
Pagi harinya devandra pergi menemui alifpurwanto, ia pun mulai membicarakan tentang rencana Langit yang akan menetap tinggi di Jakarta bersama ilen dengan alasan jika langit ingin hidup mandiri .
" apa saya tidak salah dengar ? Apa maksudnya Anda ingin mengirim anak-anak ke Jakarta ? "
" ya mereka harus mencari tempat tinggal yang dekat dengan rumah sakit tempat langit akan bertugas. Jadi mari kita pindahkan mereka kesana dan pernikahan bisa berlangsung begitu kita menemukan tanggalnya"
" Kau membual bisa menyelesaikan semuanya. Tapi ini juga sebenarnya rencana mu kan yang ingin melanjutkan ini ? "
" Ah masalah si gadis itu sudah di tanganin. Kau tidak perlu khawatir lagi "
" Cih Bagaimana bisa saya percaya anda sudah mengurus nya ? Pernikahan mereka bukan bisnis . Anda tidak bisa memaksanya, mari kita tunggu dan lihat bagaimana situasinya "
" Apa mungkin kau berharap pernikahannya akan di batalkan ? Kita harus mengatasi serpihan-serpihan masalah ini demi kebaikan dua keluarga. Dan serpihan-serpihan itu bisa saja menjadi senjata ! "
" Ini , ancaman ? "
" Tidak, saya menawarkan mu penawaran yang tepat untuk membantu mu membuat keputusan yang bijaksana " ucap devandra menatap dingin alifpurwanto sambil meneguk kopinya.
Setelah sepeninggal devandra, alifpurwanto tampak geram turun ke ruangan tengah dan membicarakan ini pada putrinya .
" Apa ! Jakarta ? Lalu ? " Ucap ilen setelah mendengar nya
" Ayah bilang itu tidak mungkin. Astaga ayah pasti sudah gila ! Ayah malah masuk ke sarang harimau untuk berlindung. Ayah berterima kasih kepada gadis yang menjadi selingkuhan langit. setidaknya ia melindungi kita agar tidak di makan "
Ilen terdiam dan meletakkan segelas air es untuk ayahnya , yang segera di hadang oleh Daniel.
" Jangan beri ayah air es . " Ucap Daniel dingin pada sang adik
" Niel , itu hanya segelas saja . Jangan membuat keributan " seru sang ayah
" Ayah , ada yang harus kukatakan dengan mu " ucap Daniel masih begitu datar dan dingin
" Apa itu ? Soal pekerjaan ? " Tanya sang ayah
" ini sesuatu yang harus ayah ketahui . " Seru Daniel menjelaskan semua yang terjadi semuanya pada sang ayah .
" Apa ini hah Len ! Jadi kamu merencanakan semuanya dari awal ? Ilennia kauu .. dasar kau ... " Ujar sang ayah yang tak dapat menahan emosi saat mengetahui nya kemudian hendak memukul ilen tapi Daniel dengan cepat mencegahnya ,
" Ayah, Jangan ! . Ayah aku mohon ayahh .. " seru Daniel menghentikan sang ayah
" Uhff .. uhff .. lupakan saja, membahas siapa yang salah hanya akan membuat ayah semakin kesal saja. Mungkin ini berkah di waktu yang sulit, ini menguntungkan kita "
" Bukankah kita harus memberitahukan yang sebenarnya " ucap Daniel
" Apa maksudnya . Maksudmu kita harus memberitahukan devandra soal ini ! "
" Jika kita tidak melakukan apapun daya akan di jadikan kambing hitam. " Beritahu Daniel
" Dengarkan ini Daniel , tentang daya .. ayah tahu ini sangat di sayangkan tapi kita harus menyelamatkan keluarga kita dulu dan setelah itu memberikannya kompensasi nanti"
" Itu yang di pikiran ilen saat memulai nya. Ini semua terjadi untuk menyelamatkan keluarga kita. Jadi , kita harus memperbaiki keadaan "
" Gak bisa . Kita gak akan bisa melakukan ini ! Jika kita tiba-tiba mengungkapkannya, jika itu sampai terjadi kita sama saja melempar keluarga kita pada devandra sebagai mangsa"
"Jadi , ayah ingin melempar daya saja ! untuk mengakhiri ini ? " Teriak Daniel
" Apa salahnya hah ! Sejujurnya , dia bahkan bukan keluarga kita !! "
__ADS_1
" Ayahh !! " Seru Daniel berdiri , " maaf , untuk kali ini aku tidak bisa mematuhi ayah " ucapnya pergi
" Hei, Danielll ! Kau ... Aaaa ... Argh .. " teriak alifpurwanto memegangi dadanya dan bahkan pandangan sekarang kabur .
" Ayahhhh !!! Ayahhhh! " Teriak ilen dan Daniel bersamaan menghampiri sang ayah yang sudah tergeletak. Dan mereka berakhir di rumah sakit, dengan alifpurwanto yang tengah berbaring tak sadarkan diri .
Dokter pun berbicara dengan Daniel dan juga ilen setelah selesai memeriksa alifpurwanto,
" Dia beruntung kali ini . Seperti selalu yang saya katakan stres adalah penyakit paling mematikan bagi pasien angina , pasien mungkin mengalami serangan jantung. Jadi, pastikan dia istirahat total ya " ucap sang dokter meninggalkan Daniel dan juga ilen .
" Sudah berapa lama ayah begini ? Kenapa kakak tidak pernah memberitahu ku ? " Seru ilen saat Daniel hendak pergi ,
" Jika aku memberitahukan mu , akankah ada yang bedanya ? " Ucap Daniel melanjutkan langkahnya
" Jangan katakan apapun pada devandra. Jangan .. "
" Ilennia !. Kenapa kau masih ... "
" Aku akan... Aku akan pergi ke Jakarta, karena sudah memulai semua ini. Maka aku akan bertanggungjawab. Daya dan ayah tidak melakukan kesalahan " seru ilen .
Daniel menatap adiknya itu yang tengah menahan tangisnya, lalu menepi dan menelpon devandra memberitahu jika keluarga nya setuju dengan ilen yang akan tinggal di Jakarta bersama dengan langit.
" Ya , kau membuat keputusan yang tepat. Langit putra ku punya rumah di Jakarta, jadi mereka bisa tinggal di sana sampai menemukan rumah baru. Kalau begitu saya akan persiapkan semuanya agar mereka segera pergi . " Sahut devandra di sebrang sana dengan sedikit tawanya .
...π§οΈ...
Sedang di RS , di sebuah ruangan para perawat . daya tengah di runding pertanyaan oleh para senior.
" Kau bilang bukan urusan apa-apa!. Cih aku membatalkan rencana ku di hari libur ku dan menggantikan mu karena hal sepele seperti semacam ini! . Hei dayana . kau bertingkah karena akan segera berhenti hah ! " Ucap sang senior mengintimidasi
" Tidak. " Jawab daya dengan pandangan kosong nya
Maya si perawat yang paling junior hanya mampu berdiam melihat daya yang sedang di marahin dan tak bisa melakukan apapun.
" Maafkan aku . " Ucap daya
Brakk .. si senior pergi dengan menutup pintu begitu kencang .
Maya pun segera menghampiri daya ,
" Ka daya , kamu yakin tidak terjadi apa-apa kemarin ? " Tanyanya khawatir
Daya mengangguk dan sedikit memberikan senyuman, " maafkan aku. Kamu pasti kesulitan ... " Gumam daya
" Gak ko ka , oh ya ngomong-ngomong kamu sudah bicara dengan tuan langit devandra ? "
Daya melirik nya ,
" Kemarin dia datang ke rumah sakit mencari mu. Kurasa aku mengatakan sesuatu yang membuat nya khawatir, dia tampak sangat khawatir " beritahu Maya
Daya hanya terpaku diam.
Tibanya malam hari , langit pergi ke rumah pak yoga seperti biasa untuk mengajar les privat Dilla. Kemudian langit mendapatkan sebuah hadiah dari Dilla karena ini adalah hari guru. Dilla memberikan sebuah buku untuk menulis lirik lagi .
__ADS_1
Langit terdiam memandangi buku yang ia pegang itu ,
" Tulislah lagu yang akan membuat kakak memenangkan festival lagu universitas " ucap dilla
Langit pun menoleh , " aku juga punya hadiah untuk mu " ujar langit membuat mata Dilla berbinar-binar
" Wahh beneran ? " Seru Dilla tersenyum
" Nah ini .. ini untuk pembelajaran mu mendatang, ini juga untuk tahun depan. " Ucap langit mengeluarkan beberapa buku yang penting untuk pembelajaran Dilla
Dan melihat itu tentunya Dilla tak seexcited tadi,
Dan terakhir langit mengeluarkan sebuah buku konsep matematika. " Dan ini , ini buku catatan matematika yang sudah kususun sendiri. Ini lebih berguna daripada buku referensi " seru langit
Dilla menerima nya , " tapi .. tapi kenapa kakak sudah memberi ku buku untuk tahun depan? Kan kakak bisa memberikannya tahun depan saja "
" Aku tidak bisa memberikannya pada mu tahun depan. Hari ini adalah pembelajaran kita yang terakhir " beritahu langit sebelum ia akhirnya berpamitan. Sejujurnya ini benar-benar membuatnya sedih, dan sejujurnya juga ia tak ingin pergi terutama meninggalkan daya. ia bahkan sudah begitu nyaman berada di sini dan terlebih tempat ini juga merupakan tempat di mana ia dan daya bertemu, yang sekaligus telah membuat nya jatuh cinta pada gadis itu. tapi ia juga tak ingin menjadi penghalang untuk daya, ia tak ingin melihat daya terluka. Apa lagi jika itu karena nya .
\*\*\*
\-
\-
\-
**jangan lupa like vote dan komennya yeorobeun βΊοΈπ€π»**
__ADS_1
\# **happy reading all π**