
David menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah butik ternama yang menjadi langganannya selama butik, butik yang masih menjadi salah satu aset kekayaannya itu menjual berbagai macam pakaian kelas atas Dengan kualitas yang gak perlu di ragukan lagi. Hanya brand ternama kelas dunia yang di jual di tempat tersebut dan itu semua tentu saja barang branded yang hanya bisa di nikmati dan di bawa pulang oleh kaum berduit.
"Cepetan tur..." belum selesai ngomong David mendapati Adel yang tertidur nyenyak, pantes aja ni cewek gak ada suaranya dari beberapa menit yang lalu. Gak taunya udah ngorok dengan sangat nyaman. Liat muka Adel yang tidur dengan damai itu membuat David terpaku, ternyata kalo diem ni cewek lumayan manis di bandingkan kalo bangun mulutnya udah kayak suara bebek satu kandang yang ributnya bukan main tersebut.
Mau bangunin sekarang kok kayaknya gak tega, baru juga tidur. Tadi udah jagain dia sampek gak ada istirahat sama sekali, tapi gak di bangunin gimana mau ganti bajunya?
Gak mungkin kan pergi ke acara kencan buta pakek baju kerja gitu aja dan juga pakek piyama?
Di bandingkan harus membangunkannya, David lebih memilih untuk turun sendiri. Membiarkan Adel menikmati alam mimpinya tanpa terganggu dan tetap menyalakan mesin mobilnya biar ni cewek gak kepanasan di dalam.
"Selamat datang tuan." kata seorang pelayan pria saat seorang pelanggan masuk ke dalam butik, terlihat jelas raut wajahnya yang kaget pas liat siapa yang datang. Bukan siapa yang datang yang bikin kaget tapi yang di pakek di badan tu yang bikin kaget.
Orang kaya sekarang kemana-mana cuma pakek piama doang....
Walau cuma pakek piama keliatan tetap berkharisma.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya nya sopan, tidak ada pandangan melecehkan atau menghina sekali pun karena prinsip dari butik ini adalah siapa pun yang masuk ke dalam adalah pelanggan yang harus di layani dengan sepenuh hati meski mereka hanya mampir dan tidak membeli apa pun.
David melihat sekilas ke arah laki-laki yang ia perkirakan umur mereka tidak jauh berbeda, sepertinya ia belum melihat pegawai tersebut terakhir kali ia berkunjung.
"Apa Lo pegawai baru di sini?" kata David dengan memperhatikan papan nama yang ada di bagian depan bajunya.
"Iya tuan, saya baru satu Minggu dan masih pegawai magang." jawabnya sopan dengan tersenyum ramah.
Pantas saja karena David tidak melihat sebelumnya, satu Minggu yang lalu David mengeliminasi beberapa pegawai yang menurutnya tidak pantas untuk bekerja di butik miliknya ini. pegawai yang bersikap angkuh dan pemilih itu membuat David meradang saat mengetahui mereka gak segan-segan mengusir pelanggan yang menurut mereka tidak pantas masuk ke butik ini di karenakan bukan dari kalangan elit dan sosialita. Hanya melayani mereka-mereka yang di nilai mampu mengeluarkan sejumlah uang yang cukup besar dan mengabaikan bahkan menghina pelanggan lain yang di anggap tidak mampu membeli satu barang pun di dalam butik.
Louis, Manager butik dan juga salah satu orang kepercayaan David untuk mengelola butik ini berjalan dengan cepat untuk menyambut pemilik butik. Louis mengetahui kedatangan David dari CCTV yang tidak sengaja ia lihat saat di dalam ruangan untuk memeriksa para pegawainya dan saat itu mendapati David tengah berada di dalam butik. Dengan langkah cepat dan setengah berlari ia turun dan keluar dari ruangannya untuk menyambut secara langsung, baru tadi sore Andre datang untuk mengambil beberapa stel baju dan kini orang yang cukup memiliki nama dan kedudukan itu datang secara langsung ke butik seorang diri tanpa sang asisten. Louis sedikit bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, apa kah ada satu kesalahan yang telah ia lakukan sehingga David datang sendiri kepadanya?
"Maaf tuan," kata Louis dengan sikap penuh hormat dan bersikap setenang mungkin, walau sekarang hatinya sedikit gugup.
"Maaf atas keterlambatan saya menyadari kedatangan anda dan tidak menyambut langsung anda."
David yang tengah memilih beberapa t-shirt itu langsung menoleh saat seseorang mengajaknya bicara, ternyata Louis tengah berdiri di belakangnya dengan sikap yang sangat sopan.
"Hai Louis, apa kabar? lama tidak berjumpa." hanya itu yang David ucapkan untuk menjawab.
"Baik tuan, terimakasih telah bertanya keadaan saya."
"Jangan bersikap terlalu formal, bukankah usia mu jauh lebih tua di bandingkan denganku?"
Ya, Louis memang lebih tua lima tahun di bandingkan dengan David, sudah lama Louis bekerja dengannya dan itu semua terbayarkan dengan kerja keras dan loyalitas yang Louis lakukan untuknya.
"Bagaimana pun juga anda adalah atasan saya, dalam dunia bisnis tidak ada istilah usia siapa yang lebih tua dan muda tapi siapa atasan dan bawahan." jawabnya sopan tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormatnya.
"Ha ha ha ha ha ha ha..." David mengambil satu t-shirt berwarna hitam dengan desain sederhana tersebut dari barisan, melihatnya sekilas untuk memastikan bahwa ia memang menginginkannya.
"Sudah lah, kau membuatku besar kepala Louis." menepuk bahu Louis dengan santai layaknya seorang teman.
__ADS_1
"Apa dia pegawai baru?" melempar tatapan mata ke arah pegawai baru itu.
"Iya tuan," jawab Louis yang baru menyadari bahwa pegawai magang itu ada di dekatnya dan Louis yakin kalau Sofyan belum mengenal siapa orang yang ada di depan mereka saat ini.
"Sofyan, kenalkan. beliau adalah tuan David, pemilik butik sekaligus semua bangunan di sini." kata Louis lagi.
Sofyan yang mendengar penjelasan dari managernya itu kaget luar biasa, gak nyangka kalau orang yang ia sambut dan layani itu adalah pemilik dari butik serta hampir semua bangunan di jalan ini. Sofyan hanya mendengar nama agungnya dari mulut ke mulut tapi tidak pernah melihat dan berjumpa secara langsung mengenai sosok yang sesungguhnya. Dan yang lebih mengejutkan adalah orang yang selama ini banyak di bicarakan itu masih sangat muda, berbeda dengan bayangannya yang telah berumur dan juga gendut. jauh dari kata gendut, bahkan memiliki fisik yang sangat sempurna layaknya seorang model. Awalnya Sofyan mengira bahwa itu adalah model atau pun aktris tapi ternyata dugaannya sangat jauh meleset.
"maaf tuan, maafkan kelancangan saya yang tidak tau siapa anda." membungkukkan badannya berkali-kali untuk meminta maaf, seandainya saja Sofyan tau siapa yang datang maka ia akan bersikap lebih sopan lagi.
David yang berniat untuk mengambil satu lagi t-shirt itu menggantungkan tangannya di udara melihat apa yang pegawai itu lakukan dan tertawa kecil.
"Hei Louis, ternyata kau menemukan orang yang sama persis denganmu untuk menjadi pegawai. kalian benar-benar sangat serasi dan bagaikan pinang di belah dua." kata David yang melihat bahwa mereka adalah orang yang memiliki banyak kesamaan, di mana terlalu bersikap sopan hingga membuat suasana menjadi kaku.
Louis memandang sekilas Sofyan, itu adalah sebuah pujian baginya setelah beberapa hari yang lalu David datang dengan aura suram dan memerintahkan memecat tiga pegawai butik dan melarang mereka bertiga untuk bekerja di perusahaan mana pun selama itu masih di bawah kepemilikannya.
Senyum kecil mengembang di bibir Louis, pilihannya kali ini tidak salah.
"Louis, pertahankan pegawai mu yang satu ini. jadikan sebagai pegawai tetap di sini karena kita memerlukan orang yang rendah hati seperti dirinya dengan syarat apa yang ia lakukan hari ini kepadaku akan ia lakukan kepada orang lain sampai kapan pun."
Sofyan yang mendengar angin segar itu langsung membungkukkan badannya untuk mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih atas kebaikan tuan, terimakasih tuan...." katanya dengan membungkukkan badannya sangat dalam.
David mengangkat pundak Sofyan dan tersenyum, "Tidak perlu berterimakasih dengan siapa pun. Gue hanya perlu kerja keras dan loyalitas Lo di sini, bantu Louis untuk bekerjasama."
Saking harunya Sofyan Sampek mau nangis, baru kali ini ia mendapatkan atasan yang sangat baik dan murah hati. selama ini ia bekerja selalu mendapatkan atasan yang semena-mena dan tidak menghargainya. Tapi ini sangat berbeda, bos yang sangat baik dan bersahaja tanpa memandang siapa dirinya dan bersikap hangat. Jauh di dalam hatinya Sofyan berjanji akan selalu mengingat dan melakukan yang terbaik.
"Itu karena kebaikan tuan yang mempercayakan saya dan memberikan saya pekerjaan yang baik dengan gajih yang sangat besar. bahkan saya tidak dapat membalas semua kebaikan itu seumur hidup saya." katanya mengingat saat-saat dimana Louis memerlukan uang yang cukup banyak demi pengobatan Adik semata wayangnya yang tengah sakit, tak ada seorang pun yang memberikan pinjaman uang kepadanya karena Louis tidak memiliki jaminan apa pun untuk bisa mengembalikannya. Jangankan orang, teman yang ia miliki bahkan saudara tak ada seorang pun yang percaya untuk melakukannya. Louis hanya bisa menangis di pinggir jalan, untuk makan dan biaya hidupnya saja Louis harus bekerja paruh waktu di sela-sela kegiatan sekolah. Tidak ada uang lebih untuk biaya pengobatan adiknya dan itu membuat penyakit Leona semakin hari semakin parah, hati Louis sangat hancur menerima kenyataan bahwa ia tidak berdaya untuk melindungi satu-satunya keluarga yang ia miliki setelah kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang hanya meninggalkan dirinya beserta adik perempuan.
Di saat itu lah Louis bertemu dengan David, seseorang yang mengulurkan tangan tanpa bertanya untuk apa uang sebesar itu dan kapan ia mengembalikannya. David memberikannya tanpa syarat dan hanya meminta Louis menjadi sahabatnya. Anak muda yang usia lebih muda itu mengenakan stelan baju mahal dengan bodyguard yang mengikutinya. Tapi di balik kemewahan yang terlihat Louis menemukan ketulusan dan juga kebaikan.
"Aku hanya melakukan apa yang bisa ku lakukan, jangan menjadikannya beban dan hutang kepadaku Louis." kata David selalu mengingatkan bahwa apa yang ia lakukan di masa lalu tidak menjadikan sebuah pengikat untuk Louis kepadanya.
"Saya tau, tapi bagi saya sampai kapan pun anda adalah malaikat penolong saya." jawabnya tulus, bagi Louis bahkan seumur hidup ia tidak mampu membalas kebaikan demi kebaikan yang telah David lakukan. Mengulurkan tangan untuk anak miskin yang tidak memiliki apa pun hingga menganggap sebagai seorang sahabat dan memberikan kepercayaan penuh juga jabatan dan kehidupan yang layak. itu semua David berikan kepadanya secara cuma-cuma.
"Baiklah, kalau itu keinginanmu. bantu malaikat penolong mu ini untuk memilihkan sepasang pakaian wanita sederhana tapi terlihat manis dan elegan dengan ukuran S." ujar David yang malas berdebat, karena gak bakalan menang melawan Louis dengan pikiran kolotnya itu yang selalu menganggap apa yang ia lakukan adalah sebuah hutang budi.
"Baik tuan, " jawab Louis patuh dan segera beranjak di mana pakaian wanita berjejer.
Sofyan yang memperhatikan pembicaraan itu mengerti mengapa managernya selalu memuji pemilik butik ini, awalnya Sofyan mengira hanya kata pemanis untuk menciptakan image sempurna seorang atasan. tapi itu semua langsung terbantahkan dengan apa yang ia lihat dan alami sendiri. Bukan hanya kata pemanis tapi semua itu adalah kenyataan.
"Sofyan, berhentilah bersikap seperti Louis." kata David, "Kalau kau terjebak dengan nya maka gue dapat memastikan kalau Lo gak bakalan bisa mengencani gadis mana pun dengan sikap kaku seperti itu." bisik nya, menjaga agar Louis tidak mendengarnya.
Sofya hanya tersenyum kecil mendengar lelucon itu, orang yang sangat baik dan ramah. itu yang ada dalam pikiran Sofyan.
"Baik tuan, saya akan mengingatnya."
__ADS_1
"Hei lihatlah, baru aja gue ngomong dan mulut gue belum kering Lo udah balik kayak asal. udah susah ngomong sama Lo." jawab David dengan meninggalkan Sofyan yang emang fotocopy an Louis. mau ngomong berapa kali pun gak bakal berubah.
Baru aja melangkah kan kaki, David melihat seperti ada keributan di depan butik. terlihat jelas dari kaca jendela lebar butik yang terlihat jelas apa yang ada di luar.
"Ada apa ini?" tanya David yang menemukan sumber keributan itu di dekat mobilnya. Tampak Adel yang berdiri dengan wajah merah padam siap tempur itu mampu menarik perhatian David dan rasa penasaran nya itu menjadi semakin besar.
*******
Hi semua....
Salam kenal, salam hangat dan bahagia buat kalian semua di mana pun (Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau...) Soalnya author yakin banget kalo kalian semua itu berasal dari daerah yang berbeda karena Indonesia kaya akan budaya.
Sorry banget author baru bisa silaturahmi sekarang ma kalian karena author punya kesibukan sendiri selain di sini yang gak bisa setiap saat buat menyapa kalian semua yang udah ngeluangin waktu buat mampir di sini (Kok kayaknya author nya egois gitu Yach gak pernah nyapa balik??) Aslinya pengen banget buat kita lebih dekat tapi mau gimana lagi yang keadaan gak kemungkinan buat author stay terus di sini, sekali lagi author minta maaf.....
Buat kalian yang udah pernah baca novel author lainnya pasti udah kenal kan sama author, walau author bukan penulis terkenal dan pro tapi setidaknya author punya beberapa novel selain "Kontrak Cinta 100 hari" ini yang udah jalan duluan dan bahkan udah tamat.
Ada beberapa novel yang author tulis dan kalian bisa liat di profil author kalo mau di kepo_in gitu....
Berharap kalian kepo sih sebenarnya βΊοΈβοΈ
kepo yang baik itu gak papa asal jangan kepo_in tetangga π itu bahaya.
Buat group juga author jarang banget nongol karena posisi author sebagai ibu rumah tangga plus punya anak dan juga punya kerjaan lain jadi gak sempat buat mampir dan menyapa kalian di sana, bukan cuma di group tapi juga di komentar yang kalian bikin author minta maaf banget kalo gak sempat balas satu-satu. Bukan berarti author gak baca Yach.... Author baca kok setiap komentar kalian yang cuma bisa author kasih like buat komentar kalian semua dan Author ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi kalian semua yang udah meluangkan waktu buat baca, Ni nggalin like, kasih komentar dan kasih hadiah buat author.
Terharu author tau gak.....
ππππ
Itu tuh sangatlah berharga buat author karena tanpa kalian karya author gak ada apa-apanya dan gak berarti apa-apa loh...
Bayangin aja bikin karya tapi gak ada yang baca berasa sayur tanpa garam π
Buat jadwal Update per bab author gak bisa menentukan dan menjanjika itu tiap hari, dua hari sekali atau beberapa hari sekali. soalnya di mana author punya waktu luang buat nulis dan juga mood nya lagi on bakal author lanjut kok, kadang harus bentrok sama jadwal dan author juga nyolong waktu yang sempit buat nulis. Kadang juga author punya waktunya cuma malam pas semua kerjaan ibu rumah tangga udah kelar, anak udah bobo manis dan emak akhirnya beraksi π kalo enggak udah capek siangnya malamnya bablas ikut ngorok pas bangun-bangun udah pagi.
Jadi harap maklum ya kalo jadwal update nya agak kacau plus berantakan, tapi yang jelas author bakal usahain buat update sesering mungkin walau gak terjadwal dengan pasti kapan updatenya.
Buat Bab yang isinya agak banyak di bandingkan biasanya itu merupakan rencana perubahan yang author bikin, kalo biasanya dalam satu bab author cuma nulis 1000 kata atau lebih sedikit tapi sekarang author ubah jadi 2000 kata dan itu pun minimal sampai 3000 kata per bab atau bisa lebih tergantung mood author yang lagi on buat nulis dan idenya juga lancar jaya dan bikin kalian puas bacanya walau update nya gak tiap hari tapi sekali update Lumayan banyak (Sampek keriting jempol author buat nulis sebanyak itu, untung aja otak author udah keriting duluan jadi gak susah-susah buat di lurusinπ).
Oh ya untuk masalah kepo-kepoan nih, kalo kalian mau kepo sama author silahkan tinggalkan pertanyaan yang insyaallah bakal author jawab kalo itu author bisa jawab, klo enggak entar author minta bantuan sama Mbah Google π
embah Google tetap terbaik dan tak terkalahkan dalam segala kondisi dan suasana.
Terimakasih atas dukungan, partisipasi kalian melalui Like, Komentar, dan hadiah. Itu adalah dukungan yang sangat berarti untuk author dan berharga yang hanya bisa author ucapkan terimakasih banyak.
Tanpa kalian semua, author bukan apa-apa dan gak bakal bisa sampai ke tahap ini yang sumpah bikin terharu dan terhura.
Jangan lupa buat yang kepo tadi buat ngasih pertanyaan yang pengen kalian tau dari author Yach....
__ADS_1
Love
π₯°