
David yang udah ganti kostum (dari kostum kantor jadi kostum yang agak santai) langsung mengemudikan mobilnya menuju tempat yang beberapa hari lalu ia kunjungi, apa lagi kali bukan cafe di mana Adel kerja. beberapa hari lalu David gagal menangkap basah tu cewek jadi misinya bakal di lanjutin hari ini, bermodalkan aji mumpung dan dengan tingkat percaya diri yang gak di ragukan lagi itu David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi di tengah lalu lintas yang cukup padat. untung aja kemampuan David dalam mengendalikan setir itu gak perlu di ragukan lagi, dulu pas masih ABG David sering banget nyolong buat balapan liar di jalan bareng teman-temannya. suatu hal yang membuatnya merasa hidup layaknya seorang manusia di tengah pengapnya aturan-aturan dan juga banyaknya hal yang harus ia pelajari sebagai putra mahkota yang sejak awal masa depannya udah terjadwal kan.
senyum kecil yang hampir gak keliatan itu menghiasi wajah tampannya, entahlah....
bagi David setelah sekian lama urat leher dan bahunya terasa kaku dan hari ini lemas dan rileks.
******
"Loh?
Siska yang baru aja mau keluar bawa pesanan pelanggan langsung kaget liat Agus boppng badan Adel keluar dari musholla cafe.
"Adel kenapa?" langsung meletakkan pesanan di atas meja sembarangan, untung aja gak jatuh ke lantai.
"Gak tau sis, badannya panas banget." jawab Agus yang terus jalan.
Siska menyentuh tangan Adel dan benar apa yang Agus bilang kalo badan Adel emang panas banget, mana mukanya keliatan pucat.
"Gue telpon taksi dulu." jawabnya dengan cepat, gak mungkin bawa Adel pakek motor dalam keadaan panas banget kek gini. Gak terlalu jauh dari cafe ada pangakalan taksi online yang 24 jam bisa di pesan dan langsung tanggap. jadi gak perlu waktu lama buat perjalanan dari pangakalan ke cafe.
Agus mengangguk mengiyakan.
"Satu taksi ya sekarang ke cafe ujung jalan, gak pakek lama kalo lama bakal gue tuntut kalian ke pengadilan." kata Siska langsung sikat pas admin pangakalan taksi online itu mengangkat telponnya. emang sadis nih cewek, gak pakek basa-basi langsung ngancam.
"Sabar dulu mbak, jangan main tuntut gitu dong..."
"Iya lah, emergency ini. mau ke rumah sakit, temen gue sakit parah, kalo ada apa2 gara-gara kalian lelet gue gak bakal tinggal diam."
"Hah???"
"udah cepetan gak usah pakek nego hah heh segala, dari depan pintu kalian aja udah keliatan kok cafenya."
__ADS_1
"Oke mbak, ini langsung OTW! lima menit Sampek kalo gak kepentok macet."
"Oke, gue tunggu lima menit elo."
Mana ada coba pesen taksi kayak Siska, udah maksa pakek ngancam pula...
Yang denger pasti langsung geleng-geleng kepala pusing sendiri.
Saking tergesa-gesa Agus keluar bawa Adel yang gak sadarkan diri itu, cowok jangkung itu menabrak seseorang tepat di depan pintu dengan cukup keras. Keseimbangan badannya goyah dan mundur beberapa langkah yang berakibat Adel hampir aja jatuh, untung aja sepasang tangan menyangga badan Adel yang hampir jatuh itu dengan sigap.
"Maaf, gue gak sengaja dan keburu." katanya yang langsung menyadari kesalahan yang ia lakukan.
David sedikit kaget saat memasuki pintu seseorang menabraknya cukup keras, baru aja satu langkah udah di tabrak dan bikin David harus menyeimbangkan badannya biar gak jatuh. Belum sempat kagetnya pulih, tiba-tiba aja ia melihat sosok wanita yang tengah berada dalam gendongan cowok. Refleks David mengulurkan tangannya buat nahan biar gak kebanting ke lantai badan cewek itu dan beruntung tepat waktu, apa yang ia lakukan.
Tanpa banyak bicara David langsung mengambil alih dan dalam sekejap badan mungil itu ada di dekapannya, David kaget melihat orang yang sangat ingin ia temui itu ada dalam tangannya dengan keadaan gak sadarkan diri. terlihat jelas wajah Adel yang pucat dengan bersimbah keringat di mata David, seribu pertanyaan langsung menyerbu dalam pikirannya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Bukan cuma wajahnya yang pucat, tapi kulit David yang bersentuhan langsung dengan kulit Adel tersebut merasakan suhu tubuh cewek tersebut yang tidak normal alias lagi demam tinggi.
"Sorry..." Agus menyadari kalo Adel udah berpindah tangan, lebih tepatnya ke tangan orang asing yang tidak ia kenal dengan sangat cepat. ngerasa kecolongan bikin Agus bingung, bingung kapan nih cowok ngambil alih Adel yang tadi masih ada di tangannya tersebut. pakek ilmu apaan coba?
Davis sekilas melihat ke arah cowok yang tadi bawa adel.
"Gus, taksinya udah datang...." teriak Siska dari dalam dengan tergesa-gesa memakai tas Selempang ya sembarangan.
"Loh?" Siska yang liat keadaan didepannya itu bingung, Bukannya tadi yang gendong keluar Agus? kok sekarang malah cowok ganteng ini yang bawa Adel???
datang dari mana nih cowok???
mana ganteng banget lagi...
Udah lah, kalo berurusan sama cowok ganteng Siska instingnya langsung tajam banget.
Jangan-jangan...
__ADS_1
Siska menutup mulutnya yang cukup lebar itu.
Jangan-jangan malaikat maut????
David membalikkan badannya dan tanpa bicara satu patah kata pun ia keluar membawa Adel yang udah lemah banget, bahkan gak ada satu gerakan pun yang menandakan Adel masih hidup kecuali pergerakan kecil yang menandakan ia masih bernafas.
"We...."
Kontan Siska langsung nyelonong, nabrak Agus yang masih bengong dengan menatap tangannya yang kosong. udah berasa banget atmosfer ketidak percayaan diri Agus.
"Mas, tuh Adek kami mau di bawa kemana???" dengan sigap Siska udah ada di depan cowok asing yang tiba-tiba aja nongol dan mau bawa kabur Adel dengan merentangkan kedua tangannya sok keren kayak di film-film.
"Iya, enak aja main bawa adik kami." tambah Agus yang udah sadar dari bengong.
Siska mengubah posisi tangannya dengan memasang kuda-kuda dan mengepalkan tangannya dengan sigap siap tempur, bagaimana pun Siska udah nganggap Adel kayak adik sendiri dan gak bakalan rela kalo ada apa-apa sama Adel.
"Mau gue bawa ke rumah sakit." jawab David dengan berjalan melewati cewek yang ada di depannya itu, David udah gak perduli dengan sekitarnya atau dengan tatapan mata ke arahnya yang membuatnya risih sebenarnya. tapi udah lah gak usah perduli sama hal yang kayak gitu yang gak ada untungnya juga karena prioritas David saat ini adalah Adel.
"Enak aja mau main kabur, mas... situ emang ganteng tapi orang ganteng juga gak boleh ngelakuin hal seenak jidat mereka cuma karena mentang-mentang ganteng doang." Siska yang ngerasa di remehkan itu langsung aja nyerobot dan sekarang udah ada di depan cowok yang bawa kabur Adel.
"kalo situ gak mau lepasin Adel bakal gue laporin ke polisi." ancamnya dengan nada sangat meyakinkan, kali ini Siska gak main-main.
"Silahkan, karena polisi gak bakalan bisa nangkap gue."
"Wuih..." Siska tertawa hambar, mulai risih dan mulai gerah. singkat kata mulai kehabisan kesabaran.
"Pede banget Lo ngomong kayak gitu, emang Lo siapa?"
David mengeratkan tangannya dan menegakkan badannya dengan tatapan mata tajam.
"Gue calon suami dari Adelia."
__ADS_1
satu kalimat itu mampu membungkam Siska yang udah siap sedia mencerca dengan kalimat-kalimat ancaman lainnya.