
"Enggak...."
Suara lirih dan menyayat hati itu mampu membuat David memalingkan matanya dari layar laptop yang sejak tadi ia lakukan, tak ada gerakan yang terjadi tapi telinga nya mendengar dengan sangat jelas bahwa Adel mengatakan sesuatu di sela-sela tidurnya. bahasa gaulnya tuh ni cewek lagi mengigau, ngomong sambil tidur. David memperhatikannya beberapa menit untuk memastikan apakah ada gerakan atau suara lagi tapi hingga beberapa menit berlalu ruangan sepi dan ia memilih untuk kembali memeriksa pekerjaannya.
Terbiasa hidup sendiri membuat David sangat peka terhadap sekitar nya, hingga suara sekecil apa pun mampu ia dengar dengan baik. selama bertahun-tahun ia menghabiskan banyak waktunya sepulang dari kantor di tempat ini sendirian. hanya sesekali Andre datang dan itu pun jika mereka memiliki urusan yang bersangkutan dengan pekerjaan.
"Ayah.... Tidak...."
Lagi-lagi, David mendengar dengan sangat jelas suara tersebut. ia meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Adel yang masih menutup matanya rapat meski beberapa kali ia mengeluarkan suara yang benar-benar mampu membuat siapa pun yang mendengarnya akan merasa teriris. meski David terkenal dengan sikap sombong, angkuh dan juga tegas namun sebenarnya ia memiliki hati yang lembut dan penuh kasih sayang. ia tidak menunjukkan semua itu karena profesi dan mengingat siapa sebenarnya dia, semua orang harus menghormati dan memperhitungkan keberadaannya. semua itu ia sembunyikan dan hanya ia tunjukkan kepada orang-orang terdekatnya saja.
Apa yang sedang Lo lakuin?
Lo mimpi apaan Sampek wajah Lo sesedih dan terlihat begitu terluka?
David mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang mengalir dengan deras, meski dengan keadaan tertidur tapi Adel mengeluarkan air mata. rasa penasaran itu muncul dan entah kenapa membuat hati David terasa sakit dan sesak, perasaan yang tidak dapat ia jelaskan dan hanya dapat ia rasakan dalam diam. David mengambil kursi yang tak jauh darinya dan duduk dengan seribu pertanyaan yang berkecamuk.
__ADS_1
Informasi apa yang gue lewatkan mengenai Lo?
Seingatnya, David telah membaca mengenai riwayat perjalanan hidup cewek yang bernama Adel tersebut, semua sangat lengkap tapi ada satu hal yang ia rasa terlewatkan hingga membuatnya merasa sangat penasaran. David terlahir dari keluarga lengkap dengan kebahagian yang lengkap, kedua orang tuanya membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan itu membuat David tumbuh menjadi seorang laki-laki yang penuh empati dan berhati lembut apa lagi yang berkaitan dengan perasaan. Melihat apa yang di depan matanya membuat David merasa yakin bahwa Adel telah melalui hal yang buruk hingga membuatnya memiliki trauma hingga membawanya ke mimpi.
"Jahat!!!"
Gumaman perih menyayat itu berubah menjadi teriakan penuh amarah yang membuat David mengerutkan alisnya, sekejap esmosi itu berubah total tapi wajah itu kembali memperlihatkan kesedihan yang sangat luar biasa.
Sebenarnya apa yang Lo lewati selama ini???
Tiba-tiba mata Adel terbuka secara perlahan yang membuat David tersadar dan terlonjak kaget, gimana gak kaget kalo tadi konsen banget liatin muka Adel sampek harus nahan nafas saking konsennya dan tiba-tiba aja yang di liatin udah menatap nya balik.
"Ayah?"
Ayah???
__ADS_1
Adel memiringkan kepalanya dan memperhatikan sosok ayah yang ia benci tapi juga ia rindukan tersebut.
"Kenapa sih ayah jahat banget sama Adel dan mama???" katanya lagi yang masih mengira itu adalah ayahnya, soalnya terakhir ketemu ayah pas Adel masih kecil. jadi sosok ayah yang ada dalam ingatannya itu mulai buram dan Adel tidak dapat mengingat dengan baik.
"Adel selalu jadi anak yang baik kok, Adel selalu dapat nilai terbaik di sekolah buat bikin ayah bangga punya putri kayak Adel." katanya dengan mata berkaca-kaca, mengingat apa yang telah ia lakukan selama ini agar membuat ayahnya merasa bangga.
"Ayah tau gak, Adel gak pernah ikut main sama teman-teman dan memilih buat belajar biar Adel dapat nilai terbaik, Adel juga selalu banyu mama di rumah biar Adel jadi Putri yang baik. tapi...." Adel mengalihkan tatapan matanya dan kembali menatap tajam David yang masih ia kira sebagai ayahnya tersebut.
"Tapi ayah gak pernah menganggap Adel putri ayah, bahkan ayah mengatakan kepada teman ayah Kalau Adel keponakan ayah." katanya lirih menahan kepedihan saat mengetahui bahwa ayahnya tidak mengakuinya sebagai darah dagingnya sendiri dan memilih kata keponakan untuk mengungkapkan hubungan mereka.
"Adel juga jadi anak yang baik dan diam saat liat ayah makan bareng Tante cantik di sebuah rumah makan dan lagi-lagi ayah tidak mengakui Adel sebagai putri ayah. bahkan ayah tega mengusir Adel dan mengatakan bahwa Adel anak jalanan.." bulir bening itu kembali jatuh saat kata terakhir yang keluar dari mulut Adel berhenti, kini suaranya bergetar tak mampu menahan gejolak emosi yang selama ini ia simpan dan tak ada seorang pun tau karena Adel tak ingin orang lain mengetahui perilaku tercela ayahnya. meski ayahnya memperlakukannya dengan sangat buruk tapi Adel menutupinya hingga orang-orang hanya tau kebaikan ayahnya.
"Ayah, mama selalu sedih dan menangis setiap malam. menunggu ayah pulang tapi ayah malah memilih meninggalkan kami, ayah tau gak gimana rasanya Adel setiap kali melihat teman-teman Adel di antar dan jemput orang tua mereka sedang kan Adel hanya sendiri. Mama sibuk bekerja untuk menghidupi Adel dan juga biaya sekolah Adel, Adel belajar giat biar mama bisa menghemat uang dengan tidak membayar biaya sekolah Adel yang mahal. Adel selama ini menjadi anak yang baik tapi tetap saja ayah tidak mengakui Adel sebagai putri ayah."
Lagi-lagi rada sakit dan sesak yang David rasakan tadi kini datang lagi, mendengar pengakuan yang sangat menyentuh itu membuat David tanpa sadar mengulurkan tangannya dan menghapus air mata yang terus mengalir tanpa henti itu. David menatap lekat mata merah dan basah tersebut dengan perasaan bercampur aduk, terbesit niat untuk melindungi senyum yang pernah ia lihat beberapa waktu yang lalu. senyum yang mampu menyembunyikan betapa perih dan terlukanya hingga menimbulkan trauma yang begitu dalam. Tak ada yang bisa David katakan kecuali hanya pelukan hangat yang ia berikan untuk menenangkan dan meredam emosi tersebut.
__ADS_1
"Ayah, Adel mohon....." membalas pelukan ayahnya dengan suka cita, sepanjang Adel dapat mengingat baru kali ini ayahnya memeluk dengan penuh kasih sayang dan mengelus rambutnya lembut.
"Adel mohon jangan tinggalkan Adel lagi, Adel janji akan menjadi anak yang baik dan gak nyusahin ayah. liat, sekarang Adel sudah bisa cari uang sendiri dan Adel selalu mendapatkan peringkat pertama bahkan Adel bersekolah di sekolah elit. ayah gak bakal malu mengakui Adel sebagai putri ayah lagi di depan teman-teman ayah yang kaya itu, Adel juga sudah tumbuh menjadi anak yang cantik dan gak kucel lagi."