
Mereka pun duduk merayakan ulangtahun alifpurwanto di meja makan dengan sudah terdapat penuh hidangan ,
" Makalah , dan maaf ya langit jika hanya tersaji hidangan-hidangan sederhana . Jika tau kau kesini kami pasti akan menyiapkan sesuatu yang lainnya " seru alifpurwanto
" Ayah , gak perlu seperti begitu . Ini saja udah cukup " sahut ilen protes dengan berlebihan ayahnya
" Ini lebih dari cukup pak alifpurwanto .. " ujar langit tersenyum ,
Daya yang juga duduk di sana benar-benar merasa canggung , apa lagi ia duduk berhadapan dengan langit . Daya bahkan tak berselera makan ia hanya memegang sendok tanpa menyuap apapun , daya bagai replika yang gak penting-penting amat sebenarnya ada di antara mereka . Yang cuma diam , nyimak dan ikut tersenyum dengan apa yang sedang mereka bicarakan dengan asik .
" Langit , ngomong-ngomong apa yang kau suka dari ilen dia itu kan perempuan tomboy . jangan bilang pada ku kalau kau menyukai semuanya , Itu jawab yang sungguh klise " ucap Daniel
" Benar apa yang kau suka ? " Sahut alifpurwanto , yang kini semua melihat mereka berdua .
Sepintas langit memandang ilen , memori yang terekam adalah di mana saat ia bertemu di kedai cafe kala ilen tengah pemimpin pidato demokrasi begitu bebas dan sempat sinis dengan langit .
" Ah , karena .. ia memberikan kesan yang tak terlalu baik . Tiba-tiba ia bilang kami harus mencetak selembaran untuk menentang semua ketidak Adilan " ujar langit
Ilen yang duduk di sampingnya langsung keselek hingga batuk-batuk mendengarnya ,
Membuat ayah dan Daniel tertawa mendengarnya , sedang daya juga memilih ikut sertakan senyumnya .
" Astaga , ilen kau memang benar-benar " gumam ayahnya
" Bagaimana dengan mu ilen , apa yang kau suka dari pria di samping mu ini ? " Seru Daniel
" Apa Kaka gila ! Kenapa nanya pertanyaan seperti itu hah " Ucap Ilenn menendang kaki kakaknya
" Sttt , aku juga penasaran . Ingin tahu bagaimana perasaan mu dengan ku sampai sekarang . " Ucap langit melihat nya
Mereka beradu tatapan dengan ilen yang sudah benar-benar muak , " sebenarnya .." seru ilen benar-benar ingin memberitahukan kebenarannya tapi saat melihat ayah dan kakaknya ia tak jadi melanjutkan nya .
" Apa hah ? "
" Lupakan ajah ! " Sahut ilen
" Astaga ilen , apa kau semalu itu ? Hingga tak jadi mengatakan perasaan mu .. "
" Apaan si ka ! "
" Aduh kalau begitu itu tandanya kau harus segera menikah " sahut sang ayah
Membuat daya tertegun memandang ilen dan langit ,
" Udah aku bilang gak seperti itu ! " ujar kesal ilen dengan kakaknya
" kamu tuh pemarah banget Len .. " gumam sang ayah mengehentikan dua anaknya itu .
Langit memandang daya ..
Selesai makan , di halaman belakang rumah alifpurwanto ilen dan langit duduk berdua dengan langit yang sedang melihat-lihat album foto keluarga milik alifpurwanto .
Sementara daya memandang keduanya lewat jendela , diam-diam perasaan aneh menyeruak masuk di hatinya .
" Day , sebaiknya kita biarkan mereka " seru Daniel berdiri bersama dengan daya .
" eh iyah kaa .. " sahut daya
" Oh iya day , boleh tidak antarkan aku memesan aneka kue-kue ini untuk pembukaan kantor ku "
" Biar daya saja ka kalau begitu yang memesankan nya , kebetulan toko kuenya tak terlalu jauh dari kos an daya "
" Gimana kalau kita berdua yang kesana , agar aku bisa lihat-lihat yang lainnya . Biar ku jemput setelah shif kerja mu "
" Em baiklah kalau begitu .. " sahut daya .
__ADS_1
***
Langit terus membalik lembaran album foto ,
" Langsung ajah , aku tidak akan berbicara formal karena kita seumuran . Ada apa kau kesini ? " Seru ilen
" Aku ? . Aku kemarin untuk mencari tahu rencana dan apa tujuan mu memulai tipu muslihat ini ? . " ucap langit menemukan potret foto data dengan ilen di album tersebut , bahkan foto daya dengan ilen cukup lumayan banyak di lembaran album itu . Langit tersenyum menyentuh potret itu .
Ilen segera menutup kasar album itu ..
" Tujuan dan rencana ku . Simple , aku tidak mau menikah dengan mu . Jadi silahkan tolak aku ! " Ucap ilen tanpa basa-basi
" Cih ! Kau harus menilai situasi nya dengan lebih baik , sebelum seenaknya berbicara . Karena akulah yang punya pengaruh terhadap mu ! , Menolak mu ? Untuk apa . Itu akan merepotkan ! Aku hanya perlu memberitahukan ortu kita tentang perbuatan mu ! " Ujar langit memberi kejelasan .
" Lakukan saja ! Kenapa repot-repot ikut bersandiwara ? " Sambar ilen
" Itu karena aku tidak mau daya terlibat masalah . "
" Kenapa kau tiba-tiba malah membahas daya hah ? . Daya gak ada hubungannya dengan mu . "
" Aku menyukainya . " Ucap langit to the poin
" Apa ! Siapa ? . Tunggu kau menyukai daya ? " Sahut ilen sinis
" Ya . Aku menyukainya , lalu kenapa ? "
" Ck ck aku meminta daya menjadi teman kencan mu untuk di tolak menggantikan ku . " Jelas ilen
Langit masih duduk begitu tenang melipat kedua tangannya di dada , " terus ? . Jika di tolak adalah tujuan mu seharusnya kau datang sendiri . Kenapa kau harus mengirim daya sebagai pengganti mu dan memperumit keadaan ? "
Kali ini ilen tersenyum lucu , " kau terlalu percaya diri ya . Ku rasa kau salah paham . Jadi jangan berani-berani merayu daya ya ! . Dengarkan kan ini baik-baik , daya tidak menyukai mu sama sekali dan sebenarnya ia tidak tahan dengan mu tau ! "
" Terserah . Aku tak peduli dengan ucapan mu . Aku bahkan sulit mempercayai mu ! Lagi pula Sepertinya kau tidak peduli dengan perasaan orang lain "
" Daya menemui mu karena uang . " Ucap ilen menyerang pada kenyataan
" Daya Memaksakan diri untuk menemui mu demi mendapatkan uang . Lucu banget kau yang terlalu baper " ujar ilen tertawa melihat langit yang speclees .
" Kenapa ? Kau sungguh berpikir daya menyukai mu yah hahaha ! " Ejek ilen
" Iya ! " Jawab langit , yang membuat mereka kembali bertengkar . Ilen yang sangat begitu kesal berjalan pergi begitu saja ke kamarnya nyelonong melewati yang lainnya .
" Di kenapa ? " Lirih alifpurwanto sang ayah ,
" Oh apa sepasang kekasih ini bertengkar ? " Lanjutkan nya kembali melihat Langit tersenyum , yang tentunya di balas tawa langit menanggapi nya .
Sedang daya berdiri canggung dan bingung berada di tengah-tengah mereka , ia ingin bicara akan keatas menyusul ilen tapi karena ayahnya ilen dan ka Danie sedang saling berbincang dengan langit membuat daya akhirnya memilih menunggu mereka .
Langit pun berpamitan ..
" Astaga hampir lupa . membiarkan mu pulang dengan tangan kosong . Tunggu di sini sebentar ya " ujar alifpurwanto bergegas ke kamar mengambil sesuatu . Menyentuh Daniel ,
Lalu Daniel pun pergi untuk mengambil sesuatu juga.
" A-ah tapi tidak perlu ... " Seru langit yang sudah di tinggal oleh mereka dan kini meninggalkan daya seorang ,
Daya benar-benar tak tahu harus melakukan apa , ia hanya memalingkan wajahnya dari langit .
Langit menoleh nya , " bagaimana kabar mu ? " Ucap langit yang di lihat daya .
" Aku memang benar merindukan mu , tapi aku tidak menduga akan bertemu dengan mu di sini " sambung langit ,
Daya tampak bersalah , " em langit . Aku ... "
Langit tersenyum dan menggenggam tangan daya . Jelas mengejutkan daya dan ia berusaha untuk melepaskan tangannya ,
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan . " Ujar daya panik dan masih berusaha lepaskan genggam langit .
" Sttt , biarkan sebentar . " Gumam langit tak memalingkan sedikitpun pandangan nya ,
Daya masih bersikeras melepaskan tangannya dengan melihat kiri kanan , tapi justru semakin di eratkan oleh langit yang masih tersenyum .
Mendadak Daniel keluar dari ruang nya dan melihat interaksi langit . Langit yang sadar akan hal itu pun langsung mengubah kemode layaknya kenal , " kalau begitu , sampai jumpa lagi daya . " Ucapnya
" Sorry lama .. " ujar Daniel menghampiri dan memberikan hadiah kembali pada langit .
" Astaga , seharusnya tidak perlu seperti ini .. " seru langit
" Tak mengapa . Tidak perlu merasa tidak enak . " Sahut Daniel tersenyum .
Sementara daya diam-diam menyembunyikan tangan nya di belakang karena ternyata terdapat secarik kertas , langit yang memberikan nya tadi selagi menggenggam tangan daya .
***
Saat ini daya mendatangi kamar ilen lagi ,
" Hari yang sangat menyebalkan ! Dengan orang yang juga tak kalah menyebalkan nya . " Seru ilen
" Day , tapi bagaimanapun . Aku takut kita harus mempertahankan situasi ini untuk saat ini .. " ujar ilen ,
Daya kaget mendengar nya dan menyeringitkan dahinya , " apa ? Maksud kamu . Kamu akan terus berbohong ? "
" Day , ini bukan kebohongan tahu . Kita hanya perlu terus merahasiakan kebenarannya untuk sementara "
Daya menghela nafas lelah tak percaya dengan pikiran sahabatnya itu .
" Nih ya day tiap kali aku memberitahukan ayah ku bahwa aku akan menemuinya , ayahku tidak pernah keberatan entah itu siang atau malah . Bahkan sekalipun jika pada akhirnya ketahuan , ya . Kita pikirkan saja itu nanti , yang penting untuk saat ini aku memanfaatkan situasi ini dahulu . Masalah dampaknya nanti saja di pikirannya " ucap ilen panjang lebar
" Astaga . Kau gila Len ! Gila . Benar-benar gila ! Bagaimana kalau situasi nya jadi di luar kendali ! apa yang akan kau lakukan hah ! " Ucap daya memarahi ilen bahwa memukul nya juga ,
" Aww sakitt. Entahlah day , mari kita stop membicarakan ini .. " ujar ilen mengelus lengan nya yang daya pukul tadi .
" Day , ngomong-ngomong boleh aku bertanya ? " Gumam ilen
" Apa !? " Sahut daya masih serius dengan Serua ilen tadi .
" Gini ... Hmm apakah kamu menyukai langit devandra ? " Ucap ilen yang begitu serius melihat daya menanti jawaban nya ,
" ceh . Suka ? Apanya . Enggak kok ! " Sanggah daya .
Ilen tersenyum , " benarkan . Ahh senangnya mendengar itu , aku sudah memperingatkan nya untuk tidak merayu mu lagi . "
Daya membelalakkan matanya bahkan mengangkat keduanya alisnya tak percaya , " apa yang kamu katanya padanya ? "
" Ya aku bilang kamu tuh menemuinya demi uang dan enggak sama sekalii menyukai nya "
" Len ? Kamu sungguh mengatakan itu ? " Sahut daya tak percaya .
" He'um , emang gitukan . Lagi pula kamu emang gak akan menemuinya lagi kan . " Gumam ilen melihat daya terdiam bengong ,
" apa jangan-jangan . Jangan bilang kamu akan menemui nya lagi day ? " Teriak ilen mengagetkan daya .
" aa enggak .. " Sahut daya
🍃🍃🍃
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komennya 🤗🌻
# happy reading 🍃