
Kala selesai sudah pukul 7 malam , saat mereka tengah berjalan . tiba-tiba saja daya memberhentikan langkah kakinya dan berbalik melihat langit ,
" Aku sangat menyukai shopping . Bahkan aku tidak bisa sehari saja pun tidak shopingg , di dekat sini ada toko langganan ku. Bagaimana kalau kita shoping sebagai hadiah di kencan pertama ini ! " Ucap daya memasang muka matre sesuai instruksi ilen . Dengan harap agar ia dapat di campakkan ,
" Baiklah jika begitu " sahut langit tak terganggu ,
Dengan itu daya pun pura-pura melangkah lebih dulu di depan Langit begitu angkuh menuju toko di mana terdapat semua barang-barang yang Brandt meskipun sebenarnya ia sedikit pegal menyeimbangi sepatu yang kebesaran itu di kaki nya , bahkan pengganjal kapas sepatu itu agar pas di kaki daya pun entah sudah tak berperan seperti awal .
Sesampainya di sebuah toko , mereka di sambut pegawai toko tersebut bahkan daya di damping untuk melihat-lihat nya . Lagi-lagi daya berbalik menoleh kearah langit ,
" Astaga aduh yaa ampun , aku lupa jika tak membawa dompet ku bagaimana ini . Sedangkan aku ingin sekali shopping " ucap daya membuat ilfil
" Pilihlah , aku akan membayar nya " ujar langit . Membuat daya terpaksa melontarkan senyum kembali menyaksikan langit yang masih tak masalah dengan apa yang ia lakukan sekarang .
" Mbaak tolong perlihatkann semua barang-barang yang paling Mahal di sinii ! " Seru daya sengaja mengeraskan suara nya agar di dengar langit ,
" Ini silahkan nona , ini semua adalah barang-barang termalah di toko milik kami . " Ujar sang pegawai
" Ilenn , pilihlah apa yang kau mau . Kau tidak perlu khawatirkan masalah uang " seru langit lagi dan lagi merasa tak masalah . Membuat daya menoleh lalu ngedumel tanpa suara melihat pegawai itu ,
Daya pun mengambil asal tas yang ada di dekatnya dan ia melihat harga yang tertera di tas tersebut , " hah ! Harga tas ini 3 bulan gaji ku ! " Gumam daya begitu terkejut , membuat langit yang di dekatnya tersenyum .
" Tas ini hanya ada beberapa saja nona dan tas ini juga begitu cocok dengan dress yang nona pakaian karena mereka satu Brand . " Beritahu pegawai
" ah Haha pantas saja tidak asing , di rumah aku sudah punya ini satu. " Seru daya menyengir memberi alasan lalu meletakkan kembali tas itu ,
" Aku akan melihat-lihat yang lain saja .. " gumam daya tersenyum canggung pada pegawai itu , lalu berjalan maju untuk melihat-lihat dan saat itu juga ia tersandung sepatunya sendiri bagai seseorang yang tak terlalu mahir memakai high heels . membuat langit tak hentinya tersenyum lucu memperhatikan nya dari belakang .
Daya sedikit berjinjit untuk melihat barang-barang di depannya itu bahkan ia juga sesekali meregangkan kakinya yang tanpa sadar di lihat langit jika ternyata sedari tadi sepatunya itu kebesaran dan membuat daya tak nyaman .
Selesai dari berbelanja , " aku tak menyangka kau hanya membeli sebuah ikat rambut di sana . " seru langit
" Huh ya beginilah hobi ku suka membeli sesuatu yang tak terlalu penting ! " Sahut daya
" Ayook .. " ucap langit
" Kemana ?! " Ujar daya menyeringit melihat langit ,
" Pulang . Aku akan mengantarmu "
" Gak , ah gak usah . Aku bisa pulang dengan sendiri "
" Ck , ayah ku meminta aku untuk mengantarkan mu pulang apapun situasi nya . Jadi cepatlah , " seru langit melihat daya
Kali ini daya emang benar-benar gak punya pilihan . Akhirnya masuk kedalam sebuah taxi yang di berhentikan langit , Di dalam taxi daya hanya diam dengan wajah dingin nya .
" Bagaimana dengan kuliah kelas hukum mu ? " Tanya langit memecahkan keheningan
" baik , lancar jaya . Hari gini untuk apa masih saja repot menghadiri kelas ceh ! Lebih penting untuk membuat aliansi demokrasi ! " Ujar daya berbicara asal mengenai hal yang benar-benar tak ia paham sebenarnya . Tapi karena ia menyamar sebagai ilen jadi ia harus seolah seperti ilen ,
" Emm , begitu .. kalau begitu kau pasti punya banyak waktu luang . Jadi kita bisa ... "
" Lalu bagaimana dengan mu ? Kenapa tidak kerja magang ! malah datang ke Semarang. " seru daya memotong pembicaraan langit yang ia tahu akan kemana arah nya.
" Aku bukan pemagang . Dan kelulusan ku tertunda "
" Kelulusan mu tertunda ? " Ucap daya melirik langit dan tertawa lucu ,
" Astaga . Kau pasti gagal ya dalam ujian izin praktik , aku sering dengar kalau beberapa orang sering gagal . Tapii kau adalah orang pertama yang aku temui secara langsung haha " ujar daya masih tertawa begitu lepas.
Langit ikut tersenyum , " sebelumnya maaf mengecewakan mu . Tapi aku lulus ujian itu "
__ADS_1
Saat itu juga seketika daya langsung berhenti tertawa , " lantas kenapa belum lulus ? "
Mereka saling pandang , " akan aku beri tahu kalau kita semakin dekat . " Ujar langit .
membuat daya enggan untuk melanjutkan pembicaraan ,
Lalu taxi itu pun berhenti tepat di depan gerbang rumah ilen , " inilah aku , Kau puas . jadi silahkan pergi " ucap daya tak ingin berlama-lama
" Ini , ambillah .. "
" Apa ini ? "
" Kau membutuhkan nya di kencan kita berikutnya . "
Daya tak merespon nya ,
" Aku ingin bertemu dengan mu lagi , jadi kapan kita akan segera bertemu kembali ? " Seru langit ,
" Entahlah .. begini aku tidak ada berpikiran akan menemu .." sebelum sempat daya melanjutkan pembicaraan matanya sudah lebih dulu membelalakkan mata mendapati mobil ka Daniel yang mendekat . Daya benar-benar panik bahkan ia juga mencoba memalingkan wajah nya .
" Kau menolak ku ? " Seru langit ,
Daniel yang semakin mendekat membuat daya semakin panik .
" Begini kita lanjutkan lain kali sajaaa ya .. " ujar daya mendorong paksa langit masuk kedalam taxi ,
" tapi tunggu .. tunggu jadi apa aku boleh menelpon mu ? "
" Ya .. yaa terserah kau ... " Sahut daya sudah tak menghiraukan lagi pertanyaan langit .
Daya dengan cepat menutup pintu taxi itu
" Jalan , jalann pakkk ! " Ujar daya .
Daya menghela nafas lega melihat taxi itu pergi melesat ..
" Dayaa , sedang apa kau di sini ? Kenapa tidak masuk ? " Ujar Daniel tersenyum melihat daya begitu cantik dengan stelan dress .
" Ahahaha , aku datang ingin menemui ilenn kaa " gumam daya begitu canggung takut ketahuan dengan ide gila ini ,
" Oh kalau begitu kita masuk saja . " Seru Daniel .
Begitu tiba di dalam , ilen juga baru saja turun dari kamarnya .
" Apa ini kenapa kalian bisa masuk bersamaan ? " Gumam ilen sedikit khawatir dengan situasi nya ,
" Kaka bertemu dengan daya di depan , dan lihatlah dirimu ilen kenapa berpakaian seperti ini bukannya kau yang habis berkencan ? Tapi Kenapa rasanya seperti daya yang habis berkencan ! " Ujar Daniel
" Apa maksud Kakaa ! " Sahut mereka bersamaan . Yang langsung di lihat Daniel keduanya ,
" I-ini .. memang pakaiannya ilen , dan daya meminjam nya "
" Kau habis dari mana memang day ? " Ujar Daniel
" itu Daya , em ia habis pergi berkencan juga . Kalau begitu kita naik keatas dulu ya kaaa .. " seru ilen membawa daya segera kabur dari hadapan kakaknya .
Begitu di kamar , " bagaimana ? " Tanya ilen .
Daya mengeleng lirih, sambil meletakkan beberapa barang bawaannya .
" Gak mungkin . jangan bilang kau sudah sampai di tahapan shopping ! " Ucap ilen
__ADS_1
" Sudah aku bilang ini gak akan berhasil , ia justru ingin melanjutkan pertemuan ini . apa yang aku lakukan , ia bahkan melakukan hal yang lebih buruk .. " lirih daya duduk ,
" Ck ini aneh sekali .. " ujar ilen
" ini , aku masih sadar diri memilih barang yang paling murah . Dan kalau ini , aku gak tahu ia memberikan nya " ucap daya .
Ilenn langsung membuka nya ,
" sepasang sepatu . Cobalah day " seru ilen memberikan nya .
Daya pun memakai nya , sepatu itu begitu pas di kaki nya .
" Oh kenapa bisa pas banget sama ukuran kaki mu day " ucap ilen
" Aku gak tau Len .. "
" Hahh ! Jangan-jangan pria itu ada pria mesum atau cabul . Pokonya semacam itulah yang terobsesi tertarik dengan kaki para wanita day ! "
" Tapi aku rasa dia bukan pria seperti itu Len . "
" hmm Untuk saat ini , sepatu ini di simpan kembali . " seru ilen meletakkan sepatu itu dalam kardusnya ,
" Kenapa ? "
" Kau ini bagaimana day , jika kau memakai nya itu seperti secara gak langsung seakan kalau kau sudah menerima nya ! "
" Ah ya pertemuan berikutnya baju apa yang akan kau gunakan ya ? . Emm Sebaiknya aku mencarinya dulu agar bisa kau bawa .. " gumam ilen pergi ke ruang ganti mencari baju untuk daya .
Sepeninggal ilen ke ruang ganti , daya samar-samar memandang sepatu itu seperti memiliki makna sendiri untuk nya . Apa lagi saat daya mengingat pembicaraan langit yang bilang jika ia adalah orang yang makan makanan sisa milik orang lain dan tak ada yang terlalu istimewa di hidup nya . Tapi daya terdiam bagai seorang patung .
🍃🍃🍃
Sedang langit baru saja tiba di kediamannya , rumah yang sepi membuatnya perlahan jalan begitu saja ingin menuju kamar . tapi ,
" Ayah tidak ingin mendengar kau membuat masalah pada kencan ini . Bagaimana kelanjutannya ? " ujar ayahnya yang memang sengaja menunggu nya
" ayah menunggu ku hanya untuk menyampaikan ini ? " seru langit
" jawab ayah . bagaimana kencan nya ! "
" Ayah tenang saja , kami akan segera bertemu kembali " seru langit yang memang ingin melanjutkan kencan ini karena ketertarikannya . lalu hendak naik kekamarnya
" Taklukan gadis itu , karena tidak ada wanita yang tidak bisa di jinakin . ia begitu bebas menjadi parasit untuk pekerjaan ayah "
Tak ada jawaban dari langit ,
Begitu ia sampai di depan kamar ..
" jadi lu kesini cuma di minta ayah untuk melancarkan keinginan nya , hanya memanfaatkan lu . Seimbang si ya ! Lu itu di besarin ya emang cuma untuk hal-hal seperti ini ! Gak lebih dari pada itu !! " ucap bumi devandra dengan kebencian
" Itu artinya gua bisa di andalkan bukan . Ya paling gak , gak cuma bisanya hura-hura gak jelas . Dan gua bukan anak kecil kaya dulu lagi ka yang mungkin denger ucapan lu kaya gini bakalan sedih ataupun takut " seru langit masuk kedalam kamar .
Ia merebahkan tubuhnya , menghela nafas untuk seharian ini sudah berpura-pura selalu menjadi pria baik untuk nama baik keluarga nya . Tapi saat ia mengingat kencan tadi senyum manis terukir di wajahnya , bayangan Dayana yang ia tahu adalah ilen mampu membuat nya merasa memiliki hari yang bermakna .
***
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa untuk like vote dan komennya 🤗🌻
# happy reading 🍃