Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Solidaritas


__ADS_3

"Gini nih kalo pas kerjaan banyak tapi kekurangan orang." kata Atika yang kesal campur dongkol, gimana gak kesal kalo dia sendiri harus turun tangan di tengah rutinitas yang menguras tenaga sampek berkeringat-keringat. untung aja gak menguras bak mandi kan, bakalan basah kemana-mana.


Mereka kekurangan tenaga tapi pengunjung malah makin bertambah, berasa mau nangis tapi gak bisa, mau pasang wajah sumpek dan kesel juga gak bisa. Bakalan kabur lah para pelanggan kalo yang melayani mereka mukanya tak sedap kali di pandang oleh mata, jadi apa pun keadaan di dalam hati senyum dan sapa adalah hal yang utama saat di depan pelanggan walau dalamnya babak belur dan berdarah-darah.


"Semangat Bu, Anggap aja kita lagi olah raga, membuang keringat yang beracun dan menggantinya dengan keringat baik." ujar Ikhsan yang tangannya udah berasa kebas, gimana gak kebas jadi koki dadakan dan koki tunggal. Gak punya asisten dan semua harus di lakuin sendiri.


"Ini bukan keringat yang baik tapi keringat yang bikin dehidrasi." mengelap keringat yang keluar menggunakan tissue yang ada di atas meja.


"Segelas es kelapa muda akan menyegarkan dahaga." Balas Ikhsan yang liat bosnya itu udah mandi keringat, "Di jamin gak bakal dehidrasi."


"Bang?" Dodi mengulurkan mangkok yang baru ia selesai cuci dan lap sampek bersih.


"Ambil alih tugas Bu Atika sementara gue di sini, jangan lupa kalo udah ngantar pesanan Lo bersihkan meja yang udah kosong sama bawa piring atau apa pun yang kotor di sana ke dalam." enak juga bisa main perintah kayak gini.


"Siap bang." Dodi mengambil nampan yang berisi pesanan pelanggan dengan no meja udah di nampan tersebut dan sesuai perintah mengambil yang kotor buat di bawa balik dan mengeksekusi di cucian.


Ikhsan yang kasian juga liat bosnya itu bekerja keras hari ini membuatkan segelas es kelapa muda yang ia katakan dengan gula aren plus jahe yang sangat menyegarkan (pas nulis ini author lagi menghayal minum es kelapa muda pakek gula aren dan jahe, sambil menghayal sambil ngeliatin pohon kelapa punya tetangga yang menjulang tinggi, habis cuacanya panas banget hari ini. apa pun yang dibayangkan adalah sesuatu yang dingin dan menyegarkan).


"Minum dulu Bu," menyodorkan es kelapa muda dengan menarik kursi buat duduk, bukan cuma kelapa muda tapi udah ada cake almond menemaninya.


"Biar ibu yang awet muda jadi bertambah muda." Sesuai julukan sang buaya tangguh, ikhsan selalu menyelipkan puja dan puji dalam kalimatnya. Kalo yang gak kenal bakalan baper kemakan omongan Ikhsan yang lebih manis di bandingkan madu itu.


Atika hanya memandangi gelas yang pegawainya itu sodorkan, siapa sih yang gak tertarik dengan minuman yang seger pas kayak gini.


"Aduh Bu, jangan cuma di liat doang...." ujar Ikhsan yang liat bosnya memandangi gelas berisi es kelapa muda yang ia buat, "Itu higenis dan steril dari segala macam racun kok Bu. kalo ibu gak percaya biar saya coba." mengulurkan tangan buat minum, membuktikan kalo yang ia bikin benar-benar gak beracun.


Dengan cepat Atika mengambil gelas itu sebelum di samber sama Ikhsan, kalo gak kalah cepat udah pasti di teguk habis gak bersisa sama tu anak yang udah mengulurkan tangan.


"Kamu mau saya minum bekas kamu?"


"Enggak lah, kan saya hanya memberikan bukti nyata." ini bukan mitos dan modus tapi bukti nyata "Kalo ada racunnya saya bakal mati duluan sebelum ibu minum."


Tanpa banyak bicara Atika meneguknya hingga separuh gelas kosong, benar-benar segar dan hilang semua rasa dahaga serta lelah yang ia rasakan. plong jiwa raga.


Ikhsan kembali ke balik meja pertempuran karena masih ada beberapa menu yang harus ia selesaikan, kalo katak gini pengen punya kekuatan ajaib yang cuma ping piing Pong kerjaan udah beres dengan sendirinya.


"Apa setiap hari kalian seperti ini?" tanya Atika dengan memperhatikan para pelanggan yang sedang asik menikmati hidangan dengan orang-orang yang mereka kasihi, yang dimaksud seperti ini adalah kekurangan tenaga.


"Enggak juga sih Bu, kalo lagi senggang kami punya waktu buat istirahat. Kecuali weekend kayak sekarang emang kayak gini. Dari awal kita buka sampek jam tutup cafe selalu ramai." kata Ikhsan menjelaskan keadaan cafe yang emang kalo akhir pekan selalu penuh.


"Hari normal kami masih ada waktu buat makan siang bareng, sekedar ngobrol atau minum teh bareng. tapi kalo weekend ya kayak gini, kita makan siang gantian atau kalau enggak pas agak sepi dan mencuri waktu."


Rata-rata pelanggan mereka adalah muda-mudi yang menghabiskan waktu akhir pekan mereka dengan teman, sahabat, saudara atau pasangan tapi tidak menutup kemungkinan keluarga yang ingin sekedar keluar dan bersantai juga memilih cafe ini. Selain menu yang cafe berikan beragam, dari menu modern hingga tradisional, konsep cafe yang menyuguhkan setiap menu menggunakan bahan segar dan organik juga tanpa tambahan penguat rasa buatan. Tapi kalo masalah rasa gak usah di ragukan lagi, dapat bersaing. Apa lagi tempat yang nyaman, dengan suasana santai layaknya di rumah itu bikin pelanggan betah. Kalo mau yang adem dan rindang bisa pilih di luar, soalnya ada beberapa pohon besar yang di biarkan tanpa di tebang buat atap alami. Mau duduk di kursi atau lesehan pakek alas karpet juga oke banget, tinggal milih yang mana pelanggan suka.


Jadi mereka bisa santai dengan menu pilihan sesuai usia karena dari awal cafe ini di buka mereka menerapkan konsep untuk semua kalangan tanpa kecuali.


"Lalu kenapa kalian selalu menolak saat kami ingin menambah pegawai lagi?" ujar Atika yang selalu merasa heran dengan penolakan dari pegawai untuk penambahan pegawai baru, kalo alasan bakal mengurangi jatah bonus atau gajih itu sudah dijelaskan dari awal mereka gak bakal mengurangi jumlah gajih atau bonus dari pegawai yang lebih dulu kerja.


"Kami udah nyaman kok Bu kerja dengan orang-orang lama, soalnya bagi saya pribadi dan lainnya menganggap bukan orang lain tapi sudah seperti keluarga." jelas Ikhsan, Walau sekarang ada Dodi sebagai pegawai magang tapi Dodi hanya pegawai magang titipan.

__ADS_1


Atika mengerutkan alisnya, emang sih dari semua cabang cafe cuma cafe ini yang dari awal gak pernah ada satu pun dari pegawainya mengundurkan diri atau terdengar cek Cok sesama pegawai. Paling damai dan gak bikin kepala pusing, kalo cafe lainnya ada aja masalah yang di sebabkan oleh sesama pegawai.


"Kayak sekarang, walau pun Agus dan Siska ijin gak masuk karena sakit itu gak jadi masalah buat saya atau pun Adelia. Soalnya kalau kami berdua ada hal mendesak yang gak bisa di hindari mereka berdua dengan suka cita membantu dan menggantikan tugas kami. Begitu juga sebaliknya, kami melakukannya dengan kesadaran tanpa ada paksaan atau iri hati." jelas Ikhsan yang udah menganggap pegawai cafe ini adalah keluarga sejak awal karena perhatian dan perlakuan yang mereka lakukan lebih dari sekedar teman.


Dodi yang mendengarkan pembicaraan itu termenung, sejak awal Dodi masuk dan magang di cafe ini ia selalu berharap akan menjadi bagian dari mereka semua. Karena dari apa yang Dodi rasakan selama empat hari ini membuatnya merasa nyaman dan bekerja tanpa beban. Walau Dodi tau kehadirannya di sini cuma sementara karena statusnya sebagai pegawai magang titipan.


"Huh....."


Tanpa sadar Dodi mengeluarkan nafas berat dan panjang menyadari posisinya saat ini.


"Kamu kenapa Dodi?" tanya Atika yang melihat Dodi berdiri mematung dengan melihat ujung kakinya dan menghembuskan nafas berat.


"Kalo capek istirahat dulu sini, ada es kelapa muda yang segar." ujar Ikhsan dengan menepuk meja dan mengangkat segelas es kelapa muda yang ia bikin.


Dodi tersenyum hambar, ini salah satu hal yang membuatnya betah untuk berlama-lama dan berharap bisa menjadi bagian dari cafe. Kalo di tempat lain pasti ada yang sok ngebos, gak perduli dan bahkan mentang-mentang anak baru di bully tapi di cafe ini semua sama, melakukan pekerjaan sesuai bagian yang sudah di tentukan dan saling membantu kalo ada yang nganggur. Selain itu perlakuan dan perhatian dari sesama pegawai yang selalu bikin terharu, hal-hal sepele kayak nanya kabar setiap pagi buat memastikan keadaan, bikinkan segelas teh hangat, makan bareng dan gak bakal makan siang kalo ada yang ketinggalan satu anggota aja, kalo ada yang engga enak badan di suruh istirahat dan yang lainnya mengambil alih pekerjaan tanpa banyak bicara. Dari semua hal yang bikin Dodi terharu adalah saat semua pegawai dapat gajih dan Dodi cuma sebagian karena masih pegawai magang, mereka semua gak ragu dan gak banyak omong langsung patungan memberikan uang bonus mereka.


Sumpah, di sini Dodi yang merasa sangat di hargai dan merasa kalau gak bakal bisa mendapatkan kawan seperti keluarga sendiri. Bahkan mungkin lebih dari sekedar keluarga.


"Makasih bang." jawabnya dengan tersenyum.


Apa gue ngomong aja sekarang ya mumpung ada Bu Atika di sini?


Meneguk es kelapa muda sambil ngelirik Bu Atika yang menikmati cake almond nya.


Kalo gue ngomong apa enggak lancang?


Bingung Dodi mau gimana, soalnya udah terlanjur nyaman dan aman di cafe ini. Gak ikhlas banget kalo dia harus pisah dan ninggalin tempat yang baru beberapa hari tapi udah berasa jatuh cinta.


"Lo kenapa?" tanya ikhsan yang liat muka Dodi berubah dari secerah mentari menjadi sekusut benang.


"Gak pa-pa kok bang," mulutnya emang ngomong gak pa-pa tapi aslinya di dalam hati Ku menangis.....


"gue kira Lo mau mewek, cuma ngasih tau aja kalo mau mewek tuh ember buat nampung air mata." kata Ikhsan becanda.


"Gak cukup bang kalo cuma ember, perlunya drum. he he he he he he...." makin gak ikhlas buat pisah sama mereka yang udah baik banget.


"Tong air ada tuh, yang biasa di pakek buat Siska nampung air mata buaya punya dia kalo lagi kumat." nunjuk belakang tempat penampungan air.


Atika yang dari tadi mendengarkan percakapan dua orang itu tersenyum, di luar tingkahnya yang ngeselin dan juga konyol itu ternyata Ikhsan adalah seorang pria yang hangat dan perhatian. keliatan banget dari dia memperlakukan dirinya dan Dodi, padahal ni cowok kalo ngomong gak pakek rem dan gak ngerti tata tertib lalu lintas. langsung sikat dan tabrak.


Ikhsan melihat jam dengan khawatir, udah lumayan lama Adel pergi tapi tu anak gak balik-balik. Takutnya itu terjadi sesuatu yang gak di inginkan, cuma itu yang Ikhsan khawatirkan, jaman sekarang kan kejahatan terhadap cewek itu rentan banget.


Gak biasanya Adel lama banget kayak gini....


menggoyang-goyangkan kakinya karena khawatir, mana gak di balas lagi pesannya dan cuma di liat doang. Setidaknya kasih kabar apa kek biar gak khawatir yang nungguin.


Lagi mikirin Adel yang udah kayak bang Toyib, pergi gak pulang-pulang itu tiba-tiba seorang pria berpakaian formal lengkap (maksudnya pakek setelan jas) masuk ke dalam cafe, auranya itu loh yang langsung bikin semua orang yang liat memalingkan wajah. Udah ganteng, gagah dan perkasa (Gatot kaca kali...... 🀣) terpesona dan terhipnotis (author halu oppa Vincenzo yang ganteng pakek setelan jas pas jadi bos mafia).


Saat melihat ke belakang tempat para pegawai berkumpul ia langsung melangkahkan kaki tanpa ragu, udah tau apa yang bakalan di lakuin dan di tuju.

__ADS_1


Melepaskan kaca mata hitam yang sejak tadi di pakek dan menghindari dari pandangan semua orang dan langsung di sambut dengan senyum manis dan maskulin yang bikin semua orang terpeleset. Jangankan orang, lalat aja terpeleset kok liatnya.


"Selamat sore, siapa diantara kalian yang bertanggung jawab atas cafe ini?"


*********


Hi semua....


Salam kenal, salam hangat dan bahagia buat kalian semua di mana pun (Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau...) Soalnya author yakin banget kalo kalian semua itu berasal dari daerah yang berbeda karena Indonesia kaya akan budaya.


Sorry banget author baru bisa silaturahmi sekarang ma kalian karena author punya kesibukan sendiri selain di sini yang gak bisa setiap saat buat menyapa kalian semua yang udah ngeluangin waktu buat mampir di sini (Kok kayaknya author nya egois gitu Yach gak pernah nyapa balik??) Aslinya pengen banget buat kita lebih dekat tapi mau gimana lagi yang keadaan gak kemungkinan buat author stay terus di sini, sekali lagi author minta maaf.....


Buat kalian yang udah pernah baca novel author lainnya pasti udah kenal kan sama author, walau author bukan penulis terkenal dan pro tapi setidaknya author punya beberapa novel selain "Kontrak Cinta 100 hari" ini yang udah jalan duluan dan bahkan udah tamat.


Ada beberapa novel yang author tulis dan kalian bisa liat di profil author kalo mau di kepo_in gitu....


Berharap kalian kepo sih sebenarnya ☺️✌️


kepo yang baik itu gak papa asal jangan kepo_in tetangga πŸ˜… itu bahaya.


Buat group juga author jarang banget nongol karena posisi author sebagai ibu rumah tangga plus punya anak dan juga punya kerjaan lain jadi gak sempat buat mampir dan menyapa kalian di sana, bukan cuma di group tapi juga di komentar yang kalian bikin author minta maaf banget kalo gak sempat balas satu-satu. Bukan berarti author gak baca Yach.... Author baca kok setiap komentar kalian yang cuma bisa author kasih like buat komentar kalian semua dan Author ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kalian semua yang udah meluangkan waktu buat baca, Ni nggalin like, kasih komentar dan kasih hadiah buat author.


Terharu author tau gak.....


😚😚😚😚


Itu tuh sangatlah berharga buat author karena tanpa kalian karya author gak ada apa-apanya dan gak berarti apa-apa loh...


Bayangin aja bikin karya tapi gak ada yang baca berasa sayur tanpa garam 😌


Buat jadwal Update per bab author gak bisa menentukan dan menjanjika itu tiap hari, dua hari sekali atau beberapa hari sekali. soalnya di mana author punya waktu luang buat nulis dan juga mood nya lagi on bakal author lanjut kok, kadang harus bentrok sama jadwal dan author juga nyolong waktu yang sempit buat nulis. Kadang juga author punya waktunya cuma malam pas semua kerjaan ibu rumah tangga udah kelar, anak udah bobo manis dan emak akhirnya beraksi πŸ˜… kalo enggak udah capek siangnya malamnya bablas ikut ngorok pas bangun-bangun udah pagi.


Jadi harap maklum ya kalo jadwal update nya agak kacau plus berantakan, tapi yang jelas author bakal usahain buat update sesering mungkin walau gak terjadwal dengan pasti kapan updatenya.


Buat Bab yang isinya agak banyak di bandingkan biasanya itu merupakan rencana perubahan yang author bikin, kalo biasanya dalam satu bab author cuma nulis 1000 kata atau lebih sedikit tapi sekarang author ubah jadi 2000 kata dan itu pun minimal sampai 3000 kata per bab atau bisa lebih tergantung mood author yang lagi on buat nulis dan idenya juga lancar jaya dan bikin kalian puas bacanya walau update nya gak tiap hari tapi sekali update Lumayan banyak (Sampek keriting jempol author buat nulis sebanyak itu, untung aja otak author udah keriting duluan jadi gak susah-susah buat di lurusinπŸ˜‚).


Oh ya untuk masalah kepo-kepoan nih, kalo kalian mau kepo sama author silahkan tinggalkan pertanyaan yang insyaallah bakal author jawab kalo itu author bisa jawab, klo enggak entar author minta bantuan sama Mbah Google πŸ‘


embah Google tetap terbaik dan tak terkalahkan dalam segala kondisi dan suasana.


Terimakasih atas dukungan, partisipasi kalian melalui Like, Komentar, dan hadiah. Itu adalah dukungan yang sangat berarti untuk author dan berharga yang hanya bisa author ucapkan terimakasih banyak.


Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa dan gak bakal bisa sampai ke tahap ini yang sumpah bikin terharu dan terhura.


Jangan lupa buat yang kepo tadi buat ngasih pertanyaan yang pengen kalian tau dari author Yach....


Love u


😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2