Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Mihun Gado-gado


__ADS_3

"Hidangan spesial buat cowok yang duduk di pojok sana." Kata Ikhsan buat Agus yang lagi mengenakan topi koki saat ini.


"Spesial yang mana?" bingung Agus, soalnya bagi dia semua masakan itu spesial karena memiliki cita rasa tersendiri.


"Meketehe..." sambil ngangkat kedua tangannya dan bersikap acuh tak acuh.


"gue ketok kepala Lo sama wajan baru tau rasa Lo?!"


Emang ya, makhluk yang namanya ikhsan tu kayak gini. selain ngeselin juga paling bisa bikin naik darah dalam sekejap. Agus udah siap ngangkat teflon buat ngetok kepala Ikhsan.


"jangan main ketok aja Lo mentang-mentang tiap hari kencan sama tu wajan." menyingkirkan teflon yang siap mendarat di kepalanya, bakal sakit lah kalo tu benda beneran mendarat.


"Tu orang cuma bilang hidangkan makanan spesial alias terbaik di sini, udah kayak gitu doang ngomongnya." ujar ikhsan menirukan cara tu orang, "Jadi lu bebas mau bikin apa."


" Ok, tunggu entar gue kasih kabar udah kelar." jawab Agus yang langsung tau apa yang ingin ia lakukan, walau bagi Agus semua jenis makanan adalah spesial dan terbaik setidaknya ia harus melalukan nya. bukannya tadi Ikhsan ngomong terserah kan?


ya terserah dia mau masakin apaan.


"Perasaan gue pernah liat tu orang Gus, cuma lupa di mana..." sambil ngelirik lagi sama cowok yang duduk di pojokan. "Kayak gak asing gitu buat gue tapi gue juga lupa."


"Kalo Lo lupa gak usah di paksa ingat lagian kan elo emang kayak gitu dari dulu sok pernah liat dan kenal sama orang yang baru pertama Lo kenal." jawab Agus yang tangannya sibuk tapi telinganya bisa menangkap omongan Ikhsan dengan sangat jelas.


"Asem Lo, ngatain gue kayak gitu."


"Gue adalah orang jujur, emang kayak gitu Lo jadi gak usah menampik apa yang gue omongin. tiap hari kan kita ketemu sama banyak orang, di jalan, di cafe, di media atau di tempat umum lainnya. jadi gak usah heran kalo pernah ngerasa ketemu orang, bisa aja kan salah satu dari orang-orang yang pernah kita temui di tempat lain tanpa kita sadari."


"Wah.... gue baru tau kalo Lo sebijak ini bro.... plok-plok-plok-plok..." sambil tepuk tangan dengar ucapan Agus yang udah berasa dengerin motivator.


"Kemana aja Lo selama ini jadi baru tau kalo gue bijak?" mengangkat kerah bajunya sok keren.


"Ke khayangan buat cari bidadari." jawab Ikhsan asal.

__ADS_1


"Dapat?"


"Enggak, jangan kan bidadari yang gue dapetin malah cucian piring. ha ha ha ha ha...."


Beginilah suasana cafe tiap hari yang selalu rame, rame sama candaan pelayannya yang udah merasa saling memiliki dan menjadi bukan hanya sekedar rekan kerja tapi juga keluarga. jadi suasana gak terasa kaku dan membosankan.


"kalian nge_gosipin gue ya?" tanya Siska yang liat dua orang itu lagi ketawa-ketiwi.


"Ogah banget, sok pede Lo." jawab Ikhsan yang ngerasa gak ikhlas banget. "cuma kalian para cewek yang suka nge_gosip, kita para cowok gak bakalan kek gitu kelles..."


"Tadi gue denger nyebut bidadari?"


Ikhsan dan Agus saling melemparkan tatapan mata.


"Bro bidadari yang lo temui di khayangan bentuknya ada yang kayak gini enggak?" Tanya Agus.


"Bentar gue mikir..." pakek gaya sok mikir, emang kalo namanya akting Ikhsan rajanya. selain raja gombal plus raja gak jelas. "Ada satu Gus, bidadari yang kerjanya ngepel lantai. ha ha ha ha ha ha ....."


satu jitakan mendarat di kepala Ikhsan menggantikan satu ketokan teflon yang tadi pengen Agus lakuin dan sekarang udah di wakilin sama Siska, untung cuma jitakan kalo Sampek pel yang di tangan mendarat di kepala apa gak bersusun kayak Shinchan tu benjolan???


"Kepala gue woui?!" protes Ikhsan yang kepalanya sakit itu, gosok terus Sampek licin rambutnya. kali aja ada jin yang keluar dari sana yang bisa di pakek buat ngabulin tiga permintaan.


"Sorry Gus, tadi ada gajah di kepala Lo."


Jawab Siska dengan tatapan mata puas, puas banget ngelakuinnya malah kalo bisa mau di tambahin lagi.


"Gak usah banyak bacot, anterin Sono." Kata Agus yang udah siap dengan menu spesialnya.


Refleks Siska dan Ikhsan memanjangkan leher mereka buat liat menu apa yang Agus siapkan, yang katanya menu spesial.


"Cuma ini?"

__ADS_1


Bayangan Ikhsan sama apa yang ada di depan mata dan hidung nya itu beda banget, udah bayangin hidangan wow macam cafe di hotel bintang lima yang luar biasa. dengan hiasan cantik dan tatanan menawan tapi gak kenyang buat kuli bangunan kalo cuma satu porsi.


"Emang di kulkas kehabisan bahan?" Timpal Siska yang merasa heran.


"ini spesial, resep turun temurun dari jaman nenek moyang gue yang hidup di jaman batu dan sekarang di warisin sama gue."


"Terserah Lo aja, mana ada jaman batu makan mihun kayak gini."


Hidangan spesial yang Agus masak itu mihun goreng Campur aduk, gimana gak campur aduk tu mihun di masak sama campuran cumi, udang, sosis, daging ayam, hati ayam, bakso, kentang, wortel, kol, buncis, sawi, daun bawang dan aneka sayuran lainnya yang di taburkan dengan bawang goreng melimpah di atasnya.


pokoknya rame banget tu mihun dalam satu piring yang temennya banyak banget, satu kulkas semua bahan di campur aduk.


"Emang yang mau makan mihun gado-gado siapa? alien??" tanya Siska yang penasaran sama sosok orang pesen hidangan spesial, dan emang spesial banget.


"Noh alien nya, cowok yang duduk pakek jaket navy."


Dengan sigap Siska merapikan rambut dan bajunya, liat kesempatan yang ada di depan mata gak bakalan di lewatin gitu aja. apa lagi nih pelanggan gantengnya ngalahin model shampo di iklan tv.


"Lo mau ngapain?" Tanya Ikhsan yang liat Siska udah pasang aksi dan ancang-ancang.


"Mau pasang jala, kali aja ikan nya mau nyangkut dan bisa gue bawa pulang."


"Jala?" Agus yang gak ngerti maksud Siska itu nelen bulat-bulat omongan Siska.


"Lo mau pasang di mana? gak ada kolam atau Empang di sini?"


"Ajarin Agus tu biar gak polos-polos amat kalo jadi orang." Mengambil piring yang berisi mihun dari atas meja.


"Maksud Siska mau P E D E K A T E sama cowok yang pesen di sana, bukan mau cari ikan beneran." Kata Ikhsan yang sengaja ngasih penekanan pada kalimat pedekate biar Agus langsung ngerti.


"Oh...." sambil manggut-manggut, baru paham dan ngerti. "Tapi Sis, emang tu cowok mau sama Lo?"

__ADS_1


"Pffff.... Hua ha ha ha ha ha...."


__ADS_2