
"Plok-Plok-Plok..."
Abimanyu menepuk tangan dengan sangat keras di iringi dengan suara tawa memecah keheningan membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Ha ha ha ha ha ha ha....!!!"
Kalo lagi di film-film dongeng itu persis banget sama tawanya sang nenek sihir yang mistis, bukan cuma ketawa doang tapi seringai nya itu bikin keadaan jadi lebih mendukung.
"Seandainya ada penghargaan Oscar disini saya yakin kalau kamu mendapatkannya tanpa harus bersaing." katanya dengan senyum meremehkan ke arah anak muda yang Abimanyu anggap lagi mimpi di siang bolong.
Gimana gak mimpi di siang bolong, tiba-tiba aja muncul dan ngaku kalo penerus dari keluarga Alexander. Puluhan tahun Abimanyu menjadi tangan kanan ketua dan sekalipun dia tidak pernah bertemu dan mengenal sosok yang dengan angkuhnya itu ingin menyingkirkan nya.
"Terimakasih atas sanjungan anda tuan." ucap David sopan dengan senyum kecil penuh dengan arti.
"Dokter Renata, saya akan sangat berterimakasih saat anda menerima saran saya untuk memimpin rumah sakit ini dan lakukanlah apa yang menurut anda bisa mengembangkan rumah sakit ini menjadi lebih baik. saya akan mendukung penuh rencana anda." kata David dengan membuka beberapa dokumen yang telah ia bawa, walau itu bukan dokumen penting tapi setidaknya dokumen itu mampu menjadi tolak ukur untuk menaklukkan lawan di depannya.
"Wow, ternyata hanya dengan pujian kecil anda menjadi besar kepala dan sekarang memainkan peran sebagai seorang pemimpin disini?" Abimanyu berdiri dan menghampiri anak muda yang sok itu, ia berdiri di sampingnya dengan tersenyum. menundukkan badannya untuk dapat membisikkan sesuatu.
"Boy, tempatmu bukan disini kalau hanya ingin bermain peran. pulang dan tidurlah, jangan bermimpi di tempat seperti ini kalau kau tidak mau hidupmu akan menjadi sebuah mimpi." bisik nya dengan tersenyum manis dan mengangguk beberapa kali untuk meyakinkan bahwa ia tidak hanya sedang bicara tapi itu semua akan di lakukan.
"Terimakasih atas saran anda, tapi sepertinya anda yang harus pulang dan tidur untuk menyadari bahwa mimpi dan kenyataan itu sangat berbeda jauh."
*******
Adel yang kepalanya masih muter buat mikirin cara gimana kabur dengan anggun dan cantik itu bingung banget, gimana gak bingung kalo tu perawat gak bergeser dari tempatnya. tetap anteng dan duduk manis tanpa meninggalkan kamar yang ia tempati selangkah pun.
mau pakek alasan apa coba???
mau ke toilet?
toh toilet udah di dalam kamar dan gak logis banget kalo pakek alasan yang satu ini.
alasan mau ke apotik buat nebus obat, gak mungkin lagi...
__ADS_1
obat udah tersedia alias di antar ke tempat sesuai jam yang udah di jadwalkan.
apa lagi mau beli makanan, kulkas udah penuh sama makanan dan buah-buahan yang tadi di bawa.
akh.....
kenapa hidup Adel begitu rumit dengan semua ini.
perlu pencerahan tingkat tinggi ini buat dapat ide cemerlang.
lagi pusing-pusing mikir, gak taunya liat ke jendela kaca.
langsung aja Adel nengok ke sana, gak Sampek satu menit langsung sadar itu ide yang paling buruk dari segala ide kaburnya.
gimana gak buruk banget kalo ternyata ni kamar ada di lantai atas, gak tau lah berapa meter dari bawah tapi yang jelas kalo loncat dari jendela bakalan punya gelar Almarhum setelah Sampek bawah.
Ini namanya bukan menyelesaikan masalah tapi malah nambah masalah, kabur dari malaikat administrasi tapi malah ketemu sama malaikat maut.
"Muka Lo kenapa?" tanya Siska yang liat Adel langsung pucat.
"Gak jadi kabur?" kata Siska tanpa rasa bersalah dan ngomongnya lumayan kenceng lagi yang kontan aja langsung di dekap tu mulut pakek kedua tangan Adel.
"Jangan keras-keras ngomongnya." sambil melotot ke arah Siska, ni orang satu nyablak banget gak pada tempatnya.
Adel melirik perawat yang lagi asik baca majalah, untung aja tu orang lagi konsentrasi sama majalah yang di baca dan gak denger apa yang Siska tadi bilang. kalo gak bakalan berabe banget nih urusan.
"Lo mau bunuh gue sedini mungkin apa hah?" sambil ngasih kode lewat lirikan mata ke arah perawat yang lagi asik dengan dunia nya itu.
puk puk puk
Siska memukul tangan Adel yang masih mendekap erat di mulutnya itu, kenceng banget Sampek sakit dan susah nafas soalnya lubang hidung ikut ke tutup juga.
"Sorry Sis..." katanya sambil nyengir.
__ADS_1
"Lo yang mau bunuh gue sedini mungkin ini namanya." ujarnya setelah dapat mengisi rongga paru-paru nya yang tadi sempat bengek.
"Habis elo juga..."
masih ngeyel dan gak mau ngalah juga.
"Udah lah, gue mau nonton dulu. kali aja dapat pencerahan di tengah kesempitan." sambil ngambil hp yang ada di meja samping kasurnya.
Bukannya gak denger kegaduhan yang di lakukan dua orang itu, tapi Radinta lebih memilih pura-pura tuli dan pura-pura buta aja.
lagian ya, gak ada untung nya juga kalo ngerecokin mereka. tugasnya cuma jagaian dan mastiin pasien itu gak bakalan kabur.
gak tau juga sih ni cewek punya hubungan apa sama cowok bak malaikat itu yang tentu aja Radinta tau kalau tu cowok tajirnya gak di ragukan lagi.
tapi anehnya ni cewek malah mau kabur, padahal semua biaya sudah di tanggung sama cowok tersebut dan dia sendiri di bayar jauh di atas rata-rata perawat lain untuk jagain cewek itu.
tugas Radinta adalah stay di kamar ini dan memastikan kalo gak ada yang keluar kamar ini, mau mereka berdua ngapain kek itu bukan urusannya selama itu masih dalam hal wajar.
*****
hi semua...
sorry banget Yach author lama banget gak nongol karena sebab dan musabab banyak alasan yang gak mungkin satu persatu author sebutin di sini.
intinya author sibuk banget di dunia nyata dan gak ada waktu luang buat nulis, kalo malam udah capek dan langsung tepar gitu aja.
sekali lagi sorry banget buat up yang kacau balau kayak cuaca kita sekarang ini 😔
bukannya sengaja tapi tuntutan sebagai makhluk hidup dan sosial bikin author harus membagi waktu, author cuma punya dua tangan dan dua kaki jadi sulit buat baginya.
Banyak kegiatan yang harus di kerjain Sampek akhirnya author bingung sendiri kadang bagi waktu, jadi lah author menghilang dari peredaran berbulan-bulan (author Sampek lupa kapan terakhir buka aplikasi ini 😅 karena sibuk banget atau mungkin sok sibuk ya???)
makasih banget buat kalian semua yang masih setia buat nunggu up (author baca dari setiap komen), padahal up nya gak jelas banget kayak gini.
__ADS_1
sekali lagi author minta maaf dan terimakasih buat kalian semua