Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Malaikat Maut


__ADS_3

Yang di rasain Adel pertama kali adalah belakang kepalanya yang terasa berat dan sakit, ia menggerakkan sembarang untuk mencari posisi nyaman biar gak terlalu sakit dan itu semua gak berfungsi dengan baik. Buktinya tu kepala masih sakit dan berat walau udah gerak sana-sini. bukan cuma kepalanya nya berat, tapi ni mata juga ikutan berat buat di buka. udah pada janjian kali ya makanya kayak gini, berasa ada beban yang luar biasa di sana sini.


Gue dimana?


Walau gak bisa liat dengan jelas, tapi Adel sadar saat ini gak berada di kamar atau tempat yang pernah ia lihat. rasanya semua asing banget di memorinya, saking asingnya sampai Adel gak bisa nemuin potongan ingatan tentang tempat dimana saat ini ia berada. Adel mengusap kepalanya perlahan buat meminimalisir rasa sakit yang berubah menjadi pusing saat ia membuka mata secara perlahan. Nuansa putih dan abu-abu mendominasi ruangan tangen jadi pertanyaan besar dalam kepala Adel. pengen banget bangun dan liat sekelilingnya tapi itu gak mungkin, rasanya tenaganya udah habis entah kemana. tenaga yang biasanya berkelimpahan itu malah di saat kayak gini malah gak ada, biasanya juga ada tenaga cadangan tapi ini juga gak ada....


David yang baru aja keluar dari kamar mandi buat menyegarkan diri itu berjalan pelan menuju ruangan di samping kamarnya yang khusus di isi pakaian dan semua keperluan dari ujung kaki Sampek ujung kepala. ni cowok gak suka tempat tidurnya jadi sempit dan banyak barang atau benda di sana yang menurut nya itu bikin gerah dan sumpek, makanya David memilih untuk mengubah satu kamar untuk meletakkan semua pakaian, sepatu dan aksesoris yang ia miliki. biar lebih rapi dan enak aja di liat di bandingkan semua barang masuk ke dalam kamar yang bikin sumpek, di letakin di satu tempat juga simpel karena gak harus kemana-mana buat cari perlengkapan.


Satu gerakan menyita perhatian David yang akhirnya mengurungkan niatnya, ia melangkahkan kakinya menuju kamar di mana cewek yang bernama Adel berbaring tak sadarkan diri. David berdiri tepat di samping Adel dengan hanya menggunakan handuk mandi dan mengikatnya sembarang dengan rambut setengah basah yang sebagian ujungnya meneteskan air, namanya juga habis mandi dan baru aja keluar kamar mandi jadi wajar aja penampilannya sedikit seksi kayak gitu.


Apa gue bener-bener udah mati?


mungkin ini yang di namakan surga....


Tempat yang bagus, nyaman, harum, empuk dan malaikat tampan yang siap jemput gue.....


Batin Adel yang sekilas melihat sekitarnya saat membuka mata.


Kali ini Adel menyakini kalo dia itu udah mati dan berada di surga kayak di film-film yang ia lihat selama ini, makanya mengalami semua ini. Kalo gak surga apa coba namanya? berbanding terbalik dengan keadaan rumahnya.


"Gue siap kalo Lo mau jemput gue." katanya dengan suara pelan, pasrah. Pasrah bakal di bawa sama malaikat maut yang ganteng itu.


kalo mereka tau malaikatnya seganteng ini bakal banyak yang bunuh diri buat ketemu sama ni malaikat...


Tapi sayangnya orang mati mana bisa cerita sama yang hidup???


He he he he he he he ...


Untung aja gue kebagian malaikat yang ganteng buat OTW surga jadi ikhlas-ikhlas aja gue di jemput sekarang. coba aja yang jelek atau serem, gue bakal protes lah minta ganti.


David menaikkan sebelah alisnya, telinganya yang salah denger apa ni cewek yang salah ngomong? ia memperhatikan cewek yang masih setengah sadar itu dengan tatapan mata tajam, seolah menganalisa lebih lanjut tentang apa yang sedang terjadi dan akan terjadi.

__ADS_1


Gak ada jawaban, akhirnya Adel memilih untuk menutup matanya. Berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan bahwa dunia ini bukan lagi tempatnya untuk tinggal, ia harus rela untuk meninggalkan dunia ini jauh lebih cepat di bandingkan dengan perkiraannya.


Ya ampun Del....


dimana-mana tu yang namanya malaikat maut gak ada yang ngomong, kalo ngomong namanya bukan malaikat maut tapi malah buaya laut.


"Sebelum Lo bawa gue, gue mau minta satu permintaan?" ujar Adel yang udah berani main nego sama malaikat maut yang bakal bawa dia pergi, masalah mau di kabulkan apa enggak itu mikir belakangan yang penting sekarang ngomong aja dulu. Balik lagi kayak di film-film kalo udah mau mati minta kayak gini bakal di kabul kan sebagai permintaan terakhir.


Ni cewek ngomong apa sih?


Mabuk?


Mana mungkin mabuk?


David menyilangkan kedua tangannya di dada dan mengangguk, ikutin aja arusnya ni cewek mau ngapain. Dari pada banyak omong dan nanya mending di iya kan aja apa maunya.


"Gue mau ketemu nenek untuk yang terakhir Kali sebelum Lo bawa gue ke alam baka."


What????


Terakhir kali???


David melonggarkan tangannya dan akhirnya melepaskan, tawa kecil menghiasai wajahnya saat mendengar semua itu.


Jadi dia pikir udah mati?


Lalu gue???


Malaikat kematian???


Melihat diri sendiri dari ujung kaki hingga ujung kepala melalui bayangan cermin besar yang ada di kamar tepat didepannya.

__ADS_1


Mana ada malaikat kematian gantengnya kayak gue???


Gak ada jawaban lagi bikin Adel lama-lama kesel, ni cewek langsung bangun dan duduk di pinggir tempat tidur sambil liatin David yang masih ia kira malaikat maut itu.


Ya Tuhan....


Selain ganteng ternyata ni malaikat seksi banget.....


Masih sempet mikir yang enggak-enggak dalam keadaan kayak gini.


David yang kaget dengan gerakan tiba-tiba Adel yang sadar dan langsung bangun itu mundur beberapa langkah buat jaga jarak, habisnya tadi berdiri tepat di samping Adel dengan jarak yang sangat dekat.


"Lo belagu banget sih? gue dari tadi ngomong gak Lo tanggepin malah sibuk ngaca lagi?!" ujar Adel kesal yang liat malaikat mautnya malah sibuk ngaca di bandingkan nanggepin kata-katanya.


"Gue tau kalo Lo ganteng, tapi gak usah narsis gitu juga kali Sampek liatin cermin kayak liat apaan. emang di surga gak ada cermin apa?"


David yang dari tadi cuma diem dan jadi pendengar yang baik itu akhirnya gak bisa nahan diri buat gak ketawa, "Hua ha ha ha ha ha ha ha ha...." gimana gak mau ketawa kalo di kasih suguhan drama klasik di depan mata dengan aktris yang menjiwai perannya dengan sangat baik tanpa cela, menjiwainya kalo udah mati padahal masih hidup dan dalam keadaan sehat sejahtera sepanjang masa.


Adel mengerutkan alisnya, udah gak di tanggepin ni malah di ketawain lagi..... kan jadi kesel gitu jatuhnya.


"Udah lah, gue minta ganti malaikat yang lain aja. males gue jalan sama Lo, malaikat apaan yang bisanya cuma ngetawain klien Lo dan apa ini???" menunjuk malaikat yang kostumnya beda banget sama yang ia lihat selama ini.


Kalo di tv, film dan apa pun itu malaikat maut pakek baju serba hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki yang memancarkan aura serem, tapi ini malah pakek handuk mandi dengan wajah seksi habis mandi yang masih setengah basah dan rambutnya aja masih basah. lebih mirip tukang pijat di bandingkan malaikat maut yang cool dan berwibawa.


David melihat dirinya dengan seribu pertanyaan, Ni cewek otaknya konslet apa?


"Mana ada malaikat maut yang dinas pakek baju mandi? emang mana baju dinas Lo? Lo salah masuk dan nyebur ke kolam apa?"


David cuma bisa melongo dan bengong dengarnya, kalo tadi gak bisa nahan tawa karena ni anak lucunya kebangetan tapi kalo ini David malah gak tahan buat gak menggoda nya.


"Iya, emang Lo gak bisa liat cowok ganteng dan seksi kayak gue?" mendekat ke arah Adel yang makin lama keliatan makin menggemaskan dengan wajah polos dan imutnya itu, gimana gak imut kalo dengan muka tak berdosa itu Adel nganggap udah mati padahal ni cewek jelas-jelas masih bernafas dan hidup.

__ADS_1


"Sebelum gue bawa Lo ke alam baka gue bakal bawa Lo ke hotel bintang lima buat menikmati surga dia." ujarnya dengan tersenyum penuh misteri dan mendekatkan wajahnya hingga wajah mereka hampir bersentuhan. Gak ada sedikit pun niat David melakukan hal yang tak bermoral buat anak di bawah umur, semua itu ia lakukan cuma buat menggoda Adel. mau liat gimana reaksi tu cewek yang masih lugu dan polos di mata David, atau semua itu hanya tampilan luarnya saja?


Menggoda dan menilai, itu yang David lakukan saat ini.


__ADS_2