Kontrak Cinta 100 Hari

Kontrak Cinta 100 Hari
Telat


__ADS_3

Dengan gaya maksimalnya Siska melenggang bak top model sekelas Gigi Hadid dengan membawa nampan berisi pesanan spesial dari pelanggan spesial hari ini. jangan kan orang, cicak aja kalo liat gaya jalannya Siska kali ini bakal langsung klepek-klepek gak berdaya. pokoknya maksimal habis deh.....


"Maaf," langsung pasang wajah dan senyum yang paling manis. "Ini pesanannya..."


David membuka kaca matanya dan menoleh ke arah datangnya suara, seingatnya suara ni cewek bukan suara cewek yang sedang ia cari saat ini. walau cuma sekali mereka berinteraksi tapi David bisa mengingat dengan baik suara lawan bicaranya, kemampuan khusus yang ia miliki itu ada sejak kecil.


Bener kan, bukan cewek yang ia cari. cewek yang bernama Adelia yang tempo hari menabrak mobil dan mengantar pesanan makanan kepadanya.


OH MY GOD.....


Langsung tersihir Siska liatnya pas tu cowok buka kaca matanya, aura lampu bercahaya ribuan Watt itu bikin silau mata dan hatinya dalam sekejap. Sejauh yang bisa ia ingat gak ada pelanggan se-kece badai ni orang, di lihat dari mana pun (Muka, belakang, atas, bawah, samping kanan dan samping kiri), udah kayak patung hidup dengan nilai seni yang sangat tinggi. sempurna di mana-mana dan gak ada jeleknya sama sekali, bisa di bilang walau cuma upilnya doang juga udah keren.


David menatap menu spesial yang ia pesan, terlihat menarik dengan banyak warna di sana. saking rame nya udah ngalahin pelangi di langit yang biru.


"Jadi, apa ini namanya?"


Kenapa tadi gue gak nanya sama Agus nama tu mihun?


Langsung main bawa aja tadi tuh, gak pakek nanya dan sekarang malah bingung sendiri. mau balik ke belakang buat nanya gak mungkin juga, gak berkelas dan gak banget deh pokoknya.


"Mihun atraktif"


"Mihun atraktif?"


Terasa aneh, asing dan ribet. itu yang ada dalam pikiran David saat ini.


"kenapa kalian menyebutnya mihun atraktif?"


Ya elah ni orang, ganteng sih iya tapi gak pakek kepo juga kelles....

__ADS_1


Muter otak lagi kan Siska buat cari jawaban dari pertanyaan yang muncul akibat ulahnya, ngasih nama yang maunya keliatan keren gak taunya malah bikin pusing kepala.


"Anda menginginkan hidangan spesial dari chef kami dan dengan keahliannya dalam menciptakan makanan yang tak di ragukan lagi Chef kami yang bernama Agus membuat makanan ini dengan semua bahan yang kami miliki, bahan makanan segar dan berkualitas yang gak di ragukan lagi." Ucap Siska yang kedengaran kayak iklan.


"Ok..."


"Ada lagi yang ingin anda tanyakan?" sambil pasang senyum super manis, padahal di dalam hati..


Udah deh....


jangan nanya yang aneh-aneh lagi....


gue kapok buat ngarang bebas, mana nilai bahasa gue dulu pas sekolah jelek banget lagi.


"Dimana pegawai yang bernama Adelia?"


Itu lah tujuan utama David datang ke sini, buat nemuin Adelia yang gak keliatan batang hidungnya. apa mungkin ia salah tempat?


Bukannya yang ia dapatkan kalo tu anak hari ini masih kerja, cuma libur sehari dan itu pun hari Senin.


"Adel?"


Langsung kaget Siska dengernya, ternyata diam-diam Adel itu sesuatu banget. gimana gak sesuatu banget kalo dalam satu hari aja udah ada dua cogan alias cowok ganteng yang datang buat cariin dia. semuanya berbobot banget loh....


David mengangguk pelan untuk membenarkan, rupanya gak salah tempat.


"Adel hari ini absen buat pulang duluan karena ada urusan."


seember-embernya mulut Siska gak bakalan dia ngasih tau tentang sahabatnya sama orang asing yang baru aja ia temui. pantang buat Siska ngelakuin hal tersebut yang menurutnya sebagai bentuk pengkhianatan.

__ADS_1


"Urusan?"


Dalam laporan yang ia dapatkan cewek yang namanya Adelia itu gak pernah absen sama sekali dari kerjaannya kalau enggak penting dan mendesak banget.


"Ada pesan yang bisa saya sampaikan? atau kalo penting banget mas-nya bisa hubungin Adel langsung."


David mengangguk, "Iya, terimakasih."


Itu cukup mewakili apa yang ingin ia dapatkan hari ini, perkara mudah buat menghubungi langsung cewek yang nabrak mobilnya itu tempo hari. ia telah mengantongi banyak informasi dan data pribadi tu cewek. kalo cuma buat no hp dan alamat rumah itu adalah hal yang mudah, bahkan sang empu dengan suka rela menuliskan no hp nya dan menaruhnya di kaca mobilnya sebagai jaminan atas apa yang telah ia lakukan. sampai detik ini David gak pernah tau tu no asli atau palsu, soalnya gak pernah hubungi satu kali pun karena menurut David belum waktunya melakukan semua itu.


"Atau mas mau pesan lainnya?" Kali aja kan mau di temanin gitu?


David menggeleng pelan, apa yang ada di depannya itu udah lebih dari cukup buat mengisi perutnya. satu porsi jumbo full campuran yang luar biasa.


"No, thank's...."


*******


Mata Adel berbinar-binar ngeliat tumpukan buku yang di mata Adel udah kayak tumpukan emas dan berlian, aroma yang masuk ke dalam penciumannya itu udah sewangi panggangan roti di bakery yang biasa ia lewati. ini lah surga dunia versi Adel yang gak ada duanya, tempat paling nyaman dan menenangkan.


Azkha yang liat muka Adel secerah pelangi itu terpesona dengan kecantikan alami yang Adel pancarkan, walau gak makek make up apa pun Adel terlihat sangat cantik dan natural. kecantikan yang sangat jarang ia lihat di atas permukaan bumi akhir-akhir ini dan mungkin bakalan punah kayak nasib dinosaurus.


"Ayo?" sambil makek topi yang tadi ia taruh di dalam mobil.


Adel mengangguk dengan sangat antusias, bayangin aja udah seneng banget apa lagi ni langsung te_TKP. wuih pokoknya seneng banget......


karena hari udah agak sore jadi pengunjung juga Lumayan rame, lapangan sepak bola yang disulap jadi sedemikian rupa itu dikunjungi oleh orang-orang darai berbagai kalangan yang sama-sama pecinta buku. liat aja muka cerah mereka dan juga ekspresi serius mereka saat membuka halaman demi halaman, liat dari satu rak ke rak lainnya dan dari satu ke buku lainnya.


Azkha yang siap jadi tameng Adel itu berdiri di depan Adel buat ngelindungi cewek bertubuh mungil itu dari desakan pengunjung lain atau dari tabrakan pengunjung lain yang kadang kalo jalan seenaknya aja sendiri alias gak merhatiin keselamatan orang lain.

__ADS_1


Adel tersenyum tipis melihat apa yang Azkha lakukan padanya, tu cowok gak banyak omong tapi langsung bertindak. Berdiri didepannya dan menjadikan dirinya sebagai pelindung membuat Adel merasa bahagia dan ngerasa di perhatikan. Azkha juga memegangi lengan bajunya buat mastiin mereka gak terpisah, cuma lengan baju tapi bukan tangannya. cara Azkha memperlakukan Adel yang sangat spesial itu mendapat penghargaan tersendiri di mata Adel. cara yang sangat manis dan bertanggung jawab, cara elegan yang bikin Adel merasa berharga.


__ADS_2