Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 10


__ADS_3

Mereka pun duduk merayakan ulangtahun alifpurwanto di meja makan dengan sudah terdapat penuh hidangan ,


" Makalah , dan maaf ya langit jika hanya tersaji hidangan-hidangan sederhana . Jika tau kau kesini kami pasti akan menyiapkan sesuatu yang lainnya " seru alifpurwanto


" Ayah , gak perlu seperti begitu . Ini saja udah cukup " sahut ilen protes dengan berlebihan ayahnya


" Ini lebih dari cukup pak alifpurwanto .. " ujar langit tersenyum ,


Daya yang juga duduk di sana benar-benar merasa canggung , apa lagi ia duduk berhadapan dengan langit . Daya bahkan tak berselera makan ia hanya memegang sendok tanpa menyuap apapun , daya bagai replika yang gak penting-penting amat sebenarnya ada di antara mereka . Yang cuma diam , nyimak dan ikut tersenyum dengan apa yang sedang mereka bicarakan dengan asik .


" Langit , ngomong-ngomong apa yang kau suka dari ilen dia itu kan perempuan tomboy . jangan bilang pada ku kalau kau menyukai semuanya , Itu jawab yang sungguh klise " ucap Daniel


" Benar apa yang kau suka ? " Sahut alifpurwanto , yang kini semua melihat mereka berdua .


Sepintas langit memandang ilen , memori yang terekam adalah di mana saat ia bertemu di kedai cafe kala ilen tengah pemimpin pidato demokrasi begitu bebas dan sempat sinis dengan langit .


" Ah , karena .. ia memberikan kesan yang tak terlalu baik . Tiba-tiba ia bilang kami harus mencetak selembaran untuk menentang semua ketidak Adilan " ujar langit


Ilen yang duduk di sampingnya langsung keselek hingga batuk-batuk mendengarnya ,


Membuat ayah dan Daniel tertawa mendengarnya , sedang daya juga memilih ikut sertakan senyumnya .


" Astaga , ilen kau memang benar-benar " gumam ayahnya


" Bagaimana dengan mu ilen , apa yang kau suka dari pria di samping mu ini ? " Seru Daniel


" Apa Kaka gila ! Kenapa nanya pertanyaan seperti itu hah " Ucap Ilenn menendang kaki kakaknya


" Sttt , aku juga penasaran . Ingin tahu bagaimana perasaan mu dengan ku sampai sekarang . " Ucap langit melihat nya


Mereka beradu tatapan dengan ilen yang sudah benar-benar muak , " sebenarnya .." seru ilen benar-benar ingin memberitahukan kebenarannya tapi saat melihat ayah dan kakaknya ia tak jadi melanjutkan nya .


" Apa hah ? "


" Lupakan ajah ! " Sahut ilen


" Astaga ilen , apa kau semalu itu ? Hingga tak jadi mengatakan perasaan mu .. "


" Apaan si ka ! "


" Aduh kalau begitu itu tandanya kau harus segera menikah " sahut sang ayah


Membuat daya tertegun memandang ilen dan langit ,


" Udah aku bilang gak seperti itu ! " ujar kesal ilen dengan kakaknya


" kamu tuh pemarah banget Len .. " gumam sang ayah mengehentikan dua anaknya itu .


Langit memandang daya ..


Selesai makan , di halaman belakang rumah alifpurwanto ilen dan langit duduk berdua dengan langit yang sedang melihat-lihat album foto keluarga milik alifpurwanto .


Sementara daya memandang keduanya lewat jendela , diam-diam perasaan aneh menyeruak masuk di hatinya .


" Day , sebaiknya kita biarkan mereka " seru Daniel berdiri bersama dengan daya .


" eh iyah kaa .. " sahut daya


" Oh iya day , boleh tidak antarkan aku memesan aneka kue-kue ini untuk pembukaan kantor ku "


" Biar daya saja ka kalau begitu yang memesankan nya , kebetulan toko kuenya tak terlalu jauh dari kos an daya "


" Gimana kalau kita berdua yang kesana , agar aku bisa lihat-lihat yang lainnya . Biar ku jemput setelah shif kerja mu "


" Em baiklah kalau begitu .. " sahut daya .

__ADS_1


***


Langit terus membalik lembaran album foto ,


" Langsung ajah , aku tidak akan berbicara formal karena kita seumuran . Ada apa kau kesini ? " Seru ilen


" Aku ? . Aku kemarin untuk mencari tahu rencana dan apa tujuan mu memulai tipu muslihat ini ? . " ucap langit menemukan potret foto data dengan ilen di album tersebut , bahkan foto daya dengan ilen cukup lumayan banyak di lembaran album itu . Langit tersenyum menyentuh potret itu .


Ilen segera menutup kasar album itu ..


" Tujuan dan rencana ku . Simple , aku tidak mau menikah dengan mu . Jadi silahkan tolak aku ! " Ucap ilen tanpa basa-basi


" Cih ! Kau harus menilai situasi nya dengan lebih baik , sebelum seenaknya berbicara . Karena akulah yang punya pengaruh terhadap mu ! , Menolak mu ? Untuk apa . Itu akan merepotkan ! Aku hanya perlu memberitahukan ortu kita tentang perbuatan mu ! " Ujar langit memberi kejelasan .


" Lakukan saja ! Kenapa repot-repot ikut bersandiwara ? " Sambar ilen


" Itu karena aku tidak mau daya terlibat masalah . "


" Kenapa kau tiba-tiba malah membahas daya hah ? . Daya gak ada hubungannya dengan mu . "


" Aku menyukainya . " Ucap langit to the poin


" Apa ! Siapa ? . Tunggu kau menyukai daya ? " Sahut ilen sinis


" Ya . Aku menyukainya , lalu kenapa ? "


" Ck ck aku meminta daya menjadi teman kencan mu untuk di tolak menggantikan ku . " Jelas ilen


Langit masih duduk begitu tenang melipat kedua tangannya di dada , " terus ? . Jika di tolak adalah tujuan mu seharusnya kau datang sendiri . Kenapa kau harus mengirim daya sebagai pengganti mu dan memperumit keadaan ? "


Kali ini ilen tersenyum lucu , " kau terlalu percaya diri ya . Ku rasa kau salah paham . Jadi jangan berani-berani merayu daya ya ! . Dengarkan kan ini baik-baik , daya tidak menyukai mu sama sekali dan sebenarnya ia tidak tahan dengan mu tau ! "


" Terserah . Aku tak peduli dengan ucapan mu . Aku bahkan sulit mempercayai mu ! Lagi pula Sepertinya kau tidak peduli dengan perasaan orang lain "


" Daya menemui mu karena uang . " Ucap ilen menyerang pada kenyataan


" Daya Memaksakan diri untuk menemui mu demi mendapatkan uang . Lucu banget kau yang terlalu baper " ujar ilen tertawa melihat langit yang speclees .


" Kenapa ? Kau sungguh berpikir daya menyukai mu yah hahaha ! " Ejek ilen


" Iya ! " Jawab langit , yang membuat mereka kembali bertengkar . Ilen yang sangat begitu kesal berjalan pergi begitu saja ke kamarnya nyelonong melewati yang lainnya .


" Di kenapa ? " Lirih alifpurwanto sang ayah ,


" Oh apa sepasang kekasih ini bertengkar ? " Lanjutkan nya kembali melihat Langit tersenyum , yang tentunya di balas tawa langit menanggapi nya .


Sedang daya berdiri canggung dan bingung berada di tengah-tengah mereka , ia ingin bicara akan keatas menyusul ilen tapi karena ayahnya ilen dan ka Danie sedang saling berbincang dengan langit membuat daya akhirnya memilih menunggu mereka .


Langit pun berpamitan ..


" Astaga hampir lupa . membiarkan mu pulang dengan tangan kosong . Tunggu di sini sebentar ya " ujar alifpurwanto bergegas ke kamar mengambil sesuatu . Menyentuh Daniel ,


Lalu Daniel pun pergi untuk mengambil sesuatu juga.


" A-ah tapi tidak perlu ... " Seru langit yang sudah di tinggal oleh mereka dan kini meninggalkan daya seorang ,


Daya benar-benar tak tahu harus melakukan apa , ia hanya memalingkan wajahnya dari langit .


Langit menoleh nya , " bagaimana kabar mu ? " Ucap langit yang di lihat daya .


" Aku memang benar merindukan mu , tapi aku tidak menduga akan bertemu dengan mu di sini " sambung langit ,


Daya tampak bersalah , " em langit . Aku ... "


Langit tersenyum dan menggenggam tangan daya . Jelas mengejutkan daya dan ia berusaha untuk melepaskan tangannya ,

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan . " Ujar daya panik dan masih berusaha lepaskan genggam langit .


" Sttt , biarkan sebentar . " Gumam langit tak memalingkan sedikitpun pandangan nya ,


Daya masih bersikeras melepaskan tangannya dengan melihat kiri kanan , tapi justru semakin di eratkan oleh langit yang masih tersenyum .


Mendadak Daniel keluar dari ruang nya dan melihat interaksi langit . Langit yang sadar akan hal itu pun langsung mengubah kemode layaknya kenal , " kalau begitu , sampai jumpa lagi daya . " Ucapnya


" Sorry lama .. " ujar Daniel menghampiri dan memberikan hadiah kembali pada langit .


" Astaga , seharusnya tidak perlu seperti ini .. " seru langit


" Tak mengapa . Tidak perlu merasa tidak enak . " Sahut Daniel tersenyum .


Sementara daya diam-diam menyembunyikan tangan nya di belakang karena ternyata terdapat secarik kertas , langit yang memberikan nya tadi selagi menggenggam tangan daya .


***


Saat ini daya mendatangi kamar ilen lagi ,


" Hari yang sangat menyebalkan ! Dengan orang yang juga tak kalah menyebalkan nya . " Seru ilen


" Day , tapi bagaimanapun . Aku takut kita harus mempertahankan situasi ini untuk saat ini .. " ujar ilen ,


Daya kaget mendengar nya dan menyeringitkan dahinya , " apa ? Maksud kamu . Kamu akan terus berbohong ? "


" Day , ini bukan kebohongan tahu . Kita hanya perlu terus merahasiakan kebenarannya untuk sementara "


Daya menghela nafas lelah tak percaya dengan pikiran sahabatnya itu .


" Nih ya day tiap kali aku memberitahukan ayah ku bahwa aku akan menemuinya , ayahku tidak pernah keberatan entah itu siang atau malah . Bahkan sekalipun jika pada akhirnya ketahuan , ya . Kita pikirkan saja itu nanti , yang penting untuk saat ini aku memanfaatkan situasi ini dahulu . Masalah dampaknya nanti saja di pikirannya " ucap ilen panjang lebar


" Astaga . Kau gila Len ! Gila . Benar-benar gila ! Bagaimana kalau situasi nya jadi di luar kendali ! apa yang akan kau lakukan hah ! " Ucap daya memarahi ilen bahwa memukul nya juga ,


" Aww sakitt. Entahlah day , mari kita stop membicarakan ini .. " ujar ilen mengelus lengan nya yang daya pukul tadi .


" Day , ngomong-ngomong boleh aku bertanya ? " Gumam ilen


" Apa !? " Sahut daya masih serius dengan Serua ilen tadi .


" Gini ... Hmm apakah kamu menyukai langit devandra ? " Ucap ilen yang begitu serius melihat daya menanti jawaban nya ,


" ceh . Suka ? Apanya . Enggak kok ! " Sanggah daya .


Ilen tersenyum , " benarkan . Ahh senangnya mendengar itu , aku sudah memperingatkan nya untuk tidak merayu mu lagi . "


Daya membelalakkan matanya bahkan mengangkat keduanya alisnya tak percaya , " apa yang kamu katanya padanya ? "


" Ya aku bilang kamu tuh menemuinya demi uang dan enggak sama sekalii menyukai nya "


" Len ? Kamu sungguh mengatakan itu ? " Sahut daya tak percaya .


" He'um , emang gitukan . Lagi pula kamu emang gak akan menemuinya lagi kan . " Gumam ilen melihat daya terdiam bengong ,


" apa jangan-jangan . Jangan bilang kamu akan menemui nya lagi day ? " Teriak ilen mengagetkan daya .


" aa enggak .. " Sahut daya


🍃🍃🍃


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya 🤗🌻


# happy reading 🍃


__ADS_2