
David melonggarkan ikatan dasi pada leher kemejanya dan menghempaskan tubuhnya di sofa empuk yang ada dalam ruangannya tersebut. Rasanya udah gerah banget dan mencekik lehernya. Meeting kali ini benar-benar membuatnya menguras energi, gimana gak nguras energi kalau di dalam pikirannya itu beraneka macam dan warna masalah yang udah kayak lukisan abstrak di dalam sana.
Masalah kantor, bisnis yang gak kelar-kelar ini malah nambah masalah lagi di rumah. Apa lagi kalo bukan tuntutan orang tuanya yang pengen anak mereka cepet-cepet pulang bawa calon menantu. Asli pusing banget kepalanya mikirin permintaan orang tua mereka tersebut yang menurut David sungguh sangat egois dan tidak berperi_ke_anakkan.
Tapi mau gimana lagi, ngotot juga gak bakalan bisa menang kalo udah pada kompak buat memojokkannya, kalo udah terdesak kayak gini gak ada pilihan lain buat melarikan diri dan harus berdamai dengan keadaan sekaligus menyusun rencana.
Dibandingkan nerima perjodohan yang gak jelas itu mendingan David milih buat cari cewek sendiri yang gak tau itu siapa, cuma bawa pulang dan ngenalin sebagai calon istrinya aja kan gak susah. Itu cukup untuk mengulur waktu dan selama waktu itu terulur maka David akan mencari cara keluar dari semua ini sampai ketemu sama sosok cewek idamannya. Setidaknya itu sih yang David rencanakan saat ini...
Kalo setuju sama perjodohan yang udah di atur itu lebih susah buat lepas, secara entar kalo David mau lepas malah tu cewek ngadu ini dan itu yang akhirnya dia juga yang ribet.
Mencari sosok yang jauh sekali dengan kriteria idealnya, kenapa bisa gitu?
__ADS_1
Karena dengan cara ini David gak bakal bisa jatuh cinta sama tu cewek dan memerankan tokoh drama dengan damai sejahtera Sampek ending.
Kalo gak pakek hati dan prasaan itu bakal lebih mudah di jalaninnya dan gak ada beban mental.
Selain itu ni cewek juga harus sosok yang gak matre dan macem-macem, tapi bukan berarti David akan mengacuhkan dan membiarkan gitu aja. Sebagai seorang pria dewasa David akan memberikan imbalan dan kehidupan yang sepantasnya. Selama ini kaum cewek mendekatinya karena niat mereka tidak baik dan tulus, di balik senyum manis serta bujuk rayu mereka menginginkan stabilitas dalam segi ekonomi dan finansial demi menunjang kehidupan mereka dan itu yang membuat David merasa alergi sama yang namanya cewek. Belum lagi keribetan-keribetan lain yang mereka sebabkan membuatnya makin alergi.
"Siapkan baju santai." Perintahnya pada Andre yang baru aja masuk setelah membereskan beberapa berkas.
"Baju santai yang kayak kamu pakai buat jalan." Soalnya selama ini David hampir gak punya jenis baju kayak gitu, terlalu lama di kantor bahkan sering tidur di kantor bikin David cuma punya baju buat kerja dan piyama. Gak pernah jalan kemana-mana walau cuma sekedar nongkrong santai karena gak ada waktu buat itu semua.
"Baik," Jawab Andre walau sebenarnya masih ngerti, di bandingkan di omelin karena banyak tanya mending langsung lakuin aja. Cara paling simpel yang ia pikirkan adalah memilihkan beberapa jenis baju yang bosnya inginkan dan selanjutnya biar milih sendiri mau yang mana. Andre mengundurkan diri dan mengambil kunci mobilnya, pergi ke toko langganannya buat beli baju yang bosnya
__ADS_1
inginkan.
Sepeninggalan Andre, David mengambil map yang ia simpan dalam laci meja kerjanya. Mengeluarkan selembar foto yang ada di dalam sana di sela-sela kertas berisi data tentang cewek tersebut, sebenarnya ia masih ragu akan apa yang akan ia lakukan. Gimana gak ragu kalau cewek yang ia incar itu masih di bawah umur dan usia mereka itu terpaut jauh banget, tapi dari penyelidikan dan data yang ia dapatkan hanya ini kandidat yang memenuhi kriterianya. Apa lagi dengan usia dan statusnya yang masih pelajar adalah pondasi yang cukup kuat untuk di jadikan alasan yang tepat di bawa ke tengah keluarganya demi mengulur waktu hingga tak di ketahui sampai kapan.
Dari segi fisik yang dilihat bukan tipe David, gimana bisa jadi tipe wanita idealnya kalo di liat aja kayak papan alias rata dari atas Sampek bawah. Badannya yang kecil serta umurnya yang masih ingusan belum lagi kelakuannya yang ceroboh dan sembrono menjadi paket lengkap buat David memilihnya. Jauh dari kriteria David yang menginginkan sosok wanita dewasa dengan postur tubuh aduhai bak gitar Spanyol. Memiliki kaki jenjang dengan wajah cantik luar biasa yang membuat siapa saja mampu memalingkan wajah saat melihatnya. Sosok dewasa dengan tingkah laku anggun dan elegan juga sosok wanita dengan pemikiran-pemikiran luar biasa yang mampu mengimbangi dan membuatnya bertukar pikiran.
Semua daftar wanita idamannya itu gak ada satu pun sama sosok cewek yang fotonya kini ada dalam tangannya dan itu yang membuat David merasa yakin kalau dia gak bakal memasukkan perasaan di dalam sana sampek nunggu mendapatkan sosok yang menjadi idamannya dan menjadikan istri yang sebenarnya.
Rencananya hari ini David mendatangi tempat kerja cewek yang bernama Adelia tersebut, ia ingin melihat secara langsung bagaimana ABG itu dari dekat dan akan memberikan penilaian terhadapnya. Bagaimana pun ia melakukan pendekatan sebelum melakukan perjanjian, perjanjian yang menurut David akan menguntungkan cewek bernama Adelia tersebut. David telah menyiapkan beberapa penawaran yang sangat menggiurkan dengan memberikan fasilitas mobil, rumah untuk Adelia tinggali selama menjadi pacar kontraknya dan David berencana akan memberikannya saat mereka berpisah, hak penuh untuk uang biaya hidup selama mereka bersama serta fasilitas-fasilitas lainnya yang akan sangat menguntungkan tersebut. Cewek mana pun gak bakalan nolak di kasih imbalan yang udah kayak durian runtuh tersebut, uang biaya hidup yang David berikan bahkan dalam jumlah besar yang ia rasa lebih dari cukup untuk memenuhi semua keperluan hidup cewek tersebut.
David merasa kalau rencana yang ia susun sudah sangat sempurna, ia akan memberikan imbalan dalam banyak hal yang akan sangat menguntungkan dan yakin kalau rencana yang akan ia lakukan akan berjalan dengan mulus, semulus jalan tol bebas hambatan.
__ADS_1
Walau cuma pacar kontrak, David juga gak bakal bawa pulang cewek sembarangan yang bakal langsung ketahuan sama keluarganya dan untuk semua itu ia sudah mempersiapkan beberapa tutor kalau itu memang di perlukan. Tutor untuk mengajari menjadi cewek yang cantik dan anggun hingga siap di bawa pulang dan ia perkenalkan kepada keluarganya.