
Pagi hari ini di kediaman keluarga devandra , semua sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama. Devandra pun memulainya lebih dulu baru di ikuti dengan anggota keluarga lainnya sudah menjadi tradisi untuk keluarga itu. mereka seperti itu, saat devandra tentang asik menikmati sarapannya ia melirik kearah putra sulungnya yang hanya menyuntil sedikit nasi masuk kedalam mulutnya.
" Bumi devandra, kau tak ingin makan? " Ucap devandra
" Apa? Tidak juga. " Sahut bumi malas
" Kenapa begitu? Dia sedang memakan sarapannya. itu karena ia baru bangun" seru sang istri yang tentunya ingin membuat anak mereka aman.
" Itu karena dia tidak pernah kelaparan dan dapat makanan hangat yang di sajikan tiga kali sehari." Ucap devandra kejam
Kini bumi meliriknya dingin..
" Jika kita hanya memberi nya air selama beberapa hari, dia pasti akan bernafsu makan! " Sambung devandra yang kini juga menatap putra sulungnya itu ,
" Ck .. " gumam bumi lalu bangkit dari sana dan pergi. Ia sudah benar-benar muak akan sikap ayahnya itu dan tentunya tentang semua orang yang harus patuh dan mengikuti apa yang ayahnya perintahkan,
" Kembalii !! .. ayah bilang kembali !!! " Ucap devandra penuh penekanan
Tapi bumi sama sekali tak menggubrisnya ,
" Apa yang sedang kauu... !!! " Teriak devandra hendak ingin mengejar bumi tapi dengan cepat langit menahan nya .
" Ayah, tolong biarkan saja ka bumi pergi. Ia mungkin hanya sedang lelah banyak pikiran . Ya , bukankah pekerjaan kalian itu berat sekali " ucap langit yang berhasil menghentikan ayahnya itu,
" Ya, yang langit bicarakan benar. " Sahut sang ibu sambung.
Devandra pun kembali duduk dan mereka melanjutkan sarapan meski dengan sudah kepalang gak mood dengan suasananya, tapi tidak untuk devandra yang tak sama sekali tak terlihat begitu karena ia sudah hidup begitu kejam sejak kecil bahkan untuk mendapatkan hidup yang layak saja tak ia dapatkan dulu maka dari itu ia menjadi orang yang kejam. Karena kekejaman yang ia terima dulu, ia memakai pola begitu keras dengan keluarganya.
Selesai dengan ritual sarapan, pagi-pagi sekali Langit sudah berada di rumah pak yoga dengan buku tebal setebal ensiklopedia yang berjudul prinsip matematika, bukan tanpa alasan sebenarnya langit pagi-pagi sudah di sana karena tentunya ingin bertemu dengan daya yang sejak tadi tak dapat ia hubungi.
" Ooo nak langit , kenapa kamu datang sepagi ini ? " Seru pak yoga
" Eh ini , saya menemukan buku yang harus di baca Dilla " jawab langit memberikannya .
" Aa astaga ini pasti berharga .. tapi bisakah putriku Dilla membaca ini ? " Ujar pak yoga menerima buku tebal itu,
" ya tentu saja. Ia makin berkembang setiap hari nya " sahut langit
" Kalau begitu terimakasih.. " Ucap pak yoga yang di balas anggukkan dan senyuman oleh langit tapi dengan kepalanya yang masih berkeliaran menjadi sosok yang ingin ia temui itu.
" Oh ya tapi Dila hari ini sudah berangkat, karena mengikuti UTS jadi mungkin ia akan pulang lebih awal . gimana kalau makanlah bersama ku sambil menunggu nya " ajak pak yoga
" Emm... Kalau begitu, bagaimana jika daya juga harus bergabung dengan kita. " Seru langit
" Daya ? " Tanya pak yoga , dan Langi pun mengangguk kepalanya.
" Tapi daya sedang tak ada di rumah. Kurasa sif malamnya belum selesai"
" Sif malamm ? Tapi ia tidak bekerja semalam " ujar langit
" Dia tidak pulang semalam. Jadi, saya pikir ia bekerja " ucap pak yoga menoleh pintu kamar daya dan juga Fira
" Daya tidak pulang ? " Gumam langit mendadak khawatir karena pasalnya semalam mereka masih bersama.
" Mungkin ia pulang tetapi sudah pergi pagi-pagi sekali sebelum saya bangun "
" bagaimana dengan Fira ? " seru langit
" kalau Fira, ia bermalam di rumah temannya .."
Mendengar pernyataan pak yoga itu membuat Langit sedikit gusar dan memilih untuk pamit,
...
__ADS_1
" Emm sudah pergi pagi-pagi sekali ? .." batin langit yang akhirnya pergi ke RS tempat daya bekerja.
Sesampainya di RS ia mulai mencari sosok daya tapi juga tak kunjung menemukan, langit masih mencari di tengah-tengah kesibukan para perawat. Bahkan ia juga sampai sedikit rada menghalangi salah satu perawat yang sedang terburu-buru akan tugasnya,
" ada yang bisa kami bantu ? Apa anda wali pasien ?! " Ujar sang perawat
" Ah bukan , maaf .. " sahut langit yang langsung minggir ,
" ahhh hei junior . Bisakah kau langsung merapikannya . Tolong bersihkan ini... " Ucap sang perawat
" Baik Bu .. " sahut sang junior itu bergegas merapikan nya, " tapi ngomong-ngomong aku kira ibu senior libur hari ini . " Serunya
" jangan memancing ku , aku sedang kesal ! Ini semua karena salah Dayana ahkk " sahut sang senior mengangkat seprei ranjang.
Langit menyeringit saat mendengar itu dan ia langsung tertuju pada si perawat junior yang kala itu juga pernah daya ceritakan, langit menunggu di luar ruangan dan benar saja tak berapa lama perawat itu pun keluar dengan membawa dua kardus penuh etanol . Langit pun langsung menghampiri,
" Biar saya saja ... " Ucap langit mengambil alih kardus-kardus itu
" Maya yaa .. " seru langit
" Siapa ya ? . Anda mengenal saya ? " Ujar nya bingung
" Hmm begini ... Apa Dayana atharik ada di sini hari ini ? "
" Hari ini ? Ia tidak masuk hari ini dan bahkan tidak menelpon . Dia bahkan tidak pernah cuti setengah hari, tapi kini ia juga tak mengabari kami. Aku jadi khawatir apa yang terjadi " seru si perawat
Membuat Langit semakin khawatir, lalu setelah nya ia pun keluar RS dan menelpon ilen.
" Hah? Apa maksudmu daya menghilang ? " Sahut ilen di telpon sebrang sana
" Daya tak ada di rumah dan ia bahkan juga bolos kerja tanpa berkabar . Ada kabar dari nya ? " Tanya langit
" Engga. Mungkin ada hal mendesak semalam .. "
" Kenapa bertanya kepadaku ? Sekarang , kau lebih mengenalnya dari pada aku ! "
" Kau sudah mengenalnya lebih lama dari pada aku ! Katamu daya sahabat mu ... "
dan , Tutt ... Tuttt .. tutttt ..
Tiba-tiba saja telpon itu di matikan oleh Daniel yang mengambil alih nya ,
" Kak Daniel ... " Seru ilen
" Jangan jawab telpon dari si brengsek itu lagi ! Sampai semuanya beres " Ucap Daniel
" Tapi jika aku menutup telponnya seperti itu ... "
" Aku bilang jangan jawab telpon darinya ! " Ucap Daniel dingin tak bisa di ganggu gugat dan pergi ,
Langit menghela nafas melihat panggilan telpon nya yang sudah ditutup. ia tak tahu harus bagaimana , tapi sekarang yang ada di pikirannya hanyalah sebuah kantor polisi dan ia pun mendatangi nya. Setibanya di sana ia juga melihat betapa sibuknya kantor kepolisian itu, tapi ia melihat ada satu polisi yang tengah sedikit senggang lalu segera mendatangi mejanya.
" permisi pak, saya ingin melaporkan orang hilang. "
" orang hilang ? Astaga apa anak mu hilang ? ... Berapa usianya ? " Ujar sang polisi hendak mencatat dan memproses
" bukan, dia orang dewasa. Usianya 25 tahun" ucap langit
Polisi itu pun menatap langit , " apa hubungan mu dengan nya ? "
" saya pacarnya. "
" Sudah berapa lama ia menghilang ? "
__ADS_1
Langit segera melihat jam tangannya itu ,
" emm sudah sekitar ... Kurasa sudah 15 jam "
" Jadi itu berarti semalam kau melihatnya ? Tapi belum mendengar kabarnya sejak itu "
" Ya benar. Kami berpisah di depan rumahnya semalam, tapi saya tidak bisa menghubungi nya " ujar langit
" Keluar-keluar ... Cepat .. " usir polisi itu justru
" tunggu , tapi kenapa .... " Seru langit yang terus di giring keluar oleh polisi itu
" Tunggu .. kenapa anda tidak mendengarkan saya ? " Ucap langit
" Pernahkah terpikir oleh mu bahwa ia mungkin menghindari mu? "
" Dia tidak ada di rumah dan tidak bekerja hari ini . Bagaimana ... Bagaimana jika ia mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke ... "
" Astaga! Orang dewasa tidak menghilang semudah itu . kau lupa hah 24 jam barulah melapor kau mengerti , ini baru 15 jam dan mungkin ia hanya pergi ke suatu tempat . Ke suatu tempat ! . Sudah ya, banyak pekerjaan yang harus saya urus " Ucap polisi itu mengulang kata-kata nya
" Tung-tunggu , ini dia tidak pernah pergi kemanapun tanpa memberitahukan ku" tahan langit
" ah ayolah .. bagaimana kamu tahu hah ? Bagaimana kau begitu yakin ?. Begini saja, siapa tahu ia pergi untuk mengunjungi mendiang kakek dan neneknya ataupun mungkin ia pergi untuk mengunjungi orangtuanya yang sakit . Banyak kemungkinan kan ? " Ucap sang polisi
Dengan langit yang speclees tentang apa yang dikatakan sang polisi yang tak sedikitpun membantu.
" Periksalah semua tempat yang mungkin ia datangi . Tunggu sehari lagi, eh tidak tapi kembali tiga hari lagi setelah itu baru saya akan membuka kasus untukmu ya . Saya sudah sangat sibuk huh " ucap sang polisi itu masuk kedalam ,
' kau di mana day ... ' Gumam langit terus berfikir , lalu ia mengingat keinginan daya yang bilang jika ia ingin pergi ke Banyuwangi untuk mengunjungi keluarganya. Langit pun pergi ..
Di seperempat perjalanan ia bertemu dengan Fira, orang yang memang sedang ia cari sekarang ini .
" Fir .. " ujar langit Mengatur deru nafasnya sebelum ia menceritakan semuanya ,
" Kau yakin ia tidak ada di rumah ataupun RS ? Tidak biasanya daya gak pulang ko " seru Fira
" Kau sudah menghubungi nya ? " Tanya Fira yang juga ikut sedikit khawatir
" Sudah , tapi tak ada jawaban. Apa kau bisa menelepon keluarganya ? " Ucap langit
" Ooo yaa, tentu. " Sahut Fira menelpon keluarga daya tapi tak kunjung ada jawaban, ia bahkan mencoba berulang kali. Tapi tetep tak Sahutan ..
" Apa kau yakin daya sedang di sana ? " Ucap Fira
" Aku meminta kau menelponnya karena juga ingin tahu dan bertanya apakah ia ada disana atau tidak . "
" tapi kenapa daya tak pernah bilang jika akan kesana ... " Gumam Fira
" Fir , bisa berikan alamatnya daya ? " Ucap langit
" Tunggu sebentar . Ini , tolong beritahu aku yaa ! " Ujar Fira yang bahkan tak di sahut kan oleh langit yang pergi secepat kilat karena kekhawatirannya akan feeling-nya .
***
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»
# happy reading π
__ADS_1