Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Tipe


__ADS_3

David memandangi selembar foto seorang wanita dengan memakai pakaian pelayan yang tengah membawakan pesanan dengan tersenyum manis, setidaknya dunia tidak selebar daun kelor tapi entah kebetulan apa yang membuat David bertemu dan mendapatkan informasi dengan sangat mudah mengenai wanita tersebut. Keadaan lah yang membuatnya seperti ini, kalo gak kepaksa mana mungkin David bersusah payah mencari informasi mengenai seorang wanita yang gak ia kenal. Berhubungan dengan wanita bukan gaya David selama ini. Wanita yang satu ini berbeda dengan wanita yang sering ia temui, wanita yang berani menolak uang pemberiannya dan juga wanita unik yang dengan kepribadian yang belum pernah ia temui sebelumnya. Dan ia akan menjadi kandidat pertama yang akan David pilih seandainya memang perlu untuk di pilih dan memenuhi kriteria yang ia tetapkan, kriteria yang Bunda dan Neneknya inginkan untuk bisa masuk ke dalam keluarganya.


*******


"Pokoknya Bunda gak mau tau, tahun ini juga kamu harus membawa dan mengenalkan seorang wanita sebagai istri kamu ke rumah ini. Kalau enggak Bunda akan menjodohkan kamu dengan anak kenalan bunda dan Bunda gak mau tau dan gak mau berima alasan apa pun sampai kamu menerima dan menikahinya." Ancam Ningrum pada anak lelaki satu-satunya yang umurnya udah lebih dari cukup tapi gak pernah sekali pun membawa dan mengenalkan wanita kepada keluarganya yang bikin semua orang khawatir kalau David memiliki kelainan karena tak punya keinginan mengenal dan berhubungan dengan wanita mana pun. "Umur kamu udah gak muda lagi David, dulu Ayah kamu saat berusia tiga puluh tiga tahun sudah mempunyai kamu dan juga Zaski. Tapi kamu? Jangankan anak, pacar aja kamu gak ada kan?" Kata Bunda yang menang telak karena apa yang di katain itu adalah kebenaran.

__ADS_1


"Bun...," Belum selesai ngomong David udah di potong sama Bunda, emang gak punya kesempatan buat jelasin dan ngasih alasan sama Bunda kalo kayak gini.


"Enggak, pokoknya Bunda gak mau dengar penjelasan apa pun. Bunda udah capek denger bualan kamu yang gak pernah kamu tepati." Mengangkat sebelah tangannya (Kode keras kalo gak mau di bantah dan nerima penjelasan apa pun) untuk menghentikan David sebelum memberikan penjelasan yang sama setiap kali menanyakan hal yang bersangkutan dengan jodoh dan calon istri. "Pilihan ada di tangan kamu, bawa satu wanita pilihan kamu ke rumah ini atau kamu harus menikah dengan wanita pilihan Bunda?"


Kali ini David gak bisa ngeles dan nolak lagi, di liat dari muka aja keliatan banget kalo Bunda bener-bener serius dengan ucapannya. Bagi David, mengenal dengan wanita itu adalah suatu tindakan yang sia-sia. Di matanya seorang wanita itu adalah makhluk yang haus dengan glamournya dunia, menilai segala sesuatu hanya dari sisi kemewahan di bandingkan dengan perilaku manusia itu sendiri. "Oke, kasih David waktu buat cari calon menantu idaman buat Bunda. David gak mau di jodohkan dengan orang yang gak David kenal." Akhirnya ngalah, kalo gak kayak gini bakalan panas telinga sama permintaan Bunda yang sama aja kalo pulang. Mending cari sendiri di bandingkan harus menikah dengan wanita pilihan Bunda yang David tau kalau cewek tersebut gak ada yang beres. "Padahal Umur David itu masih muda tapi kaliam ribut aja dari dulu buat cepet-cepet kawin."

__ADS_1


David menoleh ke arah Ayahnya yang lagi asik baca koran, udah kayak gak terjadi dan dengar apa pun padahal Bunda dari tadi berkoar-koar. Mau minta perlindungan dan dukungan dari Bunda, karena David tau kalau Bunda paling gak bisa nolak perintah dari Ayah apa pun itu. Istri yang sangat penurut yang David idamkan pula, tapi jaman sekarang cari cewek yang kayak gitu lumayan susah dan bisa jadi hampir punah keberadaannya dari muka bumi.


Ayah yang sadar dari tadi di liatin anaknya itu akhirnya meletakkan koran yang ia baca di atas meja dengan melepas kaca mata bacanya secara bersamaan. "Udah, gak usah minta belain sama Ayah karena gak bakal menang juga sama Bunda kamu. Kalo Bunda udah punya kemauan gak bakal ada yang bisa lawan jadi turutin aja kemauan Bunda buat pulang dan bawa menantu yang pantas untuk kami."


Pupus sudah harapan David buat dapat pembelaan dari Ayah yang kayaknya emang sekongkol juga sama Bunda hari ini, liat aja tuh muka Ayah yang damai sejahtera dengerin omelan Bunda dari tadi. Apa namanya kalo gak sekongkol mereka berdua yang bikin David terpojokkan.

__ADS_1


"Bawa menantu yang lebih cantik dari Bunda kamu," Ayah mengambil teh hangat yang tadi Bunda bikinkan, "Tapi ingat, Ayah tidak melarang kamu berhubungan dengan wanita mana pun asalkan dia berasal dari keluarga baik-baik, memiliki sopan santun dan bisa untuk di bimbing. Jangan menilai wanita itu hanya dari penampilan fisiknya saja yang terlihat cantik, tapi yang lebih penting hatinya itu yang harus cantik dan Ayah sangat yakin kalau kamu akan menemukan wanita yang bisa membuatmu menjadi seorang laki-laki dan imam yang baik."


"Benar apa yang Ayah kamu katakan nak, Bunda juga berharap seorang menantu yang baik hatinya. Jangan hanya karena dia wanita yang terlihat cantik dari luarnya maka kamu bawa pulang dan kenalkan, Bunda menginginkan wanita yang bisa membuatmu di hargai dan kalian saling mencintai satu dengan lain. Bunda ingin pernikahan yang akan kamu lakukan satu untul seumur hidup." Bunda mengelus telapak tangan anaknya yang kini telah dewasa, anak lelaki yang menjadi kebanggan keluarga dan anak lelaki yang membawa harapan besar untuk mereka. Semua orang mengharapkan David mendapatkan seorang istri yang luar biasa, bukan dari kalangan artis atau pejabat namun istri yang benar-benar seorang wanita yabg rela mengorbankan hidupnya untuk mengurus suami, anak dan juga rumah. Seorang ibu rumah tangga yang baik.


__ADS_2