
Setelah Adel puas menangis dan menumpahkan segala isi hati yang selama ini ia pendam kepada sosok ayah gadungan alias David, cewek itu tertidur dengan sangat pulas nya dalam pelukan David. Ada perasaan bersalah yang David sendiri gak tau dari mana asalnya, yang jelas berasa kayak jadi seseorang yang berdosa banget habis ngelakuin hal yang gak pantas dan bikin anak orang sakit hati. Padahal David sendiri baru mengenal cewek itu dalam hitungan hari dan hubungan mereka pun gak lebih dari pertemuan biasa, tapi gak tau kenapa seolah David bisa merasakan semua rasa sakit dan kesedihan itu secara dalam.
"Hahhhhhhhh....."
David menghembuskan nafas secara perlahan seolah mengeluarkan semua energi negatif yang ada dalam hatinya, nyesek banget pas bayangin gimana rasanya jadi Adel yang berjuang keras hanya untuk mendapatkan pengakuan sebagai seorang anak dari Ayah yang membuangnya. Ingin rasanya David mendatangi sosok Ayah yang membuat hatinya jengkel itu, sosok Ayah yang berlindung di balik topeng seorang suami dan Ayah yang baik tapi sebenarnya semua itu hanya topeng untuk menutupi kebenaran yang terjadi. Suatu hari, David bertekad akan membongkar kedok semua itu agar semua orang tau apa yang telah di lakukan. Menantu keluarga terpandang dan selalu mendapatkan pujian dari istri serta mertua itu mampu menciptakan image seorang sosok laki-laki idaman semua orang untuk di jadikan sosok suami dan ayah impian.
Puas menyusun rencana tentang apa yang akan di lakukan, David merasa mengantuk. Ia menguap beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk membaringkan Adel di tempat tidur, David melepaskan pelukan Adel yang terasa sangat erat itu dan menaruh kepalanya pada bantal. Senyum hangat terkembang di bibir David melihat wajah Adel yang tertidur sangat pulas setelah puas menangis, entah apa yang akan cewek itu lakukan saat tau orang yang ia peluk dan tangisi dengan sangat dahsyat itu bukanlah sosok Ayah yang ada dalam bayangannya tapi orang lain yang ia anggap sebagai Ayahnya.
"Gue janji, ini terakhir kali Lo nangis kayak gini demi laki-laki br*ngsek yang gak pantes buat Lo tangisi. Gue bakal ngasih kehidupan jauh lebih mewah di bandingkan dengan kehidupan Ayah Lo biar Ayah Lo tau kalau dia membuang permata dan memungut sampah." itu adalah janji yang David ucapkan untuk membalas apa yang telah Ayah Adel lakukan, "Lagi pula itu bukan hal yang sulit buat gue, kita lihat aja entar Ayah Lo masih bisa tidur nyenyak apa enggak." katanya dengan tersenyum penuh misteri (Bayangin aja senyum-senyum para anggota mafia yang puas dengan suatu rencana licik mereka, nah itu pas banget sama yang lagi di lakuin sama si David).
Kedua orang tua, Kakek dan anggota keluarga lainnya selalu menanamkan pemikiran bahwa janji adalah sesuatu yang harus di tepati dan kali ini David menjanjikan satu hal kepada Adel, tentu saja semua itu akan David penuhi sesuai apa yang ia ucapkan. "Asalkan Lo mau nurut dan nerima tawaran gue." katanya lagi "Maka apa pun yang gue ucapkan bakal gue penuhi." ujarnya dengan perlahan melepaskan tangan kanannya yang tadi di pakek buat nahan kepala Adel pas di taruh di bantal, secepat kilat tiba-tiba gerakan yang terduga terjadi. David yang udah siap melepaskan tangannya itu di tarik paksa oleh Adel hingga membuat nya oleng dan akhirnya jatuh ke samping, tepat di samping Adel tidur. Untung aja jatuhnya gak ke atas badan Adel, kalo gak kasian banget tu cewek yang perbedaan badan mereka sangat jauh berbeda.
Bukan cuma narik doang, tapi Adel malah membalikkan badan hingga wajahnya tepat berhadapan dengan wajah David. Seketika wajah David memerah dan panas dalam posisi yang sangat dekat dan intens dengan seorang wanita dan ini adalah pengalaman perdana David yang tentu aja bikin dia salah tingkah dan kehilangan konsentrasi. David memalingkan wajahnya karena merasa sedikit gerah dan panas, tapi bukan sampek di situ doang Adel bikin sensasi. Kalo tadi tangannya narik David dan balik badan kini giliran tangan sama kakinya nemplok ke badan David yang udah kayak cicak nempel di dinding. Mungkin bagi Adel badan David di kira guling, di peluk erat banget kayak gak mau di lepasin. Saking eratnya sampek Adel membenamkan wajahnya sangat dalam di guling yang hangat itu.
Jangan di tanya lagi gimana muka David yang udah merah tambah merah mendapat perlakuan dari Adel, ni cewek malah membenamkan wajahnya di dada David dalam posisi miring dan memeluknya sangat erat. Badannya yang kecil itu sangat pas dalam pelukan David, saking kagoknya sampek bikin David keluar keringat dingin di seluruh badan. Nafas aja berasa berat dan satu-satu, badannya udah kaku kayak kayu yang ada keliatan cuma matanya yang berkedip. Berbanding terbalik dengan Adel yang sangat menikmati apa yang ia lakukan, merasa sangat nyaman dan senyum manis terkembang di bibirnya. Gak tau deh ni anak mimpi apaan sampek senyum-senyum kayak gitu. Yang jelas dalam mood yang oke punya dan kenyamanan luar biasa.
David yang udah ngantuk banget itu karena kemarin malam udah gak bisa tidur gara-gara lembur buat kerjaan yang numpuk dan malam ini juga gak bisa tidur gara-gara kerjaan pula plus ada tamu yang gak di undang di rumah akhirnya membiarkan posisi seperti ini untuk ia tidur. Lagian udah berapa kali coba buat lepasin Adel tapi tetap aja ni cewek gak mau lepasin dan malah tambah erat lagi pelukannya jadi udah lah pasrah aja walau di anggap guling atau apaan, lagian gak ngelakuin hal-hal yang gak bermoral juga sama ni cewek jadi gak bakal ada masalah. Itu sih yang ada di pikiran david saat ini, gak taunya masalah sedang menunggunya yang siap meledak layaknya bom waktu yang tinggal tunggu tanggal mainnya doang buat meledak.
Bener aja kan, belum ada satu jam David tidur udah kedengaran suara yang sangat familiar di telinga David. Suara yang mampu memporak porandakan mimpinya yang terbangun kuat di atas pondasi rasa ngantuk yang tak tertahankan. Langsung jebol tuh pondasi pas denger suara Bunda yang patut di acungi jempol.
"DAVID....!!!!!!!"
Gak nanggung-nanggung Bunda teriak sampek radius satu kilometer persegi.
David yang baru aja menikmati tidurnya itu langsung bangun dan membuka matanya lebar-lebar, yang pertama ia lihat adalah Bunda yang berdiri tepat di depan pintu dengan wajah merah padam melihat ke arahnya.
"Oh Bunda..." jawabnya datar dan memejamkan lagi matanya, David mengira kalau itu Bunda yang hadir dalam mimpinya gara-gara David udah lama gak pulang dan jenguk Bunda jadi wajar aja kalo Bunda sampek hadir di dalam mimpi buat jengukin anaknya.
Bunda mengatupkan giginya melihat tingkah David yang cuek bebek dengan kehadirannya, malah lebih parahnya lagi sampek menganggap kalo kehadirannya itu cuma di anggap transparan sama David. Terbukti pad liat Bunda langsung tidur lagi, "Dasar anak bandel, enak aja mau tidur lagi hah???" Berjalan cepat ke arah David yang balik lagi ke alam mimpi dan gak sadar kalo badai tsunami menghampirinya.
Orang tua mana yang gak langsung emosi, tegangan tinggi, darah tinggi dan jantungan liat anak mereka lagi enak-enakan tidur di kamar pelukan sama lawan jenis. Apa lagi kalo statusnya masih single, kalo udah nikah mau ngelakuin apa pun di kamar atau tempat lain gak bakal jadi masalah kalo gak malu. Lah ini belum punya istri tapi udah bobo manis sambil pelukan sama cewek yang Bunda sendiri gak tau siapa tu cewek, katanya aja gak punya pacar tapi kenyataannya malah di suguhin pemandangan seperti ini pas sampek rumah.
Sebelah tangan Bunda terulur dan langsung mendarat di telinga putranya tersebut, satu jeweran mampu membuat David tersadar dari alam mimpi dan langsung tersadar ke alam nyata.
"Aq...!!!!" sambil memegangi telinganya yang di jewer sama Bunda, gak nanggung-nanggung Bunda ngelakuinnya pakek tenaga ekstra dan berasa banget pedes plus panasnya yang bikin telinga David sampek merah.
"Bun...Sakit Bunda....."
Tanpa melepaskan dan mendengarkan rengekan anaknya, Bunda melirik sekilas ke arah wanita yang tertidur dengan sangat tenang seolah gak terjadi apa-apa dan gak denger suara gaduh ibu dan anak tersebut.
Ya ampun.....
imut banget cewek ini....
Walau lebih di dominasi oleh rasa marah, tapi Bunda juga seneng karena ternyata anaknya gak seperti yang ia pikirkan. Kalo dulu Bunda sempet mikir anaknya punya kelainan alias penyuka sesama jenis, tapi malam ini tertangkap basah alias terciduk lagi tidur sama cewek yang artinya David laki-laki normal dan langsung mematahkan semua argumen tempo hari.
"Kamu ngapain hah?!" Menambah tenaga pada jeweran nya sambil melotot ke arah David yang udah merah padam mukanya nahan rasa sakit, kalo di luar dan di kantor semua orang pada takut dan segan sama David tapi kalo di rumah gak ada apa-apanya pas sudah berhadapan sama Bunda.
"Bun, lepasin dulu inih..." sambil berusaha melepas tangan Bunda, tapi gak ada efek apa pun.
"Telinga David bisa putus nih Bun..." rengek nya.
"Keluar dan kita harus bicara?!" ucap Bunda tegas dengan melepaskan tangannya dan berjalan keluar kamar terlebih dahulu, "Awas kalo kamu sampai melarikan diri, bakal Bunda coret dari daftar anak Bunda dan Bunda laporkan sebagai DPO." Ngeri banget ancaman Bunda, yang lebih ngeri biasanya Bunda gak sekedar mengancam tapi apa pun yang keluar dari mulutnya bakal di laksanakan. Itulah yang bikin gak ada satu orang pun yang berani sama Bunda karena apa pun itu bukan cuma sekedar ucapan.
David mengusap telinganya yang luar biasa sakit itu, masih gak sadar penyebab Bunda sampek murka kayak gitu apaan. Saat ia berusaha berdiri buat nyusul Bunda, tiba-tiba tangannya terasa berat dan ada sesuatu yang menahannya untuk bergerak. David menarik dengan paksa dan akhirnya matanya melihat seorang wanita yang tengah tertidur dengan sangat pulas.
"Mampus gue...." katanya lirih menyadari sumber kegaduhan yang terjadi, David memandangi wajah Adel dengan tatapan pasrah. Pasrah bakal dengerin ceramah Bunda yang memakan waktu berjam-jam itu, gak cukup satu jam doang rasanya kalo Bunda udah duduk manis dengan sederetan puisi dan kata-kata mutiara yang terucap dari mulutnya. Tapi ini bukan cuma puisi doang, David memiliki firasat kalau sesuatu yang besar dan menekannya bakal terjadi. Satu hal lagi, gimana nasib Adel entar???
Mau gimana pun itu adalah tanggung jawab David sepenuhnya, mikirin aja bikin kepalanya berasa di serang ribuan semut. David menarik tangannya perlahan biar Adel gak bangun, mau gimana pun David gak tega bangunin Adel yang tidur pulas setelah apa yang ia alami. Gini-gini David masih punya perasaan, walau di luarnya keras dan tangguh bak semen tapi di dalamnya David adalah orang yang sangat lembut. Untuk pertama kalinya David berlaku lembut dengan orang asing yang baru ia kenal, kalo sama yang lain gak bakalan dia memperlakukan seperti apa yang ia lakukan pada Adel.
Bunda yang emosinya meledak-ledak itu mengambil air mineral dingin di dalam kulkas dan meneguk habis satu botol tanggung, melihat ke arah atas di mana kamar putranya berada. Bingung mau di apain anak Segede itu, mau di gebuki juga udah gede tapi kelakuannya yang kelewatan itu emang bikin Bunda langsung darah tinggi.
"Duduk, Bunda mau ngomong serius." kata Bunda saat melihat David yang datang dengan wajah waspada.
David menarik kursi dan duduk, gak ada gerakan lebih yang ia lakukan. Kalo Bunda udah kayak gini gak bakal ada berani yang berkutik apa lagi bohong, konsekuensinya itu loh yang ngeri banget.
"Siapa cewek itu?" Pertanyaan pertama dan dasar yang keluar dari mulut Bunda.
__ADS_1
"Namanya Adel."
"Pacar kamu?"
David menggeleng, emang kenyataan nya kan mereka gak ada hubungan sama sekali.
"Lalu? apa yang Bunda liat itu?"
"Itu gak sengaja Bunda..." jawab David.
"Gak sengaja gimana? Ini rumah kamu dan gak mungkin kan kalo kamu yang gak bukain pintu cewek itu bisa masuk sendiri?"
"Iya sih, tapi kan David gak bukain pintu buktinya Bunda bisa masuk."
Ya ampun....
Walau itu jawaban yang jujur tapi kejujuran itu gak pada tempatnya.
"David, Bunda nanya serius gak becanda."
"Maaf Bun, keceplosan..."
Bunda menutup matanya dalam-dalam, "Lalu?"
"Bunda gak pernah mengajarkan anak-anak Bunda buat ngelakuin hal yang memalukan kayak gitu, mau di taruh di mana muka Bunda kalo sampai orang lain tau kelakuan kamu hah?!" Lagi-lagi Bunda meneguk air mineral yang ia bawa, kali ini gak sampek habis satu botol tapi seperempat botol.
"Selama ini Bunda nyuruh kamu buat cari istri, buat kawin iya ini... Buat menghindari dosa. Tapi kamu selalu punya alasan buat menghindar. Udah lama gak pulang, HP gak aktif, bikin Bunda cemas, gak tau nya.... malah enak-enakan kelonan di rumah sama cewek. Emosi kan Bunda jadinya?!"
Dari semua yang Bunda katakan emang bener, tapi buat urusan dosa David gak ngelakuin apa pun sama Adel. Murni cuma tidur bareng dan itu pun karena Adel yang ngelakuinnya bukan karena keinginan David, tapi jelasin semua itu pas emosi Bunda ada di puncak gak bakalan di dengerin.
"Kamu itu harapan Bunda yang paling besar, Bunda udah nasehatin jangan sampai jatuh ke dunia yang bakal kamu sesali. Di bandingkan jajan gak karuan mending kamu nikah, kena penyakit baru tau rasa."
David mengerutkan keningnya, udah bisa di tebak kan kemana arah pembicaraan Bunda. Mumpung ada waktu yang pas banget buat ngebahas jadi bakalan di pojokin sampek gak bisa bergerak sama sekali dan pilihan satu-satunya adalah nurutin apa yang Bunda mau, udahlah David hapal banget sama Bunda.
"Bunda, David mau meluruskan sesuatu sama Bunda sebelum Bunda mengambil keputusan." Memperbaiki posisi duduk dan menatap mata Bunda biar Bunda tau kalau putranya berkata jujur alias gak bohong. Kata orang tuh mulut bisa bohong tapi mata gak bisa bohong.
"Hah?! Kamu melakukan hubungan sama anak di bawah umur?!" Kata Bunda setengah berteriak.
Ya ampun....
Gue harus ngomong apaan coba???
Emang susah ngomong sama Bunda yang emosian.
"Bunda, denger dulu David ngomong sampai habis jangan di potong dan di tikung biar gak miskom." Untung aja Bunda mau dengerin dan duduk dengan tenang kayak tadi.
"Bunda jawab pertanyaan David, pas Bunda tadi mergoki David di kamar David pakek baju apa enggak?"
"Pakek."
"Adel?"
"Pakek juga," Emang itu sih yang Bunda liat, mereka berdua pakek baju lengkap dan gak ada yang aneh. Kamar dalam keadaan rapi dan emang gak ada yang mencurigakan tapi tetep aja apa pun nama dan alasannya itu yang namanya tidur dalam saru ruangan sama lain jenis itu salah dan gak ada pembenaran buat Bunda.
"Emang David gak ngelakuin apa pun sama anak orang Bunda...."
Bunda tau kalau anaknya gak bakal ngelakuin hal yang memalukan itu, tapi sebagai seorang wanita dan seorang Ibu kalau dalam posisi si cewek bakalan gak terima anak mereka di perlakukan kayak gitu. Bagi Bunda, kalau salah ya tetep aja salah walau pun itu anak sendiri dan anak orang lain. Gak ada toleransi kesalahan buat hubungan darah.
"Tapi sayang, Bunda gak pernah membernarkan apa yang kamu lakuin."
"Iya David juga tau, lagian David masih tau mana yang baik dan mana yang salah. Bunda gak udah takut buat hal itu, lagian semua ini bukan tanpa alasan kok Bun. Kalo Bunda masih gak percaya Bunda bisa tanya sama Silvia, soalnya Silvia tau Adel ke sini dan dia juga yang ngasih obat sama Adel."
"Jangan bawa-bawa Silvia, kalian berdua udah pasti sekongkol kan?"
Bunda kenal dengan baik cewek yang namanya Silvia, satu-satunya temen cewek yang putranya miliki dan mereka berteman sangat baik hingga hubungan itu udah kayak saudara di bandingkan hubungan persahabatan.
"Ya ampun Bunda...... Kenapa sih pikiran Bunda jelek terus sama anak sendiri?" Kata David hampir frustasi karena gak ada satu pun yang keluar dari mulutnya itu di percaya sama Bunda.
__ADS_1
"Bun, tu cewek kemarin tiba-tiba nongol di depan motor David dan hampir ketabrak tapi untungnya enggak, pas David deketin malah pingsan. Jadi David bawa pulang karena David merasa bertanggung jawab, makanya Silvia tau karena Silvia yang meriksa dan Andre yang datang buat jemput David."
Bunda mendengar penjelasan putranya itu dengan perhatian penuh, dari semua yang ia katakan Bunda tau kalau David mengatakan yang sebenarnya. Gak ada satu pun keraguan dalam setiap kalimat yang keluar dan itu menandakan bahwa ia berkata jujur. Tapi ada satu yang membuat Bunda merasa tertarik dan perlu membahasnya, "Motor? Jadi kamu bawa motor dan ngebut-ngebutan di jalan?"
Hah???
Lupa nyensor yang satu itu gue...
Ha ha ha ha ha ha...
Kiamat ini judulnya!
"Sudah Bunda bilang kan kalo Bunda gak suka kamu naik motor apa lagi sampek balapan, kamu pikir itu jalan umum punya nenek moyang kamu?"
Bakal panjang ini urusannya kalo udah menyangkut motor, Omelan Bunda bisa gak kelar-kelar kalo gak di alihkan.
"Kamu lupa apa kejadian dulu? Bunda gak mau kehilangan anak Bunda yang kedua kalinya, Kamu gak tau gimana rasanya liat kamu yang koma selama dua Minggu gara-gara balapan. Pokoknya kali ini Bunda gak mau tau dan gak nerima alasan apa pun, motor kamu bakal Bunda sita dan jual."
Itu yang paling David takutkan , disita doang mah bisa aja balik lagi kalo udah di jual gak bakalan bisa balik. Mana Bunda kalo jual motor kebangetan lagi, gak tau jualnya kemana tapi yang jelas tu motor gak bakalan bisa di liat oleh mata lagi walau merengek-rengek gak bakalan Bunda ngasih tau dimana tempatnya.
"Jangan gitu dong Bun...."
"Jangan gitu apanya? kamu sendiri yang cari masalah jadi kamu harus tanggung jawab buat sesuatu yang kamu lakukan. Liat kan kamu sendiri yang ngomong nabrak anak orang sampek pingsan."
Udahlah kalo kayak gini gak ada jalan buat lari, mau ke kanan ya kena semprot, ke kiri juga kena semprot, mau maju salah dan mundur juga salah. Pokoknya gak ada yang bener satu pun.
David merasa terpojok dan serba salah beneran, bahas masalah Adel juga gak ada yang bener dan ini lagi masalah motor. Kenapa juga Bunda pakek acara datang ke rumah segala? Padahal sebelumnya Bunda gak pernah datang ke rumah dan ini malah jadi masalah yang bikin kepala pening tujuh keliling.
"Bunda, kalo David naik motornya ngebut pasti lah Adel luka parah. David naik motornya tuh pelan, cari angin soalnya sumpek banget sama kerjaan yang gak habis-habis. Bunda bisa liat sendiri ada luka apa enggak di badan Adel, Bunda periksa deh ada memar apa enggak di badan Adel baru Bunda bisa ngambil keputusan."
"Iya, entar Bunda liat dan kalau sampaikan ada satu aja luka di badan cewek itu bakal Bunda jual motor kamu."
Weks....
Yang satu ini David gak yakin, tadinya asal ngomong aja biar Bunda gak memperpanjang masalah tapi bakalan jadi masalah kalo Bunda sampek nemuin luka di badan Adel. Lagian David tadi belum gak sempat melihat ada luka apa enggak sama tu cewek, ini yang dinamakan tergantung dengan nasib dan keberuntungan.
"I iya Bun," Cuma itu yang bisa David katakan untuk nego motor pagi ini, mau ngotot malah tambah parah konsekuensi nya.
"Kamu bawa ke sini keluarganya gimana? Kalo gak ada hubungan kenapa kalian bisa tidur satu tempat tidur dan pakek acara pelukan segala lagi?" Wah pertanyaan Bunda selain panjang dan detail juga mengandung jebakan, salah sedikit ngomong bakalan binasa.
"Itu Andre yang ngurus,"
"Andre lagi?"
Tambah lagi kasus gue ðŸ˜
"David, Bunda selalu ngajarin sama kamu jangan mengandalkan orang lain buat menyelesaikan masalah yang kamu bikin, walau Andre itu sekertaris dan asisten kamu tapi kamu sendiri yang harus bertanggung jawab untuk masalah yang kamu lakuin. Bunda gak suka dengan sikap kekanak-kanakan kamu, umur udah tua tapi kelakuan masih kayak anak TK."
Ya Tuhan....
Kapan penderitaan ini akan berakhir???
"Iya Bun...."
"kamu belum jawab pertanyaan Bunda."
"Pertanyaan yang mana Bun?" saking banyaknya pertanyaan yang Bunda punya, David jadi bingung sendiri.
"Kalian bisa tidur bareng."
"oh itu...." jawab David berusaha sesantai mungkin.
"Gini Bun, habis kejadian itu kan ternyata Silvia ngasih obat tidur buat Adel biar lebih maksimal istilahnya. Hp David tu lupa buat di ces karena terakhir nelpon Andre buat bahas masalah proyek yang bermasalah lumayan lama jadi habis baterainya, saking sibuknya David meriksa satu persatu berkas jadi kelupaan. Nah pas sudah lewat tengah malam David baru selesai buat periksa file dan dokumen, tiba-tiba David denger suara yang ternyata itu Adel lagi ngigau. Udah lah David liatin barang kali ada sesuatu, gak taunya di bawah pengaruh obat tidur Adel ngira kalo David itu ayahnya. Mata David ngantuk banget Bun waktu itu, mana kemarin malam juga David gak tidur jadi ketiduran dan bangunan-bangunan Bunda teriak."
Bunda menatap tajam David seolah mencari kebenaran dan kesalahan di sana.
David yang merasa di awasi itu tau banget kalo Bunda gak percaya sama apa yang di dengar, "Kalo Bunda gak percaya silahkan tanya sama Adel dan Bunda periksa cctv. Itu lebih akurat di bandingkan omongan David sendiri."
__ADS_1