Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Jomblo teriak Jomblo


__ADS_3

Adel yang baru nyadar kalo ternyata waktu satu jam itu berjalan dengan sangat cepat di bandingkan dengan yang ia bayangkan langsung ingat kalo ada janji sama Mona buat nemenin kencan buta yang sudah terjadwal kan. Ni cewek celingak-celinguk lagi cariin Hpnya yang entah kemana tadi naruh nya, pokoknya lupa.


"Liat Hp gue gak?" sambil bongkarin bantal, tumpukan selimut, apa pun yang bisa di bongkar dan diangkat Adel lakuin buat dapetin benda kecil itu.


David hanya melihat apa yang Adel lakukan dengan ujung ekor matanya, udah ribet sendiri kayak ayam mau bertelur tu cewek. loncat sana, loncat sini. Bongkar sana, bongkar sini yang berasa banget bikin berantakan seluruh ruangan.


"Aduh dimana tadi gue naruh ya???" masih mencari sampek ke kamar mandi dan celah-celah kecil sekalipun tapi tetap aja gak nemuin tu Hp.


Sebenarnya David tau di mana Hp yang Adel cari, tapi males aja ngasih tau biar tu anak berusaha dulu alias ada hiburan gratis buat David. Lagian masih muda pikunnya kebangetan sih, naruh Hp aja Sampek lupa...


padahal ada di saku belakang celananya. dia sendiri yang naruh tapi dia sendiri yang heboh.


Tadi pas gue balik langsung ke sini...


Menuju tempat tidur, langsung aja Adel mengobrak-abrik dari bantal, guling, selimut Sampek celah-celah kasur tapi tetep aja gak nemu tu Hp. Yang belum di periksa itu cuma badannya cowok yang lagi tiduran itu, mana ni cowok betah banget lagi gak pakek baju dari tadi. di biarin gitu aja badannya tanpa sehelai benang pun dan cuma pakek celaan doang.


"Lo mau ngapain?" liat muka Adel yang curi-curi pandang dengannya.


"Bisa geser gak?" menggerakkan tangannya buat nyuruh geser.


"Ogah."


"Gue cuma mau liat ada Hp gak di balik badan Lo." kata Adel lagi.


"Gak ada." jawab David dengan sangat jelas.


"Mana gue tau kalo Lo belum minggir." mendekat dan mendorong tubuh David biar geseran gitu dari tempatnya saat ini.


"Habisnya semua tempat udah gue jelajahi dan gue geledah tapi gak nemu juga, satu-satunya yang belum gue geledah ya belakang Lo."


Davis masih mempertahankan posisinya, gak bergeming sama sekali.


"Gue perlu banget nih...." ujarnya yang masih berusaha menggeser posisi tu cowok, tapi emang tenaga cewek sama tenaga cowok itu beda jauh. Walau udah ngelakuin dengan sekuat tenaga gak ada perubahan sama sekali.


David menangkap tangan Adel dan menguncinya, "Gak udah banyak alasan pakek cari hp segala, ngomong aja kalo Lo mau megang dan Deket sama gue kan?"


Sepersekian detik Adel diem, mencerna apa yang di dengar sebelum mengambil kesimpulan kalo itu emang bener gak salah dengar.


"Wah... Ternyata tingkat pe_de dan ge_er Lo ngalahin sianida saking toxic nya." katanya dengan wajah datar tanpa ekspresi, "Ngapain juga gue megang Lo? kan udah gue bilang gak na*su sama Lo." mengangguk cepat untuk membenarkan apa yang ia katakan. Habisnya ni cowok lumayan nyebelin sih, sok puede gitu ngomongnya.


"Gue toxic cuma sama Lo." melepaskan tangan Adel dan mengulurkan tangannya.


"Lo mau ngapain?" kata Adel refleks menjauh pas tangan tu cowok terulur ke arah pan*at nya.


"Pikiran Lo jorok banget," menarik tangan Adel lagi dan kali ini sedikit menggunakan tenaga biar ni cewek gak terlalu jauh. dengan cepat David mengambil HP yang ada di kantong celana belakang Adel.


"Ini kan yang Lo cari?" mengulurkan ke arah Adel.


"Loh? kok bisa di sana?" katanya bingung dengan wajah polos yang gak di buat-buat.


David duduk dengan mengulurkan kaki panjangnya yang langsung menyentuh lantai. terasa dingin karena ia tidak memakai alas apa pun di sana.


"Sejak tadi gue liat Lo naruh di saku celana Lo, Lo aja yang ribut sendiri."


Adel tersenyum masam mendengarnya, "Asisten Lo kapan sih datangnya?" tadi ngomong nya cuma bentar doang tapi nyatanya Sampek sekarang gak balik-balik.


"Gue juga gak tau, biasanya gak lama juga udah datang."


"Gue ada janji nih sama temen gue buat nemenin dia kencan buta."


"Kencan buta?" David langsung on kupingnya denger kencan buta.


"Iya."


ia melihat jam yang melingkar di tangannya. "Sekarang?"


Adel mengangguk.


Dengan cepat David berdiri dan mengambil piyama yang udah agak berantakan di atas meja karena ulah Adel tadi yang berantakan seluruh ruangan cuma cari hp doang.


"Eh, Lo mau kemana?" tanya Adel yang liat cowok itu berdiri dengan memakai piyama hotel.


"Nganter Lo." katanya dengan mengambil tas dan kunci mobilnya yang ia letakkan di atas sofa.


"Gue bisa pergi sendiri." katanya lagi menolak, habisnya mana ada orang sakit ngantar Adel buat pergi.


"Udah gak usah banyak omong." jawab David tanpa mau di bantah dan langsung berjalan mendahului menuju pintu.

__ADS_1


Adel mengerjapkan matanya dan menatap punggung tu cowok.


"Lo mau berdiri di sana sampek kapan?" kata david yang udah ada di depan pintu tapi Adel masih tetap di tempat semula.


Setelah membayar tagihan hotel dan menyerahkan kunci kamar, David menarik tangan Adel di koridor dengan pandangan mata lurus ke depan dan mengindahkan semua tatapan mata yang mengarah kepadanya. Gimana gak di liatin orang kalo keluar dari hotel bareng cewek yang masih polos plus pakek baju kerja pula, bukan cuma itu tapi sang cowok yang gak kalah nyentrik itu makek piyama hotel. Alhasil semua mata tertuju kepada sepasang makhluk beda jenis kelamin itu dengan pakaian yang sangat kontras, abaikan kostum mereka dan fokus sama cowoknya yang gantengnya gak terbantahkan tersebut.


Risih, itu yang adel rasakan saat semua mata mengarah ke padanya. apa lagi cowok yang entah siapa namanya itu menggenggam tangannya erat sepanjang jalan yang mereka lalui hingga ke parkiran mobil. Gak pakek sepasang atau dua pasang mata yang liatin tapi berpuluh-puluh pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. berapa kali Adel berusaha melepaskan nya tapi genggaman itu rasanya kuat banget Sampek tangan Adel kesemutan.


Wow.....


Itu adalah kata pertama yang Adel ucapkan melihat mobil mewah di depan matanya, BMW seri terbaru yang gak pernah Adel liat sebelumnya di jalanan itu emang benar-benar mewah dan elegan. Sekarang Adel baru yakin kalo ni cowok emang benar-benar kaya, walau gak tau seberapa kaya dan apa jabatannya tapi Adel dia bukan orang sembarangan.


"Ayo masuk." kata David yang masih melihat Adel cuma diem doang.


"Ogah, gue gak tau Lo bakal ngelakuin apa sama gue." katanya memberikan batasan, habisnya ni cowok baru di kenal dan gak tau apa yang bakal ia lakukan.


"Kalo gue mau ngelakuin hal yang enggak-enggak udah dari tadi." masih membuka pintu mobil karena Adel belum masuk.


"Udah masuk gue nganter Lo."


Adel melangkah masuk walau masih ragu, keliatan banget dari mukanya yang gak ikhlas itu.


"Kemana?"


Adel mengambil Hpnya dan memperlihatkan alamat yang Mona kirimkan.


Sekilas David membacanya dan langsung tau kemana tujuan mereka, restoran privat yang biasa ia kunjungi saat melakukan pertemuan dengan klien penting dan David baru tau kalo ada kencan buta di tempat kayak gitu.


Tanpa banyak bicara David menyalakan mesin mobil dan memasang sabuk pengaman milik Adel.


Kontan Adel menjauh saat cowok itu mencondongkan tubuhnya.


"Gue cuma mau makek sabuk ke elo."


Adel memalingkan wajahnya saat wajah mereka berdua berada sangat dekat, bahkan aroma maskulin dari parfumnya sangat tercium. Samar-samar Adel seperti pernah mencium aroma yang sama dalam waktu yang lain, tapi Adel lupa kapan dan dimana saat itu. Sejak kecil Adel memiliki gangguan ingatan di mana ia kadang tidak dapat mengingat beberapa kejadian yang ia alami. Itu terjadi karena sebuah kecelakaan saat ia masih kecil yang menyebabkan benturan cukup keras di kepalanya. Beberapa ingatan akan menghilang dengan sendirinya seakan Adel tidak pernah mengalaminya.


Sudah lah, di bandingkan dengan mencoba mengingat hal yang tidak dapat ia temukan di memori mana pun dan itu membuatnya bingung Adel memutuskan untuk melupakannya. Lagi pula aroma parfum yang sama seperti ini bisa ia temui di mana pun dengan orang yang berbeda.


Davis menangkap ekspresi wajah Adel yang sedikit bingung itu dan memilih mengabaikannya, David sudah terbiasa dengan berbagai macam ekspresi cewek yang satu ini dan hampir tak terbaca sama sekali.


David mencari posisi nyaman untuk duduk dan memakai sabuk pengaman serta kaca mata yang biasa ia gunakan saat mengemudi pada malam hari sebelum menjalankan mobilnya di tengah padatnya jalanan kota di mana saat ini adalah jam pulang bagi mereka yang bekerja.


"Silahkan."


"Hampir seharian gue bareng Lo tapi gue gak tau nama Lo."


Baru aja David mau jalan langsung ia mengurungkan niatnya dan menginjak rem saat mendengar pertanyaan tersebut. tanpa menjawab pertanyaan itu David menatap tajam tepat di manik mata Adel. Tak ada keraguan dan kebohongan di sana yang membuat David merasa bingung, ini bukan pertama kalinya mereka bertemu dan bahkan Adel telah menangis dalam pelukannya. Tapi sekarang cewek itu seakan-akan tidak mengingat dan bahkan yang paling menyedihkan adalah tidak pernah terjadi apa pun di antara mereka berdua layaknya orang asing yang untuk pertama kali bertemu.


"David, Lo bisa panggil gue dengan sebutan David." katanya lagi, meski rasa penasaran itu sangat besar tapi David memilih untuk menyembunyikannya dan berdamai dengan keadaan.


"Ok David, terimakasih atas tumpangannya."


" Gue bukan ngasih tumpangan gratis sama Lo."


"Heh???"


"Lo pikir di dunia ini semua serba gratis?"


Adel langsung mangap dengernya, di kira ni cowok emang murni mau nolongin tapi gak taunya ada udang di balik tepung yang enak banget buat di jadikan lauk.


"Jadi, gue harus bayar berapa?"


"Pakai jasa badan Lo."


langsung melotot mata Adel dengernya, gak sepadan lah apa yang ia terima dengan apa yang ia berikan. cuma tumpangan kayak gini doang di bayar pakek badan???


"Dasar cowok me*um?! gue pikir Lo cowok baik-baik tapi nyatanya sama aja ba*Ingan sama cowok di luar sana." Adel langsung emosi dengernya dan berniat keluar tapi di pikir ulang dulu mau keluarnya soalnya ni mobil udah jalan.


Davis tertawa kecil mendengar umpatan yang di telinganya berasa angin lewat gitu aja, coba orang lain yang ngomong udah di bikin acar sama David. berhubung Adel yang ngomong jadi biarin aja, soalnya ni cewek kalo ngomong gak punya rem dan gak tau rambu-rambu lalu lintas.


"Otak Lo yang me*um." katanya santai tanpa menoleh, gak usah di liatin udah tau gimana bentuk wajah Adel yang merah padam itu. kedengaran jelas umpatan yang ia lakukan itu mewakili isi hatinya yang lagi marah.


"Gue gak perlu badan lo buat tidur sama gue. kan udah gue bilang kalo badan elo itu gak masuk standar cewek yang layak buat gue ajak tidur, jadi simpan tenaga di bandingkan Lo buat marah-marah."


Masak gue yang salah mengartikan?


bukannya bayar pakek badan itu kan maksudnya....

__ADS_1


"Gak usah mikir yang terlalu jauh dan gak berguna, gue cuma pengen besok Lo temenin gue menghadiri satu jamuan. Berhubung asisten gue cowok dan gue gak punya pasangan jadi gue pengen Lo ikut gue sebentar."


apa?


apa?


gak punya pasangan???


"Ha ha ha ha ha ha ha ha....."


David yang kaget denger suara tawa memecah itu langsung memalingkan wajahnya, bener aja Adel lagi ketawa ngakak.


"Lo kenapa? kesambet?" heran sama ni anak yang tiba-tiba marah dan tiba-tiba ketawa ngakak, habis ini apa lagi coba?


"Lucu aja Lo yang kayak gini gak punya pasangan, Lo gak laku apa terlalu pemilih?"


Breng*sek ni cewek ngatain gue gak laku.


"Gue sih mikir awalnya Lo yang sok ganteng dan ge-er itu punya banyak gebetan, gak taunya malah ngajakin gue cewek yang belum tumbuh ini buat nemenin Lo."


"Udah ketawa aja Lo sampek puas, gue gak perduli tentang apa yang Lo pikiran dan pendapat Lo saat ini." masih konsen nyetir dan gak terpengaruh dengan apa yang cewek itu katakan.


"lucu aja kan, jaman sekarang masih jomblo."


Nih si Adel pas ngomong kayak gitu kayak udah punya pacar aja, padahal dia sendiri juga jomblo tapi malah bahagia banget ngatain orang.


"gue jomblo bukan karena gak laku."


"Trus?"


"Karena gue terlalu ganteng." kata David penuh percaya diri yang langsung di sambut cibiran oleh Adel.


******


Hi semua....


Salam kenal, salam hangat dan bahagia buat kalian semua di mana pun (Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau...) Soalnya author yakin banget kalo kalian semua itu berasal dari daerah yang berbeda karena Indonesia kaya akan budaya.


Sorry banget author baru bisa silaturahmi sekarang ma kalian karena author punya kesibukan sendiri selain di sini yang gak bisa setiap saat buat menyapa kalian semua yang udah ngeluangin waktu buat mampir di sini (Kok kayaknya author nya egois gitu Yach gak pernah nyapa balik??) Aslinya pengen banget buat kita lebih dekat tapi mau gimana lagi yang keadaan gak kemungkinan buat author stay terus di sini, sekali lagi author minta maaf.....


Buat kalian yang udah pernah baca novel author lainnya pasti udah kenal kan sama author, walau author bukan penulis terkenal dan pro tapi setidaknya author punya beberapa novel selain "Kontrak Cinta 100 hari" ini yang udah jalan duluan dan bahkan udah tamat.


Ada beberapa novel yang author tulis dan kalian bisa liat di profil author kalo mau di kepo_in gitu....


Berharap kalian kepo sih sebenarnya ☺️✌️


kepo yang baik itu gak papa asal jangan kepo_in tetangga πŸ˜… itu bahaya.


Buat group juga author jarang banget nongol karena posisi author sebagai ibu rumah tangga plus punya anak dan juga punya kerjaan lain jadi gak sempat buat mampir dan menyapa kalian di sana, bukan cuma di group tapi juga di komentar yang kalian bikin author minta maaf banget kalo gak sempat balas satu-satu. Bukan berarti author gak baca Yach.... Author baca kok setiap komentar kalian yang cuma bisa author kasih like buat komentar kalian semua dan Author ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kalian semua yang udah meluangkan waktu buat baca, Ni nggalin like, kasih komentar dan kasih hadiah buat author.


Terharu author tau gak.....


😚😚😚😚


Itu tuh sangatlah berharga buat author karena tanpa kalian karya author gak ada apa-apanya dan gak berarti apa-apa loh...


Bayangin aja bikin karya tapi gak ada yang baca berasa sayur tanpa garam 😌


Buat jadwal Update per bab author gak bisa menentukan dan menjanjika itu tiap hari, dua hari sekali atau beberapa hari sekali. soalnya di mana author punya waktu luang buat nulis dan juga mood nya lagi on bakal author lanjut kok, kadang harus bentrok sama jadwal dan author juga nyolong waktu yang sempit buat nulis. Kadang juga author punya waktunya cuma malam pas semua kerjaan ibu rumah tangga udah kelar, anak udah bobo manis dan emak akhirnya beraksi πŸ˜… kalo enggak udah capek siangnya malamnya bablas ikut ngorok pas bangun-bangun udah pagi.


Jadi harap maklum ya kalo jadwal update nya agak kacau plus berantakan, tapi yang jelas author bakal usahain buat update sesering mungkin walau gak terjadwal dengan pasti kapan updatenya.


Buat Bab yang isinya agak banyak di bandingkan biasanya itu merupakan rencana perubahan yang author bikin, kalo biasanya dalam satu bab author cuma nulis 1000 kata atau lebih sedikit tapi sekarang author ubah jadi 2000 kata dan itu pun minimal sampai 3000 kata per bab atau bisa lebih tergantung mood author yang lagi on buat nulis dan idenya juga lancar jaya dan bikin kalian puas bacanya walau update nya gak tiap hari tapi sekali update Lumayan banyak (Sampek keriting jempol author buat nulis sebanyak itu, untung aja otak author udah keriting duluan jadi gak susah-susah buat di lurusinπŸ˜‚).


Oh ya untuk masalah kepo-kepoan nih, kalo kalian mau kepo sama author silahkan tinggalkan pertanyaan yang insyaallah bakal author jawab kalo itu author bisa jawab, klo enggak entar author minta bantuan sama Mbah Google πŸ‘


embah Google tetap terbaik dan tak terkalahkan dalam segala kondisi dan suasana.


Terimakasih atas dukungan, partisipasi kalian melalui Like, Komentar, dan hadiah. Itu adalah dukungan yang sangat berarti untuk author dan berharga yang hanya bisa author ucapkan terimakasih banyak.


Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa dan gak bakal bisa sampai ke tahap ini yang sumpah bikin terharu dan terhura.


Jangan lupa buat yang kepo tadi buat ngasih pertanyaan yang pengen kalian tau dari author Yach....


Love


πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2