Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
kualitas tinggi


__ADS_3

Adel mengambil handuk basah buat membersihkan keringat yang membasahi badan tu cowok. Udah lah urusan entar di pikir entar aja, sekarang yang terpenting adalah kesehatan cowok yang ada di depannya. nungguin asistennya datang malah lama banget, mana satu jam lagi Adel udah harus pergi nemenin Mona. Walau di tinggalin tu cowok dalam keadaan terurus.


Perlahan Adel menempelkan handuk basah itu dan menggosoknya dengan pelan sambil merem dan berdoa dalam hati.


Jangan bangun dulu sebelum gue kelar....


tidur aja lamaan dikit biar kerjaan gue kelar....


David yang berada di alam mimpi dengan merasakan betapa sangat menikmati pemandangan pantai yang indah (Soalnya David lagi mimpi di pinggir pantau gitu dengan menikmati pemandangan pantai),


dengan deru ombak dan angin yang membuatnya merasa sangat damai, rasanya udah lama banget gak menikmati waktu damai dan nyaman seperti ini. Gak pernah merasa selepas ini tanpa beban karena waktu dan kehidupan yang David jalani sebagian besar di habiskan untuk urusan pekerjaan, hampir gak punya waktu untuk memanjakan dan menyenangkan diri sendiri. saking enaknya David merasa kalo matanya mulai sayu dan mengantuk. perlahan tapi pasti ia menutup mata, menikmati angin dan kedamaian itu hingga membawanya ke alam mimpi.


Eits...


Baru aja mau merem buat tidur tiba-tiba aja David merasa sesuatu yang basah menyentuh badannya, pas membuka matanya ternyata laut yang tadi tenang dan juga air yang tadi jauh banget udah sampai badannya. gak tau sejak kapan David di kelilingi luapan air laut yang berlimpah-limpah, kontan bikin David kaget dan meloncat. Tapi si*lnya pas loncat langsung kepleset yang akhirnya David malah jatuh ke dalam air tersebut. Untung aja David melihat satu batang kayu yang mengapung gak jauh dari tempatnya, dengan cepat ia menyambar batang kayu itu biar gak tenggelam.


"Akh!!!"


Adel yang tadi lagi membersihkan badan cowok itu langsung teriak keras banget, gimana gak kaget kalo tiba-tiba aja ada tangan yang menyambar leher dan menariknya dengan sangat keras dan cepat yang membuat Adel gak bisa melakukan apa pun untuk menghindar. Kontan air yang ada dalam wadah itu tumpah ke lantai karena kepalanya yang langsung menyentuh badan tu cowok, gak tanggung-tanggung wajah Adel jatuh tepat di dada cowok tersebut Sampek gak bisa bergerak. ada tekanan kuat di sana yang bikin Adel gak bisa melepaskan diri, malah sulit bernafas karena hidungnya yang ketutup.


"Lo ngapain?" tanya David yang kaget dan juga baru nyadar kalo ada orang lain, bahkan posisi mereka berdua sangat in*im saat ini. Dengan posisi David tertidur telen*ang dan memeluk seorang wanita dengan tubuh tanpa baju.


Ok tanpa baju...


Baju gue kemana?


bukannya tadi gue tidur pakek baju???


"Hmpmmha Mahddjowua"


"Ngomong apaan sih Lo?"


Adel mendorong tangannya sekuat tenaga buat melepaskan diri, gimana bisa ngomong kalo mukanya menempel sempurna kayak gitu. untung aja tu hidung asli bikinan tuhan, kalo enggak bakalan penyok kemana-mana dah.


"Apaan sih Lo?!" Langsung megap-megap, mengatur nafas yang udah ada di titik terakhir. Gak lucu aja mati kehabisan nafas gara-gara di peluk cowok.


"Elo yang apaan?"


"Kenapa gue? Lo mau bikin gue kehabisan nafas hah?" berdiri dan masih mengatur nafasnya yang lari pontang panting.


G*la ni cowok, bisa-bisa gue mati beneran tadi.


"Lo ngapain tadi? kenapa gue bisa meluk Lo?" David menyandarkan dirinya di sandaran tempat tidur, melihat ke sekeliling dan ternyata dia ada di hotel bukannya pantai yang tadi.


David memegangi kepalanya, yang ternyata semua itu hanya mimpi doang.


"Lo gak pa-pa?"


langsung ilang emosi Adel liat cowok itu megang kepala dengan wajah pucat.


"Kepala gue masih agak pusing."


Tanpa di minta Adel mengambil air putih yang udah ia siapkan kalo sewaktu-waktu bangun.


David hanya memperhatikan dengan ekor matanya tentang apa yang Adel lakukan, banyak hal yang sedang ia pertimbangkan dan pikirkan saat ini.

__ADS_1


Sebenarnya Lo itu cewek yang kayak gimana?


"Minum dulu," meletakkan gelas yang berisi air di tangan dan mengambil lap untuk membersihkan air yang ia tumpahkan.


"itu air apaan?"


"Air yang gue pakek buat bersihin badan Lo. Lo ngagetin gue pakek narik kepala gue jadi tumpah ke lantai."


Bersihin badan???


David melihat ke arah badannya yang sekarang udah terjawab pertanyaan tentang kemana raibnya baju yang ia pakek.


"Jadi Lo yang???" menunjuk badannya tanpa mengatakan kelanjutannya.


Adel mengangguk dengan membersihkan air tersebut.


Davis langsung berdiri dan menarik tangan Adel.


"Apaan sih?" berusaha memberontak, ni cowok dari tadi seenaknya Jidad narik-narik. Gak tau apa kalo di tarik paksa tuh sakit.


"Lo ngapain?"


"Bersihin lantai lah."


"Biar pegawai hotel yang ngelakuinnya." mengambil kain pel di tangan Adel dan membuang sembarangan.


"Bersihkan tangan Lo dan berhenti melakukan hal yang gak berguna." perintah David yang gak suka melihat Adel melakukan pekerjaan itu di depannya.


"Tapi itu kalo gak di keringkan bisa kepeleset."


Adel langsung diam dan melakukannya, membersihkan tangannya dengan sabun.


"Jadi apa yang Lo lakuin sama gue?" tanya David setelah Adel kembali dengan tangan bersih, ada senyum bangga karena ni cewek nurut dan gak ngebantah.


"Apa?"


"Kemana baju gue?"


Adel mengedarkan pandangan matanya buat cari di mana ia melemparkan kemeja itu, tadi kan asal main lempar aja kayak gitu jadi mana tau di mana tu kemeja berakhir.


"Itu?" jawabnya dengan menunjuk kemeja yang udah tergelatak tak berdaya di samping sofa.


"Lo ngapain?"


"Badan Lo basah kena keringat tadi, jadi gue lepasin kemeja Lo biar gak masuk angin karena basah." jawabnya jujur dengan wajah memerah, mengingat proses bagaimana ia melakukannya dengan penuh perjuangan. emang emak-emak yang mau lahiran doang yang berjuang mempertahankan nyawa, Adel juga berjuang dengan nyawa cuma sikon nya aja yang beda.


"Air dan handuk?"


"Gue pakek buat nyeka badan Lo dari keringat, kalo gak di seka bakal masuk ke dalam lagi dan itu gak baik."


"Gitu doang? Lo gak nyuri kesempatan dalam kesempitan kan?"


"Enak aja Lo ngomong?!" langsung emosi lah Adel di tuduh kayak gitu, siapa juga yang bakalan rela kalo di tuduh kayak gini.


"Gue gak niat dan gak na*su sama Lo."

__ADS_1


David yang mendengar ucapan Adel itu merasa tertantang, dengan cepat ia menarik dan membanting tubuh mungil Adel ke atas tempat tidur dan mengurung dalam pelukannya. David menahan badannya dengan bertumpu pada kedua tangannya, kini mereka sangat dekat dan dapat melihat satu dengan yang lain hingga sangat jelas.


"Lo masih bilang gak na*su sama gue? Lo liat baik-baik dan buka mata Lo lebar-lebar." katanya dengan menatap tepat di bola mata Adel, biar cewek itu sadar mana yang bagus kualitas tinggi dan mana yang bagus kualitas rendah.


Di suruh buka mata lebar-lebar bikin Adel langsung merem, "Om, kasian mata gue yang masih virgin ini ternoda dengan tindakan om. bukan cuma gue yang anak di bawah umur tapi mata gue juga masih di bawah umur." katanya dengan merapatkan matanya buat menghindari pandangan mata yang bisa bikin konslet.


David tertawa kecil mendengar nya, ni cewek emang bener-bener lucu atau muna?


Dengan lembut David mendaratkan sebuah ciuman kecil di kening Adel.


Adel yang merasa ada sesuatu yang rasanya agak basah di Jidad nya itu langsung membuka mata dan hal pertama yang ia lihat adalah leher cowok itu. Lah kepalanya kemana kalo cuma lehernya doang????


*******


Hi semua....


Salam kenal, salam hangat dan bahagia buat kalian semua di mana pun (Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau...) Soalnya author yakin banget kalo kalian semua itu berasal dari daerah yang berbeda karena Indonesia kaya akan budaya.


Sorry banget author baru bisa silaturahmi sekarang ma kalian karena author punya kesibukan sendiri selain di sini yang gak bisa setiap saat buat menyapa kalian semua yang udah ngeluangin waktu buat mampir di sini (Kok kayaknya author nya egois gitu Yach gak pernah nyapa balik??) Aslinya pengen banget buat kita lebih dekat tapi mau gimana lagi yang keadaan gak kemungkinan buat author stay terus di sini, sekali lagi author minta maaf.....


Buat kalian yang udah pernah baca novel author lainnya pasti udah kenal kan sama author, walau author bukan penulis terkenal dan pro tapi setidaknya author punya beberapa novel selain "Kontrak Cinta 100 hari" ini yang udah jalan duluan dan bahkan udah tamat.


Ada beberapa novel yang author tulis dan kalian bisa liat di profil author kalo mau di kepo_in gitu....


Berharap kalian kepo sih sebenarnya ☺️✌️


kepo yang baik itu gak papa asal jangan kepo_in tetangga πŸ˜… itu bahaya.


Buat group juga author jarang banget nongol karena posisi author sebagai ibu rumah tangga plus punya anak dan juga punya kerjaan lain jadi gak sempat buat mampir dan menyapa kalian di sana, bukan cuma di group tapi juga di komentar yang kalian bikin author minta maaf banget kalo gak sempat balas satu-satu. Bukan berarti author gak baca Yach.... Author baca kok setiap komentar kalian yang cuma bisa author kasih like buat komentar kalian semua dan Author ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kalian semua yang udah meluangkan waktu buat baca, Ni nggalin like, kasih komentar dan kasih hadiah buat author.


Terharu author tau gak.....


😚😚😚😚


Itu tuh sangatlah berharga buat author karena tanpa kalian karya author gak ada apa-apanya dan gak berarti apa-apa loh...


Bayangin aja bikin karya tapi gak ada yang baca berasa sayur tanpa garam 😌


Buat jadwal Update per bab author gak bisa menentukan dan menjanjika itu tiap hari, dua hari sekali atau beberapa hari sekali. soalnya di mana author punya waktu luang buat nulis dan juga mood nya lagi on bakal author lanjut kok, kadang harus bentrok sama jadwal dan author juga nyolong waktu yang sempit buat nulis. Kadang juga author punya waktunya cuma malam pas semua kerjaan ibu rumah tangga udah kelar, anak udah bobo manis dan emak akhirnya beraksi πŸ˜… kalo enggak udah capek siangnya malamnya bablas ikut ngorok pas bangun-bangun udah pagi.


Jadi harap maklum ya kalo jadwal update nya agak kacau plus berantakan, tapi yang jelas author bakal usahain buat update sesering mungkin walau gak terjadwal dengan pasti kapan updatenya.


Buat Bab yang isinya agak banyak di bandingkan biasanya itu merupakan rencana perubahan yang author bikin, kalo biasanya dalam satu bab author cuma nulis 1000 kata atau lebih sedikit tapi sekarang author ubah jadi 2000 kata dan itu pun minimal sampai 3000 kata per bab atau bisa lebih tergantung mood author yang lagi on buat nulis dan idenya juga lancar jaya dan bikin kalian puas bacanya walau update nya gak tiap hari tapi sekali update Lumayan banyak (Sampek keriting jempol author buat nulis sebanyak itu, untung aja otak author udah keriting duluan jadi gak susah-susah buat di lurusinπŸ˜‚).


Oh ya untuk masalah kepo-kepoan nih, kalo kalian mau kepo sama author silahkan tinggalkan pertanyaan yang insyaallah bakal author jawab kalo itu author bisa jawab, klo enggak entar author minta bantuan sama Mbah Google πŸ‘


embah Google tetap terbaik dan tak terkalahkan dalam segala kondisi dan suasana.


Terimakasih atas dukungan, partisipasi kalian melalui Like, Komentar, dan hadiah. Itu adalah dukungan yang sangat berarti untuk author dan berharga yang hanya bisa author ucapkan terimakasih banyak.


Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa dan gak bakal bisa sampai ke tahap ini yang sumpah bikin terharu dan terhura.


Jangan lupa buat yang kepo tadi buat ngasih pertanyaan yang pengen kalian tau dari author Yach....


Love

__ADS_1


πŸ₯°


__ADS_2