Langit Devandra Dengan Daya

Langit Devandra Dengan Daya
bab 6


__ADS_3

Kala selesai sudah pukul 7 malam , saat mereka tengah berjalan . tiba-tiba saja daya memberhentikan langkah kakinya dan berbalik melihat langit ,


" Aku sangat menyukai shopping . Bahkan aku tidak bisa sehari saja pun tidak shopingg , di dekat sini ada toko langganan ku. Bagaimana kalau kita shoping sebagai hadiah di kencan pertama ini ! " Ucap daya memasang muka matre sesuai instruksi ilen . Dengan harap agar ia dapat di campakkan ,


" Baiklah jika begitu " sahut langit tak terganggu ,


Dengan itu daya pun pura-pura melangkah lebih dulu di depan Langit begitu angkuh menuju toko di mana terdapat semua barang-barang yang Brandt meskipun sebenarnya ia sedikit pegal menyeimbangi sepatu yang kebesaran itu di kaki nya , bahkan pengganjal kapas sepatu itu agar pas di kaki daya pun entah sudah tak berperan seperti awal .


Sesampainya di sebuah toko , mereka di sambut pegawai toko tersebut bahkan daya di damping untuk melihat-lihat nya . Lagi-lagi daya berbalik menoleh kearah langit ,


" Astaga aduh yaa ampun , aku lupa jika tak membawa dompet ku bagaimana ini . Sedangkan aku ingin sekali shopping " ucap daya membuat ilfil


" Pilihlah , aku akan membayar nya " ujar langit . Membuat daya terpaksa melontarkan senyum kembali menyaksikan langit yang masih tak masalah dengan apa yang ia lakukan sekarang .


" Mbaak tolong perlihatkann semua barang-barang yang paling Mahal di sinii ! " Seru daya sengaja mengeraskan suara nya agar di dengar langit ,


" Ini silahkan nona , ini semua adalah barang-barang termalah di toko milik kami . " Ujar sang pegawai


" Ilenn , pilihlah apa yang kau mau . Kau tidak perlu khawatirkan masalah uang " seru langit lagi dan lagi merasa tak masalah . Membuat daya menoleh lalu ngedumel tanpa suara melihat pegawai itu ,


Daya pun mengambil asal tas yang ada di dekatnya dan ia melihat harga yang tertera di tas tersebut , " hah ! Harga tas ini 3 bulan gaji ku ! " Gumam daya begitu terkejut , membuat langit yang di dekatnya tersenyum .


" Tas ini hanya ada beberapa saja nona dan tas ini juga begitu cocok dengan dress yang nona pakaian karena mereka satu Brand . " Beritahu pegawai


" ah Haha pantas saja tidak asing , di rumah aku sudah punya ini satu. " Seru daya menyengir memberi alasan lalu meletakkan kembali tas itu ,


" Aku akan melihat-lihat yang lain saja .. " gumam daya tersenyum canggung pada pegawai itu , lalu berjalan maju untuk melihat-lihat dan saat itu juga ia tersandung sepatunya sendiri bagai seseorang yang tak terlalu mahir memakai high heels . membuat langit tak hentinya tersenyum lucu memperhatikan nya dari belakang .


Daya sedikit berjinjit untuk melihat barang-barang di depannya itu bahkan ia juga sesekali meregangkan kakinya yang tanpa sadar di lihat langit jika ternyata sedari tadi sepatunya itu kebesaran dan membuat daya tak nyaman .


Selesai dari berbelanja , " aku tak menyangka kau hanya membeli sebuah ikat rambut di sana . " seru langit


" Huh ya beginilah hobi ku suka membeli sesuatu yang tak terlalu penting ! " Sahut daya


" Ayook .. " ucap langit


" Kemana ?! " Ujar daya menyeringit melihat langit ,


" Pulang . Aku akan mengantarmu "


" Gak , ah gak usah . Aku bisa pulang dengan sendiri "


" Ck , ayah ku meminta aku untuk mengantarkan mu pulang apapun situasi nya . Jadi cepatlah , " seru langit melihat daya


Kali ini daya emang benar-benar gak punya pilihan . Akhirnya masuk kedalam sebuah taxi yang di berhentikan langit , Di dalam taxi daya hanya diam dengan wajah dingin nya .


" Bagaimana dengan kuliah kelas hukum mu ? " Tanya langit memecahkan keheningan


" baik , lancar jaya . Hari gini untuk apa masih saja repot menghadiri kelas ceh ! Lebih penting untuk membuat aliansi demokrasi ! " Ujar daya berbicara asal mengenai hal yang benar-benar tak ia paham sebenarnya . Tapi karena ia menyamar sebagai ilen jadi ia harus seolah seperti ilen ,


" Emm , begitu .. kalau begitu kau pasti punya banyak waktu luang . Jadi kita bisa ... "


" Lalu bagaimana dengan mu ? Kenapa tidak kerja magang ! malah datang ke Semarang. " seru daya memotong pembicaraan langit yang ia tahu akan kemana arah nya.


" Aku bukan pemagang . Dan kelulusan ku tertunda "


" Kelulusan mu tertunda ? " Ucap daya melirik langit dan tertawa lucu ,


" Astaga . Kau pasti gagal ya dalam ujian izin praktik , aku sering dengar kalau beberapa orang sering gagal . Tapii kau adalah orang pertama yang aku temui secara langsung haha " ujar daya masih tertawa begitu lepas.


Langit ikut tersenyum , " sebelumnya maaf mengecewakan mu . Tapi aku lulus ujian itu "

__ADS_1


Saat itu juga seketika daya langsung berhenti tertawa , " lantas kenapa belum lulus ? "


Mereka saling pandang , " akan aku beri tahu kalau kita semakin dekat . " Ujar langit .


membuat daya enggan untuk melanjutkan pembicaraan ,


Lalu taxi itu pun berhenti tepat di depan gerbang rumah ilen , " inilah aku , Kau puas . jadi silahkan pergi " ucap daya tak ingin berlama-lama


" Ini , ambillah .. "


" Apa ini ? "


" Kau membutuhkan nya di kencan kita berikutnya . "


Daya tak merespon nya ,


" Aku ingin bertemu dengan mu lagi , jadi kapan kita akan segera bertemu kembali ? " Seru langit ,


" Entahlah .. begini aku tidak ada berpikiran akan menemu .." sebelum sempat daya melanjutkan pembicaraan matanya sudah lebih dulu membelalakkan mata mendapati mobil ka Daniel yang mendekat . Daya benar-benar panik bahkan ia juga mencoba memalingkan wajah nya .


" Kau menolak ku ? " Seru langit ,


Daniel yang semakin mendekat membuat daya semakin panik .


" Begini kita lanjutkan lain kali sajaaa ya .. " ujar daya mendorong paksa langit masuk kedalam taxi ,


" tapi tunggu .. tunggu jadi apa aku boleh menelpon mu ? "


" Ya .. yaa terserah kau ... " Sahut daya sudah tak menghiraukan lagi pertanyaan langit .


Daya dengan cepat menutup pintu taxi itu


" Jalan , jalann pakkk ! " Ujar daya .


Daya menghela nafas lega melihat taxi itu pergi melesat ..


" Dayaa , sedang apa kau di sini ? Kenapa tidak masuk ? " Ujar Daniel tersenyum melihat daya begitu cantik dengan stelan dress .


" Ahahaha , aku datang ingin menemui ilenn kaa " gumam daya begitu canggung takut ketahuan dengan ide gila ini ,


" Oh kalau begitu kita masuk saja . " Seru Daniel .


Begitu tiba di dalam , ilen juga baru saja turun dari kamarnya .


" Apa ini kenapa kalian bisa masuk bersamaan ? " Gumam ilen sedikit khawatir dengan situasi nya ,


" Kaka bertemu dengan daya di depan , dan lihatlah dirimu ilen kenapa berpakaian seperti ini bukannya kau yang habis berkencan ? Tapi Kenapa rasanya seperti daya yang habis berkencan ! " Ujar Daniel


" Apa maksud Kakaa ! " Sahut mereka bersamaan . Yang langsung di lihat Daniel keduanya ,


" I-ini .. memang pakaiannya ilen , dan daya meminjam nya "


" Kau habis dari mana memang day ? " Ujar Daniel


" itu Daya , em ia habis pergi berkencan juga . Kalau begitu kita naik keatas dulu ya kaaa .. " seru ilen membawa daya segera kabur dari hadapan kakaknya .


Begitu di kamar , " bagaimana ? " Tanya ilen .


Daya mengeleng lirih, sambil meletakkan beberapa barang bawaannya .


" Gak mungkin . jangan bilang kau sudah sampai di tahapan shopping ! " Ucap ilen

__ADS_1


" Sudah aku bilang ini gak akan berhasil , ia justru ingin melanjutkan pertemuan ini . apa yang aku lakukan , ia bahkan melakukan hal yang lebih buruk .. " lirih daya duduk ,


" Ck ini aneh sekali .. " ujar ilen


" ini , aku masih sadar diri memilih barang yang paling murah . Dan kalau ini , aku gak tahu ia memberikan nya " ucap daya .


Ilenn langsung membuka nya ,


" sepasang sepatu . Cobalah day " seru ilen memberikan nya .


Daya pun memakai nya , sepatu itu begitu pas di kaki nya .


" Oh kenapa bisa pas banget sama ukuran kaki mu day " ucap ilen


" Aku gak tau Len .. "


" Hahh ! Jangan-jangan pria itu ada pria mesum atau cabul . Pokonya semacam itulah yang terobsesi tertarik dengan kaki para wanita day ! "


" Tapi aku rasa dia bukan pria seperti itu Len . "


" hmm Untuk saat ini , sepatu ini di simpan kembali . " seru ilen meletakkan sepatu itu dalam kardusnya ,


" Kenapa ? "


" Kau ini bagaimana day , jika kau memakai nya itu seperti secara gak langsung seakan kalau kau sudah menerima nya ! "


" Ah ya pertemuan berikutnya baju apa yang akan kau gunakan ya ? . Emm Sebaiknya aku mencarinya dulu agar bisa kau bawa .. " gumam ilen pergi ke ruang ganti mencari baju untuk daya .


Sepeninggal ilen ke ruang ganti , daya samar-samar memandang sepatu itu seperti memiliki makna sendiri untuk nya . Apa lagi saat daya mengingat pembicaraan langit yang bilang jika ia adalah orang yang makan makanan sisa milik orang lain dan tak ada yang terlalu istimewa di hidup nya . Tapi daya terdiam bagai seorang patung .


🍃🍃🍃


Sedang langit baru saja tiba di kediamannya , rumah yang sepi membuatnya perlahan jalan begitu saja ingin menuju kamar . tapi ,


" Ayah tidak ingin mendengar kau membuat masalah pada kencan ini . Bagaimana kelanjutannya ? " ujar ayahnya yang memang sengaja menunggu nya


" ayah menunggu ku hanya untuk menyampaikan ini ? " seru langit


" jawab ayah . bagaimana kencan nya ! "


" Ayah tenang saja , kami akan segera bertemu kembali " seru langit yang memang ingin melanjutkan kencan ini karena ketertarikannya . lalu hendak naik kekamarnya


" Taklukan gadis itu , karena tidak ada wanita yang tidak bisa di jinakin . ia begitu bebas menjadi parasit untuk pekerjaan ayah "


Tak ada jawaban dari langit ,


Begitu ia sampai di depan kamar ..


" jadi lu kesini cuma di minta ayah untuk melancarkan keinginan nya , hanya memanfaatkan lu . Seimbang si ya ! Lu itu di besarin ya emang cuma untuk hal-hal seperti ini ! Gak lebih dari pada itu !! " ucap bumi devandra dengan kebencian


" Itu artinya gua bisa di andalkan bukan . Ya paling gak , gak cuma bisanya hura-hura gak jelas . Dan gua bukan anak kecil kaya dulu lagi ka yang mungkin denger ucapan lu kaya gini bakalan sedih ataupun takut " seru langit masuk kedalam kamar .


Ia merebahkan tubuhnya , menghela nafas untuk seharian ini sudah berpura-pura selalu menjadi pria baik untuk nama baik keluarga nya . Tapi saat ia mengingat kencan tadi senyum manis terukir di wajahnya , bayangan Dayana yang ia tahu adalah ilen mampu membuat nya merasa memiliki hari yang bermakna .


***


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa untuk like vote dan komennya 🤗🌻


# happy reading 🍃


__ADS_2