
Kalo gue punya semua itu gue bakal bisa hidup enak dan jadi sosialita kayak temen-temen gue di sekolah yang selama ini gue liat.
keren banget kan kalo bisa kayak mereka, setiap hari bisa ganti tas, sepatu, asesoris dan gue juga punya laptop dan Hp yang keren.
Sampek lupa kalo gue juga punya mobil yang keren buat pergi ke sekolah.
uwah.....
mimpi pun gue gak bakalan bisa...
Adel menatap tajam malaikat maut yang udah siap menjemputnya, merasa kalo itu hanya pertanyaan jebakan doang. mana ada kesempatan kedua hidup?
lagian kalo itu terjadi kemungkinan besar semua hidupnya bakal berubah dan gak sama lagi dengan yang ia alami selama ini, kehidupannya akan hilang dan di gantikan dengan kehidupan baru yang akan terasa asing buat Adel.
"Kalo gue setuju apa kehidupan gue yang sekarang akan hilang?" tanya nya dengan memastikan yang sebenarnya terlebih dahulu, setidaknya Adel harus memperhatikan hal penting ini sebelum memberikan jawaban dan keputusan.
David mengangguk, "Gue akan mengganti kehidupan Lo yang sekarang dengan kehidupan baru."
__ADS_1
"Dengan orang baru?"
"Benar."
David tampak menahan rasa ingin tahunya dan memilih untuk tidak bertanya apa pun, "Gue akan mengganti orang yang Lo kenal sekarang dengan orang-orang yang Lo mau. kedua orang tua yang lengkap, keluarga yang bahagia tanpa terpisahkan, teman yang baik dan care, kehidupan mewah tanpa harus Lo bersusah payah kerja dan sekolah seperti yang Lo lakuin selama ini. semua hal yang Lo inginkan dan hanya dalam angan-angan Lo juga bakal gue berikan dalam kehidupan kedua Lo." kata David yang lebih memberikan tawaran di bandingkan memberikan pertanyaan. "Juga seorang suami yang baik, tampan dan bertanggung jawab dengan kehidupan Lo yang berlimpah." ia menyelipkan kalimat tersebut untuk mengetahui bagaimana Adel yang sesungguhnya, wanita seperti apa Adel sebenarnya dan apa kah ia lulus sebagai calon utama wanita yang akan ia pilih meski pun hanya sebuah drama tapi David ingin menyutradarai drama tersebut dengan bersungguh-sungguh dan memilih peran yang tepat bagi dramanya. Dalam drama ini ia ingin membuat kedua orang tuanya yakin dan tidak curiga tentang apa yang ia lakukan.
Siapa yang gak bakal tertarik dengan tawaran yang sangat menggiurkan tersebut, hal yang tentu aja paling diinginkan oleh Adel. kehidupan sempurna yang hanya menjadi cerita dongeng sebelum tidur, cerita layaknya Cinderella yang hanya bisa ia impikan dalam kenyataan hidup yang bertolak belakang dan kenyataan yang tak pernah ia harapkan karena Adel sadar diri. Tapi untuk urusan suami yang menjadi salah satu pilihan itu membuat Adel merasa miris, sadar diri aja lah...
mana ada cowok yang mau menjadikannya istri, apa lagi tu cowok ganteng, Baik, mapan dan bertanggung jawab. itu adalah hal yang paling mustahil yang ia dengar karena gak bakalan ada cowok dengan kriteria sempurna seperti itu yang menginginkannya.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha...!!!"
"Huh!"
David menepuk jidat nya pelan, bukannya malah di tanggepin malah di ketawain. mana gak nanggung-nanggung lagi ketawanya yang ngalahin jenis ketawa Mak lampir itu, bener-bener gak bisa paham apa yang ada dalam pikiran ni cewek.
"Udah lah, kalo Lo mau bawa gue buat tanggung jawab sama dosa-dosa gue gak usah kebanyakan ngasih pilihan yang kayak gitu. kalo emang udah waktunya gue pergi gue gak masalah kok." ujar Adel dengan berusaha menghentikan tawanya itu, tapi agak susah soalnya lucu banget denger semua itu. Bukannya jalanin tugas malah ngajak negosiasi, ketahuan banget kan cuma PHP.
__ADS_1
"Jadi Lo nolak?" David akhirnya menyerah dan duduk di samping tempat tidur dengan membelakangi tu cewek yang dari tadi bikin bingung, di kasih hidup enak malah milih buat mati. Apa kehidupan yang ni cewek jalanin begitu menyedihkan sampek gak pengen hidup lagi?
Tiba-tiba aja David merasa bahwa sedikit bersalah dengan menikmati hidup yang mewah selama ini dan mengabaikan kehidupan orang yang berada jauh di bawahnya hingga lebih memilih mati di bandingkan milih kesempatan kedua untuk hidup secara layak.
"Terimakasih buat tawaran Lo yang bagi gue itu hanya mimpi di siang bolong." ujar Adel dengan berusaha mengangkat kepalanya untuk bersandar, pusing juga kelamaan rebahan kayak gini.
"Di bandingkan gue menjalani hidup kaya yang Lo tawarkan mendingan gue Lo bawa, karena hidup gue yang sekarang sangat berharga. gue punya orang tua yang baik walau mereka ninggalin gue dengan alasan yang kadang-kadang gak bisa gue terima." kalo ingat gimana ayahnya meninggalkan Adel dan gak mengakuinya Adel merasa hidupnya gak adil. tapi itu lebih baik di bandingkan menjadi anak yatim yang gak bisa liat ayahnya lagi, biarin aja gak di akui tapi Adel masih memiliki ayah dan masih bisa melihatnya. Di balik semua hal yang menyedihkan tersebut, Adel masih punya mama yang mencintainya dan papa sambung yang juga menyayangi. papa sambung yang gak pernah segan menggandeng tangannya dan mengatakan kepada semua orang kalau Adel adalah putrinya yang tertua dan selalu menceritakan bahwa papa memiliki putri yang sangat luar biasa. itu sudah lebih dari cukup buat Adel, kehilangan satu ayah tapi ia mendapatkan pengganti yang mengalahkan 1000 ayah baginya.
"Gue punya sahabat yang lebih berharga di bandingkan dengan semua surga dunia yang Lo janjikan." siapa lagi kalo bukan Mona yang menjadi satu-satunya orang menerima Adel tanpa melihat bahwa ia berbeda dari teman-teman nya di sekolah dan Mona adalah satu-satunya orang yang tidak melihat perbedaan tersebut.
"Gue juga punya tim hebat di cafe tempat gue kerja yang udah kayak saudara gue sendiri." lebih tepatnya mungkin tim koplak yang selalu bikin hari-hari Adel sangat menyenangkan di tengah rasa penat yang harus ia rasakan, gimana gak penat kalo harus sekolah dan kerja sambilan. Gak sedikitpun Adel mengeluh tentang hal tersebut, malah Adel merasa sangat bangga. walau harus kerja dan membagi waktu tapi Adel masih bisa mempertahankan beasiswa dan prestasi nya yang sangat membanggakan tersebut.
Tim hebat yang selalu memberikan support dan menganggap Adel sebagai adik mereka, secara kan umur Adel yang paling muda di antara mereka semua.
"Yang paling penting dari semua itu adalah, gue punya Nenek yang gak semua orang punya."
Nenek yang sejak kecil mengasuh dan membesarkan Adel, nenek adalah orang pertama yang akan memeluk dan memberikan nasehat untuknya, nenek orang yang gak bakal ninggalin Adel dalam segala situasi, nenek yang selalu menunggunya pulang dengan harap-harap cemas dan nenek pula lah alasan Adel untuk berjuang dan membuat nenek bangga.
__ADS_1
"Jadi, sekali lagi terimakasih atas semua kebaikan yang Lo tawarkan, kebaikan itu gak sebanding dengan yang gue punya saat ini dan gak bakal gue tukar meskipun dengan nyawa gue sekali pun." jawab Adel mantap dan yakin atas apa yang ia pilih.
"Mengenai suami, gue gak ngarep dapat suami yang ganteng, baik, dan tajir... cukup cowok yang tanggung jawab, sayang sama keluarga gue dan yang terpenting sayang sama gue. udah cukup kok, ganteng itu gak ada jaminan kebahagiaan dalam hidup, tajir juga gak jaminan bisa tidur nyenyak."