
"Selamat sore, siapa diantara kalian yang bertanggung jawab atas cafe ini?"
Ikhsan yang merasa menjadi penanggung jawab penuh atas cafe saat ini (walau ada Bu Atika sebagai Manager) langsung berdiri saat seorang pria dengan perawakan bak model yang sering di liat di majalah dengan kaca mata hitam itu menghampiri dan bertanya.
"Saya," perasaannya udah gak enak pas ni cowok masuk tadi, ada aura-aura yang kurang sedap gitu terpancar. "Ada apa ya mas?" keliatan banget kalo mukanya lagi cemas. yang ada dalam pikiran ikhsan saat ini adalah Adel, tu anak munkin ada masalah di luar sana dengan orang yang pakek setelan jas Hitam. ini ni budaya apa yang di liat adalah hal yang di yakini dan di anggap benar, orang yang pakek setelan serba hitam (dari ujung kaki sampek ujung kepala alias rambutnya juga hitam) adalah kawanan yang berkecimpung dalam dunia hitam pula. Itu yang ada di otak ikhsan saat ini, kalo Adel berurusan sama para mafia.
Jantung ikhsan udah gak tau lagi gimana, dalam hati sambil istighfar dan siap menghadapi apa pun yang ada di depan walau itu kemungkinan terburuk sekalipun.
"Saya Andre," mengulurkan tangan untuk etika berkenalan.
Dengan gugup Ikhsan menyambut uluran tangan itu, walau gugup tu cowok berusaha semaksimal mungkin bersikap biasa. menyambut uluran tangan dengan senyum ramah seperti yang ia lakukan pas lagi melayani pelanggan.
"Ikhsan, ada apa ya mas?"
"Saya asisten dari tuan David."
David?
Namanya sih gak asing, soalnya nama David itu pasaran di mana-mana. Dari rakyat biasa ada yang namanya David, yang berkelas alias pejabat juga banyak yang punya nama David. Belum lagi artis, model, pengusaha, atau apa pun lah jenis kasta dan kerjaan mereka yan jelas nama David itu banyak banget alias pasaran.
Tapi, siapa David?
Ikhsan mengangguk seolah-oleh paham, aslinya ini cowok gak tau David yang dimaksud siapa.
"Tuan mengatakan kalau saat ini nona Adel bersama beliau dan tidak dapat kembali bekerja secepatnya."
Syok, itu yang Ikhsan rasakan saat ini.
Bener kan apa yang ia takutkan, sesuatu yang buruk terjadi sama tu anak. asisten nya aja kayak gini apa lagi bosnya????
Apa yang Lo lakuin sih Del sampek Lo di sandera sama orang macam ginian????
Andre yang melihat cowok bernama Ikhsan menjadi bingung.
"Emang apa salah Adel?"
"Salah?" mengerutkan keningnya karena bingung, sebenarnya Andre juga gak ngerti apa yang sebenarnya terjadi. David hanya memberikan perintah tanpa menjelaskan apa pun dan seingat Andre cewek yang punya nama Adelia itu adalah siswi SMA yang ia selidiki atas suruhan atasannya itu.
"Kalo Adel punya salah dan melakukan suatu kesalahan biar gue aja yang gantiin." menepuk dadanya yakin dengan apa yang ia putuskan, soalnya kasian kalo harus menanggung sesuatu yang tidak ia lakukan. Ikhsan merasa bertanggung-jawab karena tadi yang nyuruh buat ngantar pesanan pelanggan adalah dirinya.
"Itu...." belum selesai ngomong udah di potong duluan.
"Adel anak yang baik dan gue bertanggung jawab penuh atas dirinya di sini."
maksudnya apaan????
kok gue bingung sendiri....
Atika yang dari tadi melihat kejadian demi kejadian itu akhirnya angkat bicara, gimana pun dia adalah manager cafe ini jadi sudah menjadi tanggung jawab nya.
"Maaf pak, saya Atika."
Andre memalingkan wajahnya dan mendapati seorang wanita anggun dengan wajah tegas dan tenang di sampingnya.
Siapa lagi ini?
"Saya adalah manager cafe." Atika melihat sebentar ke arah ikhsan yang udah panik itu. "Lebih baik kita bicara sambil duduk di bandingkan berdiri seperti ini." menyilaukan duduk dengan menunjuk kursi yang ada di dekat mereka.
Andre mengangguk pelan, hampir tak terlihat dan terbaca. ia mengikuti saran wanita yang memperkenalkan diri dengan nama Atika tersebut untuk duduk.
"Ada masalah apa pegawai kami hingga anda datang sendiri kesini?"
"Sebelumya saya minta maaf atas kedatangan saya kesini, atasan saya yaitu tuan David." memberikan jeda untuk memberikan waktu agar semua orang memperhatikan dan mendengarkan, "memerintahkan saya untuk datang dan memberitahukan bahwa salah satu pegawai kafe ini yaitu nona Adel saat ini bersama tuan."
"Apakah Adel melakukan kesalahan?"
"Saya kurang tau nyonya, karena saat tuan menghubungi posisi saya di kantor dan tidak melihat secara langsung apa yang sebenarnya terjadi." jawab Andre dengan jujur, soalnya emang Andre gak tau apa yang sebenarnya terjadi kok.
Ikhsan yang hatinya udah gak karuan itu langsung tersulut emosi, "Kalian mau ngapain sama Adel?"
__ADS_1
"Maksud anda?"
"Adel itu udah kayak adik gue sendiri, gue kerja bareng Adel udah lama dan gue tau Adel anak yang baik." ujarnya penuh emosi, "Pasti majikan Lo kan yang nyergap dan ngulik Adel?"
Atika yang liat perubahan emosi Ikhsan itu jadi kaget, gak nyangka kalo ni anak bisa marah kayak gini. Padahal bawaannya tuh tenang banget awalnya tapi tiba-tiba langsung kongslet.
"Ikhsan, jaga sikap kamu?"
"Maaf Bu, saya tau apa yang saya ucapkan dan saya lakukan. Tapi Adel sudah menjadi keluarga dan adik bagi saya, saya gak terima kalau terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya."
Andre hanya tersenyum kecil mendengarnya, ternyata cewek yang bernama Adel itu bukan cewek biasa. pantes aja bosnya tertarik sama tu cewek, di liat dari bagaimana ikhsan berekspresi itu aja udah keliatan kalo dia peduli banget sama tu cewek.
"Maaf tuan, tapi saya bisa menjamin keselamatan nona Adel dengan nyawa saya. bos saya tidak akan melakukan hal yang buruk."
"Gue gak percaya...."
Atika melotot ke arah Ikhsan yang tadinya sopan tapi sekarang berubah menjadi singa kelaparan.
"Lo bisa ngomong kayak gitu, asal Lo tau... gue bertanggung jawab penuh sama Adel. yang nyuruh dia keluar buat ngantar pesanan pelanggan juga gue tadi." abaikan sopan santun yang tadi Ikhsan lakukan, sekarang waktunya unjuk taring.
Kalo kayak gini persis bapak yang ngelindungi anaknya di bandingkan kakak yang lagi ngelindungi adiknya....
Atika sampek mau ketawa liat ikhsan yang sudah on fire itu, mondar-mandir kayak setrikaan gak jelas gitu sambil ngelipat tangan di belakang pinggang. persis bapak-bapak yang nungguin anaknya pulang jam malam yang lagi di bawa sama pacarnya.
"Kalo terjadi sesuatu gue yang bakal di amuk sama keluarganya, bukannya situ."
"baiklah," di bandingkan ribut-ribut gak jelas lebih baik menjelaskan apa yang sebenarnya ingin Andre lakukan datang ke sini.
"Tuan David memerintahkan saya untuk memberikan kabar bahwa nona Adel tidak dapat kembali bekerja untuk hari ini, sebagai ganti rugi dari semua itu tuan menginginkan untuk menutup cafe dan akan mengganti kerugiannya."
Sombong banget sih cowok yang namanya David itu, gue yakin tu aki-aki pasti punya niat yang gak baik buat Adel.
Adel gue yang manis......
"Maksud anda?" tanya Atika.
Andre mengambil dompet dari saku jas dan mengeluarkan kartu debit milik bosnya itu, kartu yang di pakek buat keperluan bosnya sewaktu-waktu yang selalu ada di tangan Andre.
Enak aja lu mau main sogok, gue kerjain baru Lo tau rasa.
"Gue gak setuju," kata ikhsan tegas memberikan penolakan.
"Gue baru percaya dengan mendengar dan melihat secara langsung Kalo Adel dalam keadaan baik tanpa kekurangan satu pun."
"Baiklah," Andre mengambil Hp dan menghubungi seseorang.
"Bagaimana?"
"Semuanya berjalan lancar, tapi mereka pengen liat Adel."
"Ok."
David mematikan telpon dan melakukan panggilan video, "Temen Lo pengen liat Lo." katanya pada Adel yang duduk dan menyerahkan Hpnya.
"Del, Lo gak pa-pa?" tanya ikhsan pas muka Adel nongol.
" Gak kok kak, Adel gak pa-pa."
"Terus Lo ngapain di situ?"
"Ceritanya panjang kak, entar kalo Adel pulang Adel bakal ceritain tapi yang jelas Adel gak pa-pa kok."
"Lo gak dalam tekanan kan saat ini?" masih gak bisa percaya seratus persen.
"Enggka, beneran kok Adel baik-baik aja."
"Kenapa Lo ga bales pesan gue tadi?"
"Tadi pas keluar beli makanan dan obat, hp Adel ketinggalan jadi gak tau."
__ADS_1
Ikhsan mengerutkan alisnya, emang sih gak jawab tapi tadi pas nelpon di angkat. masak iya bisa Nerima panggilan sendiri tuh HP?
"Tadi gue nelpon dan lo angkat."
"Kapan?"
"Tadi."
"Gak ada...."
"Ada..."
Sama-sama bingung mereka berdua, soalnya ngerasa sama yakin.
Adel langsung menatap cowok yang namanya David dan yakin banget kalo tu cowok yang ngelakuinnya, lah habis siapa lagi?
tersangka utama tinggal doi doang kok.
"Iya, Adel lupa tadi kak. Habis ngangkat telpon di taruh gitu aja. he he he...."
"Kebiasaan ya Lo, pokoknya kalo ada apa-apa telpon gue dan gue bakal langsung meluncur buat jemput Lo walaupun harus menumpahkan darah."
"Oke, siap kakak...."
"hati-hati."
*********
Hi semua....
Salam kenal, salam hangat dan bahagia buat kalian semua di mana pun (Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau...) Soalnya author yakin banget kalo kalian semua itu berasal dari daerah yang berbeda karena Indonesia kaya akan budaya.
Sorry banget author baru bisa silaturahmi sekarang ma kalian karena author punya kesibukan sendiri selain di sini yang gak bisa setiap saat buat menyapa kalian semua yang udah ngeluangin waktu buat mampir di sini (Kok kayaknya author nya egois gitu Yach gak pernah nyapa balik??) Aslinya pengen banget buat kita lebih dekat tapi mau gimana lagi yang keadaan gak kemungkinan buat author stay terus di sini, sekali lagi author minta maaf.....
Buat kalian yang udah pernah baca novel author lainnya pasti udah kenal kan sama author, walau author bukan penulis terkenal dan pro tapi setidaknya author punya beberapa novel selain "Kontrak Cinta 100 hari" ini yang udah jalan duluan dan bahkan udah tamat.
Ada beberapa novel yang author tulis dan kalian bisa liat di profil author kalo mau di kepo_in gitu....
Berharap kalian kepo sih sebenarnya βΊοΈβοΈ
kepo yang baik itu gak papa asal jangan kepo_in tetangga π itu bahaya.
Buat group juga author jarang banget nongol karena posisi author sebagai ibu rumah tangga plus punya anak dan juga punya kerjaan lain jadi gak sempat buat mampir dan menyapa kalian di sana, bukan cuma di group tapi juga di komentar yang kalian bikin author minta maaf banget kalo gak sempat balas satu-satu. Bukan berarti author gak baca Yach.... Author baca kok setiap komentar kalian yang cuma bisa author kasih like buat komentar kalian semua dan Author ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kalian semua yang udah meluangkan waktu buat baca, Ni nggalin like, kasih komentar dan kasih hadiah buat author.
Terharu author tau gak.....
ππππ
Itu tuh sangatlah berharga buat author karena tanpa kalian karya author gak ada apa-apanya dan gak berarti apa-apa loh...
Bayangin aja bikin karya tapi gak ada yang baca berasa sayur tanpa garam π
Buat jadwal Update per bab author gak bisa menentukan dan menjanjika itu tiap hari, dua hari sekali atau beberapa hari sekali. soalnya di mana author punya waktu luang buat nulis dan juga mood nya lagi on bakal author lanjut kok, kadang harus bentrok sama jadwal dan author juga nyolong waktu yang sempit buat nulis. Kadang juga author punya waktunya cuma malam pas semua kerjaan ibu rumah tangga udah kelar, anak udah bobo manis dan emak akhirnya beraksi π kalo enggak udah capek siangnya malamnya bablas ikut ngorok pas bangun-bangun udah pagi.
Jadi harap maklum ya kalo jadwal update nya agak kacau plus berantakan, tapi yang jelas author bakal usahain buat update sesering mungkin walau gak terjadwal dengan pasti kapan updatenya.
Buat Bab yang isinya agak banyak di bandingkan biasanya itu merupakan rencana perubahan yang author bikin, kalo biasanya dalam satu bab author cuma nulis 1000 kata atau lebih sedikit tapi sekarang author ubah jadi 2000 kata dan itu pun minimal sampai 3000 kata per bab atau bisa lebih tergantung mood author yang lagi on buat nulis dan idenya juga lancar jaya dan bikin kalian puas bacanya walau update nya gak tiap hari tapi sekali update Lumayan banyak (Sampek keriting jempol author buat nulis sebanyak itu, untung aja otak author udah keriting duluan jadi gak susah-susah buat di lurusinπ).
Oh ya untuk masalah kepo-kepoan nih, kalo kalian mau kepo sama author silahkan tinggalkan pertanyaan yang insyaallah bakal author jawab kalo itu author bisa jawab, klo enggak entar author minta bantuan sama Mbah Google π
embah Google tetap terbaik dan tak terkalahkan dalam segala kondisi dan suasana.
Terimakasih atas dukungan, partisipasi kalian melalui Like, Komentar, dan hadiah. Itu adalah dukungan yang sangat berarti untuk author dan berharga yang hanya bisa author ucapkan terimakasih banyak.
Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa dan gak bakal bisa sampai ke tahap ini yang sumpah bikin terharu dan terhura.
Jangan lupa buat yang kepo tadi buat ngasih pertanyaan yang pengen kalian tau dari author Yach....
Love u
__ADS_1
π