Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Gemas


__ADS_3

Azkha bukan tipe cowok yang bisa mengungkapkan isi hatinya dengan kata-kata manis nan merdu, tapi lebih dengan tindakan yang ia lakukan. lebih nyaman dan mudah bagi Azkha melakukan tindakan yang menurutnya itu benar di bandingkan dengan merangkai kata yang membuatnya pusing sendiri. seperti yang ia lakukan sekarang, Azkha hanya berpikir untuk membuat Adel nyaman dalam keadaan semprawut seperti ini.


"Lo gak pa-pa?" tanya Azkha memastikan Adel yang berada di belakangnya saat ini, perkiraan Azkha tadi tuh gak rame banget kayak gini tapi malah gak taunya udah kayak pasar ikan.


"Iya, gue gak pa-pa." jawab adel yang berlindung di belakang badan Azkha dari himpitan badan orang yang lebih besar, resiko punya badan mungil ya kayak gini. kalo di tempat umum yang pas rame banget udah lah gak bisa ngapa-ngapain.


Dengan sedikit perjuangan akhirnya mereka berdua sampai di salah satu stand buku yang terdekat, langsung aja Azkha menarik lengan baju Adel buat maju dan sejajar dengannya. agak lumayan lapang sih di sini jadi bisa bernafas sedalam-dalamnya, gak kayak tadi yang rebutan oksigen buat masuk ke dalam paru-paru.


Tanpa komando Adel langsung menyerbu rak-rak buku yang udah tersusun rapi, bukan cuma ada puluhan tapi udah ratusan dan mungkin ribuan buku di tempat ini yang di mata Adel semuanya sangat menarik.


Azkha tersenyum melihat tingkah Adel yang lucu dan membiarkan Adel melakukan apa pun yang ia inginkan di dalam sana, cowok ganteng itu memilih kursi kosong di sudut ruangan dan mengambil satu buku untuk ia baca sambil nunggu Adel yang udah kayak kutu loncat tersebut.


Gue gak bakal nyesel datang ke sini walau perlu perjuangan. ujar Adel dalam hati yang merasa perjuangannya sebanding dengan apa yang ia dapatkan saat ini.


"Maaf?"


Azkha yang asik membaca novel itu mendongakkan kepala saat seseorang mengajaknya bicara, seorang gadis manis nan imut dengan gaun yang sangat pas dan terlihat manis di badannya itu tengah berdiri di hadapannya. ia menurunkan novel yang ia baca dan tersenyum ramah, udah jadi kepribadian Azkha yang selalu ramah dengan siapa pun yang ia temui atau menyapanya walau gak kenal sama sekali.


"Boleh aku duduk di samping?" tanya nya dengan menunjuk kursi kosong yang ada di samping, dari awal masuk ni stand mata Bella sudah tertuju dengan cowok yang duduk sendiri di pojok ruangan. kata orang sih ketertarikan pertama secara fisik menjadi awal dari ketertarikan secara hati dan itu yang Bella alami saat ini. ia merasa tertarik secara fisik dengan cowok yang baru pertama Bella kenal dan ingin mengenalnya lebih jauh. buat ngomong kayak gitu aja Bella harus mengumpulkan keberaniannya dan menyingkirkan harga diri sebagai cewek yang selama ini ia pegang teguh, dimana cewek yang harus di kejar dan bukan mengejar.


Azkha melihat ke kursi kosong di sampingnya yang sebenarnya emang sengaja di biarin kosong kalo Adel sewaktu-waktu pengen duduk, tapi tu cewek betah banget berdiri lama.


"Sorry, udah ada yang punya." ujarnya dengan menunjuk Adel yang berdiri di salah satu sudut dengan tangan penuh buku tersebut. kalo cewek yang peka cukup di kasih kode kayak gitu pasti udah paham maksudnya.

__ADS_1


Bella melihat ke arah yang di tunjuk, tampak seorang cewek yang lagi berdiri dengan tangan penuh buku dan tengah asik memperhatikan tak di depannya. kalo di liat dari tempatnya berdiri tu cewek lebih kecil di bandingkan dengannya, bahkan keliatan kayak anak SMP dengan baju kedodoran. sesaat Bella gak yakin kalo mereka pasangan kekasih, di liat dari perbandingan yang sangat mencolok.


atau mungkin cewek itu adiknya???


itu yang ada dalam benak Bella saat ini, cowok di depannya itu keliatan sangat tinggi dan cewek yang ada di sana keliatan kecil dan imut.


jadi untuk saat ini Bella menyimpulkan mereka berdua adalah adik dan kakak, emang wajar aja kalo kakak cowok jagain adiknya yang cewek pergi ketempat rame kayak gini.


Mikir kayak gitu bikin Bella makin yakin kalo ni cowok emang cowok yang baik bamget. jarang-jarang kan ada kakak yang mau nemenin adiknya ke tempat kayak gini.


"Ok, sorry gue udah ganggu." ujarnya dengan tersenyum, walau se tertarik apa pun Bella dengan kaum Adam pantang baginya buat melanggar lampu merah. mundur kayak gini bukan berarti mundur dari dunia pertempuran tapi lebih tepatnya jaga jarak aman buat tu cowok gak ilfeel atau yang lebih parah Sampek benci.


Azkha kembali ke novel yang sempat tertunda ia baca itu karena seseorang menyapanya, ini bukan pertama kali Azkha mengalaminya tapi udah kesekian kali yang gak bisa di itung pakek jari tangan plus kaki itu. udah biasa dan gak mempan, yang baru pertama kali buat Azkha adalah ngajak kenalan cewek dan itu adalah Adel. untungnya tanggapan Adel gak dingin-dingin banget, kalo gak bakalan trauma Azkha.


"Bruk!!!"


"Itu?" tunjuk nya dengan wajah heran, heran aja sebanyak itu mau di beli semua???


Cuma senyuman yang Adel berikan atas pertanyaan Azkha, "Buat vitamin. he he he he he..." duduk di bangku kosong yang ada di samping Azkha.


Melihat wajah Adel yang udah keringetan itu, ia mengambil air mineral di dalam tasnya. membuka tutupnya dan menyodorkan ke arah Adel. "Minum, sebelum Lo dehidrasi dan pingsan."


"Terimakasih...." ucapnya dengan mengambil dan gak lupa buat senyum.

__ADS_1


Aih....


seharian ini liat senyum Adel bikin Azkha berasa cowok paling beruntung sedunia. walau belum bisa di kategorikan kencan buat apa yang mereka lakuin saat ini tapi bagi Azkha itu sudah lebih dari cukup atas ekspektasi sebelumnya.


"Mau lihat stand lain atau pergi ke tempat lain?" tawar Azkha lagi dengan melihat jam yang melingkar di tangannya, walau menjelang malam tapi masih ada waktu buat jalan.


"Enggak, lain kali aja. ini udah lumayan kok. lagian gak enak pulang malam-malam. kasian nenek di rumah sendirian." tolak Adel halus, walau pengen banget masih di sini atau bahkan gak pulang-pulang pun bakal Adel lakonin. tapi gak mungkin juga kan kalo nginep di sini??


"Yakin cuma segitu?"


"Iya, entar gampang aja buat balik lagi. lagian ini juga lumayan banyak, gue harus belajar buat ulangan dan kerja jadi gak mungkin bisa melahap mereka semua dalam waktu singkat." ujarnya dengan menepuk tumpukan buku yang lumayan tinggi kayak gunung di depannya itu, stok buat santai di rumah.


"Ok."


Azkha melambaikan tangannya untuk memanggil penjaga stand, menghitung jumlah buku yang mereka berdua beli untuk di bayar.


"Eh, gue bayar sendiri aja," liat Azkha mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya dan memberikan ke arah penjaga stand.


"Gue yang ngajak Lo kan kesini jadi gue yang bayarin, lain kali kalo Lo ngajak gue baru Lo yang bayarin." Lain kali yang manis yang udah di susun Azkha buat ketemu lagi sama ni cewek, maksudnya biar ada kesempatan buat ketemu lagi setelah ini.


"Tapi itu kan lumayan banyak..." katanya pelan yang sadar berapa uang yang Azkha keluarkan untuknya, soalnya Adel udah ngitung jumlah uang buat jumlah buku yang ia beli tersebut sebelum membayarnya.


"Gak pa-pa, gue gak bakal bayarin Lo kalo Lo beli make up atau lainnya. tapi buat yang satu ini gue gak keberatan." dengan mengambil kembali kartu miliknya setelah selesai melakukan pembayaran, Azkha mengusap lembut rambut Adel yang bikin gemas itu. gimana gak gemas liat ekspresi wajahnya yang nyesel-nyesel gimana gitu....

__ADS_1


pengen banget di abadikan biar bisa di liat kapan aja.


******


__ADS_2