
Tok_Tok_Tok....
Bu indah meletakkan buku yang ia pegang dan melihat ke arah pintu di mana suara ketukan itu berasal.
Mona masuk setelah mendapatkan anggukan kecil dari Bu Indah yang mempersilahkan untuk masuk.
"Permisi Bu...." Mendekati Bu indah dan memberi kan kartu ajaib kepada Guru Bahasa Matematika tersebut, "Saya dan Adel minta ijin buat pulang duluan, surat ijin pulang nanti nyusul Bu."
Bu indah yang menerima kartu itu langsung memahami apa yang terjadi dan menganggukkan kepala tanpa banyak bertanya, semua guru telah di beritahu tentang kartu tersebut di mana sang pemilik memiliki hak penuh atas apa yang ia inginkan dan hanya ada dua kartu di sekolah ini. Walau Bu Indah merasa penasaran kenapa kartu tersebut sampai ke tangan Mona tapi Bu Indah tidak ingin menanyakan nya, itu bukan wewenang dan juga urusannya sebagai seorang guru kontrak. Bahkan kepala sekolah pun tidak memiliki wewenang apa lagi dia yang hanya guru biasa.
"Apa Adel baik-baik saja?" hanya itu yang Bu indah tanyakan, pertanyaan wajar sebagai seorang guru yang mengkhawatirkan anak didiknya.
"Mona juga kurang tau Bu, tapi kata kak Azkha badannya demam dan wajahnya merah. Kak Azkha mau membawanya ke rumah sakit untuk berobat."
Jadi pemilik kartu itu adalah Azkha....
Ada hubungan apa antara Adel dan Azkha???
Walau Bu Indah sangat penasaran tapi ia berusaha bersikap wajar dan tidak ingin mencampuri urusan pribadi muridnya lebih jauh.
"Baiklah," Bu indah mengembalikan kartu yang ada di tangannya kepada Mona, "Kerjakan Sola untuk halaman selanjutnya, ada lima soal di sana yang teman-teman kamu kerjakan saat ini dan soal selanjutnya kerjakan di rumah." kata Bu indah lagi.
"Jadi untuk semua soal saya dan Adel kerjakan di rumah?"
"Benar, kumpul nanti saat ada mata pelajaran ibu."
"Ok Bu, siap...." Mona langsung balik badan, tapi langkahnya terhenti dan langsung berbalik.
"Makasih Bu..." lupa kalo lagi ngomong sama guru malah mau pergi seenaknya kayak gitu.
Mona langsung membereskan buku yang berserakan di atas meja, buku miliknya dan juga milik Adel dan memasukkan ke dalam kelas.
"Ada apaan Mon?" tanya wali yang heran liat Mona beres-beres buku dan memasukkannya ke dalam tas, bukan cuma bukunya doang tapi juga buku milik Adel dan lagi ni anak balik sendiri ke kelas gak bareng Adel.
"Adel beneran pingsan di kamar kecil???" itu yang ada dalam pikiran Wali, bukan cuma sekarang tapi udah dari tadi Wali memikirkannya kalo Adel pingsan di kamar kecil.
"Entar aja gue ceritanya kalo udah balik lagi, sekarang kerjain tuh tugas Lo. Entar gue nyontek. He he he he he he...." memasukkan kotak pensil ke dalam tas Adel, Mona kembali melihat kali aja ada yang ketinggalan barang-barang di sana malah bikin susah bolak-balik ke kelas.
"Jagain meja dan kursi Gue sama punya Adel ya, jangan Lo gadaikan apa lagi Lo jual." sambil menepuk mejanya pelan, kalo keras bakal mengeluarkan suara di sana yang bikin gaduh.
Wali mengacungkan dua jempolnya ke arah Mona yang udah menenteng dua tas di tangan kanan dan kirinya.
"Permisi Bu, makasih untuk ijinnya." kata Mona dengan menundukkan sedikit badannya sebagai tanda menghargai dan menghormati Bu Indah.
"Iya, hati-hati dan semoga semua baik-baik saja."
Lagi-lagi semua siswa berbisik-bisik melihatnya, tadi aja udah bikin pertanyaan besar dalam pikiran mereka tentang Adel yang dapat ijin keluar dan sekarang giliran Mona yang bisa pulang tanpa banyak alasan.
"Beneran entar gue mau tanya sama Adel apaan sih rahasianya bisa kayak gitu." Bisik Isa.
"Gue juga pengen tau, Sekelas Bu Indah aja bisa di lewatin dengan mudah apa lagi guru lainnya yang gue yakin juga bakal dengan mudah di taklukkan." Balas Sofian antusias, habisnya mereka pada penasaran apa yang Adel lakukan hingga beberapa hari ini tu anak melakukan banyak hal yang membuat para siswa heran bercampur kagum.
Selama ini Adel adalah siswi biasa-biasa saja tanpa memiliki kelebihan apa pun, bukan dari keluarga kaya dan memiliki jabatan tinggi tapi hari ini dua kejadian luar biasa yang gak bisa merekam lakuin dapat Adel lewati dengan mudah
"Gue iri sama Adel, Kak Azkha yang ganteng dan tajir aja bisa di dapetin. padahal tu anak gak cantik dan juga kaya, tapi gue kalah telak dari dia." kata Tyas dengan meringis, mengakui kekalahannya dalam hal percintaan. Menurutnya, ia jauh lebih baik di bandingkan Adel tapi kenyataanya dia kalah jauh dari Adel.
"Maybe, cowok ganteng dan tajir lebih tertarik dengan cewek biasa plus sederhana. udah bosen sama yang cantik dan seksi." kata Monica asal, kalo gak asal apaan coba?
Yang cantik aja banyak tapi malah milih Adel yang biasa, jadi itu jawaban yang paling tepat menurut Monica atas pertanyaan Tyas.
"Bener kata Lo Mon, habisnya udah bosen tiap hari liat yang cantik. Yang biasa lebih menarik, kan di sekolah kita udah terkenal dengan siswi-siswi cantiknya." Timpal Rini yang mendengar omongan Monica dan Tyas.
Bu indah yang sejak tadi mendengar suara bisik-bisik dari siswanya mengangkat kepalanya, ia tau bahwa semua siswa merasa penasaran dan heran dengan apa yang terjadi seperti rasa penasaran yang ia rasakan saat ini.
"Ibu minta kalian semua jangan ribut, kasian kelas lainnya yang lagi belajar."
__ADS_1
Langsung deh suasana sunyi senyap pas Bu indah ngomong kayak gitu.
"Mona minta ijin pulang karena Adel sakit, bukannya kemarin Adel juga sakit dan sepertinya kesehatan Adel belum pulih." Hanya itu yang bisa ia katakan untuk menenangkan suasana kelas yang mulai racuh, kalo gak kayak gini entar malah tambah parah lagi. Maklum aja anak usia mereka itu lagi pada masa kepo-keponya dalam hal apa pun, rasa penasaran dan ingin tau yang besar.
"Jadi siapa di sini yang mau pulang karena sakit dan di rawat di rumah sakit? ibu gak bakal melarang kalau kalian menginginkan."
"Enggak kok Bu, siapa juga yang Pengan sakit?" jawab Wali.
"Kalo gak mau silahkan lanjutkan soal kalian, kalau udah selesai kumpulkan dengan ibu. Yang lebih cepat menyelesaikan bisa istirahat lebih dulu dan untuk soal selanjutnya hingga akhir kalian kerjakan di rumah."
"Yah ibu....."
Kompakan hampir satu kelas ngomong kayak gitu, udah kayak di kasih aba-aba aja buat barengan ngomong.
"Bu, banyak banget...." Sela Nazmi yang langsung liatin berapa banyak soal yang harus di kerjakan di rumah itu.
"Udah kerjain aja, kumpulnya nanti kalo ada pelajaran ibu lagi kok. gak harus ngumpul besok,"
"Pelajaran ibu dua hari lagi yang artinya....." celetuk Ratna yang hapal banget sama jadwal pelajaran, "Cuma dua hari dong Bu waktunya...." langsung lesu muka Ratna, dua hari doang ngerjain 20 soal esai itu yang rasanya udah pusing. rumus-rumus beterbangan di atas kepalanya dengan menari-nari indah, langsung deh terbayang bagaimana rasa bosan itu.
"Ini lebih kejam di bandingkan dengan jaman penjajahan Jepangπππ"
********
"Gue mau semua berjalan sesuai dengan jadwal, jangan sampai terlambat." ujar David dengan mengakhiri pembicaraan. Rasanya kesal banget karena semua hal yang ia rencanakan tidak berjalan dengan baik, pekerjaan yang tertunda dan akhirnya menumpuk karena keteledoran anak buahnya membuat David harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikan nya, bagaimana pun semua itu menyita tenaga dan juga pikirannya.
"Si*LAN?!" melempar tumpukan kertas yang ada di meja kerjanya sembarang ke lantai, kesal karena semua tidak berjalan seperti yang ia harapkan dan membuatnya kecewa. Proyek yang ia rencanakan akan berhasil sesuai rencana ternyata semua itu gagal total, proyek besar yang ia gadang-gadang akan mendapatkan untung yang lumayan besar itu gagal karena beberapa orang berbuat curang hingga membuat kerugian yang sangat fantastis.
Merintis usaha tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, David melakukannya bertahun-tahun dan semua itu ia lakukan dengan kemampuannya sendiri. tanpa ada embel-embel nama besar kedua orang tuanya, berjuang dari nol hingga mendapatkan nama besar seperti sekarang ini bukanlah hal yang mudah, jatuh bangun telah David lewati dan menjadi sahabat terbaiknya selama ini jadi kali ini ia tak akan menyerah dengan mudah.
David menyandarkan kepalanya pada kursi kerja dan menutup matanya, sejak kemarin ia tidak ada waktu untuk bersantai dan istirahat. Sebelum semuanya beres David tidak dapat beristirahat dengan tenang, semua hama harus ia singkirkan sebelum menjadi lebih ganas dan merugikan banyak orang. Kali ini Andre yang melakukannya, menyelidiki dan menyelesaikan nya dengan caranya sendiri. Bagi David, dunia bisnis tak ubahnya seperti Duni bawah tanah di mana siapa yang kuat dan berkuasa maka mereka adalah pemenangnya. Kaum lemah akan selamanya tertindas dan tidak mampu melebarkan sayap mereka untuk berkembang. Di sini lah sisi gelap akan terlihat dan itu adalah salah satu alasan David selama ini merahasiakan kehidupan pribadinya, keluarga dan orang-orang yang ia sayangi. Semata-mata hanya untuk melindungi mereka dan tidak terseret dalam urusan yang rumit dalam dunia yang tidak pandang bulu dan usia tersebut.
David membuka matanya, walau rasa mengantuk itu menguasai mata, pikiran dan juga tubuhnya tapi David tau ini bukan saat nya untuk melakukannya sebelum Andre memberikan kabar yang ia ingin dengar. Dengan gelisah ia memainkan HPnya dan sesekali melihat layar, kali aja kan ada panggilan masuk dari Andre membawa kabar yang sangat ingin ia dengar. Tapi mata David terpaku dengan amplop berwarna coklat yang ia taruh di tumpukan paling bawah dari dokumen yang ia periksa kemarin, cowok jangkung itu mengulurkan tangan dan mengambil amplop coklat tersebut. Membukanya secara perlahan dan mengeluarkan lembar demi lembar isi.
"Bagaimana bisa?" katanya lirih hampir tak terdengar dengan memandangi sebuah foto yang membuat David merasa bingung.
"Apa yang harus gue lakuin???" Katanya dengan nada penuh penyesalan, "Apa yang harus gue lakuin buat semua ini...."
*******
"Kak," Adel menarik lengan baju Azkha biar tu cowok mengalihkan perhatiannya dan itu berhasil.
"Kenapa?" jawab Azkha dengan sibuk memainkan HPnya, dari tadi masuk UKS Azkha sibuk dengan Hpnya untuk menghubungi seseorang.
Adel menggeleng cepat, bingung mau mulai dari mana ngomongnya. padahal udah gak tahan lagi buat menyimpan apa yang ada dalam benaknya, semua itu rasanya udah mau meledak tapi Adel menahannya sebisa mungkin.
Azkha yang memiliki tingkat ke sensitif_an di atas rata-rata itu langsung memasukkan Hpnya ke dalam kantong celananya, gak tau kenapa kalau Adel saat ini gak suka dengan apa yang ia lakukan. atau cuma perasaan Azkha doang tapi itu lah yang Azkha lakukan.
"Ngomong aja." Duduk menghadap ke arah Adel dengan menyilang kan kaki dan melepaskan sepatunya terlebih dahulu.
Adel sejenak menatap Azkha, cowok itu emang bener-bener ganteng banget mau di liat dari mana pun dan dalam kondisi apa pun. Perasaan ragu itu kembali muncul dalam hati Adel, apa mungkin semua itu hanya perasaan nya saja dan itu tak lebih dari rasa kasihan.
Azkha masih menunggu dalam diam, memberikan waktu buat Adel memilih kata-kata yang tepat untuk ia sampaikan. Bagi Azkha, lebih baik sedikit bersabar di bandingkan terburu-buru dan itu yang sedang cowok itu lakukan saat ini. Bersabar menuggu apa yang ingin Adel sampaikan.
"Gak usah takut, lagian kita sesama manusia yang gak bakal makan manusia juga."
Adel tersenyum mendengar nya, emang benar tapi gak semudah itu. Kalo salah ngomong dan menyampaikannya bisa-bisa gak punya muka lagi buat nongol di depan Azkha.
"Kakak kasian ya sama Adel?"
"Kasian???"
Azkha mengerjapkan matanya dan menatap lekat mata Adel, "Kasian apa?" bingung sendiri dengan apa yang Adel katakan. "Gue bukan kasian sama Lo, tapi Lo emang perlu istirahat sekarang. liat aja muka Lo yang merah dan demam. kalo belum sembuh itu gak udah maksa buat sekolah."
bukan itu maksudnya kakak.....
__ADS_1
Bingung Adel mau gimana jelasin nya sama ni cowok, kok kayak kehabisan kosa kata buat mengarang bebas.
Gue ngomong apaan coba???
Adel cuma bisa narik nafas panjang dan menghembuskan nya, bingung sendiri mau merajut kata yang tepat.
"Jadi maksud Lo apaan?"
"Udah lah, anggap aja Adel gak pernah ngomong apa-apa." bingung sendiri mau ngomong apaan buat bisa mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.
Azkha mengambil tangan Adel dan menggenggam nya erat, "Jangan terlalu mikir yang gak penting, yang harus Lo tau gue ada buat Lo karena itu kemauan dari gue sendiri." menjalin jari jemari nya dengan Adel yang sangat kecil dan itu kontras sekali dengan telapak tangan yang besar dengan jari-jari yang panjang.
"Kalau Lo takut gue cuma main-main, buang jauh-jauh pikiran itu dari kepala Lo karena itu gak penting." Azkha menyelipkan tangan Adel ke dalam tangannya dan tersenyum.
"Hari ini, gue sudah mengumumkan ke semua orang kalau elo milik gue. Gue gak perduli Lo suka atau enggak, gue gak perduli Lo Nerima gue apa enggak dan gue lebih gak perduli Lo cinta apa enggak sama gue." Azkha menatap mata Adel dengan tatapan mata serius.
"Yang lebih gue perduli kan adalah gue hanya satu-satunya laki-laki di dekat Lo dan hanya gue yang bisa megang tangan Lo seperti saat ini, gendong Lo seperti tadi dan hanya gue yang boleh bilang kalau gue adalah suami masa depan Lo."
******
Hi semua....
Salam kenal, salam hangat dan bahagia buat kalian semua di mana pun (Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau...) Soalnya author yakin banget kalo kalian semua itu berasal dari daerah yang berbeda karena Indonesia kaya akan budaya.
Kita kenalan dulu Yach mumpung author punya waktu luang.
Sorry banget author baru bisa silaturahmi sekarang ma kalian karena author punya kesibukan sendiri selain di sini yang gak bisa setiap saat buat menyapa kalian semua yang udah ngeluangin waktu buat mampir di sini (Kok kayaknya author nya egois gitu Yach gak pernah nyapa balik??) Aslinya pengen banget buat kita lebih dekat tapi mau gimana lagi yang keadaan gak kemungkinan buat author stay terus di sini, sekali lagi author minta maaf.....
Buat kalian yang udah pernah baca novel author lainnya pasti udah kenal kan sama author, walau author bukan penulis terkenal dan pro tapi setidaknya author punya beberapa novel selain "Kontrak Cinta 100 hari" ini yang udah jalan duluan dan bahkan udah tamat.
Nama Author yang sebenarnya itu Nora, author udah kepala tiga atau malah lebih tahun ini. Aslinya author bertempat tinggal di Banjarmasin Kalimantan Selatan, author juga lahir dan besar di Banjarmasin walau author punya darah keturunan Jawa dari Mama author.
Menulis adalah hobby author dari SMA, kalo dulu ya gak ada yang kayak gini jadi author nulis di Mading atau majalah-majalah remaja yang beken pada jamannya. Nulisnya tuh pakek komputer, di print dan di kirim lewat pos. belum kenal sama yang namanya email atau sejenisnya jaman itu, pokoknya manual banget deh author nulis. Yang hidup di masa 2010-2015 pasti tau lah majalah beken dan hits apaan pas waktu itu. Karena sekarang udah ada aplikasi yang sangat memudahkan dan juga canggih makanya author menuangkan hobby author di sini dan syukur banget mendapat tanggapan yang baik dari kalian semua (Gak perlu ngetik dan print pakek kertas atau ngirim ke pos lagi kayak dulu).
Ada beberapa novel yang author tulis dan kalian bisa liat di profil author kalo mau di kepo_in gitu....
Berharap kalian kepo sih sebenarnya βΊοΈβοΈ
kepo yang baik itu gak papa asal jangan kepo_in tetangga π itu bahaya.
Buat group juga author jarang banget nongol karena posisi author sebagai ibu rumah tangga plus punya anak dan juga punya kerjaan lain jadi gak sempat buat mampir dan menyapa kalian di sana, bukan cuma di group tapi juga di komentar yang kalian bikin author minta maaf banget kalo gak sempat balas satu-satu. Bukan berarti author gak baca Yach.... Author baca kok setiap komentar kalian yang cuma bisa author kasih like buat komentar kalian semua dan Author ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kalian semua yang udah meluangkan waktu buat baca, Ni nggalin like, kasih komentar dan kasih hadiah buat author.
Terharu author tau gak.....
ππππ
Itu tuh sangatlah berharga buat author karena tanpa kalian karya author gak ada apa-apanya dan gak berarti apa-apa loh...
Bayangin aja bikin karya tapi gak ada yang baca berasa sayur tanpa garam π
Buat jadwal Update per bab author gak bisa menentukan dan menjanjika itu tiap hari, dua hari sekali atau beberapa hari sekali. soalnya di mana author punya waktu luang buat nulis dan juga mood nya lagi on bakal author lanjut kok, kadang harus bentrok sama jadwal dan author juga nyolong waktu yang sempit buat nulis. Kadang juga author punya waktunya cuma malam pas semua kerjaan ibu rumah tangga udah kelar, anak udah bobo manis dan emak akhirnya beraksi π kalo enggak udah capek siangnya malamnya bablas ikut ngorok pas bangun-bangun udah pagi.
Jadi harap maklum ya kalo jadwal update nya agak kacau plus berantakan, tapi yang jelas author bakal usahain buat update sesering mungkin walau gak terjadwal dengan pasti kapan updatenya.
Buat Bab yang isinya agak banyak di bandingkan biasanya itu merupakan rencana perubahan yang author bikin, kalo biasanya dalam satu bab author cuma nulis 1000 kata atau lebih sedikit tapi sekarang author ubah jadi 2000 kata dan itu pun minimal sampai 3000 kata per bab atau bisa lebih tergantung mood author yang lagi on buat nulis dan idenya juga lancar jaya dan bikin kalian puas bacanya walau update nya gak tiap hari tapi sekali update Lumayan banyak (Sampek keriting jempol author buat nulis sebanyak itu, untung aja otak author udah keriting duluan jadi gak susah-susah buat di lurusinπ).
Oh ya untuk masalah kepo-kepoan nih, kalo kalian mau kepo sama author silahkan tinggalkan pertanyaan yang insyaallah bakal author jawab kalo itu author bisa jawab, klo enggak entar author minta bantuan sama Mbah Google π
embah Google tetap terbaik dan tak terkalahkan dalam segala kondisi dan suasana.
Terimakasih atas dukungan, partisipasi kalian melalui Like, Komentar, dan hadiah. Itu adalah dukungan yang sangat berarti untuk author dan berharga yang hanya bisa author ucapkan terimakasih banyak.
Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa dan gak bakal bisa sampai ke tahap ini yang sumpah bikin terharu dan terhura.
Jangan lupa buat yang kepo tadi buat ngasih pertanyaan yang pengen kalian tau dari author Yach....
__ADS_1
Love u.....
π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°