
Surga dunia????
Hotel???
Jangankan surga dunia, hotel aja Adel gak pernah tau kecuali dari balik kotak ajaib yang di kasih nama tv. surga dunia buat Adel adalah saat ia menerima uang bonus dari hasil kerjanya dan bisa beli makanan enak buat di bawa pulang dan makan bareng nenek, itu yang di namakan surga dunia versi Adel.
Bukannya takut atau apaan, ni cewek malah membalas tatapan mata sang malaikat maut yang mukanya tu kinclong, glowing, udah kayak porselen itu tepat di depannya. langsung minder lah kalo ngebandingin sama muka dia yang kucel, padahal posisi Adel sebagai cewek yang harusnya punya kulit yang kayak gitu. apa lah daya tanpa upaya, di bandingkan buat beli skincare mahal buat perawatan kulitnya terlihat glowing mendingan buat nabung dan biaya hidupnya yang gak gratis dan murah itu untuk masa depan yang glowing bagaikan lampu seratus Watt.
Adel menyapu seluruh wajah malaikat maut ganteng itu hingga gak ada satu pun yang tersisa buat di liatin, selain kinclong dan glowing tu muka pori-pori nya juga hampir gak terlihat. pokoknya sempurna banget lah buat iklan skincare di tv-tv atau malah ini terlalu sempurna buat di jadikan bintang iklan.
"Emang beda ya kulit malaikat sama orang awam, Lo perawatan pasti niat banget jadi kayak gini? jangankan gue, bayi aja bakalan iri kalo liat kulit muka Lo yang lebih bersih dan lembut di bandingkan kulit bayi." Celetuk Adel saat selesai memindai semuanya, gak ada satu pun noda bekas jerawat apa lagi flek hitam di wajahnya.
Yang David lakuin cuma bisa bengong dan bengong, jauh banget di luar bayangan awalnya dengan reaksi yang di perlihatkan dan reaksi yang ada dalam pikirannya. bukannya histeris, takut atau girang malah ngomen kulit wajahnya dan yang paling bikin wow masih menganggapnya sebagai malaikat maut.
"Semua cewek pasti iri sama Lo, kalo Lo manusia bakal di cari sama agensi buat di jadikan bintang iklan perawatan kulit mereka. manusia bilang sih skincare."
__ADS_1
yang gue hadepin ini manusia jenis apa?
masak gak bisa ngenalin sesama manusia?
David masih mempertahankan posisinya tanpa beranjak sedikit pun, pengen tau ni cewek mau ngomong apa lagi. mumpung masih jadi pendengar yang baik untuk saat ini.
"Lo tau gak, di sekolah gue yang elit itu temen-temen gue pada ngomong pakek skincare ini lah, itu lah yang bikin wajah mereka glowing kayak artis-artis Korea. bangga banget mereka kayak gitu, jalan ke klinik kecantikan, dokter kulit atau apa lah itu namanya."
David harus menahan diri buat gak ketawa dan memandangi wajah cewek yang namanya Adel itu dengan mulut tertutup rapat. kalo Sampek kebuka tu mulut bakal ngakak gak bisa berhenti, entar aja ngakak nya kalo ni cewek udah selesai cerita. dapat hiburan gratis kayak gini kapan lagi kan?
"Masih banyak di luar orang yang berjuang hidup cuma buat bisa makan, buat ngasih makan anak mereka dan bertahan hidup. menurut gue bakal lebih berguna uang yang mereka pakek buat di sedekahin sama orang yang memerlukan, masalah kulit atau muka mereka yang cantik itu bisa di siasati dengan produk herbal yang lebih murah dan jelas lebih aman di bandingkan dengan kosmetik yang mereka pakek yang gue yakin banget itu ada kimianya walau dari dokter kulit sekali pun."
Cocok banget ni cewek jadi sales marketing, selain lancar ngomong wajahnya juga meyakinkan.
Pengen David merekrutnya sebagai salah satu pegawai, lancar jaya ni cewek ngomong dan sangat meyakinkan.
__ADS_1
"Jadi? Lo mau ngapain?" hanya itu yang keluar dari mulut David, walau sebenarnya agak gatel juga sih pengen ngomong banyak tapi itu aja dulu.
"Gak ngapa-ngapain, itu kan uang mereka bukan punya gue."
"Kalo Lo punya uang sebanyak yang mereka punya Lo bakal ngapain?" David merasa tertarik dengan apa yang ia dengar dan pengen banget tau apa yang ada dalam pikiran ni cewek. saat ini, dalam keadaan setengah sadar David yakin bahwa apa yang ia katakan adalah kejujuran. jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam tentang apa yang ia katakan, apa lagi menganggap bahwa saat ini Adel dalam keadaan berhadapan dengan malaikat maut yang bentar lagi bakal bawa ni bocah ke alam baka. mana ada orang yang bisa bohong kalo sudah kejepit dalam keadaan gini.
"Gue?"
David mengedipkan matanya untuk mengiyakan. dalam jarak sedekat ini David dapat melihat dengan jelas mata hitam dan bening itu, bulu mata yang lentik alami, wajah yang benar-benar polos tanpa polesan make up sedikit pun. selama ini David telah bertemu banyak orang hingga ia dengan mudah dapat membedakan mana wajah alami tanpa polesan make up dengan wajah cantik dengan bantuan make up. Ada nilai tambah tersendiri untuk mereka yang tampil alami di dalam hatinya karena David adalah laki-laki yang lebih menyukai tampilan natural. walau natural tapi gak juga buluk, alami tapi terawat. itu yang David sukai di bandingkan cantik layaknya boneka tapi di bantu dengan sentuhan make up.
"Ha ha ha ha ha ha ha...." Adel ngerasa dapat pertanyaan yang gak pernah ia bayangkan atau lebih tepatnya gak berani buat bayangin. dari mana coba bakalan bisa dapat uang banyak kayak teman-teman nya, menghayal pun gak bakalan berani dan gak bakalan pernah terjadi.
"Kenapa Lo ketawa?"
"Walau dalam mimpi juga gak bakalan orang miskin kayak gue bisa punya banyak uang kayak mereka, apa lagi gue yang udah sekarat kayak gini tinggal Lo bawa ke alam baka gak bakalan punya waktu buat mimpi."
__ADS_1
"Jawab aja pertanyaan gue, kalo Lo punya kesempatan hidup kedua dengan berlimpah uang, Lo bisa hidup nyaman dengan rumah yang mewah, mobil, pakaian branded dan semua keperluan Lo bakal tercukupi Lo mau apa enggak dan apa yang akan Lo lakuin?" tanya David lagi, cukup membuatnya penasaran dan harap-harap cemas menunggu jawaban tersebut karena apa pun yang akan Adel katakan maka itu adalah satu langkah besar yang akan David lakukan dalam hidupnya.