Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
The power of "Buaya"


__ADS_3

David sangat membenci orang yang merendahkan orang lain dan menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling benar dan sempurna, melihat hal itu membuatnya mual dan pengen muntah. Semua ini ia lakukan bukan karena Adel, tapi atas nama keadilan yang kadang gak pernah ada buat mereka yang tertindas. Walau kasus yang Adel dapatkan sedikit berbeda karena ni cewek bukan kaum yang tertindas tapi tetap aja David gak suka cara mereka melakukannya di depan umum, mempermalukan Adel seperti ini sama saja membuatnya menjadi konsumsi publik yang paling empuk. apa lagi David merasa bahwa Adel bukanlah tipe cewek yang seperti cewek narsis itu katakan, David membuktikan sendiri tentang Adel. Penyelamatnya itu bukan cewek sembarangan meski kelakukannya sedikit aneh tapi itu bukan hal yang besar selama Adel bersikap selayaknya wanita baik-baik dan terhormat. wanita yang tidak akan terpengaruh dengan bujuk rayu cowok mana pun dan memiliki nilai untuk dirinya sendiri.


Radit yang merasa di lecehkan itu gak terima, dengan sigap ia berdiri di depan cowok sok keren dan sok ganteng itu. Ok lah tinggi badannya emang sedikit lebih tinggi di bandingkan dengannya tapi kalo masalah wajah tentu aja Radit merasa lebih unggul, secara di liat dia lebih muda dan lebih stylish di bandingkan cowok yang terlihat jauh lebih tua dan om-om itu. bahkan Radit merasa sanksi kalau laki-laki yang lebih cocok menjadi om nya itu single.


"Apa cewek Lo?" melempar pandangan matanya ke arah Adel yang tak jauh darinya itu untuk melihat bagaimana reaksi Adel, tak ada reaksi apa pun yang ia perlihatkan.


"Gue lebih lama kenal Adel di bandingkan elo, dan gue tau banget Lo bukan selera Adel. om-om macam Lo lebih cocok dengan tante-tante di bandingkan anak di bawah umur." katanya tajam, Radit ingin memperlihatkan perbedaan umur di antara mereka yang sangat jauh itu. "Atau jangan-jangan Lo emang mengincar anak di bawah umur buat Lo permainkan?"


David mengacuhkan dan menganggap angin lalu omongan cowok gak jelas itu dan berjalan ke arah Adel. menggenggam tangannya dan menatap dengan sangat lembut, tak lupa David menghadiahkan kecupan lembut di kening Adel dengan mendekat ke telinga cewek yang kaget banget dengan apa yang ia lakukan.


"Perankan sebagai cewek manis dan penurut kalo Lo mau bikin malu mereka berdua di sini." bisiknya pelan dan hanya Adel yang mendengarnya.


Adel mengangguk pelan hampir tak terlihat, menyetujui permainan yang akan mereka berdua lakukan. permainan yang Adel sendiri gak tau apa itu.


Lara ternganga melihat adegan yang membuat matanya langsung sakit itu, bagaimana mungkin cewek yang cuma kayak gitu bisa membuat cowok luar biasa itu memperlakukannya dengan sangat lembut. Semua yang liat juga bakal setuju kalau cowok itu menatap penuh cinta ke arah cewek tersebut, tatapan matanya seketika berubah saat melihatnya dan itu membuat semua orang merasa iri. Bahkan Radit belum pernah melakukan hal itu kepadanya.


"Jadi, apa kalian saling kenal?" kata David yang tidak melepaskan tatapan matanya dari Adel.


Adel menggeleng dengan sangat yakin, "Gue gak kenal mereka. lagi pula apa untungnya kenal?"


Radit membuang wajahnya kesal mendengar kata-kata yang Keluar dari mulut Adel, setelah menggodanya dan mengatakan tidak mengenal pada laki-laki lain di depannya.


"Mungkin awalnya kita saling kenal, Radit adalah teman masa kecil dan sekolah tapi itu dulu." kata Adel lagi meralat ucapannya, "Gak nyangka aja ketemu teman lama di sini."


Menempelkan kedua tangannya di wajah David, "Dia bilang berapa bayaran untuk satu kali kencan sama gue." kata Adel mengingat dengan jelas apa yang Radit katakan padanya.


Wajah David seketika berubah mendengarnya.


"What?"


"Iya, dia tanya berapa uang yang harus di keluarkan untuk sekali kencan dan gue jawab kalau dia gak bakalan bisa melakukannya." Adel berpaling menatap cewek yang tadi menumpahkan minuman ke wajahnya, "Dan cewek bar-bar itu datang dengan mengatakan bahwa gue adalah wanita ja*ang, bukan hanya itu, menyiramkan minuman dan mengatakan kalau mama juga sebagai pel*cur."


Lara sadar bahwa saat ini ia sedang di sudutkan, pembelaan adalah hal pertama yang ia pikirkan dan akan ia lakukan.


"Pintar ya Lo ngomong, tentu aja gue marah liat lo yang gatel godain cowok orang. gue tau kalau cowok gue keren tapi di tempat umum kayak gini elo...." memandang jijik.


"emang apa yang Lo lakuin sama cowoknya?" tanya David.


Adel mengalungkan tangannya ke arah leher David, " Lo pikir gue mau apa? sedangkan gue punya sugar Daddy yang memberikan gue segalanya, sugar Daddy gue yang bisa memberikan dunia di tangan gue dan sugar Daddy gue yang selalu ada buat gue." katanya tersenyum manis.

__ADS_1


"Jadi, apa gue masih perlu laki-laki lain lagi?" tanyanya penuh misterius.


David menurunkan tangan Adel dan menggenggamnya erat, mengelus lembut pucuk kepalanya.


"Anak manis, itu yang gue suka. kucing kecil gue yang manis dan imut."


Radit merasa gak percaya dengan semua ini, bagaimana mungkin dalam hitungan tahun mereka gak ketemu Adel berubah sangat drastis. Dari cewek polos jadi wanita yang menakutkan. Bahkan dengan mudah merayu laki-laki yang lebih tua di depan umum seperti ini, melakukan adegan romantis tanpa ada rasa canggung malu. ya semua itu Radit saksikan sendiri di depan matanya, apa kah ini alasan kenapa Adel mengacuhkannya?


lalu siapa laki-laki yang bersamanya saat ini?


Kalau di lihat dari caranya bersikap laki-laki itu bukan orang sembarangan, tentu saja kharisma yang ia pancarkan sangat luar biasa. Dari sikap nya yang tenang tapi memiliki aura menakutkan itu Radit merasa yakin bahwa laki-laki itu bukan orang sembarangan. Radit merasa familiar tapi ia lupa di mana mereka pernah bertemu atau ia melihatnya.


David menggenggam tangan Adel dan berjalan menuju cewek bar-bar yang masih berdiri di tempatnya semula tersebut, masalah ini harus is tuntas kan dan membersihkan nama baik Adel di depan umum. kerumunan orang semakin lama semakin banyak, tentu saja itu akan membuat gosip yang jelek cepat sekali tersebar dan itu akan mempengaruhi nama baik Adel.


"Nona, saya tau bahwa anda dari keluarga terpandang dan memiliki pendidikan yang tinggi. tapi tolong jangan sampai anda mencemarinya dengan sikap burik anda yang dengan mudah memberikan penilaian negatif kepada orang lain hanya karena anda merasa bahwa anda kalah bersaing dengannya." kata David berubah menjadi sangat sopan dan formal.


"Adel adalah calon istri saya di masa depan, anda mengatakan bahwa dia adalah ja*ang hanya karena menurut anda menggoda kekasih anda. coba anda tanyakan dalam diri anda, laki-laki itu atau calon istri saya yang menggoda???"


Lara diam seribu bahasa, tekanan itu sangat ia rasakan di sekitarnya dan membuatnya tidak bisa melakukan apa pun selain mengunci mulutnya rapat-rapat.


"Atau sebenarnya anda yang ingin menggoda saya? Anda tertarik kepada saya?" David sengaja menyudutkan cewek itu dengan kata-kata tajam.


"Walau memakai seragam pelayan itu tidak masalah bagi saya, saya menghormati keputusannya untuk bekerja dan memilih untuk tidak mengambil uang yang setiap saat saya berikan kepadanya karena itu saya bangga untuk mengatakan bahwa dia adalah calon istri idaman."


David menatap lembut Adel.


"Honey, kau adalah wanita pertama yang membuatku mencintaimu karena kau tidak pernah melihatku sebagai deposito berjalan. bahkan kau menolak semua hadiah yang ku belikan, menolak fasilitas mewah yang ku berikan dan menolak cintaku untuk waktu yang sangat lama. lalu apa itu berarti laki-laki itu lebih berharga di bandingkan denganku yang berjuang cukup lama untuk mendapatkan mu?"


Adel yang merasa tersentuh dengan setiap kalimat yang keluar dari mulut David, setiap kata itu mampu meluluhkan wanita mana pun. apa lagi dengan tindakan lembut yang ia lakukan menjadi sangat lengkap untuk menaklukkan siapa pun makhluk hawa.


Tapi Adel menyadarkan diri bahwa ini semua hanyalah sebuah drama yang mereka mainkan, drama yang di dalamnya melibatkan Adel sebagai salah satu memiliki peran penting di dalamnya. Tentu saja itu hanya topeng dan kepura-puraan, menganggap semua itu adalah kebenaran adalah suatu kesalahan besar.


Dasar buaya...


Gue hampir Lo telan bulat-bulat kalo gak cepet sadar semua yang keluar dari mulut Lo itu racun dunia.


"Apa umur kita yang terpaut cukup jauh menjadi halangan untuk kita bersama?"


Adel menggeleng pelan, Emang ya yang namanya buaya...

__ADS_1


lebih cocok jadi aktor aja Lo di bandingkan pengusaha.


liat aja wajah dan mulut Lo udah kompakan kayak gini.


Gue yakin bakal dapat piala Oscar kalo Lo jadi aktor dan tiap kali Lo bawa pulang tu piala.


"Good girl." menghadiahkan satu kecupan lembut di kening Adel.


Woui...


Jidad gue ternoda ..


Lo emang paling bisa cari kesempatan dalam kesempitan kayak gini.


Pengen banget Adel menggaruk kepala tu cowok, habisnya seenaknya main cium apa lagi di depan umum kayak gini yang semua orang bisa liat. langsung merah merona muka Adel, malu banget gitu di liatin semua orang.


"Bukankah sangat jelas siapa di sini yang menggoda siapa." David memakaikan jaket yang ia bawa untuk menutupi baju Adel yang basah.


"Bau lo manis banget, kayak aroma coffe vanila." katanya berbisik saat memakaikan jaket di badan Adel yang kecil itu, keliatan kebesaran di sana dan kalo Adel yang makek malah panjangnya Sampek lutut dan udah kayak jubah mandi di bandingkan dengan jaket.


"Sia*an Lo?" balas Adel dengan menatap sebal David yang masih sempat-sempatnya menggoda.


David menggenggam tangan Adel, "Siapa pun yang menyebarkan kejadian hari ini dalam bentuk video atau pun photo di media masa, internet atau media sosial." bicara dengan sangat lantang biar semua orang dapat mendengarnya dengan jelas. "Akan berurusan dengan pihak HSI Group dan akan saya pastikan itu menjadi pengalaman berharga buat kalian semua." katanya lagi dengan menyebutkan nama perusahaan yang selama ini ia pegang penuh kendali nya.


Seketika suara bergemuruh, semua orang saling melemparkan tatapan mata dan berbisik-bisik. Siapa yang gak kenal dengan HSi Group, perusahaan besar yang memiliki banyak cabang dalam semua bidang itu. perusahaan raksasa didalam perekonomian itu memiliki peran penting di beberapa negara, bahkan jalan ini pun mereka kuasai sepenuh nya.


"Ya ampun, kenapa gua gak sadar kalo dia putra mahkota dari HSI?" kata seorang wanita yang berdiri dan mengikuti semua kejadian di sana.


"Benar, CEO tampan yang biasa jadi incaran semua orang. gue gak nyangka bisa ketemu di sini." kata seseorang yang baru sadar kalo ternyata laki-laki yang sejak tadi berdiri di depan mereka adalah orang penting yang serong mereka liat di media massa.


"Bener, gue sampek gak kenal karena beda banget pas pakek jas sama pakaian santai kayak gini."


Mendengar semua itu nyali Lara langsung ciut, gimana gak ciut kalau yang iya hadapi adalah orang yang memiliki kekuasaan sangat besar. bahkan papanya hanya bawahan dari laki-laki yang ia rayu tersebut. Lara menyesali apa yang ia lakukan dengan mencoba merayu dan wanita itu?


Wanita yang ia hina dan remehkan ternyata calon nyonya dari HSI Group yang artinya adalah calon nyonya besar. seketika kakinya lemas membayangkan apa yang akan terjadi dengan nasib keluarganya, semua aset yang papanya miliki dan menjadi kebanggaan itu adalah aset di bawah HSI. dengan hanya membalikkan telapak tangan semua itu akan hancur dengan sangat mudah, keluarganya akan menjadi gelandangan dalam hitungan detik dan itu artinya hari ini ia melakukan hal yang akan l paling ia sesali seumur hidupnya. Lara terduduk lemas tanpa bisa berkutik.


"Wanita ini adalah wanita yang telah saya pilih sebagai calon istri saya di masa datang, saya menyukainya karena banyak hal yang tidak harus saya katakan di depan kalian. sebenarnya kami sengaja menyembunyikan tentang semua ini karena ingin Adel menjalani kehidupannya secara normal sebagai seorang pelajar dan juga manusia, saya harap kerjasama dari kalian semua untuk tetap merahasiakan semua ini. ada hadiah yang akan saya persiapkan untuk kalian semua kalau kalian bersedia bekerja sama, tapi kalau kalian ingin melakukan hal lainnya hingga semua ini bocor maka saya pastikan suatu pengalaman yang tak akan pernah kalian semua bayangkan."


******

__ADS_1


__ADS_2