
"Hai, kamu yang namanya Adel kan??"
Kontan tawa mereka langsung berhenti saat seseorang datang menghampiri, yang Adel dan Mona lihat pertama kali adalah bagian bawah alias sepatunya. Sepatu berjenis olah raga yang cukup besar ukurannya untuk seorang wanita, memang benar yang menghampiri mereka bukanlah wanita melainkan seorang pria yang kini tepat berdiri di depan dua cewek aneh.
"Iya?"
Adel mendongakkan kepalanya dan melihat dengan tatapan mata tajam dengan meneliti sosok yang telah menyapanya, seorang cowok berdiri di depannya dengan keringat yang membasahi wajahnya namun terlihat lebih menarik karenanya. Sinar matahari yang membuat Adel silau membuat pandangannya kurang jelas, jadi dia hanya melihat dari satu sisi saja cowok di depannya itu. Walau cuma satu sisi tapi keliatan kok kalo tu cowok emang ganteng, dengan rambut setengah basah dan acak-acakan.
Mendengar seseorang memanggil nama sahabatnya itu refleks Mona mendongakkan kepalanya untuk melihat melihat siapa yang menghampiri mereka, mata Mona langsung membulat dengan sempurna saat mengetahui sosok tersebut. Bagaimana tidak, ia melihat cowok terkeren di sekolah ini yang sekarang berdiri dan menghampiri mereka berdua dengan aura yang mampu membuat silau setiap wanita melihatnya. Cowok yang selalu di puja para kaum hawa, yang selalu menjadi buah bibir semua siswi, cowok yang menghiasi setiap sisi halu para siswi dan cowok yang membuat iri para siswa lainnya karena hampir seluruh wanita di sekolah ini menginginkan dan menjadi fansnya dan para cowok gak kebagian perhatian dari cewek-cewek.
"Boleh gue gabung?" Ujarnya menunjuk bangku yang masih kosong di samping cewek bernama Adel tersebut.
__ADS_1
Adel melihat ke arah Mona, meminta persetujuan apakah boleh menempatkan orang asing di antara mereka yang tiba-tiba datang tanpa permisi terlebih dahulu. Adel gak mungkin memberikan keputusan sendiri selama ada Mona di sampingnya.
Seolah tau apa yang Adel maksudkan, Mona mengangguk dengan cepat. Siapa sih yang gak mau duduk bareng idol sekolah ini? Yang bakal langsung jadi berita heboh dalam waktu singkat karena langka banget cowok yang satu ini nyamperin cewek bahkan gak pernah terdengar berita apa pun mengenai siapa cewek yang dekat atau cewek yang jadi pacarnya selama ini dan itu salah satu patokan buat kaum hawa berlomba-lomba mendapatkan tempat yang masih kosong itu. "Gak pa-pa." Jawabnya setengah berbisik, malu kalau sampai kedengaran sama yang bersangkutan.
"Boleh." Adel menggeser duduknya untuk lebih dekat dengan Mona dan memberikan ruang kosong lebih di sampingnya itu, lagian bangku yang mereka tempati cukup panjang untuk menampung satu orang lagi.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan Azkha langsung duduk dan menempati ruang kosong yang telah di sediakan oleh wanita yang ia hampiri, sebelum berubah pikiran.
"Em... Lo itu siapa ya?" Tanya Adel yang bingung, soalnya tu cowok tau namanya dan kemungkinan kalo doi itu kenal sama dia. Tapi Adelnya ngerasa gak kenal sama tu cowok, atau lebih tepatnya selama ini gak pernah tau kalau mereka sekolah di tempat yang sama. Kalo liat dari seragam yang di pakek mereka memang satu sekolah.
Langsung jatuh ke dasar bumi Mona denger pertanyaan Adel yang menurutnya luar biasa mencengangkan. Seantero jagad raya tau siapa cowok yang duduk di sampingnya itu, cowok paling keren dan jadi pujaan semua kaum hawa. Liat punggungnya aja bakal tau itu siapa, nah ini si Adel dengan polosnya malah nanya siapa yang bikin Adel tepok jidad beratus-ratus kali. Emang susah punya temen yang polosnya luar biasa tentang cowok itu, bahkan cowok cakep aja dia gak tau giman sama cowok butek. Anak SD aja sekarang tau mana cowok cakep sama enggak, lah Adel yang udah ABG kalah sama anak SD.
__ADS_1
"Sorry, gue belum ngenalin diri gue ya sama lo tadi?" Katanya yang sadar belum ngajak kenalan tapi langsung manggil nama tu cewek, jadi wajar aja kalo yang di ajak ngomong jadi bingung. Dan ternyata masih ada cewek yang gak kenal sama dia di sekolah ini, dengan wajah polosnya nanya siapa dirinya. Membuat Azkha tersenyum simpul mendengarnya, benar-benar cowok unik yang sangat jarang ia temui. Karena Azkha terbiasa dengan berbagai macam bentuk cewek yang selalu membuatnya gerah, cewek-cewek berisik yang selalu nempeli dia kemana pun dan itu sangat mengganggu Azkha selama ini. "Gue Azkha Yuki Nugraha." Mengulurkan tangan saat menyebutkan namanya, "Panggil aja Azkha." Lanjutnya dengan tersenyum manis ke arah cewek bernama Adel yang ternyata memiliki mata indah, Azkha dapat melihatnya dengan jarak sedekat ini.
Ya ampunnnnnnn.....
Manis banget sih kak Azkha kalo senyum dan liat sedekat ini. Beruntung banget gue hari ini bisa liat langsung pangeran sekolah ini senyum kayak gitu. Batin Mona yang tau siapa cowok di depannya itu, karena dia sendiri salah satu dari fans Azkha. Walau gak secara terang-terangan kayak yang lainnya yang menurut Mona norak banget.
"Gue Adelia Putri, tapi panggil aja Adel." Jawabnya dengan menerima uluran cowok di sampingnya itu dan membalas senyumannya. Agak aneh juga sih rasanya Adel kenalan kayak gini, dan untuk pertama kali selama sejarah sekolah di sini ada cowok yang nyamperin dan ngajak kenalan sama dia. Selama ini jangankan kenalan, deket aja mereka gak bakalan sudi kok sama cewek kampungan macam dia dan sekarang ada cowok cakep datang buat ngajal kenalan berasa kayak di dunia dongeng aja.
Azkha mengulurkan tangannya lagi, masih ada satu orang di sana yang gak mungkin di cuekin gitu aja. "Hai, gue Azkha."
"Aku Mona Kak." Jawab Mona menerima uluran tangan cowok ganteng itu dengan gugup, gimana gak gugup salaman sama sang idola yang selama ini cuma bisa Mona liat diam-diam dari kejauhan. Akh.... Kak Azkha... Gak bakal gue cuci nih tangan. Sambil liatin tangannya yang tadi bersentuhan langsung sama tangan yang cuma ada dalam khayalannya doang. Hu hu hu hu hu hu... Gue terharu cuy... Teriaknya dalam hati, kalo gak bakalan malu udah loncat-loncat kegirangan Mona di sana. Bayangin kalo cewek-cewek liat di salamin sama sang pangeran bakalan iri lahir batin toh mereka semua dan membuat Mona merasa senang.
__ADS_1
"Ada apa ya?" Tanya Adel yang masih bingung dengan kedatangan cowok bernama Azkha tersebut, kayaknya dia gak punya urusan sama tu cowok.
Azkha tersenyum simpul, pertanyaan yang gak di sangka-sangka itu akhirnya keluar juga. Ternyata cewek bernama Adel itu memperlihatkan wajah bingungnya, selain wajah polosnya yang gak tau siapa dirinya. Membuat Azkha merasa sangat tertarik dengannya.