
"Tunggu dulu Del, Lo gak mikir ulang gitu?" kata Siska yang ngerasa ngeri-ngeri sedap dengan rencana kaburnya Adel dari rumah sakit.
"Kelamaan kalo mikir ulang, Lo kira tagihan bakal mikir ulang?"
"Ya.... enggak sih..." jawab Siska ragu-ragu, antara setuju sama enggak dengan rencana Adel penuh resiko itu.
"Tapi kan kita masih bisa ngomong baik-baik sama pihak rumah sakit..."
"Mau ngomong sebaik apa pun tetap aja bayar."
Udah lah, mau di kasih penjelasan kayak gimanapun kayak nya gak bakalan mempan sama pendirian Adel yang udah siap kabur su barisan terdepan.
Pembicaraan dua orang sahabat itu terhenti saat seorang perawat masuk.
"Selamat sore nona, saya Radinta. selama anda di rawat di rumah sakit ini saya yang akan melayani anda sepenuhnya, kalau nona punya keluhan atau pun permintaan nona tidak usah sungkan untuk memanggil saya." kata Radinta sopan, tadi udah di kasih tau kalau mulai saat ini tugasnya adalah melayani pasien di ruangan VIP ini secara penuh dan bisa di bilang ini adalah layanan pribadi yang di pesan. emang beda ya orang kaya yang bisa ini dan itu karena kelebihan duit.
"Selamat sore mbak, aku Adel.." kata Adel canggung, gimana gak canggung kalo di berlakukan secara sopan kayak gini.
Radinta meletakkan kantong belanjaan yang ia bawa, kantong belanjaan yang berisi buah-buahan dan makanan sehat untuk ia masukkan ke dalam lemari pendingin sesuai perintah.
"Saya akan 24 jam ada di ruangan ini untuk menjaga anda nona, semua keperluan anda akan saya siapkan." katanya lagi.
Adel dan Siska saling menatap.
*24 jam katanya di sini...
Gak bakal bisa kabur Lo Del kalo di awasin kayak gini.
trus gimana dong...
nah kan, mana gue tau gimana*...
Begitulah kira-kira percakapan antar batin mereka berdua dengan hanya saling menatap.
"Em... mbak..."
"iya nona?"
"Kalo boleh saya tahu, berapa biaya untuk satu malam disini?" tanya Adel buat jaga-jaga organ dalam mana yang perlu di jual kalo entar di tagih pas keluar, itu pun rencana akhir pas rencana kaburnya gagal total.
"Saya kurang tahu rinciannya, tapi yang saya tahu sekitar 5-10 juta nona untuk satu malam karena pasien ruangan VIP mendapatkan dokter terbaik dan juga pelayanan terbaik dari kami sepenuhnya." kata Radinta tanpa berdosa menyebutkan nominal yang pernah ia lihat dalam tagihan beberapa hari yang lalu.
Tiba-tiba aja kepala Adel langsung pusing, padahal tadi udah berkurang.
__ADS_1
"Permisi nona, saya harus memindahkan ke dalam lemari pendingin."
Adel mengangguk sangat pelan, langsung syok dsn pengen kejang-kejang dengernya.
Siska menatap kasihan temannya itu.
"Del...."
"Gue tau, jantung sama ginjal gue bakal tergadaikan." ucapnya sambil memijit keningnya yang tambah pusing.
*******
David yang sudah selesai mengurus keperluan Adel itu memilih untuk menyelesaikan urusannya dengan satu orang yang harus ia bereskan secepatnya. cowok itu kembali ke ruang rapat dengan wajah marah dan siap melahap siapa pun yang berani menghalangi nya.
"Dre, datang ke rumah sakit Cahaya Insani sekarang. bawakan semua berkas yang di perlukan dan juga stempel pribadi gue." katanya via telpon dengan berjalan menuju ruang rapat di iringi Haris yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Ok, gue bakal datang setengah jam lagi." ucap Andre yang udah terbiasa dengan sistem kerja David, David terbiasa memintanya melakukan sesuatu tanpa rencana dan untuk itu ia harus bisa sedia setiap saat layaknya layanan UGD.
Udah gak tahan lagi akhirnya Haris menarik tangan David untuk memberikan penjelasan.
David menghentikan langkahnya, "Gue harus membereskan benalu di sini, Lo gak usah takut."
Haris mengerjap kan matanya bingung, siapa yang di maksud dengan benalu dan apa hubungannya dengan David?
*****
Abimanyu merasa sangat marah saat seseorang menerobos dan menghancurkan rencananya yang sudah ia susun dengan sangat sempurna itu, sudah sejak lama ia ingin sekali menyingkirkan dokter Renata yang selalu menjadi duri dalam daging. Dokter wanita itu selalu menentang dan melakukan hal-hal yang tidak ia sukai dan hari ini adalah hari yang tepat untuk menyingkirkan, tapi semua itu gagal hanya karena anak muda sombong dan congkak yang masuk ruangan rapat.
Dengan sangat cepat, ia mengambil Hp nya.
"Cari tahu laki-laki yang hari ini berani menerobos rumah sakit dan hancurkan hidupnya."
Itu lah, sifat tamak dan juga serakah telah membuat Abimanyu menghalalkan segala macam cara untuk mencapai apa yang ia inginkan. keinginannya adalah menguasai rumah sakit ini untuk selamanya dengan memanfaatkan kebaikan beberapa orang yang mempercayai nya, menutupi kebusukannya dan membuat seolah-olah apa yang ia lakukan hanyalah kebaikan.
Laki-laki separuh abad itu merapikan rambutnya dan juga setelan jas yang ia kenakan sebelum kembali ke ruang rapat untuk menyingkirkan dokter Renata seperti yang telah ia rencanakan sebelumnya. apa pun yang terjadi hari ini ia harus menyingkirkan orang yang mengancam posisi serta merusak rencananya itu.
Semua orang yang ada dalam ruangan rapat menjadi tegang.
"Dokter, tolong pertimbangkan lagi untuk mengundurkan diri dari rumah sakit." pinta dokter Hendri.
"Saya sudah berusaha tapi kali ini saya sudah tidak bisa." ucap dokter Renata dengan penuh sesal, rumah sakit ini adalah rumah sakit yang telah membesarkan namanya dan memberikan banyak pengalaman berharga dalam profesinya.
"Bagaimana dengan kami kalau anda benar-benar memilih pergi?"
__ADS_1
"Kalian tidak udah khawatir, lakukan apa yang kalian lakukan sekarang dan jangan pernah melupakan hari nurani menjalankan profesi kalian." sedih sih kalo ingat bagaimana mereka berjuang bersama-sama tapi rasa itu menjadi memudar kalo ingat apa yang mereka lakukan gak pernah di hargai dan selalu salah.
"Drama yang mengandung bawang." ucap Abimanyu melihat dan mendengar perpisahan yang menguras air mata, dalam versi lain.
"Karena mengingat apa yang telah anda lakukan dengan rumah sakit ini maka saya memberikan satu kesempatan untuk anda." dengan gaya seolah-olah penguasa Abimanyu duduk dengan sikap menantang.
"Anda bisa tetap di rumah sakit ini dengan syarat mengikuti semua peraturan yang saya tetapkan dan saya dengan senang hati akan menaikkan tunjangan dan anggaran anda."
Dokter Renata tersenyum masam, "bagaimana mungkin ular akan berubah menjadi merpati." ucapnya dengan keyakinan hati.
Abimanyu mengepalkan tangannya, dasar wanita tidak tahu di untung.....
"Saya hanya memberikan satu kali penawaran dan anda menghina saya, saya akan benar-benar memastikan bahwa Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan di mana pun setelah ini!" Ucapnya lantang dan menggema.
"Tidak ada yang akan meninggalkan rumah sakit ini." kata David dengan melangkah masuk dan berjalan melalui semua orang yang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. David mengabaikan semua itu dan tetap berjalan menuju kursi kosong yang ia tahu bahwa kursi itu adalah kursi yang selalu tersedia untuk kakeknya.
Tanpa ragu David duduk di sana dan menatap satu persatu orang di dalam ruangan dengan aura tajam kepemimpinan yang tak terbantahkan.
"Kamu!"
"Apa yang kamu lakukan?!" Abimanyu menunjuk penuh amarah anak muda yang datang dengan kesombongan tiada tara tersebut.
"Mulai saat saya yang akan mengambil alih rumah sakit ini dan setiap keputusan apapun dalam rapat mau pun tindakan lapangan harus ada persetujuan dari saya." kata David yang mengacuhkan satu sosok yang udah mendidih kepalanya. Ngadepin orang marah kayak kesetanan itu mendingan di diemin aja biar marahnya bertambah berkali-kali lipat.
"Dokter Renata, mulai saat ini anda menjabat sebagai wakil presiden direktur dan rombak semua aturan serta kebijakan yang ada saat ini sesuai apa yang menurut anda benar." kata David lagi yang masih mengacuhkan sosok di sebelahnya, jangan tanya gimana mukanya yang merah padam kayak gunung berapi siap meledak.
"Tambah beberapa dokter, perawat atau pun tenaga medis lainnya untuk membantu dan mengisi beberapa posisi yang kosong selama ini, gunakan anggaran dari para pemegang saham untuk semua biaya." ujar David lagi.
Haris yang dari tadi diem aja itu akhirnya buka suara.
"Lo ngomong apaan sih?" bisik nya dengan melihat tatapan-tatapan heran dari semua orang.
"Maaf sebelumnya, perkenalkan. saya adalah cucu laki-laki tertua dan juga ahli waris dari keluarga Alexander." katanya yang membuat semua orang terdiam.
"Oh..." Haris mengangguk kan kepalanya pelan.
"Hah????"
Pas sadar tu cowok langsung membulatkan matanya karena syok, bertahun-tahun temenan sama David dan Haris gak tau sama sekali siapa seorang David sebenarnya.
"Jadi anda yang bernama Tuan muda David?" ucap Renata hampir gak percaya, selama ini ia mendengar tentang sosok cucu dari presiden direktur yang sangat bersinar. seorang anak muda berbakat yang mampu mengambil alih perusahaan raksasa keluarga Alexander dalam usianya yang masih sangat muda, tapi Renata sama sekali tidak menduga bahwa sosok itu benar-benar sangat muda.
"Panggil saja saya dengan David."
__ADS_1