedikit ya" pinta Aluna malu - malu.


"Iya sayang" jawab Malik sambil tersenyum.


Malik mengerti apa yang dilakukan Aluna karena sebelum menikah dia sudah membaca buku Sunah Malam Pertama. Disana dia mendapatkan ilmu tentang ritual malam pertama bagi pengantin baru sesuai sunah Rasul.


Kini keduanya sudah berada diatas tempat tidur. Jantung Aluna berdetak tak karuan, rasanya sangat tegang sekali karena ini adalah pengalaman pertama baginya.


Malik tampak tenang walau di dalam hatinya juga merasakan hal yang sama dengan Aluna. Tapi Malik tidak mau kalah karena dia berpikir kalau Aluna pasti lebih berpengalaman dari pada dirinya dalam hal ini.


Malik mengecup lembut wajah Aluna. Lalu mengucapkan doa sebelum melakukan aktivitas malam pertama. Keduanya semakin larut dalam keintiman. Saling mendamba dan memberikan sentuhan.


Hingga tiba puncaknya Malik merasakan sesuatu yang luar biasa. Bahkan hatinya semakin bertanya - tanya. Apakah sesempit ini Aluna yang sudah menjadi janda?


Aluna menjerit karena rasa sakit yang dia rasakan saat Malik berhasil menembus kesuciannya. Air matanya mengalir dari sudut matanya. Sontak tubuh Malik menegang menyaksikan semua itu.


"Ka.. kamu masiiiiih... " ucap Malik terkejut.


"Lakukan lah, aku kini sudah menjadi milik kamu dan selamanya hanya menjadi milik kamu Mas" sambut Aluna.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Hai guys.. gimana.. gimana? udah terkabul kan keinginannya? Jangan minta yang panas - panas ya nanti.. hahaha ☺


Akhir yang manis tapi bisa mewakili keindahan malam pertama mereka. Jangan ada yang komentar kurang panas ya, aku takut yang baca banyak dibawah umur. Dan aku malu kalau ada diantara para pembaca adalah orang yang mengenalku 🤭🤭


__ADS_2