Kita Yang Berbeda

Kita Yang Berbeda
Ngambek


__ADS_3

"Maaas" panggil Aluna manja.


"Ya sayang" sahut Malik.


Malik dan Aluna kini sedang istirahat dikamar tepatnya mereka sedang berbaring di atas tempat tidur. Malik sedang membelai lembut perut Aluna yang masih rata.


"Aku pengen makan gado - gado" pinta Aluna.


"Gado - gado? Malam - malam begini?" tanya Malik.


Aluna menganggukkan kepalanya. Malik mencoba memikirkan kemana dia akan mencari gado - gado malam - malam begini.


"Ya sudah tunggu ya, aku akan cari gado - gado nya" ujar Malik.


"Aku ikuuuut" pinta Aluna.


"Kamu gak capek?" tanya Malik khawatir.


Aluna menggelengkan kepalanya.


"Aku gak capek kok Mas" jawab Aluna.


Malik menarik nafas panjang.


"Ya sudah kita berangkat sekarang yuk yank" ajak Malik.


Aluna bangkit dari tidurnya mengambil jaket dan jilbabnya. Malik mengambil kunci mobil, ponsel dan jaketnya. Mereka keluar kamar lalu berjalan menuju garasi.


"Mau kemana Mas?" tanya Said.


"Mau keluar. Kakak kamu mau minta gado - gado" jawab Malik.


"Malam - malam begini dimana cari gado - gado?" tanya Said bingung.


"Gak tau, tapi harus di cari Said. Aku gak mau nanti anakku kebanjiran terus karena ileran, ngidamnya gak terpenuhi" jawab Malik.


"Hahaha selamat berjuang Mas" sambut Said sambil tertawa.


"Malah ketawa, bukannya didoain semoga ketemu" potong Aluna.


"Iya.. iya.. aku do'ain ya semoga ketemu" jawab Said.


Malik dan Aluna segera pergi mencari apa yang Aluna inginkan malam ini.


"Mas kayaknya gak jadi deh gado - gadonya. Diganti aja" ralat Aluna.


"Kamu mau makan apa yank?" tanya Malik.


"Tiba - tiba aku pengen KF*" jawab Mutia.


Dengan sabar Malik memutar balik arah mobil menuju restoran cepat saji dengan nama KF*. Malik mencari restoran dengan layanan dua puluh empat jam. Dan akhirnya sampailah mereka di parkiran KF*.


"Yuk turun, kita makan" ajak Malik.


Aluna diam dan hanya menggelengkan kepalanya.


"Kok gak mau turun sayang?" tanya Malik.

__ADS_1


"Aku mau ganti makan Mc. * aja" jawab Aluna.


Malik menarik nafas panjang, sejak hamil istrinya ini memang suka minta yang aneh - aneh. Padahal sebelum hamil Aluna jarang makan - makanan seperti sekarang ini.


Tapi karena Aluna sedang ngidam Malik akan menuruti apapun yang diinginkan istrinya tersebut demi anak yang ada di dalam kandungannya.


"Ya sudah kita ke Mc.D sekarang ya" ujar Malik dengan sabar.


Malik kembali menyalakan mobilnya lalu menjalankan mobil menuju restoran yang menjual ayam goreng seperti yang Aluna inginkan.


Hingga akhirnya mereka sampai di MC. *.


"Mas beli bungkus aja ya, aku mau makan di rumah" pinta Aluna.


"Iya sayang" jawab Malik.


Malik membeli ayam goreng drive-thru. Setelah makanannya siap disajikan mereka pulang menuju rumah. Sesampainya di rumah Aluna sudah tertidur di kursi penumpang.


"Sayang bangun.. kita sudah sampai" ucap Malik lembut.


"Aaal... Aluna... sayaaaaang" Malik memanggil nama Aluna dengan penuh kasih sayang.


"Heeeeem... " jawab Aluna dengan mata tertutup.


Malik akhirnya menggendong Aluna masuk ke dalam rumah.


"Lho Kak Luna kenapa Mas?" tanya Said.


"Ngantuk Said" jawab Malik.


"Lah manja amat di gendong" ujar Said.


Aluna membuka matanya saat mendengar pembicaraan keluarganya.


"Lho kita udah sampai Mas?" tanya Aluna.


"Udah dari tadi" jawab Malik sambil tersenyum.


"Turunin aku Mas" pinta Aluna.


Aluna malu bertingkah laku seperti ini di depan Mama dan adiknya. Malik segera melepaskan gendongannya.


"Makan dulu ayam gorengnya" ujar Malik.


"Mas aja deh yang makan, aku ngantuk mau tidur" jawab Aluna sambil berjalan menuju kamar.


Malik menatap Said dan Mama mertuanya. Bu Maysaroh hanya bisa tersenyum melihat wajah bingung Malik.


Ya Allah... gini amat yank kamu perlakukan aku. Aku udah bawa kamu kemana pun kamu minta, eh malah di tinggal tidur. Batin Malik.


Malik menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Udah Lik makan aja makanannya sayang udah di beli kalau cuma dianggurin, mubazir" ujar Bu Maysaroh.


"Yuk Said kita makan, tadi Mas beli 2 potong sesuai permintaan Kakak kamu" ajak Malik.


Said dan Malik langsung memakan ayam goreng pesanan Aluna tadi. Setelah itu baru Malik kembali ke kamarnya. Aluna sudah tidur dengan nyenyaknya dibawah selimut.

__ADS_1


Dengan penuh kasih sayang Malik segera memeluk Aluna. Dia mengecup lembut kening istrinya.


"Perjuangan aku mendapatkan kamu penuh dengan lika - liku. Hingga akhirnya Allah mengikat kita dalam ikatan pernikahan setelah sembilan tahun kita berjuang melawan restu. Aku tidak akan semudah itu menyerah dengan perlakuan kamu tadi sayang apalagi semua karena anak aku yang kamu kandung" bisik Malik.


Aluna memperkuat pelukannya pada tubuh Malik dan tidur dengan nyenyaknya. Perlahan - lahan Malik juga merasa mengantuk lalu tidur bersama Aluna.


Esok harinya Malik terbangun mendengar sayup - sayup suara orang menangis. Malik membuka matanya dan mencari arah suara. Ternyata Aluna sedang menangis di sampingnya.


Ada apa lagi pagi ini? Mengapa Aluna nangis? tanya Malik dalam hati.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Malik lembut


"Aku mau makan ayam goreng" jawab Aluna masih terisak.


"Lho tapi tadi malam kamu suruh aku makan" jawab Malik.


"Iya tapi kan ayamnya ada dua. Masak Mas makan keduanya sih? tega banget gak tinggalin aku" ungkap Aluna.


"Aku gak makan keduanya sayang, aku bagi Said. Mubazir kalau tidak dimakan. Aku kira kamu gak mau lagi" ujar Malik.


"Aaaa... Mas Malik jahaaat" Tangis Aluna semakin kencang.


Malik segera memeluk tubuh istrinya dengan lembut.


"Maaf sayang Mas gak tau kalau kamu masih mau ayam gorengnya. Ya sudah nanti kita beli lagi" bujuk Malik.


"Gak mau... " sahut Aluna.


"Jadi kamu maunya apa sayang? Ayamnya udah habis, gak mungkin aku suruh Said keluarin potongan ayam goreng dari perutnya" ucap Malik.


"Hiks.. hiks... " Aluna masih menangis.


Malik melirik jam dinding.


"Udah adzan subuh sayang, yuk kita shalat. Sabar ya sayang nanti kalau kamu mau kita beli ayam gorengnya lagi" bujuk Malik.


Aluna turun dari tempat tidur lalu mandi dan berwudhu, setelah itu disusul Malik. Baru kemudian mereka shalat subuh berjamaah.


Tapi sejak tadi Aluna mendiamkan Malik, sehingga Malik jadi bingung. Usai shalat Aluna langsung keluar dari kamar. Akhirnya Malik menyusul Aluna keluar dari kamar.


Said menghampiri Malik karena merasa ada sesuatu yang salah dengannya. Sejak bangun pagi Aluna sepertinya marah kepadanya. Said bingung apa yang salah dengan dia sehingga Aluna marah.


"Kak Luna kenapa Mas?" tanya Said kepada Malik.


"Dia ngambek" jawab Malik.


"Ngambek kenapa? Pagi - pagi udah ngambekan" tanya Said bingung.


"Bangun tidur tadi dia nangis karena melihat ayam gorengnya habis. Mas cerita kejadian tadi malam tapi dia bilang ayamnya kan ada dua. Mas bilang kamu yang makan" ungkap Malik.


"Pantas Kak Luna marah padaku, karena dia tau kalau aku yang makan ayam goreng dia" ujar Said.


"Yah begitu lah Said kira - kira. Kamu siap - siap aja yang kalau Aluna ngambek sama kita" sambut Malik.


Kedua pria itu sama - sama menggaruk kepalanya yang tak gatal karena membayangkan apa yang akan mereka hadapi saat Aluna ngambek seperti ini.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2